Arsip Kategori: Kedokteran

Ilustrasi jurusan olahraga

9 Jurusan yang Lulusannya Bisa Kerja di Dunia Olahraga, Ada Teknik!

Olahraga merupakan salah satu sektor yang sangat populer di Indonesia. Permainan olahraga, terutama sepak bola dan bulu tangkis, bisa kita temui dengan mudah di stadion maupun lapangan kampung. Tak ayal, pendidikan olahraga, baik formal maupun non formal, menjadi incaran banyak calon mahasiswa.

Pemerintah melalui Kemenpora pun terus memperkuat sektor olahraga di Indonesia. Pengembangan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada olahraga sebagai arena kompetisi, melainkan juga aspek bisnis dan teknologi di dunia olahraga. Dengan demikian, dunia olahraga menjadi salah satu sektor yang menjanjikan dan patut kamu pertimbangkan sebagai pilihan kariermu.

Nah, dunia olahraga sendiri membutuhkan banyak tenaga ahli yang tidak hanya menguasai ilmu keolahragaan, tetapi juga kompetensi pendukung lainnya, seperti kesehatan hingga manajemen. Jadi, ada banyak pilihan jurusan yang bisa kamu pilih jika ingin berkarier di dunia olahraga. Yuk, cek dan catat daftar jurusan beserta rekomendasi kampusnya di bawah ini!

9 Jurusan yang Lulusannya Bisa Kerja di Dunia Olahraga

Ilustrasi jurusan olahraga. (Foto: Unsplash/Steven Lelham)

Ilustrasi jurusan olahraga. (Foto: Unsplash/Steven Lelham)

1. Ilmu Keolahragaan

Prodi ini merupakan studi yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk memahami aktivitas manusia, olahraga, kesehatan, dan sebagainya secara ilmiah. Mahasiswa prodi ini tidak sekadar mempelajari aktivitas olahraga, tetapi juga belajar tentang analisis, pengukuran, evaluasi, perancangan, hingga pengembangan aktivitas keolahragaan. Nantinya, mahasiswa prodi ini akan bergelar Sarjana Olahraga (S.Or.) dan bisa berkarier sebagai analis keolahragaan, konsultan kebugaran, pengelola kegiatan keolahragaan, hingga analis performa olahraga.

Kurikulum yang ditawarkan jurusan ini bisa berbeda-beda di tiap kampus. Seagai gambaran, berikut adalah beberapa contoh mata kuliah S1 Ilmu Keolahragaan di UPI.

  • Fisiologi Latihan
  • Biomekanika Olahraga
  • Tes & Pengukuran Olahraga
  • Teknologi Olahraga
  • Analisis Performa Olahraga
  • Identifikasi Bakat Olahraga
  • Program Latihan
  • Manajemen Olahraga
  • dan sebagainya

Adapun rekomendasi kampus yang memiliki prodi Ilmu Keolahragaan antara lain sebagai berikut.

  • Universitas Pendidikan Indonesia 
  • Universitas Negeri Yogyakarta (S1, S2, & S3)
  • Universitas Negeri Semarang
  • Universitas Negeri Jakarta (S1 & S2)
  • Universitas Negeri Malang

2. Pendidikan Kepelatihan Olahraga

Berbeda dari prodi Ilmu Keolahragaan, prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga memiliki kualifikasi untuk menjadi guru olahraga. Prodi ini berfokus pada teori dan praktik kepelatihan olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan performa, keterampilan, dan prestasi atlet. Lulusan prodi ini bisa berkarier sebagai pelatih/asisten pelatih olahraga, instruktur olahraga, hingga guru PJOK.

Berdasarkan laman UPI, mata kuliah yang ditawarkan di prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Pengelolaan Kelas
  • Perencanaan Pembelajaran 
  • Anatomi & Fisiologi
  • Pelatihan Cabor Atletik, Renang, Bulu Tangkis, dan sebagainya
  • Teori & Metodologi Latihan Olahraga
  • Pelatihan Kondisi Fisik
  • Psikologi Kepelatihan Olahraga
  • Perencanaan Program Latihan
  • Fisioterapi & Massage Olahraga
  • Tes & Pengukuran Olahraga
  • dan lain-lain

Beberapa kampus yang menawarkan jurusan ini antara lain sebagai berikut.

  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Negeri Yogyakarta
  • Universitas Pendidikan Indonesia
  • Universitas Negeri Surabaya
  • Universitas Jenderal Soedirman

Baca juga: Keperawatan Anestesiologi: Bedanya dengan Dokter Anestesi dan 6 Kampusnya

3. Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi

Prodi ini berfokus pada aktivitas jasmani guna meningkatkan kebugaran jasmani, keterampilan gerak, pola hidup sehat, dan sebagainya. Bidang yang dipelajari di prodi ini mencakup pendidikan kesehatan, fitness, serta teori dan praktik pendidikan jasmani lainnya. Setelah lulus, mahasiswa prodi ini bisa bekerja sebagai guru PJOK, instruktur, sport event coordinator/organizer, hingga pemandu olahraga rekreasi. 

Nama prodi ini bisa bervariasi di berbagai kampus, mulai dari S1 Pendidikan Jasmani hingga S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi. Adapun mata kuliah yang ditawarkan prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Perencanaan Pembelajaran
  • Strategi Pembelajaran
  • Pembelajaran Aktivitas Atletik
  • Pembelajaran Senam & Aktivitas Ritmik
  • Pembelajaran Aktivitas Aquatik
  • Pedagogi Olahraga & Manajemen Penjasorkes
  • Anatomi Fisiologi & Pendidikan Kesehatan
  • Teori Latihan Kebugaran Jasmani
  • Perkembangan & Teori Belajar Motorik
  • Penjas Adaptif
  • Biomekanika & Kinesiologi Olahraga
  • Olahraga Tradisional & Outdoor Education
  • Dan lain-lain

Jika tertarik berkuliah di prodi ini, kamu bisa mendaftarkan diri di salah satu kampus berikut.

  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Negeri Yogyakarta
  • Universitas Pendidikan Indonesia
  • Universitas Lambung Mangkurat 

4. Olahraga Rekreasi

Di beberapa kampus, prodi ini biasanya menjadi bagian dari prodi Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi. Namun di Universitas Negeri Jakarta, Pendidikan Jasmani dan Olahraga Rekreasi merupakan 2 prodi yang berbeda. Hal mendasar yang membedakan Olahraga Rekreasi dan prodi keolahragaan lainnya adalah prodi Olahraga Rekreasi berfokus pada aktivitas fisik/olahraga yang dilakukan di waktu senggang untuk bersenang-senang sekaligus meningkatkan kesehatan tubuh secara santai, bukan untuk kompetisi. 

Setelah lulus, mahasiswa prodi ini akan bergelar Sarjana Olahraga (S.Or.). Lulusan prodi ini kemudian bisa bekerja sebagai instruktur olahraga, sport event coordinator, konsultan bidang rekreasi, hingga pemandu wisata olahraga rekreasi. 

Adapun mata kuliah yang dipelajari prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Ilmu Kesehatan
  • Sarana & Prasarana Olahraga
  • Strategi & Bisnis Olahraga Rekreasi
  • Pembinaan Kesegaran Jasmani
  • Marketing Olahraga Rekreasi
  • Manajemen Event Olahraga Rekreasi
  • Teori & Praktik Fitness
  • Teori & Praktik Hiking
  • Teori & Praktik Bulutangkis
  • Diving
  • Olahraga Rekreasi Arung Jeram
  • Olahraga Tradisional
  • dan lain-lain

Baca juga: Jurusan Terapi Okupasi Ada di Mana? Ini 3 Kampus dan Info Kuliahnya

5. Rekayasa Keolahragaan

Jika biasanya prodi-prodi terkait bidang olahraga berada di bawah naungan Fakultas Pendidikan atau Kesehatan, prodi yang satu ini malah berada di bawah Fakultas Teknologi Industri. Prodi Rekayasa Keolahragaan ITERA pun menjadi satu-satunya prodi di Indonesia yang berfokus pada pengembangan teknologi di bidang olahraga. Kurikulum prodi ini memadukan ilmu keolahragaan, teknologi, dan rekayasa dengan keahlian di bidang desain peralatan olahraga, analisis performa atlet, hingga pengembangan aplikasi dan perangkat berbasis teknologi.

Lulusan prodi ini memiliki prospek karier yang cukup luas, mulai dari sportpreneur, analis performa atlet, sport technologist, biomechanics & performance analyst, sport rehabilitation specialist, dan lain-lain.

