Arsip Kategori: PTN

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA

4 List PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA di SNBP 2026

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA – Pendaftaran SNBP 2026 sudah di depan mata, tapi banyak kelas 12 yang merasa cemas karena adanya persyaratan baru yang diterapkan di SNBP 2026. Seleksi berdasarkan prestasi ini tidak lagi hanya menggunakan nilai rapor selama sekolah saja, melainkan sudah menambah persyaratan menggunakan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sudah berlangsung di akhir 2025 kemarin.

List PTN yang Tidak Pakai Nilai TKA di SNBP 2026

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA

Rata-rata nilai TKA siswa SMA/sederajat di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi ini membuat banyak siswa merasa gelisah, terutama setelah adanya kebijakan baru SNPMB 2026 yang menjadikan nilai TKA sebagai syarat tambahan, khususnya pada jalur SNBP 2026.

Meski demikian, masih terdapat beberapa Perguruan Tinggi Negeri yang belum, bahkan memutuskan untuk tidak menggunakan nilai TKA dalam proses seleksi SNBP 2026. Kabar ini tentu menjadi angin segar karena membuka peluang yang lebih luas bagi siswa untuk tetap lolos ke PTN impian tanpa terbebani oleh nilai TKA.

Baca juga: Apa Bedanya Vokasi dan Sarjana? Yuk Pahami Biar Tidak Salah Pilih!

1.    Institut Teknologi Bandung (ITB)   

Berdasarkan laman resmi admission.itb.ac.id/info/snbp/, ITB tidak menggunakan nilai TKA di persyaratan seleksi SNBP. Persyaratan yang tertera antara lain:

  • Nilai rapor
  • Prestasi akademik dan non akademik siswa, maksimal tiga terbaik yang dimiliki
  • Portofolio seni rupa, desain, dan kriya khusus pendaftar FSRD.

2.    Universitas Airlangga (UNAIR)

UNAIR juga belum menerapkan persyaratan bahwa calon mahasiswanya harus memiliki nilai TKA 2025. Persyaratan yang diterapkan untuk jalur SNBP antara lain:

  • Merupakan siswa SMA/SMK/MA kelas terakhir pada tahun 2025 yang memiliki prestasi unggul.
  • Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS.
  • Memiliki nilai rapor yang telah diisikan di PDSS sesuai dengan ketentuan.
  • Memiliki prestasi akademik.
  • Memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN Akademik dan PTN Vokasi.

3.    Universitas Brawijaya (UB)

Di laman resmi admisi UB di selma.ub.ac.id/jalur-masuk-nasional-prestasi, jalur SNBP 2026 di Universitas Brawijaya nantinya hanya menggunakan 3 komponen:

  • Nilai rapor seluruh mata pelajaran
  • Nilai rapor paling banyak 2 mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, portofolio, dan/atau prestasi
  • Komposisi persentase komponen pertama dan komponen kedua ditetapkan oleh masing-masing PTN, yaitu 50% nilai rapor seluruh mata pelajaran + (40% mata pelajaran pendukung + 10% skor prestasi)

Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

4.    Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)

Selanjutnya ada kampus Bela Negara, terutama UPN Veteran Jakarta. Rektor UPNVJ yakni Anter Venus menjelaskan, ”Sementara TKA belum digunakan, jadi UPNVJ belum manfaatkan juga. Kita masih pakai yang lama, yaitu literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, dan penalaran umum atau Matematika. TKA alat asesmen baru, (jadi) belum diterapkan,” Jumat (02/01/2025).

Nah 4 PTN yang tidak menggunakan nilai TKA tersebut masih bisa menjadi opsi kalau kamu memiliki nilai TKA yang kurang memuaskan. Tapi sebaiknya kamu bisa rutin cek laman resmi kampus tujuanmu, barangkali nantinya kamu perlu menyesuaikan persyaratan lagi sebelum mendaftar.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Apa Bedanya Vokasi dan Sarjana? Yuk Pahami Biar Tidak Salah Pilih!

Bedanya Vokasi dan Sarjana – Sebelum melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, perlu dimengerti bahwa jenjang perkuliahan tidak cuma Sarjana saja. Ada jenjang Vokasi juga yang agak berbeda sistem perkuliahannya. Maka dari itu kamu perlu mengetahui perbedaannya supaya bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan tujuan kamu melanjutkan kuliah.

Bedanya Vokasi dan Sarjana

Bedanya Vokasi dan Sarjana

Memilih jalur pendidikan setelah lulus sekolah merupakan keputusan penting. Dua jalur yang umum dipilih di perguruan tinggi adalah Pendidikan Vokasi dan Program Sarjana (S1). Keduanya memiliki tujuan, metode pembelajaran, dan prospek yang berbeda.

1.    Pendidikan Vokasi

Pendidikan Vokasi merupakan jalur pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguasaan keterampilan terapan dan kesiapan kerja mahasiswanya. Pembelajaran pada pendidikan vokasi lebih menekankan praktik dibandingkan teori, dengan rata-rata perbandingannya 60 : 40, sehingga mahasiswa dibekali kemampuan teknis yang langsung dapat diterapkan di dunia industri atau dunia kerja.

Ciri utama pendidikan vokasi:

  • Fokus pada praktik dan keterampilan kerja
  • Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri
  • Lulusan siap bekerja secara profesional di bidang tertentu
  • Porsi praktik umumnya lebih besar dibandingkan teori
  • Gelar kelulusan D1 – Ahli Pratama (A.P.), D2 – Ahli Muda (A.Ma.), D3 – Ahli Madya (A.Md.), dan D4 – Sarjana Terapan (S.Tr.) atau Sarjana Sains Terapan (S.ST.)

Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Pendidikan Vokasi mencakup beberapa jenjang, yaitu:

  • Diploma I (D1)
  • Diploma II (D2)
  • Diploma III (D3)
  • Diploma IV (D4) – setara dengan Sarjana Terapan

Lulusan vokasi dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja dengan keahlian spesifik, didukung oleh kolaborasi kampus dengan perusahaan atau industri sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata sejak masa studi.

2.    Program Sarjana (S1)

Program Sarjana adalah pendidikan akademik strata satu yang berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, teori, dan pengembangan kemampuan berpikir ilmiah. Mahasiswa sarjana dilatih untuk menganalisis, meneliti, dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi sesuai bidang yang dipelajari. Perbandingannya adalah 60% teori dan 40% praktik, berbanding terbalik dengan pendidikan Vokasi.

