Arsip Kategori: Jalur Masuk

jurusan terapi gigi

Mengenal Jurusan Terapi Gigi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 10 Kampusnya

Jika berbicara tentang kedokteran gigi, sebagian besar orang mungkin akan langsung berpikir tentang dokter gigi. Padahal, sebenarnya masih ada beberapa jurusan dan profesi lain yang berada dalam ruang lingkup kedokteran gigi. Salah satunya adalah jurusan terapi gigi yang menghasilkan profesi terapis gigi dan mulut.

Dikutip dari laman FKG Umsida, terapis gigi dan mulut merujuk pada tenaga kesehatan yang berfokus pada tindakan promotif, preventif, dan kuratif dasar bidang kesehatan gigi. Profesi ini bertugas melakukan pencegahan dan perawatan rutin, seperti penambalan, pencabutan, dan edukasi pasien. Namun, berbeda dari dokter gigi, terapis gigi tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perawatan yang kompleks, seperti perawatan saluran akar atau perawatan veneers.

Lantas, apa saja bidang yang dipelajari jurusan ini? Yuk, kulik penjelasan tentang mata kuliah, prospek kerja, dan 10 kampus yang memiliki jurusan terapi gigi di bawah ini!

Mata Kuliah Jurusan Terapi Gigi

Ilustrasi jurusan terapi gigi

Ilustrasi jurusan terapi gigi. (Foto: Unplash/SoyBreno)

Kemenkes telah mengeluarkan buku tentang standar kompetensi kerja bidang terapi gigi dan mulut. Berdasarkan panduan tersebut, profesi terapi gigi dan mulut perlu memiliki kompetensi terkait pelayanan dan promosi kesehatan gigi dan mulut, fissure sealant, pembersihan karang gigi, tumpatan sementara/permanen, persiapan pre operasi rongga mulut, perawatan post operasi rongga mulut, dan sebagainya. Kompetensi tersebut diberikan melalui beberapa mata kuliah dengan daftar yang berbeda-beda, tergantung jenjang (D3/D4) dan kebijakan kampus masing-masing.

Sebagai contoh, daftar mata kuliah jurusan terapi gigi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta adalah sebagai berikut.

  • Manajemen Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Dental Anatomi
  • Farmakologi Kedokteran Gigi
  • Instrumentasi dan Dental Equipment
  • Preventive Dentistry
  • Oral Diagnostik
  • Penambalan gigi
  • Pengendalian Infeksi Silang
  • Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut
  • Pencabutan Gigi
  • Radiologi Kedokteran Gigi
  • Pengelolaan Alat dan Bahan Konservasi Gigi
  • Pengelolaan Alat dan Bahan Prostodonsia
  • dan lain-lain

Baca juga: 9 Prodi Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Versi Scimago 2026

Prospek Kerja Terapi Gigi

Lulusan terapi gigi bisa bekerja di Puskesmas, rumah sakit, klinik, Dinas Kesehatan, institusi pendidikan, dan instansi pelayanan terkait. Beberapa contoh profesi terapi gigi antara lain sebagai berikut.

  • Dental & Oral Therapist 
  • Konselor Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Promotor Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Pengelola Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Bidang Kedokteran Gigi Spesialistik
  • Dental Assistant

Baca juga: Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

10 Kampus dengan Jurusan Terapi Gigi

1. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Kampus ini memiliki prodi D4 Terapi Gigi yang sudah terakreditasi Unggul. Kamu bisa mendaftarkan diri di kampus ini melalui jalur SPMB Bersama Poltekkes Kemenkes, SPMB Prestasi, atau SPMB Mandiri. Daya tampung yang tersedia untuk jalur SPMB Bersama tahun 2026 lalu adalah 45 kursi.

2. Universitas Hasanuddin

D4 Terapi Gigi Unhas berada di bawah Fakultas Vokasi. Setelah lulus, mahasiswa dari prodi yang sudah terakreditasi Baik ini nantinya akan memperoleh gelar Sarjana Terapan Kesehatan (S.Tr.Kes.). Jalur penerimaan untuk jurusan ini bisa melalui SNBP, SNBT, SMK Berprestasi, POSK, Mandiri Umum, Ketua OSIS, Mandiri UTBK, atau Mandiri Non UTBK.

3. Poltekkes Kemenkes Semarang

Politeknik ini memiliki prodi Sarjana Terapan Gigi yang sudah terakreditasi Unggul. Jalur penerimaan di politeknik ini mencakup jalur SPMB Bersama, Prestasi (Bidikkamu, PBUB, dan PMDP Rapor), serta CBT Mandiri. Daya tampung untuk jalur SPMB Bersama pada 2026 adalah 35 kursi.

4. Poltekkes Kemenkes Surabaya

Kampus ini menawarkan prodi D4 Terapi Gigi dengan gelar S.Tr.Kes. Kualitas pembelajaran prodi ini sudah terjamin melalui akreditasi Unggul. Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui jalur SPMB Bersama dan Mandiri dengan total daya tampung SPMB Bersama sebanyak 25 kursi.