Adapun mata kuliah yang dipelajari prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Algoritma & Pemrograman
  • Implementasi Biomekanika
  • Sensor & IoT
  • Teknik Komputasi Teknologi Keolahragaan
  • Anatomi & Fisiologi
  • Manajemen Olahraga
  • Analisis Performa Keolahragaan
  • Olahraga Kesehatan
  • Analisis Data Keolahragaan
  • Kecerdasan Buatan Keolahragaan
  • dan lain-lain

6. Manajemen Olahraga

S1 Manajemen Olahraga sejauh ini hanya tersedia di Universitas Negeri Surabaya, tepatnya di bawah Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan. Prodi ini berfokus pada manajemen olahraga dengan keterampilan manajerial, teknologi, kepemimpinan, kewirausahaan, dan bisnis. Setelah lulus, mahasiswa prodi ini bisa bekerja sebagai sport event manager, sport marketing, entrepreneur, hingga perencana olahraga. 

Mata kuliah yang ada di prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Komunikasi Bisnis Olahraga
  • Pengantar Ilmu Olahraga & Organisasi
  • Sarana & Fasilitas Kegiatan Manajemen Olahraga
  • Global Sport & Tourism Marketing
  • Manajemen Olahraga Air
  • Manajemen Olahraga Individu
  • Manajemen SDM & Kepemimpinan Olahraga
  • Branding & Sponsorship Olahraga
  • Manajemen Olahraga Rekreasi
  • Sponsorship & Revenue Development
  • Tatakelola Keuangan Manajemen Olahraga
  • Sistem Organisasi Pertandingan
  • Sports Event & Risk Management
  • Strategik Bisnis Olahraga
  • dan lain-lain

Baca juga: Mengulik Jurusan Fisioterapi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 7 Kampusnya

7. Masase

Selain prodi Manajemen Olahraga, Unesa juga memiliki prodi unik lain di bawah fakultas yang sama, yaitu S1 Masase. Prodi ini mempelajari terapi dengan teknik pijat yang salah satunya digunakan dalam terapi olahraga. Setelah lulus, mahasiswa prodi ini bisa bekerja sebagai praktisi, konsultan, manajer, hingga pendidik di bidang masase.

Beberapa mata kuliah yang ada di prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Anatomi Dasar
  • Masase Dasar
  • Masase Musculoskeletal
  • Pencegahan & Perawatan Cedera
  • Terapi Aquatik
  • Fisiologi Manusia
  • Manajemen Masase
  • Teknologi & Aplikasi Masase
  • Terapi Spa & Beauty Massage
  • Biomekanika Dasar
  • Masase Cedera Olahraga
  • Orthopedi Dasar
  • Deep Tissue Massage
  • Kinesiologi
  • Masase Neuromuskular
  • Cupping
  • Refleksiologi
  • dan lain-lain

Baca juga:

8. Fisioterapi

Selain prodi masase, terapi keolahragaan juga bisa dipelajari di prodi Fisioterapi. Prodi ini mempelajari pemeliharaan dan pemulihan geran serta fungsi tubuh yang mencakup aspek promotif, preventif, pengobatan, dan rehabilitatif. Setelah lulus, mahasiswa prodi ini bisa berkarier sebagai fisioterapis di rumah sakit, klinik, pusat rehabilitasi, hingga pusat kebugaran dan olahraga.

Sebagai gambaran, mata kuliah Fisioterapi yang ada di Universitas Indonesia antara lain sebagai berikut.

  • Sains dan Biomedik Dasar
  • Anatomi Dasar
  • Fisiologi
  • Neurosains
  • Biomekanik dan Kinesiologi
  • Patofisiologi
  • Terapi Integratif
  • Terapi Latihan Lanjut
  • Pemeriksaan Dasar & Dokumentasi Fisioterapi
  • Fisioterapi Kebugaran
  • Fisioterapi Neuromuskular
  • Fisioterapi Pediatri Dasar
  • Praktik Klinik Fisioterapi Geriatri
  • Praktik Klinik Fisioterapi Olah Raga
  • Manual Mobilisasi & Manipulatif (Vertebrae)
  • Manajemen pelayanan Fisioterapi
  • Dan lain-lain

Tertarik dengan prodi ini? Kamu bisa melanjutkan studi di prodi Fisioterapi dengan pilihan kampus sebagai berikut.

  • Universitas Indonesia (D4)
  • Poltekkes Jakarta III (D4)
  • Universitas Airlangga (D4)
  • Poltekkes Makassar (D3 & D4)
  • Universitas Hasanuddin (S1)
  • Universitas Udayana (S1)
  • Poltekkes Surakarta (D3 & D4)

Baca juga: Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi, Apa Bedanya? Ini 4 Perbedaannya

9. Kedokteran

Salah satu risiko terbesar di bidang olahraga adalah cedera. Untuk menangani permasalahan tersebut, dibutuhkan dokter spesialis yang bisa menangani cedera, baik cedera sendi, otot, akut, kronik, dan sebagainya hingga pasien bisa kembali beraktivitas. Nah, keilmuan tersebut menjadi bidang yang dipelajari secara khusus oleh lulusan pendidikan spesialis kedokteran olahraga.

Jika ingin berkarier sebagai dokter spesialis olahraga, kamu bisa menempuh program sarjana dan profesi kedokteran pada umumnya. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Olah Raga  di kampus berikut.

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta

Nah, itu dia 9 jurusan kuliah untuk bekerja di dunia olahraga. Kira-kira kamu tertarik dengan jurusan yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

keperawatan anestesiologi adalah

Keperawatan Anestesiologi: Bedanya dengan Dokter Anestesi dan 6 Kampusnya

Salah satu tindakan medis yang biasa dilakukan di rumah sakit adalah operasi. Sebelum dokter melakukan prosedur operasi, pasien akan diberi anestesi atau obat bius terlebih dahulu agar tidak merasa sakit saat dioperasi. Nah, anestesi ini menjadi tugas ahli anestesiologi, baik dokter maupun perawat anestesi.

Lantas, apa perbedaan dokter anestesi dan perawat anestesi? Yuk, kulik pengertian keperawatan anestesiologi, perbedaannya dengan kedokteran anestesi, dan 6 kampus yang menawarkan prodi keperawatan anestesiologi yang dirangkum dari buku Standar Profesi Penata Anestesi oleh Kemenkes dan laman Unisa berikut ini!

Pengertian Keperawatan Anestesiologi dan Bedanya dengan Dokter Anestesi

keperawatan anestesiologi adalah

Ilustrasi pembelajaran prodi D4 Keperawatan Anestesiologi UNS. (Foto: laman Keperawatan Anestesiologi UNS)

Prodi Keperawatan Anestesiologi adalah program studi yang bertujuan untuk mencetak perawat atau penata anestesi. Mahasiswa prodi ini akan mempelajari ilmu biomedik, anestesiologi, dan instrumentasi yang diperlukan untuk memberikan pelayanan asuhan kepenataan anestesi. Keterampilan klinis terkait prodi ini mencakup keterampilan berikut.

  • Pelayanan asuhan kepenataan praanestesi, intraanestesi, dan pascaanestesi
  • Identifikasi risiko komplikasi anestesi
  • Penanganan kondisi emergensi pada tindakan anestesi
  • Penyiapan, penggunaan, dan penyimpanan obat-obatan anestesi
  • Penyiapan, penggunaan, serta pemeliharaan gas anestesi, alat anestesi umum, dan mesin anestesi
  • Melaksanakan pelayanan asuhan kepenataan anestesi  atas instruksi dokter spesialis anestesiologi

Meski sama-sama bertugas dalam tindakan anestesi pasien, penata anestesi memiliki peran yang berbeda dari dokter anestesi. Perbedaan keduanya antara lain sebagai berikut.

1. Latar Belakang Pendidikan

Dokter anestesi merupakan lulusan Profesi Dokter dan Spesialis Anestesi, sedangkan penata anestesi adalah lulusan Sarjana Terapan Anestesiologi.

2. Tugas/Peran

Penentuan jenis dan dosis anestesi merupakan tugas dokter anestesi. Sementara itu, penata anestesi bertugas melakukan tindakan anestesi sesuai arahan dokter anestesi.

3. Tanggung Jawab

Penata anestesi hanya bertanggung jawab atas monitoring pra-intra dan pasca-anestesi, sedangkan dokter anestesi bertanggung jawab penuh terhadap keseluruhan prosedur anestesi.

Baca juga: Jurusan Terapi Okupasi Ada di Mana? Ini 3 Kampus dan Info Kuliahnya

Mata Kuliah Keperawatan Anestesiologi

Setiap kampus memiliki struktur kurikulum Keperawatan Anestesiologi yang berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing kampus. Namun secara umum, mata kuliah yang ditawarkan di prodi Keperawatan Anestesiologi mencakup mata kuliah berikut.