Ciri utama program sarjana:

  • Fokus pada pendalaman teori dan konsep ilmiah
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis
  • Cocok bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi (S2 dan S3)
  • Memiliki porsi teori lebih besar, meskipun tetap disertai praktik
  • Gelar kelulusannya diawali dengan gelar Sarjana (S. ) dan dilanjutkan gelar studi, contoh Sarjana Ekonomi (S.E), Sarjana Hukum (S.H).

Baca juga: Dokter Residen Adalah Profesi yang Belum Banyak Dikenal, Apa Perannya?

Seorang sarjana umumnya menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 4 tahun, namun banyak juga yang lulus lebih cepat, sekitar 3,5 tahun, tergantung jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang ditempuh.

Peluang Studi Lanjut

Lulusan vokasi dan sarjana sebenarnya memiliki peluang studi lanjut yang sama. Program Diploma 4 (D4) setara dengan Sarjana (S1), sehingga lulusannya dapat langsung melanjutkan ke jenjang S2 atau Magister. Pada jalur vokasi, tersedia program Magister Terapan (M.Tr) selain Magister akademik.

Perbedaannya, apabila pendidikan terakhir kamu adalah Diploma 3 (D3), kamu perlu melanjutkan ke jenjang S1 terlebih dahulu. Namun, hal ini tidak dilakukan dengan mengulang pendidikan dari awal, melainkan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau program ekstensi.

Melalui jalur tersebut, mata kuliah yang telah ditempuh saat D3 akan dikonversi, sehingga kamu hanya perlu mengambil mata kuliah yang belum diperoleh untuk memenuhi capaian pembelajaran S1. Setelah menyelesaikan S1, kamu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau program Magister.

Nah, sangat penting untuk memahami jenjang-jenjang perkuliahan, bedanya vokasi dan sarjana, termasuk jenjang-jenjang setelahnya. Untuk kamu yang lulusan SMA/sederajat, jenjang mana yang akan kamu pilih nantinya?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

universitas dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia

10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia – Jurusan kedokteran selalu ramai peminat setiap tahunnya, padahal seperti yang kita tahu, pendidikan kedokteran memakan waktu yang lebih lama dibandingkan jurusan lainnya. Lalu kenapa banyak yang tetap memilih jurusan ini?

  • Peluang kerjanya luas dan stabil
  • Panggilan jiwa untuk mengabdi di bidang kesehatan
  • Potensi penghasilan yang baik dalam jangka panjang
  • Tantangan intelektual dan pembelajaran seumur hidup

10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia

universitas dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia

Sudah banyak sekali kampus yang membuka jurusan kedokteran ini, mulai dari PTN sampai PTS di seluruh wilayah Indonesia. Tapi kira-kira universitas mana yang memiliki kualitas pendidikan kedokteran terbaik di Indonesia? Berikut menurut versi EduRank 2025:

1.    Universitas Indonesia

  • Peringkat 83 di Asia
  • Peringkat 421 di Dunia

Pendidikan di UI tentu sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, tidak heran jurusan kedokteran UI jadi peringkat teratas sebagai jurusan Kedokteran terbaik di Indonesia. Selain menyediakan pendidikan kelas reguler, UI juga sudah membuka kelas khusus internasional untuk jurusan Kedokteran dengan perkuliahan full bahasa Inggris, mahasiswanya pun bisa mendapatkan kurikulum internasional dan berkesempatan untuk berkuliah di kampus mitra UI di luar negeri.

Baca juga: Dokter Residen Adalah Profesi yang Belum Banyak Dikenal, Apa Perannya?

2.    Universitas Airlangga

  • Peringkat 173 di Asia
  • Peringkat 655 di Dunia

FK UNAIR dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan kedokteran unggulan, yang sudah ada sejak 1913. Ini menjadikan FK UNAIR jadi yang tertua ke-2 di Indonesia, dan saat ini sudah memiliki 2 prodi S1, 6 prodi S2, 1 prodi S3, 2 prodi profesi, 25 prodi spesialis, dan 7 prodi sub spesialis.

3.    Universitas Gadjah Mada

  • Peringkat 205 di Asia
  • Peringkat 728 di Dunia

Salah satu kampus top Indonesia yang juga jadi salah satu PTN tertua ini juga memiliki jurusan kedokteran yang unggul kualitasnya. Masuk dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, S1 Pendidikan Dokter UGM sudah terakreditasi Unggul.

4.    Universitas Padjadjaran

  • Peringkat 232 di Asia
  • Peringkat 800 di Dunia

Universitas Padjadjaran menjadi salah satu PTN unggulan di Jawa Barat, jurusan Kedokterannya pun memiliki kualitas unggul yang terbukti dengan predikat Unggul dari keputusan BAN-PT No. 002/LAM-PTKes/BA Akr/I/2023. FK UNPAD unggul di bidang riset epidemiologi dan juga kesehatan masyarakat. Mereka juga sudah memiliki rumah sakit pendidikan sendiri dan menerapkan kurikulum berbasis teknologi.

5.    Universitas Udayana

  • Peringkat 256 di Asia
  • Peringkat 866 di Dunia

UNUD menjadi universitas pertama di pulau Dewata dan unggul di bidang travel medicine. FK UNUD terus memperkuat kualitas akademik dengan berkolaborasi melalui penilitas internasional dan penyediaan fasilitas medis yang lengkap.

Baca juga: 10 Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2025

6.    Universitas Diponegoro

  • Peringkat 266 di Asia
  • Peringkat 894 di Dunia

Salah satu PTN favorit di Jawa Tengah ini masuk di peringkat ke-6 jurusan Kedokteran terbaik di Indonesia. UNDIP berfokus melakukan riset medis dan sudah memiliki rumah sakit pendidikan utama di Jawa Tengah dan menjadi pusat rujukan yaitu Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) yang berada di Semarang.

7.    Universitas Brawijaya

  • Peringkat 338 di Asia
  • Peringkat 1086 di Dunia

Jurusan kedokteran UB sudah terakreditasi Unggul berdasarkan SK LAM-PTKes No. 0074/LAM-PTKes/Akr/Sar/II/2024 yang berlaku sampai dengan 2029. Fasilitas yang disediakan untuk pendidikannya pun sudah sangat lengkap, mulai dari Lab. Faal, CBT Center, Lab. Parasitologi, Lab. Biokimia, dan lainnya sampai dengan OSCE Center.

8.    Universitas Hasanuddin

  • Peringkat 343 di Asia
  • Peringkat 1093 di Dunia

Di peringkat ke-8 ada UNHAS yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Kedokterannya sudah dibuka sejak 1956, dan menjadi yang tertua di bagian timur Indonesia. FK UNHAS sudah bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) tipe A sebagai rumah sakit pendidikan, yaitu RS UNHAS dan RSUP Wahidin Sudirohusodo.