5. Poltekkes Kemenkes Aceh

Politeknik ini merupakan satu-satunya instutusi pendidikan yang menawarkan prodi terapi gigi di Aceh. D4 Terapi Gigi di kampus ini pun sudah terakreditasi Unggul. Terdapat 3 jalur penerimaan, yaitu SPMB Bersama, Mandiri, dan Prestasi dengan daya tampung jalur SPMB Bersama mencapai 80 kursi.

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

6. Poltekkes Kemenkes Bandung

D4 Terapi Gigi berada di bawah jurusan Kesehatan Gigi dan sudah terakreditasi Unggul. Kamu bisa memilih prodi ini melalui jalur SPMB Bersama dengan daya tampung 56 kursi atau jalur Mandiri.

7. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

D4 Terapi Gigi Poltekkes Tasikmalaya merupakan bagian dari jurusan Kesehatan Gigi dan sudah terakreditasi Unggul. Terdapat beberapa jalur penerimaan untuk prodi ini, yaitu SPMB Bersama, SPMB Mandiri Reguler, dan SPMB Prestasi. Daya tampung prodi ini yang tersedia pada SPMB Bersama tahun 2026 adalah 34 kursi.

8. Poltekkes Banjarmasin

Sarjana Terapan Terapi Gigi di politeknik ini sudah terakreditasi Baik Sekali. Jalur penerimaan di politeknik ini mencakup SPMB Bersama, Mandiri, dan Prestasi dengan daya tampung jalur SPMB Bersama mencapai 16 kursi.

9. Poltekkes Kemenkes Jambi

D4 Terapi Gigi di kampus ini sudah terjamin dengan akreditasi Unggul. Calon mahasiswa bisa mendaftarkan diri melalui jalur SPMB Bersama dengan daya tampung 80 kursi. Selain itu, tersedia pula jalur Mandiri Prestasi dan Mandiri Reguler.

10. Poltekkes Kemenkes Makassar

Prodi D4 Terapi Gigi di Poltekkes ini telah memperoleh akreditasi Unggul. Penerimaan dibuka melalui jalur SPMB Bersama dengan daya tampung 49 kursi. Terdapat pula jalur seleksi lain seperti jalur Mandiri dan Prestasi.

Demikian penjelasan tentang jurusan terapi gigi beserta informasi tentang mata kuliah, prospek kerja, dan 10 daftar kampusnya. Semoga bermanfaat!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

9 Prodi Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Versi Scimago 2026

Selain kedokteran, prodi kedokteran gigi juga menjadi prodi yang selalu ramai pendaftar. Hal ini tidak terlepas dari prospek karier yang cerah dan gaji yang menggiurkan bagi lulusan prodi ini. Calon mahasiswa pun berlomba-lomba meraih kursi kedokteran gigi di kampus terbaik di Indonesia, seperti UI, Unair, hingga UGM.

Jika kamu tertarik masuk prodi ini, kamu bisa memilih kampus berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk pertimbangan peringkat seperti yang dikeluarkan SCImago Institutions Rankings. Pemeringkatan yang dikeluarkan SCImago sendiri dilakukan dengan evaluasi berdasarkan dimensi riset (50%), inovasi (30%), dan dampak sosial (20%). Ketiga dimensi tersebut masih terbagi lagi menjadi 20 indikator, seperti output, own journals, innovative knowledge, SDG, dan sebagainya. 

Penasaran dengan daftar kampus yang masuk peringkat teratas versi Scimago 2026? Yuk, simak 9 prodi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi Scimago 2026 di bawah ini!

Top 9 Kedokteran Gigi di Indonesia Versi Scimago 2026

FKG Unpad, salah satu studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi SCImago 2026

FKG Unpad, salah satu studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi SCImago 2026. (Foto: laman FKG Unpad)

1. Universitas Airlangga

FKG Unair adalah fakultas kedokteran gigi tertua di Indonesia yang didirikan pada 1928. Fakultas ini pun menempati posisi pertama studi kedokteran gigi terbaik versi Scimago 2026. Selain itu, FKG Unair juga menempati peringkat 51-150 studi kedokteran terbaik di dunia versi QS WUR 2026. Pembelajaran di fakultas ini juga berkualitas dan didukung dengan RSGM Unair.

Kampus yang berlokasi di Surabaya ini menawarkan 2 macam prodi S1 Kedokteran Gigi, yaitu kelas reguler dan kelas internasional (IUP). Jalur masuk untuk prodi reguler adalah SNBT, SNBP, Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, dan Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan, sedangkan prodi IUP memiliki jalur seleksinya sendiri. Daya tampung prodi reguler adalah 50 kursi SNBP, 75 kursi SNBT, dan 125 kursi Mandiri. Sementara itu, daya tampung Kedokteran Gigi Internasional adalah 45 kursi.