  • Ilmu Biomedik Dasar
  • Konsep Dasar Keperawatan Anestesi
  • Manajemen Patient Safety
  • Farmakologi Anestesi
  • Askan Pre, Intra, dan Pasca Anestesi
  • Instrumentasi Anestesi
  • Anatomi, Fisiologi, Patofisiologi Kardiorespirasi, dan Neurologi
  • Neurologi & Neuroanestesi
  • Praktik Klinik Dasar
  • Askan dengan Penyakit Penyerta
  • Gawat Darurat dan Kritis, Askan pada Pembedahan Khusus dan Neurologi
  • Asuhan Keperawatan Anestesi Pasien Ambulatory
  • Praktik Klinik Anestesi Komprehensif
  • dan lain-lain

Baca juga: Mengulik Jurusan Fisioterapi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 7 Kampusnya

6 Kampus yang Punya Prodi Keperawatan Anestesiologi

Keperawatan Anestesiologi adalah salah satu prodi langka, terutama di kampus negeri. Bahkan di antara sekian banyak Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes), hanya ada 1 Poltekkes yang menawarkan prodi ini. Berikut adalah daftar 6 kampus yang memiliki prodi Keperawatan Anestesiologi.

1. Universitas Sebelas Maret

D4 Keperawatan Anestesiologi merupakan prodi vokasi terfavorit di UNS dengan total peminat pada SNBP 2026 mencapai 1.682 orang. Prodi ini memiliki keunggulan di bidang anestesi ortopedi dengan pembelajaran 45% teori dan 55% praktik yang mencakup 5 semester di kampus, 2 semester di rumah sakit, dan 1 semester untuk tugas akhir. Kualitas prodi ini pun sudah terjamin dengan akreditasi Baik dari LAM-PTKes.

Tertarik berkuliah di prodi ini? Kamu bisa memilih prodi ini pada seleksi jalur SNBP, SNBT, Mandiri Reguler – Ujian, Mandiri Reguler – UTBK, SM Afirmasi, maupun SM Kemitraan. Pada 2026, prodi ini menyediakan daya tampung sebesar 15 kursi SNBP, 23 kursi SNBT, dan 37 kursi jalur Mandiri.

2. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Politeknik di bawah Kemenkes ini menawarkan prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi di bawah jurusan Keperawatan. Prodi ini memiliki fokus di bidang neuroanestesi. Kualitas prodi ini pun sudah terjamin dengan akreditasi Unggul.

Jika tertarik dengan prodi ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SPMB Bersama atau Mandiri. Pada SPMB Bersama 2026, prodi ini menyediakan daya tampung sebesar 54 kursi.

3. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Perguruan tinggi milik Muhammadiyah ini memiliki prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan. Prodi ini berfokus pada bidang keperawatan anestesiologi dengan keunggulan kegawatdaruratan bencana. Pembelajaran di prodi ini juga sudah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes.

Baca juga: Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi, Apa Bedanya? Ini 4 Perbedaannya

4. Universitas Muhammadiyah Purwokerto

D4 Keperawatan Anestesiologi UMP adalah prodi yang berfokus pada bidang anestesi dan pelayanan perioperatif. Prodi ini berada di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan. D4 Keperawatan Anestesiologi UMP juga sudah memperoleh akreditasi Baik.  

Jika tertarik berkuliah di prodi ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur seleksi Unggul, CBT, Nilai Raport, atau Nilai SNBT.

5. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

UMBJM merupakan satu-satunya kampus yang memiliki prodi D4 Keperawatan Anestesiologi di Kalimantan Selatan. Prodi ini berada di bawah Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan serta sudah terakreditasi Baik oleh LAM-PTKes. D4 Keperawatan Anestesiologi UMBJM juga telah bekerja sama dengan berbagai rumah sakit dan institusi, seperti Kaikoukai Healthcare Group, RSUD dr.H. Moch Ansari Saleh, RSUD ULIN Banjarmasin, RSUD dr.H. Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu, dan lain-lain. 

6. Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam/V Brawijaya Malang

Kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Wahana Bhakti Karya Husada ini menawarkan prodi D4 Keperawatan Anestesiologi dengan keunggulan di bidang chronic illness. Kualitas prodi ini sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Pembelajaran di prodi ini juga didukung dengan praktik klinis di RS dr. Soepraoen dan 28 rumah sakit mitra lainnya.

Demikian penjelasan tentang pengertian keperawatan anestesiologi, perbedaan dengan dokter anestesi, dan 6 kampusnya. Nah, kira-kira kamu tertarik dengan kampus yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

biaya kedokteran unsoed

Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

Warga Purwokerto dan sekitarnya tentu sudah tidak asing dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kampus yang menjadi primadona warga Jateng ini menawarkan berbagai fakultas dan prodi unggulan, seperti Fakultas Kedokteran. Fakultas ini memiliki 2 prodi sarjana dengan peminat tinggi, yaitu Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi.

Dikutip dari laman DetikJateng, Kedokteran Gigi menjadi prodi dengan keketatan tertinggi di SNBP 2026. Tercatat tingkat keketatan prodi ini sebesar 2,93%. Sementara pada jalur SNBT, Unsoed mencatat tingkat keketatan Kedokteran Gigi sebesar 2,4% dan Pendidikan Dokter sebesar 3,4%, menjadikan kedua prodi ini sebagai prodi dengan persaingan tertinggi pada SNBT 2026.

Dengan tingkat persaingan yang tinggi, kamu pun harus mempersiapkan diri dengan baik jika ingin lolos Kedokteran Unsoed. Selain itu, kamu juga harus memahami seluk beluk Kedokteran Unsoed, termasuk biaya kuliahnya. Yuk, simak informasi seputar prodi, daya tampung, hingga biaya Kedokteran Unsoed di bawah ini!

2 Prodi Kedokteran Unsoed

Ilustrasi biaya kuliah Kedokteran Unsoed

Ilustrasi biaya kuliah Kedokteran Unsoed. (Foto: Magnific/xb100)

Sebagai fakultas terfavorit, Kedokteran Unsoed memang menawarkan pembelajaran yang berkualitas. SCImago Institutions Ranking bahkan menempatkan Kedokteran Unsoed pada peringkat ke-18 studi kedokteran terbaik di Indonesia tahun 2026. Kedua prodi di fakultas ini, Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi, pun sudah terakreditasi Unggul.

Berikut adalah profil 2 prodi Kedokteran Unsoed beserta daya tampungnya di masing-masing jalur masuk.

1. Pendidikan Dokter

Prodi Pendidikan Dokter atau Kedokteran Umum menawarkan pembelajaran berbasis Community Oriented Medical Education yang didukung dengan dosen profesional dan berpengalaman. Kurikulum di prodi ini didesain untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi profesional care provider, literal academics, serta community leader. Untuk mendukung pembelajaran tersebut, Unsoed memiliki fasilitas lengkap, termasuk laboratorium serta RS Margono sebagai rumah sakit pendidikan dan jejaring rumah sakit lainnya.

Calon mahasiswa bisa mendaftar prodi ini melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri (UTBK Gelombang I dan Non UTBK Gelombang I). Adapun daya tampung untuk masing-masing jalur pada penerimaan mahasiswa baru 2026 adalah sebagai berikut.

  • SNBP: 53 mahasiswa
  • SNBT: 70 mahasiswa
  • Mandiri: 52 mahasiswa

2. Kedokteran Gigi

S1 Kedokteran Gigi Unsoed menerapkan konsep Student Centered Learning yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga kegiatan non akademik yang dapat melatih soft skills mahasiswa. Pembelajaran di prodi ini juga ditunjang dengan fasilitas lengkap, termasuk Pusat Informasi ilmiah dan Laboratorium Kedokteran Gigi. Praktik Kedokteran Gigi Unsoed juga didukung dengan kehadiran RSGM Unsoed yang menjadi RSGM pertama di Jateng dan mendapat predikat paripurna dari SNARS.

Prodi ini bisa kamu pilih melalui 3 jalur, yaitu jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri (UTBK Gelombang I dan Non UTBK Gelombang I). Daya tampung untuk ketiga jalur tersebut adalah sebagai berikut.

  • SNBP: 21 mahasiswa
  • SNBT: 28 mahasiswa
  • Mandiri: 21 mahasiswa

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

Biaya Kuliah Kedokteran Unsoed

Jika kamu ingin mengikuti seleksi Mandiri Kedokteran Unsoed, kamu perlu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 350 ribu. Selain itu, kamu juga harus bersedia membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di awal studi. Adapun besaran biaya kuliah untuk masing-masing jalur di Kedokteran Unsoed adalah sebagai berikut.