9.    Universitas Andalas

  • Peringkat 345 di Asia
  • Peringkat 1095 di Dunia

Di wilayah Sumatera ada UNAND yang jadi PTN pertama di sana. Kedokteran UNAND unggul dalam penelitian kesehatan tropis dan pelayanan kesehatan masyarakat di Sumatera Barat.

10. Universitas Sebelas Maret

  • Peringkat 357 di Asia
  • Peringkat 1133 di Dunia

Di peringkat ke-10 ada UNS yang berada di Solo, Jawa Tengah. FK UNS berupaya menyajikan pembelajaran dengan reputasi global, sehingga lulusannya bisa menjadi kebanggan dan tetap berfokus pada masyarakat.

Jadi itu dia 10 universitas dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025. Kampus mana yang akan kamu perjuangkan nantinya?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Politeknik Kesehatan terbaik di Indonesia

10 Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2025

Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia – Berniat untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan? Politeknik Kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sering menjadi incaran. Ada berbagai pilihan jurusan di bidang kesehatan yang tersedia, dengan pembelajaran yang menggunakan kolaborasi teoritis dan praktikum.

Nah, Webometrics merilis 10 peringkat Poltekkes Kemenkes terbaik se-Indonesia edisi Juli 2025. Lembaga pemeringkatan ini menilai melalui 3 aspek penting, yaitu: seberapa populer secara digital (50%), seberapa unggul dalam kualitas akademik (40%), dan seberapa terbuka dalam memberikan akses informasi kepada publik (10%).

10 Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia

Politeknik Kesehatan terbaik di Indonesia

Berbagai Politeknik Kesehatan Kemenkes sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Semuanya mengusahakan untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik agar mencetak SDM di bidang kesehatan yang unggulan. Berikut adalah 10 Poltekkes Kemenkes terbaik di Indonesia:

1.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Semarang

Poltekkes Kemenkes Semarang meraih peringkat pertama dengan predikat terbaik se-Indonesia dengan ranking global 7.179.  Kampus kesehatan ini tidak hanya memiliki kampus di kota Semarang saja, karena sudah ada beberapa kampus cabang yang tersebar di berbagai kota di Jawa Tengah, di antaranya: 2 kampus di Semarang, Kendal, Blora, Magelang, Pekalongan, Tegal dan 2 kampus di Purwokerto.

Total sudah ada 8 jurusan dan 34 program studi, serta 1 program pascasarjana. Poltekkes Kemenkes Semarang juga sudah 100% terakreditasi Unggul berdasarkan SK BAN-PT No. 2668/SK/BAN-PT/Ak/PT/IX/2025.

Baca juga: 11 Istilah Kedokteran dan Artinya yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa Kedokteran

2.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Kampus ini mendapatkan peringkat global 8.353 dan sudah terakreditasi B berdasarkan SK BAN-PT No. 215/SK/BAN-PT/Ak.Ppk/PT/III/2023 yang berlaku sampai 4 April 2028. Tersedia 9 program studi berbeda di jenjang Diploma III dan Diploma IV atau Sarjana Terapan, dan akreditasinya pun sudah Baik Sekali bahkan banyak yang sudah berpredikat Unggul.

3.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Tanjung Karang

Di peringkat ke-3 ada Poltekkes yang berada di Lampung, dengan peringkat global 8.873. Tersedia 8 jurusan, di antaranya: Teknik Gigi, Kesehatan Gigi, Gizi, Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Keperawatan, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis. Kampusnya sendiri sudah terakreditasi Baik Sekali berdasarkan SK BAN-PT No. 595/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/IX/2023 yang berlaku sampai 8 November 2027.

4.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Aceh

Prodi ini  mendapatkan ranking global 11.007, dan membuka 7 jurusan di antaranya: Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Gigi, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, dan Teknologi Laboratorium Medis serta memiliki 21 program studi. Poltekkes Kemenkes Aceh juga sudah terakreditasi Baik Sekali berdasarkan SK BAN-PT No. 74/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/II/2025.

5.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Medan

Poltekkes Kemenkes Medan meraih peringkat ke-5 Politeknik Kemenkes terbaik di Indonesia, dan mendapat peringkat 11.071 global. Terakreditasi dengan peringkat B berdasarkan SK BAN-PT No. 965/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/XI/2023.

Poltekkes Kemenkes Medan Kota membuka 6 jurusan, dan masing-masing memiliki program studi turunan. Jurusan yang dibuka di antaranya: Teknologi Laboratorium Medis, Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan Gigi, Kesehatan Lingkungan.

6.    Politeknik Negeri Kesehatan Jakarta II

Di peringkat selanjutnya ada Politeknik kesehatan di Jakarta, yang mendapat peringkat global 11.187 dan sudah terakreditasi Baik Sekali berdasarkan SK BAN-PT No. 260/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/IV/2023 yang berlaku sampai dengan tahun 2027. Pilihan program studinya beragam, mulai dari jenjang D3 sampai D4 dengan akreditasi mulai Baik, Sangat Baik, sampai Unggul.

Baca juga: Prospek Kerjanya Menjanjikan dan Semakin Diminati, Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa?

7.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Palu

Kampus kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan RI ini mendapatkan peringkat 11.282 secara global. Terakreditasi B dengan SK BAN-PT No. 967/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/XI/2023 dan berlaku sampai tahun 2028.

Lalu dalam pendidikannya, Poltekkes Kemenkes Palu membuka 4 jurusan, yaitu jurusan Gizi, Kebidanan, Keperawatan dan juga Kesehatan Lingkungan.

8.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Jambi

Di peringkat ke-8 Indonesia ada Poltekkes Kemenkes Jambi yang berdasarkan SK BAN-PT sudah terakreditasi Baik atau ‘B’ dengan No. 494/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/IV/2024 dan SK ini berlaku sampai dengan tahun 2029. Untuk jurusan yang dibuka ada 7 pilihan, dan masing-masing memiliki turunan program studi yang bisa dicek di https://poltekkesjambi.ac.id/.

9.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Pontianak

Poltekkes Kemenkes Pontianak berada di Kalimantan Barat, tepatnya di kota Pontianak. Kampus kesehatan ini mendapat peringkat global 11.416 dan ke-9 terbaik di Indonesia. Untuk akreditasinya sudah berpredikat Baik berdasarkan SK BAN-PT No. 1125/SK/BAN-PT/PEPA-Ppj/PT/V/2024.

10. Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Yogyakarta

Di peringkat ke-10 ada Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang sudah berakreditasi Baik Sekali dengan berdasarkan SK BAN-PT No. 320/SK/BAN-PT/Akred/PT/VII/2022. Kampus ini membuka 6 jurusan dan 17 program studi, dengan jenjang Diploma, Sarjana Terapan dan profesi.

Jadi itu dia list Politeknik Kesehatan terbaik di Indonesia berdasarkan versi Webometrics 2025. Kalau kamu berminat untuk lanjut di kampus dan prodi apa?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah

Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah: Kurikulum, Visi Misi dan Pilihan Program Studi

Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah – Kebutuhan jumlah dokter di Indonesia yang masih belum terpenuhi membuat UIN Syarif Hidayatullah atau akrab disebut UIN Jakarta ini membuka Fakultas Kedokteran. Dengan tetap menerapkan nilai-nilai Islam, program kedokteran di kampus ini terus berkembang demi meluluskan SDM kedokteran yang profesional dan berakhlak mulia.

Fasilitas yang disediakan sudah unggulan, dengan tenaga pengajar yang profesional, dan kolaborasi dengan RS jejaring untuk memaksimalkan penyerapan ilmu mahasiswa kedokteran dan menjadikan mereka siap dan terbiasa melakukan praktik.

Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah

Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah

FK UIN Jakarta ini menerapkan kurikulum yang disusun dengan tujuan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan disiplin ilmu kedokteran, baik di lingkup ilmu kedokteran klinik, ilmu biomedik, ilmu humaniora, ilmu kedokteran komunitas dan juga ilmu kedokteran keluarga.

Dan kurikulumnya tidak hanya mencakup kegiatan perkuliahan di dalam kampus, mahasiswanya juga akan mendapatkan pengalaman langsung yang terkoneksi dengan masyarakat dan dunia kesehatan di luar kampus. Contohnya melalui program penyuluhan kesehatan di sekolah, promosi kesehatan untuk para santri di pesantren, modul community medicine ke rumah-rumah pasien sampai mengambil peran di kegiatan posyandu dan juga posbindu.

Mahasiswa FK juga akan mendapatkan softskill dan wawasan seperti praktik pemulasaraan jenazah, kegiatan Modul Sharia Hospital (IMDB 5) ke RS Sari Asih dan Pusat Pelayanan Terpadu, hingga pelatihan kesehatan haji dan umroh yang juga dilaksanakan dengan tujuan mewujudkan kurikulum yang komprehensif dalam menyiapkan lulusan yang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

Baca juga: Punya Reputasi OK dan Jadi Kedokteran Unggulan, Berapa UKT Kedokteran UGM?

Visi :

“Menjadi Fakultas Kedokteran Bereputasi Internasional dengan Keunggulan Integrasi Kedokteran dan Keislaman dalam Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”

Misi :

  1. Menyediakan akses pendidikan kedokteran yang berkualitas bagi masyarakat luas secara berkeadilan
  2. Meningkatkan riset yang berbasis integrasi kedokteran dan keislaman yang bermutu dan unggul
  3. Menghasilkan penelitian yang dapat dimanfaatkan sebagai bentuk kegiatan pengabdian dan pelayanan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat
  4. Membangun kepercayaan dan mengembangkan kerjasama dengan lembaga nasional, regional maupun internasional

Pilihan Program Studi Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah

FK UIN Syarif Hidayatullah sudah membuka beberapa program studi mulai dari S1, Profesi, Magister sampai dengan program Spesialis. Berikut rinciannya:

1.    Sarjana Pendidikan Dokter (S1)

Di FK UIN Jakarta, program studi wajibnya adalah S1 Pendidikan Dokter.Program studi ini sudah terakreditasi berdasarkan SK LAM-PTKes No. 0652/LAM-PTKes/Akr/Sar/XII/2021 dengan peringkat A Sangat Baik/Excellent.

Baca juga: 10 Universitas yang Ada Jurusan Olahraga, Pilih yang Mana?

2.    Profesi Dokter

Program ini merupakan program lanjutan dari jenjang Sarjana, dan bisa diikuti oleh lulusan S1 Kedokteran baik secara langsung maupun tidak langsung, baik untuk lulusan UIN Syarif Hidayatullah maupun kampus lainnya.

3.    Spesialis-1 Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi

Jika kamu ingin menjadi dokter spesialis, terutama yang berfokus di bidang pernapasan, program spesialis ini bisa kamu ambil. Spesialisasi ini berfokus pada diagnosis, perawatan, dan penelitian penyakit serta gangguan pada sistem pernapasan, termasuk paru-paru, saluran napas, dan organ terkait lainnya.

4.    Spesialis-1 Obstetri dan Ginekologi

Program spesialis lainnya berfokus pada kesehatan sistem reproduksi wanita, fokus Obstetri menangani kehamilan, persalinan, dan nifas. Sedangkan Ginekologi berfokus menangani penyakit dan masalah organ reproduksi wanita secara umum.

5.    Magister Ilmu Biomedis Program (S2)

Program terakhir adalah S2 Ilmu Biomedis Program, yang akan mempelajari pemahaman tentang tubuh manusia dan hewan dari tingkat molekuler hingga organisme utuh, dengan fokus pada penyakit, pencegahan, diagnosis, dan pengobatan.

Nah bagi kamu yang berencana melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah, apakah semakin mantap untuk menjadi calon mahasiswa FK UIN Jakarta ini?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga

10 Universitas yang Ada Jurusan Olahraga, Pilih yang Mana?

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga – Jika kamu memiliki minat besar dalam dunia olahraga dan bercita-cita menjadikannya sebagai karier di masa depan, memilih universitas yang memiliki jurusan olahraga bisa menjadi langkah awal yang tepat. Di Indonesia, semakin banyak universitas yang membuka program studi terkait olahraga, mulai dari Pendidikan Jasmani, Ilmu Keolahragaan, dan lainnya. Jurusan ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup teori, manajemen, kesehatan, dan teknologi olahraga yang semakin berkembang.

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga

Sudah ada banyak sekali kampus yang membuka jurusan olahraga di Indonesia, tapi mungkin 10 referensi ini bisa jadi pertimbangan untuk kamu yang masih bingung pilih kampus:

1.    Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Pilihan pertama bisa menjadi rekomendasi buat kamu yang ingin kuliah di Jakarta, UNJ membuka Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), yang memiliki beberapa pilihan jurusan yaitu:

  • Ilmu Keolahragaan (S-1)
  • Kepelatihan Kecabangan Olahraga (S-1)
  • Olahraga Rekreasi (S-1)
  • Pendidikan Jasmani (S-1)
  • Pendidikan Kepelatihan Olahraga (S-1)
  • Pendidikan Jasmani (S-2)

Baca juga: Mau Lanjut Kuliah Kedokteran? Kalian Wajib Tahu Daftar Mata Kuliah Kedokteran Ini!