Prodi

SNBP SNBT Mandiri
UKT UKT UKT IPI
S1 Pendidikan Dokter
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 7,1 juta
  • UKT 4: Rp 9,45 juta
  • UKT 5: Rp 15 juta
  • UKT 6: Rp 16,5 juta
  • UKT 7: Rp 17 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 7,1 juta
  • UKT 4: Rp 9,45 juta
  • UKT 5: Rp 15 juta
  • UKT 6: Rp 16,5 juta
  • UKT 7: Rp 17 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 7,1 juta
  • UKT 4: Rp 9,45 juta
  • UKT 5: Rp 15 juta
  • UKT 6: Rp 16,5 juta
  • UKT 7: Rp 17 juta
  • IPI 1: Rp 100 juta
  • IPI 2: Rp 200 juta
  • IPI 3: Rp 240 juta
  • IPI 4: 260 juta
S1 Kedokteran Gigi
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 10,1 juta
  • UKT 4: Rp 11,2 juta
  • UKT 5: Rp 12,5 juta
  • UKT 6: Rp 14,5 juta
  • UKT 7: Rp 15 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 10,1 juta
  • UKT 4: Rp 11,2 juta
  • UKT 5: Rp 12,5 juta
  • UKT 6: Rp 14,5 juta
  • UKT 7: Rp 15 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 10,1 juta
  • UKT 4: Rp 11,2 juta
  • UKT 5: Rp 12,5 juta
  • UKT 6: Rp 14,5 juta
  • UKT 7: Rp 15 juta
  • IPI 1: Rp 100 juta
  • IPI 2: Rp 200 juta
  • IPI 3: Rp 225 juta
  • IPI 4: 260 juta

Baca juga: 4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

Tips Lolos Seleksi Kedokteran Unsoed

Seleksi Mandiri di Kedokteran Unsoed tidak menggunakan ujian dari Unsoed sendiri, tetapi hanya menggunakan nilai UTBK dan/atau nilai akademik serta prestasi. Dengan demikian, kamu tidak perlu mempelajari materi tes selain tes UTBK jika ingin masuk Kedokteran Unsoed. Kamu hanya perlu fokus meraih nilai UTBK setinggi mungkin serta meraih nilai akademik atau prestasi sebaik mungkin.

Agar bisa meraih nilai UTBK terbaik dan menyusun strategi persiapan seleksi yang matang, kamu bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College. Melalui bimbel kedokteran, kamu akan mendapat bimbingan belajar dan latihan soal UTBK, terutama pada komponen tes terkait Fakultas Kedokteran. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi seputar pendaftaran seleksi Kedokteran Unsoed bersama tentor dan konsultan pendidikan terbaik.

Demikian informasi seputar prodi, daya tampung, dan biaya Kedokteran Unsoed. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

Di Indonesia, kedokteran menjadi prodi yang selalu tinggi peminat. Tidak hanya di kampus negeri, prodi kedokteran di kampus swasta pun juga menjadi incaran banyak calon mahasiswa. Kualitas prodi kedokteran di sejumlah kampus swasta memang tidak kalah dari kampus negeri. Bahkan, dari seluruh kampus PTN dan PTS di Indonesia, terdapat setidaknya 6 prodi kedokteran terbaik di Indonesia dari kampus swasta menurut SCImago Institutions Rankings 2026.

Dalam menilai prodi kedokteran di kampus Indonesia, SCImago menerapkan evaluasi berdasarkan dimensi riset (50%), inovasi (30%), dan dampak sosial (20%). Ketiga dimensi tersebut masih terbagi lagi menjadi 20 indikator, seperti output, own journals, innovative knowledge, SDG, dan sebagainya. Dengan demikian, perangkingan dari SCImago tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan bagi calon mahasiswa dalam memilih prodi kedokteran di kampus negeri maupun swasta.

Lantas, kampus swasta mana saja yang punya prodi kedokteran terbaik di Indonesia? Simak daftar 6 kampusnya di bawah ini!

6 Prodi Kedokteran Terbaik Versi SCImago Institutions Rankings Tahun 2026

FK UMY, salah satu kedokteran kampus swasta terbaik di Indonesia.

FK UMY, salah satu kedokteran kampus swasta terbaik di Indonesia. (Foto: laman Medicine UMY)

1. Universitas Pelita Harapan

PTS yang berlokasi di Tangerang ini menempati peringkat ketujuh prodi kedokteran terbaik di Indonesia, menjadikannya sebagai prodi kedokteran swasta terbaik di Indonesia. Selain ranking menurut SCImago, Kedokteran UPH juga menjadi prodi kedokteran swasta terbaik di Indonesia menurut Edurank tahun 2026. 

UPH bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit untuk praktik mahasiswanya, mulai dari Siloam Hospitals, Rumkital Marinir Cilandak, RSU Kota Tangerang Selatan. Terdapat pula kolaborasi riset dengan Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN). Selain itu, FK UPH juga memiliki Medical Student Summer Enrichment Program, yaitu program volunteer bagi mahasiswa selama 4–6 minggu di Indonesia atau luar negeri untuk mempertajam soft skills dan karakter mahasiswa.

2. Universitas Muhammadiyah Surakarta

FK UMS menempati posisi kedua dengan peringkat ke-21 se-Indonesia. Kualitas kurikulum di fakultas ini sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes dan akreditasi internasional dari IAAHEH. Pembelajaran di fakultas ini pun didukung dengan fasilitas lengkap, seperti laboratorium biomedik, laboratorium skill, dan lain-lain.

Untuk mendukung pembelajaran klinik, UMS bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, seperti RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo, RSUD Dr. Moewardi, RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dan lain-lain. Selain itu, UMS juga memiliki rumah sakit sendiri yang bernama RS UMS A.R. Fachrudin Surakarta.

3. Universitas Ahmad Dahlan

Prodi Kedokteran UAD berada di posisi ketiga dengan peringkat ke-28 secara nasional. Di prodi ini, mahasiswa akan belajar tentang ilmu kedokteran dasar, sistem digesti dan urinaria, imunitas dan neoplasma dasar, sistem pelayanan kesehatan, dan masih banyak lagi. Untuk mendukung pembelajaran, UAD juga telah bermitra dengan sejumlah rumah sakit, seperti RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS Bhayangkara DIY, RS PKU Muhammadiyah Delanggu, dan lain-lain. Selain itu, UAD juga memiliki rumah sakit sendiri, yaitu RS UAD.

Baca juga: 4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

4. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

FK UMY menempati peringkat ke-3 PTS kedokteran dan peringkat ke-31 studi kedokteran secara nasional. Pembelajaran di prodi Pendidikan Dokter menggunakan metode Problem-Based Learning dengan kriteria SPICES (student centred, problem based, integrated, community oriented, elective, dan systematic). Kualitas pembelajaran di prodi ini pun sudah terjamin dengan akreditas Unggul dari LAM-PTKes.

Pembelajaran FK UMY juga didukung dengan kemitraan di sejumlah rumah sakit, seperti RSUD Panembahan Senopati Bantul, RS PKU Muhammadiyah Gamping, Rumah Sakit Jogja, RSUD Kabupaten Temanggung, dan lain-lain.

5. Universitas Katolik Atma Jaya

Kedokteran Unika Atma Jaya meraih peringkat ke-5 kedokteran PTS dan peringkat ke-34 secara nasional. Kualitas pembelajaran di Kedokteran Unika Atma Jaya sudah terakreditasi A dan didukung dengan fasilitas lengkap, seperti laboratorium anatomi, museum anatomi, medical simulation center, dan lain-lain. Selain itu, Unika Atma Jaya juga memiliki rumah sakit pendidikan, yaitu RS Atma Jaya Jakarta.

6. Universitas Trisakti

Posisi ke-5 ditempati Kedokteran Universitas Trisakti dengan peringkat nasional 36. Kualitas pembelajaran di prodi ini sudah terjamin melalui akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Perkuliahan di prodi ini menggunakan metode outcome-based education, student-centered, integrasi keilmuan, dan evidence-based. Terdapat pula pelatihan intensif terkait keterampilan klinik dasar di Skills Lab.

Pendidikan utama untuk praktik kedokteran Universitas Trisakti dilakukan di RS Angkatan Laut Dr. Mintohardjo. Selain itu, kampus ini juga menjalin kemitraan dengan berbagai rumah sakit, seperti RSUD Budhi Asih, RSU Kardinah Tegal, RSUD Karawang, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Tips Lolos Prodi Kedokteran

Meski tingkat keketatan PTS tidak setinggi PTN favorit, calon mahasiswa tetap harus mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini dikarenakan peminat prodi kedokteran di sejumlah PTS cukup tinggi, bahkan mencapai ribuan pendaftar. Di PMB UMS 2026, misalnya, FK menjadi fakultas dengan jumlah pendaftar tertinggi, yaitu 1.882 pendaftar. Pendaftaran FK di sejumlah PTS juga menggunakan seleksi berbasis tes hingga nilai rapor.

Tingginya peminat dan adanya tes seleksi untuk prodi kedokteran di kampus swasta membuat kamu harus mempersiapkan diri dengan serius. Agar bisa lolos prodi kedokteran, kamu harus mempelajari jenis tes yang akan kamu ikuti dan memastikan kelengkapan berkas. Selain itu, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College agar persiapanmu lebih terarah.

Nah, itu dia 6 prodi kedokteran kampus swasta terbaik di Indonesia menurut SCImago tahun 2026. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi fakultas kedokteran ub

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

Fakultas Kedokteran menjadi fakultas terfavorit di Universitas Brawijaya (UB). Pada SNBP 2026, 2 prodi di fakultas ini menjadi primadona dan memiliki total pendaftar tertinggi, yaitu S1 Kedokteran dengan total pendaftar 1.405 orang dan S1 Farmasi dengan total pendaftar 1.181 orang. Selain itu, Kedokteran UB juga meraih peringkat ketujuh prodi kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR.

Tak hanya tinggi peminat, Fakultas Kedokteran UB juga menawarkan program IUP yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional seperti pertukaran pelajar hingga magang internasional. Melalui program tersebut, mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman di bidang kedokteran dengan perspektif lokal sekaligus internasional.

Lantas, apa saja prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB? Lalu, prodi apa saja yang tawarkan program IUP? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB: Reguler dan IUP

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB. (Foto: Unsplash/Jeshoots.com)

Fakultas Kedokteran UB terdiri atas 3 departemen, yaitu Departemen Kedokteran, Departemen Farmasi, dan Departemen Kebidanan. Ketiga departemen tersebut menaungi program sarjana hingga doktoral. Adapun prodi sarjana yang ada di fakultas ini adalah sebagai berikut.

1. S1 Kedokteran (Kelas Reguler)

Sebagai prodi terfavorit di UB, Kedokteran UB menawarkan perkuliahan berkualitas yang telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes dan terakreditasi internasional oleh AUN-QA dan ASIIN. Pembelajaran diterapkan dengan sistem outcome-based education untuk menghasilkan lulusan yang siap menjadi penyedia layanan medis profesional, cendekiawan biomedis, social entrepreneur dan adaptive leader, hingga manajer emergensi.

Struktur kurikulum untuk prodi ini terdiri atas sub-tahap Ilmu Dasar Kedokteran (Basic Medical Sciences) selama 2 semester dan sub-tahap Kedokteran Klinik (Clinical Sciences) selama 5 semester.

Untuk berkuliah di prodi ini, mahasiswa perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dengan rincian berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 8,870 juta (Kel. III), Rp 19,160 juta (Kel. IV), Rp 20,305 juta (Kel. V), Rp 23,450 juta (Kel. VI), Rp 23,8 juta (Kel. VII), dan Rp 24 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 150 juta (Kel. IV), Rp 165 juta (Kel. V), Rp 175 juta (Kel. VI), Rp 200 juta (Kel. VII), dan Rp 225 juta (Kel. VIII)

2. S1 IUP Medicine

Secara umum, kurikulum IUP Medicine hampir sama dengan Kedokteran Reguler, tetapi bahasa pengantar yang digunakan dalam perkuliahan adalah bahasa Inggris. Struktur kurikulum untuk prodi ini meliputi Basic Medical Science dan General & Medical Humanity (tahun pertama); Life Structure, Life Protection & Public Health, dan Leadership & Entrepreneurship (tahun kedua); Life Control, Life Support, Life Maintenance & Life Care, dan Emergency (tahun ketiga); Global Mobility Experiences dan Biomedical & Collaborative Research (Final Assignment) (tahun keempat); serta Clerkship & Clinical Rotation (tahun kelima dan keenam).

Pembelajaran berstandar global akan didapatkan mahasiswa melalui perkuliahan dengan international guest lecture, Global Mobility Experiences, hingga program double/joint degree. Pengalaman internasional tersebut dilaksanakan bersama beberapa universitas mitra, mulai dari University of Manchester hingga Kyushu University.

Adapun biaya kuliah IUP Medicine UB untuk WNI adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 45 juta
  • IPI: Rp 140,5 juta

Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

3. S1 Farmasi

Prodi lain di FK yang menjadi primadona adalah S1 Farmasi. Di prodi ini, mahasiswa akan mendapatkan outcome-based learning dengan kurikulum mencakup bahan kajian Ilmu Biomedis Dasar, Ilmu Farmasi, Ilmu Farmasi Sosial/Perilaku/Administrasi, dan Ilmu Klinis. Kualitas pembelajaran di prodi ini telah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Jika ingin berkuliah di prodi Farmasi, mahasiswa harus merogoh kocek dengan besaran berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 5,5 juta (Kel. III), Rp 7,5 juta (Kel. IV), Rp 8,5 juta (Kel. V), Rp 10 juta (Kel. VI), Rp 12,5 juta (Kel. VII), dan Rp 15 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 59,1 juta (Kel. IV), Rp 76,5 juta (Kel. V), Rp 89,6 juta (Kel. VI), Rp 100 juta (Kel. VII), dan Rp 110 juta (Kel. VIII)

4. S1 Kebidanan

Selain Kedokteran dan Farmasi, Fakultas Kedokteran UB juga memiliki prodi S1 Kebidanan. Prodi ini menawarkan pembelajaran outcome-based education dengan mata kuliah terkait anatomi dasar, ilmu dasar kebidanan, asuhan dan deteksi kehamilan, embriologi, hingga asuhan dan deteksi persalinan. Kualitas perkuliahan di prodi ini pun sudah terjamin melalui akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Adapun besaran biaya kuliah yang harus ditanggung mahasiswa S1 Kebidanan UB adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 4,665 juta (Kel. III), Rp 7,22 juta (Kel. IV), Rp 7.997.500 (Kel. V), Rp 8,775 juta (Kel. VI), Rp 10 juta (Kel. VII), dan Rp 12 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 35 juta (Kel. IV), Rp 37 juta (Kel. V), Rp 39 juta (Kel. VI), Rp 41 juta (Kel. VII), dan Rp 43 juta (Kel. VIII)

Baca juga: Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Jalur Seleksi Kelas Reguler Fakultas Kedokteran UB

Kelas reguler di FK UB bisa kamu pilih melalui beberapa jalur seleksi berikut.

1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)

SNBP dilakukan dengan seleksi nilai akademik melalui portal pendaftaran SNPMB. Untuk jalur ini, daya tampung yang tersedia pada 2026 adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 64 kursi
  • S1 Farmasi: 36 kursi
  • S1 Kebidanan: 32 kursi

2. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)

Pendaftaran SNBT juga dilakukan melalui portal SNPMB, tetapi seleksi dilakukan dengan nilai UTBK. Daya tampung untuk jalur ini adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 96 kursi
  • S1 Farmasi: 54 kursi
  • S1 Kebidanan: 48 kursi

3. Seleksi Mandiri (SMUB)

Terdapat 3 macam jalur SMUB yang tersedia untuk Fakultas Kedokteran, yaitu SMUB Prestasi, Rapor, dan Nilai UTBK. Ketiga jalur ini mematok biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu. Daya tampung untuk jalur SMUB Fakultas Kedokteran tahun 2026 mencapai 50% dari total daya tampung prodi dengan rincian berikut.

  • S1 Kedokteran: 160  kursi
  • S1 Farmasi: 90 kursi
  • S1 Kebidanan: 80 kursi 

Baca juga: Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Jalur Seleksi IUP Fakultas Kedokteran UB 

Pada jalur seleksi ini, UB menawarkan 30 kursi untuk prodi IUP Medicine. Pendaftaran program ini mematok biaya sebesar Rp 2,5 juta dan dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Adapun tahapan seleksinya adalah sebagai berikut.

1. Seleksi Administrasi

Pada tahapan ini, pendaftar harus mengumpulkan beberapa dokumen, yaitu copy kartu identitas, CV, motivation letter, guarantee letter, commitment letter, sertifikat TOEFL/IELTS/TOEIC (opsional), dan recommendation letter (opsional).