2.    Universitas Negeri Semarang (UNNES)

UNNES membuka fakultas khusus di bidang keolahragaan dengan nama Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), dan di dalamnya terdapat beberapa pilihan jurusan seperti Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, dan Ilmu Keolahragaan. Ada jenjang Sarjana, Magister dan Doktor.

3.    Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Untuk kamu yang ada di wilayah Jawa Timur, UNESA membuka berbagai pilihan jurusan olahraga yang ditampung dalam Fakultas Ilmu Olahraga. Terdapat 3 jenjang pendidikan, yaitu Sarjana, Magister dan Doktor. Dan untuk pilihan jurusannya:

  • Jurusan Pendidikan Olahraga: prodi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  • Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga: prodi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi: prodi S1 Ilmu Keolahragaan
  • S2 Pendidikan Olahraga
  • S2 Ilmu Keolahragaan
  • S3 Ilmu Keolahragaan

4.    Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

UPI memiliki Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, dengan fokus pendidikan, keolahragaan dan kesehatan. Pilihan jurusannya antara lain:

  • S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi
  • S1 PGSD Penjas
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S1 Kepelatihan Fisik Olahraga
  • S1 Keperawatan & Profesi NERS
  • S1 Gizi

5.    Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY membuka 3 jurusan, yaitu Jurusan Pendidikan Olahraga (POR), Jurusan Pendidikan Kepelatihan (PKL) serta Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi (PKR). Dan pilihan program studinya ada 4, yaitu prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Prodi Ilmu Keolahragaan, dan PGSD Penjas.

Baca juga: Jurusan Keperawatan Belajar Apa Saja? Ini Ringkasan Mata Kuliahnya

6.    Universitas Lampung (UNILA)

Meski tidak dinaungi oleh fakultas khusus, tapi UNILA ini sudah memiliki 1 jurusan di bidang keolahragaan di jenjang S1 Pendidikan Jasmani dengan mengantongi akreditasi Baik Sekali berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 1036/SK/BAN-PT/Akred/S/II/2022, dan berlaku sampai dengan 15 Februari 2027.

7.    Universitas Negeri Malang (UM)

UM juga sudah membuka Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sejak tahun 2008, dengan beberapa pilihan departemen di jenjang S1 dan S2 yaitu:

  • S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
  • S2 Pendidikan Olahraga

8.    Universitas Sebelas Maret (UNS)

Sebagai salah satu kampus ternama di Jawa Tengah dan juga di Indonesia, UNS juga sudah memiliki Fakultas Keolahragaan dengan dua Program Studi Sarjana, satu Program Studi Master dan satu Program Studi Doktor. Untuk rinciannya: S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, S2 Ilmu Keolahragaan, dan S3 Ilmu Keolahragaan.

9.    Universitas Negeri Makassar (UNM)

Fakultas Ilmu Keolahragaan & Kesehatan (FIKK) membuka pendidikan di bidang keolahragaan dan kesehatan, di jenjang S1 dan S2:

  • S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S1 Gizi
  • S1 Administrasi Kesehatan
  • S1 Fisioterapi
  • S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga
  • S2 Pendidikan Kepelatihan Olahraga

10. Universitas Negeri Padang (UNP)

Last but not least, ada UNP yang bisa jadi referensi untuk kamu yang berada di wilayah pulau Sumatera. Tersedia berbagai pilihan jurusan di bidang keolahragaan, seperti:

  • S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S2 Pendidikan Olahraga
  • S2 Ilmu Keolahragaan
  • S3 Ilmu Keolahragaan

Jadi bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan S2 dan S3, bisa langsung di satu kampus yang sama. Nah dari 10 universitas yang ada jurusan olahraga tadi kira-kira kamu berencana lanjut di kampus yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

daftar mata kuliah kedokteran

Mau Lanjut Kuliah Kedokteran? Kalian Wajib Tahu Daftar Mata Kuliah Kedokteran Ini!

Daftar Mata Kuliah Kedokteran – Kedokteran menjadi salah satu jurusan dengan peminat tinggi setiap tahunnya, mengingat prospek kerjanya yang menjanjikan. Dalam perkuliahannya, mahasiswa akan mempelajari dan memahami banyak hal mulai dari anatomi, fungsi, dan juga interaksi di dalam tubuh manusia. Selain itu nantinya seorang dokter juga harus memahami berbagai jenis penyakit dan metode pengobatannya.

Nah, perkuliahan dokter berbeda dengan jurusan lain yang menggunakan SKS. Jurusan kedokteran menggunakan sistem Blok. Nah kira-kira apa saja yang akan dipelajari mahasiswa kedokteran?

Daftar Mata Kuliah Kedokteran

daftar mata kuliah kedokteran

Berdasarkan referensi dari prodi Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), berikut daftar mata kuliah yang akan didapatkan mahasiswa S1 Kedokteran:

1.    Semester 1:

  • Blok Budaya Ilmiah
  • Blok Bioetika & Humaniora
  • Blok Biologi Molekuler
  • Blok Metabolisme, Obat & Nutrisi
  • Course Biomedik
  • Skills Lab. Komunikasi
  • Skills Lab. Vital Sign
  • Skills Lab. Dasar-Dasar Pemeriksaan Fisik
  • Skills Lab. Antropometri
  • Skills Lab. Rekam Medis
  • Field Lab: Program Pemantauan Status Gizi Balita & Anemia Gizi

2.    Semester 2:

  • Blok Endokrin
  • Blok Hematologi
  • Blok Imunologi
  • Blok Infeksi & Penyakit Tropis
  • Skils Lab. Anamnesis
  • Skills Lab. Teknik Aseptik dan Sterilisasi
  • Skills Lab. Pemeriksaan Kepala Leher
  • Skills Lab. Pemeriksaan Payudara
  • Skills Lab. Pemeriksaan Abdomen
  • Field Lab: Program Imunisasi
  • Field Lab: Program Pemberantasan Penyakit Menular: Penyelidikan Epidemiologi