2. English Proficiency Test

Program IUP UB tidak mewajibkan sertifikat bahasa Inggris dalam seleksi administrasi. Namun, pendaftar perlu mengikuti English Proficiency Test yang dilakukan secara online.

3. Interview

Jika lolos tes bahasa Inggris, pendaftar harus mengikuti seleksi wawancara secara offline atau online.

Demikian penjelasan tentang 4 prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB beserta informasi jalur seleksinya. Semoga bermanfaat, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair

Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Kedokteran merupakan prodi yang paling diminati di Unair, baik di jalur SNBT maupun Mandiri. Sepak terjang prodi ini sendiri sudah dimulai sejak 1913, menjadikan FK Unair sebagai FK tertua kedua di Indonesia. Seabad kemudian, FK Unair terus melakukan inovasi, misalnya dengan membuka prodi IUP.

Kelas IUP FK Unair menawarkan pengalaman yang berbeda dari kelas reguler. Di program ini, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan dalam bahasa Inggris. Selain itu, mahasiswa IUP juga bisa mengikuti program international exposure dalam bentuk pertukaran mahasiswa hingga program double degree.

IUP FK Unair merupakan pilihan yang menarik bagi mahasiswa yang tertarik dengan dunia medis sekaligus ingin merasakan pengalaman kuliah di luar negeri. Kamu juga bisa memilih program single degree atau double degree, lho! Simak penjelasan tentang IUP FK Unair beserta penjelasan tentang program Double Degree berikut ini.

Profil IUP FK Unair: Single Degree & Double Degree

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair. (Foto: Magnific/prostooleh)

FK Unair merupakan sekolah kedokteran tertua kedua di Indonesia yang telah mencetak banyak talenta kedokteran unggul. Kualitas pembelajaran di fakultas ini telah terjamin dengan akreditasi nasional dari LAMPTKes serta akreditasi internasional dari AUN-QA dan ASIIN. FK Unair pun menyediakan pembelajaran berstandar internasional melalui program IUP.

Di FK Unair, mahasiswa IUP bisa memilih salah satu dari 2 jalur studi, yaitu jalur IUP Non Double Degree (single degree) atau IUP Double Degree. Perbedaan keduanya terletak pada skema pembelajaran dan gelar yang ditawarkan. Mahasiswa IUP Non Double Degree mendapatkan kesempatan student exchange dan elective programme di kampus atau institusi luar negeri, tetapi hanya akan mendapat 1 gelar dari Unair (S.Ked.). Sementara itu, mahasiswa IUP Double Degree akan mendapatkan 2 gelar, yaitu S.Ked. dari Unair dan Bachelor of Medical Science dari universitas mitra.

Adapun program international exposure yang bisa diikuti mahasiswa IUP FK Unair antara lain sebagai berikut.

1. Program Elektif (Elective Programme)

Program elektif atau blok elektif merupakan program yang memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan peminatan di bidang kedokteran maupun disiplin lain yang masih berhubungan dengan dunia medis. Mahasiswa nantinya akan mengikuti program elektif selama 4 minggu di institusi mitra.

Untuk mahasiswa IUP, program elektif bisa dilakukan di berbagai universitas atau institusi yang tersebar di negara Jepang, Inggris, Taiwan, Amerika Serikat, hingga India.

2. Student Exchange

Selain berkuliah di Unair, mahasiswa IUP FK berkesempatan mengikuti pertukaran mahasiswa di University of Adelaide, Erasmus University Medical Centre Rotterdam, Hiroshima University Hospital, dan masih banyak lagi. Terdapat hampir 20 universitas atau institusi di Australia, Belanda, Amerika Serikat, dan Jepang yang bisa menjadi pilihan studi mahasiswa.

3. Double Degree

Program Double Degree bisa diikuti oleh mahasiswa yang mengikuti seleksi jalur IUP Double Degree. Saat ini, Unair baru membuka program IUP Double Degree dengan University of Melbourne, Australia. Jadi, setelah lulus, kamu akan mendapatkan gelar sarjana dari Unair dan bachelor dari universitas mitra tersebut.

Baca juga: Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Biaya Kuliah IUP FK Unair  

Biaya pendaftaran untuk kelas IUP FK Unair single degree sama dengan IUP Double Degree, yaitu Rp1.250.000,00. Adapun besaran biaya UKT dan IPI bagi kedua program ini berdasarkan laman PPMB Unair adalah sebagai berikut.

No. Program UKT IPI Tuition Fee
1. IUP Medicine Rp 30 juta Rp 280 juta –
2. IUP Medicine Double Degree Rp 30 juta Rp 280 juta AUD 75.000/Rp 900 juta

Uang kuliah tunggal (UKT) perlu dibayarkan mahasiswa setiap semester, sedangkan Iuran Pembangunan Institusi (IPI) dibayar sekali di awal studi. Adapun tuition fee merupakan uang kuliah awal yang dibayarkan saat pendaftaran ulang.

Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Seleksi IUP FK Unair

Program IUP memiliki jalur seleksi tersendiri, berbeda dengan jalur mandiri kelas reguler. Komponen seleksi IUP single degree maupun double degree FK Unair sebenarnya sama, yaitu berupa letter of motivation, ujian TPA, dan wawancara. Namun, terdapat perbedaan syarat pendaftaran untuk kedua program ini, yaitu sebagai berikut.

1. IUP Kedokteran 

Syarat pendaftaran bagi WNI antara lain:

  • Lulusan SMA/sederajat 3 tahun terakhir
  • Ijazah atau Surat Keterangan Kelas XII
  • Usia maksimal 25 tahun (per 1 Juli)
  • Sertifikat Bahasa Inggris dengan skor TOEFL IBT minimal 60, TOEFL CBT minimal 173, TOEFL ITP minimal 500, IELTS minimal 5,5, atau Airlangga ELPT minimal 500
  • Memiliki kesehatan yang memadai
  • Motivation letter: alasan memilih prodi, kualitas yang bisa ditawarkan kandidat, dan alasan Unair menjadi pilihan terbaik bagi kandidat
  • Nilai rapor SMA/sederajat semester 1–5

2. IUP Kedokteran Double Degree

Pendaftar program Double Degree harus memenuhi persyaratan berikut.

  • WNI lulusan SMA/sederajat 3 tahun terakhir
  • Ijazah atau Surat Keterangan Kelas XII
  • Usia maksimal 25 tahun
  • Sertifikat Bahasa Inggris dengan skor TOEFL IBT minimal 79, TOEFL CBT minimal 213, TOEFL ITP minimal 550, IELTS minimal 6,5, atau Airlangga ELPT minimal 550
  • Motivation letter: alasan memilih prodi, kualitas yang bisa ditawarkan kandidat, dan alasan Unair menjadi pilihan terbaik bagi kandidat
  • Memiliki kesehatan yang memadai
  • Tidak buta warna total dan parsial
  • Surat pernyataan tentang komitmen untuk berpartisipasi dalam program double degree dan kemampuan untuk mencapai skor IELTS minimal 7 dengan band score minimal 6,5 sebelum keberangkatan untuk double degree

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Tips Lolos Seleksi IUP FK Unair

Selain tahapan seleksi yang berbeda dari program reguler, program IUP FK Unair juga memiliki persaingan yang ketat. Daya tampung untuk program single degree adalah 50 orang, sedangkan program double degree hanya menyediakan kuota 10 orang. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan diri sedini mungkin.

Agar bisa lolos IUP FK Unair, kamu harus mempelajari setiap komponen tes dengan baik, mulai dari TPA, wawancara, hingga cara menyusun motivation letter. Selain itu, kamu juga harus menguasai bahasa Inggris dengan baik. Agar persiapanmu lebih terarah dan matang, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College. 

Demikian penjelasan tentang IUP FK Unair beserta penjelasan biaya dan tahapan seleksinya. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Sebagai salah satu fakultas dengan peminat tertinggi di UGM, FKKMK menawarkan berbagai prodi menarik seperti IUP Kedokteran. Prodi ini memiliki keunggulan berupa pengalaman internasional yang tidak didapatkan mahasiswa kedokteran reguler. Selain perbedaan program, IUP UGM Kedokteran juga memiliki biaya yang tentunya berbeda dari kelas reguler.

Lantas, berapa biaya kuliah di IUP UGM Kedokteran? Intip ulasan lengkapnya, mulai dari biaya pendaftaran hingga UKT dan IPI, di bawah ini! 