Baca juga: Jurusan Keperawatan Belajar Apa Saja? Ini Ringkasan Mata Kuliahnya

3.    Semester 3

  • Blok Neoplasma
  • Blok Neurologi
  • Blok Muskuloskeletal
  • Blok Respirasi
  • Skills Lab. Pemeriksaan Neurologi
  • Skills Lab. Pemeriksaan Muskuloskeletal
  • Skills Lab. Respirasi
  • Skills Lab. Kardiovaskular
  • Skills Lab. Elektrokardiovaskuler
  • Field Lab Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis

4.    Semester 4

  • Blok Kardiovaskuler
  • Blok Gastrointestinal
  • Blok Urogenital
  • Blok Reproduksi
  • Skills Lab. Pemeriksaan Perianal dan Genetalia Laki-Laki
  • Skills Lab. Pemeriksaan Ginekologi dan Pap Smear
  • Skills Lab. Pemeriksaan Obstetri
  • Skills Lab. Persalinan Normal
  • Skills Lab. Pemeriksaan Puerpurium dan Kontrasepsi
  • Field Lab : Penyakit Menular Seksual (PMS)
  • Field Lab : Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja

5.    Semester 5

  • Blok THT
  • Blok Mata
  • Blok Kulit
  • Blok Psikiatri
  • Skills Lab. Teknik Kateterisasi dan Aspirasi Suprapubik
  • Skills Lab. Pemeriksaan THT
  • Skills Lab. Pemeriksaan Mata
  • Skills Lab. Pemeriksaan kulit
  • Skills Lab. Pemeriksaan Psikiatri
  • Field Lab:Survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
  • Field Lab:Pembinaan UKS: kesehatan jiwa (NAPZA: Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif, Gangguan Belajar)

Baca juga: S1 Rekam Medis, Jurusan Kesehatan yang Tugasnya Penting di Faskes

6.    Semester 6

  • Blok Pediatri
  • Blok Geriatri
  • Blok Traumatologi
  • Blok Kedaruratan Medik
  • Kuliah Kerja Nyata
  • Skills Lab. Heteroanamnesis dan Pemeriksaan Fisik
  • Skills Lab. Teknik Injeksi
  • Skills Lab. Accident and Emergency
  • Skills Lab. Bebat dan Bidai
  • Skills Lab. Bantuan Hidup Dasar dan Triage
  • Field Lab: Manajemen Terpadu Balita Sehat (MTBS)
  • Field Lab: Pembinaan Posyandu Lansia

7.    Semester 7

  • Blok Kedokteran Komunitas
  • Blok Pengobatan komplementer
  • Blok Pilihan /Elektif
  • Blok Gizi Klinik
  • Blok Kedokteran Olahraga
  • Blok Bioteknologi Kedokteran
  • Blok Kedokteran Kerja
  • Skills Lab. Komunikasi Khusus
  • Skills Lab. Bedah Minor
  • Skills Lab. Manajemen Luka
  • Skills Lab. Penulisan Resep
  • Skills Lab. Pemasangan Infus
  • Field Lab Home Visit
  • Skripsi
  • Kursus Metodologi Penelitian

Tahapan Setelah Lulus Sarjana

Setelah lulus dari sarjana kedokteran, calon dokter harus menjalani pendidikan profesi melalui praktik langsung di rumah sakit atau klinik, yang dikenal sebagai masa koas. Pada tahap ini, mereka mulai menangani pasien dengan bimbingan dokter senior, guna mengasah keterampilan klinis dan memperluas pengalaman lapangan.

Program ini berlangsung sekitar dua tahun, dengan rotasi di berbagai departemen medis. Pengalaman ini penting sebagai bekal menghadapi pasien secara mandiri, terutama dalam situasi darurat, karena ketenangan, pengetahuan, dan keterampilan sangat memengaruhi keselamatan pasien.

Setelah menyelesaikan masa koas, mereka diambil sumpahnya sebagai dokter dan memperoleh hak untuk praktik mandiri, atau melanjutkan pendidikan spesialis sesuai minatnya.

Jadi sudah ada gambaran kan setelah tahu daftar mata kuliah kedokteran tadi? Nah, kalian rencana lanjut di kampus mana nantinya?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

S1 Rekam Medis

S1 Rekam Medis, Jurusan Kesehatan yang Tugasnya Penting di Faskes

S1 Rekam Medis – Di antara banyak jurusan di bidang ilmu kesehatan, S1 Rekam Medis mungkin belum seterkenal Kedokteran, Keperawatan, atau Farmasi. Namun, jurusan ini punya peran yang sangat strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Tanpa adanya pencatatan medis yang akurat, proses diagnosis dan pengobatan tidak akan bisa berjalan dengan optimal.

Rekam medis adalah dokumen penting yang memuat catatan lengkap tentang riwayat kesehatan pasien, termasuk diagnosa, pengobatan, hasil laboratorium, hingga prosedur medis yang pernah dilakukan. Data ini menjadi dasar bagi dokter dan tenaga medis lainnya untuk menentukan tindakan yang tepat. Karena itulah, profesi di bidang rekam medis sangat dibutuhkan, khususnya di era digitalisasi layanan kesehatan.

Jurusan ini juga sangat cocok bagi kamu yang menyukai teknologi informasi, karena pengelolaan data rekam medis kini semakin terintegrasi dengan sistem informasi modern. Mahasiswa akan dibekali kemampuan teknis untuk mengelola data secara digital, sekaligus memahami prinsip etika dan kerahasiaan informasi pasien.

S1 Rekam Medis Belajar Apa? 

Dalam program S1 Rekam Medis, mahasiswa akan mempelajari beragam mata kuliah yang mencakup aspek medis, manajemen informasi, hingga teknologi. Beberapa materi yang umum diajarkan di antaranya:

  • Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit (ICD)
  • Sistem Informasi Kesehatan dan Rekam Medis Digital
  • Farmakologi Dasar
  • Manajemen Data dan Analisis Statistik Kesehatan
  • Jaminan Mutu dan Audit Rekam Medis (Quality Assurance)
  • Desain Formulir dan Algoritma Data Kesehatan
  • Etika Profesi dan Hukum Kesehatan
  • Problem Solving dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Program ini juga dilengkapi dengan praktik lapangan di rumah sakit atau institusi kesehatan, sehingga mahasiswa bisa menerapkan ilmunya langsung di dunia nyata. Tujuannya, agar lulusan mampu bekerja profesional dalam mengelola informasi kesehatan yang sensitif dan sangat vital.

Baca juga: 5 PTN Tertua di Indonesia, Sudah Berdiri Sejak Sebelum Kemerdekaan!

Skill Penting untuk Lulusan Rekam Medis

Hard Skills:

  • Mengoperasikan software rekam medis elektronik (EMR)
  • Menerapkan quality assurance (QA) untuk memastikan data akurat dan sesuai standar
  • Melakukan quality review agar tidak ada kesalahan atau data terlewat
  • Menguasai analisis data kesehatan untuk mendukung pengambilan keputusan medis

Soft Skills:

  • Komunikasi efektif, terutama saat berkoordinasi dengan dokter, perawat, dan tim IT
  • Ketelitian tinggi, karena kesalahan data bisa berdampak serius pada pasien
  • Kemampuan kerja tim, penting saat bekerja lintas divisi di institusi kesehatan
  • Adaptabilitas, agar siap mengikuti perkembangan teknologi dan regulasi terbaru

Kombinasi skill ini akan membantu lulusan rekam medis bekerja secara profesional dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Lulusan rekam medis akan sering berinteraksi dengan dokter, perawat, dan tim IT, sehingga keterampilan interpersonal dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi atau kebijakan baru menjadi nilai tambah. Semua kemampuan ini mendukung akurasi data, efisiensi kerja, dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Kedokteran Nuklir Adalah Terobosan Penting di Dunia Medis Modern, Apa Itu?

Kampus Mana Saja yang Membuka Program S1 Rekam Medis?

Saat ini, belum banyak kampus di Indonesia yang membuka program S1 Rekam Medis. Kebanyakan kampus masih menyediakan program D3 Rekam Medis. Beberapa perguruan tinggi ini bisa menjadi referensi, dengan pilihan program yang setara dengan S1 yaitu D-IV atau Sarjana Terapan:

  • Politeknik Negeri Jember – D-IV Manajemen Informasi Kesehatan (terakreditasi Unggul berdasarkan LAM-PTKes No. 0613/LAM-PTKes/Akr/Dipl/VII/2022)
  • STIKes Panti Waluya Malang – D-IV Manajemen Informasi Kesehatan (terakreditasi Baik Sekali berdasarkan LAM-PTKes No. 0462/LAM-PTKes/Akr/Dip/III/2025)
  • UNISA Palembang – D-IV Manajemen Informasi Kesehatan Rekam Medis

Di luar itu, ada banyak sekali kampus yang membuka program D3 Rekam Medis, mulai dari UGM sampai dengan kampus-kampus swasta. Jadi, tertarik untuk lanjut di jurusan ini?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

PTN tertua di Indonesia

5 PTN Tertua di Indonesia, Sudah Berdiri Sejak Sebelum Kemerdekaan!

PTN Tertua di Indonesia – Sejak tahun 1849, universitas sudah berada di Indonesia. Namun tentunya belum sebesar sekarang, belum ada banyak fakultas dan jurusan mengingat pendidikan di Indonesia, terutama untuk pribumi saat itu masih sangat terbatas. Kampus-kampus tersebut terus menjadi tumpuan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, dan menjadi Perguruan Tinggi Negeri terawal.

5 PTN Tertua di Indonesia

PTN tertua di Indonesia

Beberapa kampus ini menjadi PTN tertua bahkan bisa dikatakan merupakan kampus pertama di Indonesia yang sudah berdiri sejak masa penjajahan dan diresmikan setelah Indonesia Merdeka. Tidak heran kampus ini menjadi kampus berkualitas unggulan, dan menjadi incaran mahasiswa baru setiap tahunnya. Berikut 5 kampusnya:

1.    Institut Teknologi Bandung (ITB)

Kampus ini berawal dengan nama de Technische Hoogeschool te Bandung yang sudah didirikan sejak masa kolonial Belanda, yaitu pada 3 Juli 1920 untuk mencetak tenaga teknik. Setelah melewati masa pendudukan Jepang dan kemerdekaan, pada 2 Maret 1959 secara resmi berubah menjadi Institut Teknologi Bandung sebagai perguruan tinggi mandiri.

ITB ini juga pernah menjadi bagian dari Universitas Indonesia untuk Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.

Baca juga: Kedokteran Nuklir Adalah Terobosan Penting di Dunia Medis Modern, Apa Itu?

2.    Universitas Gadjah Mada (UGM)

Kampus ini sudah berdiri sejak 19 Desember 1949 di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang awalnya merupakan gabungan dari beberapa sekolah tinggi seperti Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, Sekolah Tinggi Teknik, Akademi Ilmu Politik, dan juga pendidikan hukum, kedokteran dan pertanian.

Awalnya kampus ini bernama Universiteit Gadjah Mada dan resmi berubah menjadi Universitas Gadjah Mada pada 1955. Dahulu, UGM sebelum memiliki kampus seperti sekarang ini, pernah melaksanakan pembelajaran di Kraton Yogyakarta, perkuliahannya dilakukan di Sitinggil dan Pagelaran, memanfaatkan ruangan dan fasilitas di dalam lingkungan Kraton.

3.    Universitas Indonesia (UI)

PTN lainnya yang merupakan kampus negeri tertua di Indonesia adalah Universitas Indonesia yang terkenal dengan jas kuningnya. Kampus ini sudah berdiri sejak 1851 sebagai Dokter-Djawa School, dan menjadi STOVIA pada 1902. Kemudian kampus ini menggunakan nama Universiteit Indonesia pada tahun 1950.

Fakultas yang dulunya tersebar di berbagai kota akhirnya bisa berdiri sendiri sejak 1954-1963. Lalu pada 1987, kampus utama Universitas Indonesia ini resmi berada di Depok dan berkembang menjadi salah satu PTN terbaik di Indonesia.

Baca juga: Profil Fakultas Kedokteran Gigi UI: Visi Misi, Program Studi, Mata Kuliah dan Fasilitasnya

4.    Universitas Airlangga (UNAIR)

Kampus yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur ini juga menjadi salah satu PTN tertua di Indonesia, lho. Awalnya UNAIR ini bernama Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) pada 1 Juli 1913 untuk pendidikan dokter pribumi, dan STOVIT pada 1928 untuk pendidikan kedokteran gigi.

Kemudian setelah masa pendudukan Jepang, Universitas Airlangga ini resmi berdiri pada 10 November 1954 melalui Peraturan Pemerintah No. 57/1954, yang dipisahkan dari UI dan diresmikan oleh Presiden Soekarno sebagai PTN ketiga di Indonesia.

Nah, UNAIR ini juga sempat menjadi cabang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

5.    Institut Pertanian Bogor (IPB)

Berawal dari pendidikan tinggi pertanian pada 1940 melalui Fakultas Ilmu Pengetahuan Universitas Indonesia di Bogor. Kemudian kampus ini resmi berdiri pada 1 September 1963 melalui Surat Keputusan Menteri PTIP No. 91/1963 dan disahkan dengan Keppres No. 279/1965.