Biaya Pendaftaran dan Kuliah IUP Kedokteran UGM

Ilustrasi biaya IUP UGM Kedokteran

Ilustrasi biaya IUP UGM Kedokteran. (Magnific)

Berbagai keunggulan dalam program IUP Kedokteran UGM membuat prodi ini memiliki biaya pendaftaran hingga kuliah yang lebih mahal daripada program reguler. Biaya seleksi Ujian Mandiri (UM) UGM sendiri berkisar antara Rp350.000,00–Rp550.000,00. Sementara itu, biaya pendaftaran IUP UGM Kedokteran per Januari 2026 adalah Rp2.250.000,00 untuk WNI dan USD $225 untuk WNA.

Setelah diterima, mahasiswa Kedokteran UGM harus membayar UKT tiap semester. Selain itu, mahasiswa jalur UM dan IUP juga harus membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di awal masa studi. Besaran UKT bagi mahasiswa IUP pun berbeda dari kelas reguler dengan perbandingan sebagai berikut.

Biaya SNBP & SNBT UM IUP
UKT Rp6.175.000,00 (UKT bersubsidi 75%) – Rp24.700.000,00 (UKT tanpa subsidi) Rp6.175.000,00 (UKT bersubsidi 75%) – Rp24.700.000,00 (UKT tanpa subsidi) Rp45.000.000,00 untuk WNI dan Rp65.000.000,00 untuk WNA
IPI – Rp30.000.000,00 Rp50.000.000,00

 Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Perbedaan Kedokteran Reguler dan IUP UGM

Secara keilmuan, dasar-dasar ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa kedokteran IUP sebenarnya sama dengan kelas reguler. Perbedaan antara kedua program ini terletak pada biaya dan international exposure.

Berdiri sejak tahun 2002, IUP UGM Kedokteran menggunakan sistem program based-learning yang dipadukan dengan pembelajaran berstandar internasional. Seluruh aktivitas akademik IUP Kedokteran seperti perkuliahan, tutorial, praktik lab, tugas, hingga ujian menggunakan bahasa Inggris, kecuali aktivitas yang berhubungan dengan pasien dan lapangan.

Selain perkuliahan berbahasa Inggris, mahasiswa IUP Kedokteran juga memiliki kewajiban untuk studi di kampus luar negeri selama 1 semester. Mahasiswa juga bisa mengikuti program summer dan winter course serta mendapatkan pembelajaran dengan jumlah visiting professor yang lebih banyak daripada kelas reguler. Keunggulan lain dari program ini adalah kesempatan untuk berjejaring dengan alumni IUP Kedokteran yang banyak tersebar di negara lain seperti negara-negara Eropa Timur dan Austria. 

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Seleksi IUP Kedokteran UGM

Berbeda dari seleksi Mandiri biasa yang hanya menggunakan tes berbasis komputer atau laporan akademik/non-akademik, seleksi IUP Kedokteran UGM memiliki lebih banyak komponen tes. Salah satu komponen tes yang dalam seleksi IUP adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dan Situational Judgement Test (SJT). Kedua tes tersebut dilakukan untuk menilai kesesuaian karakter peserta dan kemampuan pengambilan keputusan.

Seluruh tes IUP Kedokteran UGM menggunakan bahasa Inggris dengan rincian tes sebagai berikut.

Phase 1

  • Gadjah Mada Scholastic Test (GMST): Verbal, quantitative, reasoning
  • Academic English Proficiency Test (AcEPT): Listening, structure, reading

Phase 2 (hanya untuk peserta lolos phase 1)

  • MMPI
  • SJT
  • Interview

Banyaknya komponen tes dalam seleksi IUP ditujukan untuk memastikan kualitas mahasiswa dan kesesuaian dengan program. Jadi, jika kamu tertarik dengan program ini, kamu perlu belajar dengan giat, memahami tipe tes, serta memperkuat kesiapan mental. Agar persiapanmu lebih terarah, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College.

Nah, itu dia penjelasan tentang rincian biaya IUP UGM Kedokteran. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi alat kedokteran nuklir

Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata “nuklir”? Mungkin sebagian besar akan berpikir tentang radiasi atau senjata nuklir yang berbahaya. Namun, ternyata nuklir punya banyak manfaat, lho! Salah satunya adalah dunia kedokteran yang memadukan teknologi nuklir. Bahkan, terdapat cabang ilmu khusus yang disebut kedokteran nuklir.

Kedokteran nuklir merujuk pada cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan bahan radioaktif dalam dosis kecil.  Radioaktif tersebut dapat digunakan untuk kepentingan riset, diagnosis, hingga pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker. Selain ilmu kedokteran, cabang ilmu ini juga memadukan ilmu fisika nuklir, kimia, matematika, hingga teknologi komputer.

Penasaran dengan cabang ilmu ini? Simak penjelasan tentang pengertian, peran, hingga jalur kuliah kedokteran nuklir yang dirangkum dari laman Oncopedia, IAEA, FK Unpad, FT UGM, Mandaya Hospital Group, dan KMK No. 008 Tahun 2009 berikut ini!

Pengertian dan Peran Kedokteran Nuklir

Ilustrasi praktik kedokteran nuklir

Foto: Ilustrasi praktik kedokteran nuklir. (Magnific)

Kedokteran nuklir merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka dari disintegrasi inti radionuklida buatan untuk mempelajari perubahan fisiologi dan biokimia pada tingkat sel dan molekul serta untuk diagnosis, terapi, dan penelitian. Praktik kedokteran ini menggunakan isotop radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien untuk memberikan gambaran tentang organ dan jaringan tubuh secara menyeluruh atau mengobati penyakit seperti kanker dan hipertiroid. 

Pengembangan tracer principle oleh George de Hevesy yang memungkinkan penggunaan pelacak radioaktif dalam studi in vivo di dunia medis tanpa memicu respons farmakologis dari tubuh menjadi cikal bakal cabang ilmu ini. Praktik kedokteran ini diawali dengan studi dan pengobatan kelenjar tiroid. Setelah itu, praktiknya semakin meluas seiring pengembangan berbagai alat dan teknik pencitraan seperti kamera gamma, rectilinear scanner, hingga PET/CT scan. 

Praktik medis ini melibatkan dokter spesialis kedokteran nuklir bersama radiografer/teknologis kedokteran nuklir, radiofarmasis, dan tenaga medis terkait dengan memanfaatkan PET scan maupun SPECT scan. Aplikasi kedokteran nuklir berperan dalam beberapa kondisi medis berikut.

  • Diagnosis penyakit jantung 
  • Diagnosis penyakit tiroid
  • Deteksi dan terapi kanker
  • Evaluasi fungsi ginjal
  • Pemeriksaan tulang

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Jalur Kuliah 

Kamu bisa meraih gelar profesi dokter spesialis nuklir melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Sasaran program ini adalah dokter umum yang ingin mendalami keahlian medis spesifik. Artinya, kamu harus sudah menyelesaikan S1 Pendidikan Kedokteran dan memenuhi persyaratan lainnya jika ingin mengikuti PPDS Kedokteran Nuklir.

Saat ini, PPDS Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler hanya tersedia di Universitas Padjadjaran (Unpad). Untuk praktiknya, Unpad bekerja sama dengan RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menjadi pusat pendidikan dan pusat rujukan nasional layanan kedokteran nuklir. Setelah lulus, peserta program ini akan mendapat gelar Spesialis Kedokteran Nuklir (Sp.K.N.).

Namun, PPDS Kedokteran Nuklir bukan satu-satunya jalur pendidikan yang bisa kamu tempuh jika ingin berkarier di bidang ini. Cabang ilmu ini tidak hanya membutuhkan dokter spesialis nuklir, tetapi juga profesi lain seperti fisikawan medik. Oleh karena itu, kamu juga bisa mengambil prodi Teknik Nuklir jika ingin berkarier di bidang ini.

Selama menempuh studi di prodi Teknik Nuklir, kamu akan belajar berbagai teknik yang mendukung radiologi klinik, seperti radiodiagnostik hingga radioterapi menggunakan radiasi dan radioisotop.

Baca juga: Mengenal Teknologi Kedokteran ITS dan Bedanya dengan Teknik Biomedik

Daftar Kampus yang Buka Program Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teknik Nuklir

Kamu hanya bisa menempuh PPDS Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di Unpad jika ingin menjadi dokter spesialis kedokteran nuklir. Adapun daftar universitas yang bisa kamu tuju jika ingin berkarier sebagai fisikawan medik dan karier lain terkait cabang ilmu ini adalah sebagai berikut.