Kampus ini menjadi salah satu PTN ternama yang memiliki semangat memajukan pertanian Indonesia untuk kemandirian pangan dan kesejahteraan bangsa.

Jadi 5 PTN tertua di Indonesia tadi juga menjadi yang tertua di pulau Jawa. Nah, untuk kamu yang baru mau masuk ke dunia perkuliahan, apakah 5 kampus tadi menjadi incaran kamu?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

fakultas kedokteran gigi UI

Profil Fakultas Kedokteran Gigi UI: Visi Misi, Program Studi, Mata Kuliah dan Fasilitasnya

Fakultas Kedokteran Gigi UI – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) merupakan salah satu institusi pendidikan kedokteran gigi tertua dan terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1960, FKG UI memulai perjalanannya dengan 71 mahasiswa angkatan pertama. Saat itu, Indonesia hanya memiliki dua institusi pendidikan dokter gigi, dan rasio antara dokter gigi dengan jumlah penduduk masih sangat rendah, yaitu 1:200.000. Keberadaan FKG UI menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas dan jumlah tenaga kesehatan gigi di tanah air.

Visi dan Misi Fakultas Kedokteran Gigi UI

Fakultas Kedokteran Gigi UI

Dari segi visi dan misinya, FKG Universitas Indonesia adalah sebagai berikut:

Visi Fakultas Kedokteran Gigi:

Mewujudkan Fakultas Kedokteran Gigi yang unggul dan berdaya saing dalam bidang pendidikan dan pelayanan kedokteran gigi, berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga berkontribusi bagi pembangunan masyarakat Indonesia dan dunia.

Misi Fakultas Kedokteran Gigi:

  1. Menyediakan pendidikan kedokteran gigi dan pengajaran yang berkualitas.
  2. Menyelenggarakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tingi yang bermutu dan relevan dengan masalah kesehatan gigi dan mulut nasional serta global.
  3. Menghasilkan lulusan yang unggul, beretika dan profesional serta mampu bersaing secara global.
  4. Menciptakan iklim akademik yang mampu mewujudkan visi FKGUI
  5. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas sebagai pusat rujukan.

Baca juga: Apa Itu Ospek? Ini List Kegiatan yang Dilakukan Saat Ospek dan Manfaatnya

Program Studi Fakultas Kedokteran Gigi UI

Sebagai fakultas yang berfokus di bidang kedokteran gigi, FKG ini sudah membuka berbagai program studi terutama program spesialisnya yang beragam. Berikut daftar program studinya:

  • S1 Kedokteran Gigi
  • S1 Kelas Khusus Internasional Kedokteran Gigi
  • Spesialis Ortodonti
  • Spesialis Periodonsia
  • Spesialis Prostodontik
  • Spesialis Konservasi Gigi
  • Spesialis Penyakit Mulut
  • Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial
  • Spesialis Kedokteran Gigi Anak
  • Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi
  • Spesialis Odontologi Forensik
  • Magister Ilmu Kedokteran Gigi Komunitas
  • Magister Ilmu Kedokteran Gigi Dasar
  • Pendidikan Doktor Ilmu Kedokteran Gigi

Prodi Sarjana Kedokteran Gigi UI

Dalam pembelajarannya, mahasiswa program Sarjana Kedokteran Gigi UI akan menggunakan metode Student Centered Learning, dengan pembelajaran mandiri untuk mencari informasi sesuai learning issues materi dengan melalui bacaan, diskusi antar teman, dan juga narasumber.

Pembelajaran ini ditujukan agar mahasiswa bisa memahami lebih mendalam, dan juga mengingat berbagai informasi yang diperolehnya. Mahasiswa juga akan belajar dengan Problem Based Learning agar terbiasa menghadapi kasus-kasus dan lebih bisa berinisiatif.

Jenjang Sarjana Kedokteran gigi akan menjalani pendidikan dalam waktu 4 tahun atau 8 semester, dengan beban studi 145 SKS. Dan lulusannya akan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.K.G).

Baca juga: 5 Keuntungan Cumlaude Saat Lulus Kuliah, Mahasiswa Wajib Tahu!

Lalu apa saja yang akan dipelajari mahasiswa Kedokteran Gigi UI? Berikut beberapa mata kuliah yang akan didapatkan:

  • Ilmu Biomedik Dasar (IBD)
  • Etika dan Hukum dalam bidang kesehatan
  • Komunikasi Kesehatan
  • Biologi Oral Dasar (BOD)
  • Praktikum BOD dan Paparan Dini
  • Praktek Klinik
  • Ilmu Kedokteran Gigi Dasar (IKGD)
  • Praktikum IKGD
  • Ilmu Kedokteran Gigi Klinik (IKGK)
  • Teori dan Skill Lab IKGK
  • Psikologi Kesehatan
  • Metodologi Penelitian Kesehatan
  • Pengelolaan Bencana
  • Teknik Lab Penunjang Penelitian
  • IPTEKDOKGI Mutakhir
  • Biostatistik
  • Ilmu Kedokteran Gigi Masyarakat dan Pencegahan IKGMP)
  • Skills Lab IKGMP
  • Forensik Kedokteran Gigi
  • Skills Lab Praktik Klinik Komprehensif

Fasilitas Penunjang Pendidikan

Sebagai salah satu FKG tertua di Indonesia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia menghadirkan pendidikan berkualitas unggul yang didukung oleh fasilitas modern dan berstandar tinggi. Berikut beberapa sarana dan prasarananya:

  • Ruang kelas metode PBL (Problem Based Learning)
  • Ruang praktikum
  • Ruang skills lab
  • Perpustakaan
  • Laboratorium komputer
  • Laboratorium riset biologi oral dan material kedokteran gigi
  • Dental simulation / clinic
  • Klinik integrasi untuk mahasiswa program profesi dan spesialis
  • Puskesmas untuk mahasiswa program profesi bekerja di komunitas (Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat)
  • Asrama mahasiswa di Serpong
  • Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) FKG UI
  • Lapangan bulu tangkis
  • Kantin
  • Mushola
  • Student lounge atau ruang santai

Demikian informasi seputar fakultas Kedokteran Gigi UI. Untuk kamu yang berharap untuk melanjutkan di Kedokteran Gigi UI, kamu bisa mempersiapkan diri di jalur undangan, jalur UTBK atau SIMAK UI. Semoga sukses!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.