  • Universitas Gadjah Mada – S1 Teknik Nuklir
  • Politeknik Teknologi Nuklir (Poltek Nuklir) Yogyakarta – D4 Teknokimia Nuklir
  • Institut Teknologi Bandung – Magister dan Doktor Ilmu dan Rekayasa Nuklir

Demikian penjelasan tentang kedokteran nuklir. Semoga menjawab, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Kedokteran Universitas Kristen Maranatha hadir menjadi pilihan untuk para calon mahasiswa yang bercita-cita untuk menggunakan jas putih. Memilih prodi kedokteran tidak hanya mempelajari seputar ilmu kesehatan, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menjalani profesi yang akan memikul tanggung jawab besar di tengah masyarakat. Nah, fakultas kedokteran Universitas Kristen Maranatha ini sudah berdiri sejak 1965, yang pastinya sudah memiliki pengalaman mumpuni.

Mengenal Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha merupakan fakultas kedokteran swasta pertama di Bandung. Sejak berdiri, fakultas ini terus mengembangkan pendidikan kedokteran dengan mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan.

Program pendidikan dokter di Universitas Kristen Maranatha terdiri dari dua tahap, yaitu Pendidikan Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter. Melalui kedua tahap tersebut, mahasiswa dipersiapkan menjadi dokter layanan primer yang kompeten, profesional, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam proses pendidikannya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran mengenai ilmu kedokteran secara umum. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha juga memiliki ciri khas pada bidang herbal medik dan gizi medik.

Baca juga: Mengenal Teknologi Kedokteran ITS dan Bedanya dengan Teknik Biomedik

Fokus Pembelajaran Prodi Kedokteran

Salah satu keunggulan yang menjadi karakteristik Kedokteran Universitas Kristen Maranatha adalah pembelajaran herbal medik berbasis bukti. Mahasiswa mempelajari prinsip ilmu herbal, termasuk metabolisme dan cara kerja obat maupun tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan obat.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami pemanfaatan tanaman obat sebagai salah satu alternatif dalam memecahkan masalah kesehatan. Pembelajaran herbal medik juga diintegrasikan ke dalam kegiatan pendidikan kedokteran.

Selain herbal medik, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai gizi medik berbasis bukti. Materi ini mencakup penerapan dan penyusunan formula gizi untuk kebutuhan diet, baik bagi orang sehat maupun pasien yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Baca juga: 7 Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Fasilitas dan Metode Pembelajaran

Untuk mendukung kegiatan akademik, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha menyediakan berbagai fasilitas pendidikan. Fasilitas tersebut mencakup 11 laboratorium pendidikan serta laboratorium penelitian biomolekuler.

Mahasiswa juga dapat memanfaatkan fasilitas pembelajaran berbasis e-learning dan melakukan penelitian melalui Pusat Penelitian Ilmu Kedokteran. Dukungan tenaga pengajar pun cukup luas, dengan lebih dari 100 dokter dan dokter spesialis yang terlibat dalam lingkungan pendidikan fakultas.

Metode pembelajaran yang diterapkan meliputi Student-centered Learning, Problem-based Learning (PBL), Integrated, Community Based, Elective, dan Systematic. Pendekatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam berbagai konteks pembelajaran kedokteran.

Pilihan Program Studi di Bidang Kedokteran

Selain Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter, Universitas Kristen Maranatha juga menyediakan beberapa program yang masih berkaitan dengan bidang kesehatan.

Fakultas Kedokteran

  • Sarjana Kedokteran
  • Sarjana Bioteknologi
  • Magister Penuaan Kulit dan Estetika
  • Profesi Dokter
  • Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Fakultas Kedokteran Gigi

  • Sarjana Kedokteran Gigi
  • Profesi Dokter Gigi

Dengan berbagai pilihan tersebut, calon mahasiswa dapat mengenali jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan rencana kariernya di bidang kesehatan.

Kedokteran Universitas Kristen Maranatha dapat menjadi salah satu pilihan bagi kamu calon mahasiswa yang ingin mempelajari ilmu kedokteran dengan tambahan fokus pada herbal medik dan gizi medik. Dengan dukungan fasilitas serta metode pembelajaran yang beragam, mahasiswa dipersiapkan untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon tenaga medis profesional.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Mengenal Teknologi Kedokteran ITS dan Bedanya dengan Teknik Biomedik

Peminat rumpun saintek tentunya tidak asing dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Namun, tahukah kamu bahwa ITS juga memiliki fakultas kedokteran? Fakultas ini tidak hanya menawarkan jurusan Kedokteran, tetapi juga jurusan unik bernama Teknologi Kedokteran.

Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) sendiri merupakan fakultas yang tergolong baru dan dilatarbelakangi oleh kurangnya tenaga kedokteran saat pandemi COVID-19. Teknologi Kedokteran menjadi jurusan pertamanya di tahun 2022, lalu disusul dengan peresmian prodi Kedokteran pada 2023. Kini, Teknologi Kedokteran ITS menjadi satu-satunya prodi Teknologi Kedokteran di Indonesia.

Prodi Teknologi Kedokteran sebenarnya berasal dari pengembangan prodi Teknik Biomedik. Lantas, apa perbedaan prodi ini dengan Teknik Biomedik? Lalu, apa saja materi yang dipelajari di prodi ini? Simak ulasan tentang prodi Teknologi Kedokteran ITS dan perbedaannya dengan Teknik Biomedik di bawah ini!

Profil Teknologi Kedokteran ITS dan Perbedaannya dengan Teknik Biomedik

Ilustrasi Teknologi Kedokteran

Sebelum munculnya prodi Teknologi Kedokteran, ITS telah memiliki prodi yang menggabungkan teknologi dan dunia medis, yaitu Teknik Biomedik. Prodi ini memiliki spesialisasi di bidang desain peralatan medis, pengolahan sinyal dan citra medis, rehabilitasi medis, teknik klinis, hingga teknologi untuk disabilitas. Namun pasca pandemi, ITS mengembangkan Teknologi Kedokteran yang kemudian menjadi bagian FKK.

Prodi ini merupakan prodi multidisiplin yang menggabungkan ilmu kedokteran, ilmu rekayasa, ilmu alam, dan ilmu desain. Perbedaan antara prodi ini dengan Teknik Biomedik terletak pada implementasi disiplin ilmunya. Teknik Biomedik berfokus pada pembuatan dan pengembangan aspek teknologi dan riset, sedangkan Teknologi Kedokteran berada pada ranah pengaplikasian teknologi yang dibuat.

Ilmu dasar yang dipelajari oleh kedua prodi ini di tahun pertama pun hampir mirip, misalnya kalkulus, kimia, fisika listrik dan magnet, hingga anatomi dan fisiologi. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, prodi Teknologi Kedokteran akan banyak melakukan praktik langsung bersama dokter, termasuk praktik mengoperasikan alat kesehatan secara langsung kepada pasien.

Prodi Teknologi Kedokteran menawarkan program unggulan berupa rotasi di rumah sakit selama 1 bulan dan workshop di luar negeri, misalnya di Belanda, Thailand, Australia, dan negara lainnya. Selain itu, prodi ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti lab. teknologi kesehatan, lab. patologi klinik, lab. ketrampilan klinik, dan lain-lain.

Baca juga: 7 Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Prospek Karier Teknologi Kedokteran

Lulusan prodi ini memiliki peluang kerja sebagai insinyur, peneliti, desainer, pengusaha, hingga konsultan di bidang teknologi kedokteran. Beberapa peluang kerja bagi lulusan prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Medical engineer
  • Medical technology designer
  • Medical technology consultant
  • Medical records specialist
  • Medical assistant
  • Rehabilitation technician
  • Quality control analyst
  • Peneliti

Baca juga: Daftar Jurusan di UIN Walisongo Semarang, Ada Apa Saja?

Jalur Masuk 

Jika kamu ingin masuk prodi ini, kamu bisa mengikuti seleksi melalui beberapa jalur berikut.

  • Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)
  • Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)
  • Selesi Mandiri ITS (SMITS) FLAT

SMITS FLAT merupakan jalur Mandiri dengan prestasi yang terdiri dari 2 macam jalur seleksi, yaitu Seleksi Mandiri Beasiswa dan Seleksi Mandiri Prestasi.

  • SMITS ACE

SMITS ACE adalah jalur Mandiri dengan tes yang terdiri dari 2 jalur seleksi, yaitu Seleksi Mandiri Kemitraan dan Seleksi Mandiri Umum.

Demikian penjelasan tentang prodi Teknologi Kedokteran ITS dan perbedaannya dengan Teknik Biomedik. Jika kamu tertarik masuk prodi ini, jangan lupa persiapkan diri dengan baik, misalnya dengan belajar di bimbel masuk kampus seperti Indonesia College.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.