2. Universitas Indonesia

FKG UI menempati posisi kedua studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi Scimago 2026. Selain itu, kampus yang terletak di Depok, Jawa Barat ini juga menempati peringkat 51-150 studi kedokteran gigi terbaik versi QS WUR 2026. FKG UI juga menawarkan pembelajaran berkualitas dengan 2 prodi sarjana, yaitu S1 Pendidikan Dokter Gigi Reguler dan S1 Dentistry Kelas Khusus Internasional (KKI). 

Pembelajaran di kampus ini didukung dengan fasilitas lengkap, mulai dari ruang praktikum, laboratorium keterampilan, laboratorium riset biologi oral dan material kedokteran gigi, hingga dental simulation/clinic. Selain itu, UI juga memiliki rumah sakit pendidikan sendiri yang bernama Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) FKG UI.

Penerimaan FKG UI untuk program reguler dibuka melalui jalur SNBP, SNBT, Prestasi, SIMAK, dan PPKB, sedangkan KKI dibuka melalui jalur Talent Scouting dan SIMAK KKI. Daya tampung untuk program reguler pada 2026 adalah 31 kursi SNBP, 47 kursi SNBT, 27 kursi PPKB, dan 48 kursi SIMAK UI. Sementara itu, daya tampung untuk KKI adalah 18 kursi Talent Scouting dan 23 kursi SIMAK KKI Gel. 1.

3. Universitas Padjadjaran

Scimago 2026 menempatkan FKG Unpad di urutan ke-3 tingkat nasional. Prodi S1 Kedokteran Gigi Unpad juga sudah terakreditasi Unggul dari LAM-PTKes dan memiliki fasilitas lengkap, termasuk RSGM Unpad. 

Selain kelas reguler, Unpad juga memiliki prodi S1 IUP in Dentistry dalam skema Single Degree Track. Program ini menawarkan kesempatan student exchange hingga short-term mobility programs di universitas luar negeri. Mitra universitas tersebut mencakup Hiroshima University Jepang, Thammasat University Thailand, Queensland University of Technology Australia, University Malaya Malaysia, dan lain-lain.

Jika tertarik berkuliah di kampus dan jurusan ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri (Skema Ujian SMUP dan Rapor, UTBK dan Rapor, atau Minat Bakat). Sementara itu, program IUP memiliki jalur seleksi sendiri yang biasanya dibuka dalam 3 batch.

4. Universitas Gadjah Mada

Kedokteran Gigi UGM menempati posisi keempat di Indonesia versi Scimago 2026. Terdapat 2 macam prodi kedokteran gigi yang ditawarkan, yaitu S1 Kedokteran Gigi Reguler dan S1 IUP Dentistry. Pembelajaran yang ditawarkan juga berkualitas dan didukung dengan rumah sakit pendidikan milik UGM, yaitu RSGM UGM Prof. Soedomo.

S1 Kedokteran Gigi Reguler bisa didaftar melalui jalur SNBP, SNBT, PBU, Afirmasi Tridharma, dan UM UGM CBT, sedangkan IUP Dentistry memiliki jalur seleksi tersendiri. Adapun total daya tampung S1 Kedokteran Gigi Reguler adalah 150 kursi dengan persentase 30% SNBP, 30% SNBT, dan 40% Mandiri. Sementara itu, IUP Dentistry memiliki daya tampung 25 kursi.

5. Universitas Hasanuddin

FKG Unhas menempati peringkat 5 se-Indonesia menurut Scimago 2026. Pendidikan Dokter Gigi Unhas memang menawarkan pembelajaran berkualitas yang sudah terakreditasi Unggul dan didukung dengan RSGM Pendidikan Unhas. Terdapat 2 macam kelas yang ditawarkan, yaitu kelas reguler dan internasional.

Pada 2026, Unhas menyediakan kuota untuk prodi Pendidikan Dokter Gigi dengan total 260 kursi. Kamu bisa mendaftarkan diri di prodi ini melalui jalur SNBP, SNBT, Ketua Osis, Mandiri UTBK, Mandiri Non UTBK, dan Kelas Internasional.

Baca juga: Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

6. Universitas Brawijaya

Kedokteran Gigi UB berada di peringkat 6 nasional versi Scimoago 2026. Kualitas pembelajaran prodi ini memang sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Fasilitas di fakultas ini pun lengkap, termasuk RSGM Universitas Brawijaya sebagai penunjang pendidikan FKG.

S1 Pendidikan Dokter Gigi UB bisa kamu pilih melalui jalur SNBP, SNBT, SMUB Prestasi, SMUB Rapor, atau SMUB Nilai UTBK. Daya tampung yang tersedia pada 2026 adalah 33 kursi untuk jalur SNBP, 50 kursi untuk jalur SNBT, dan 82 kursi SMUB.

7. Universitas Sumatera Utara

Kampus kebanggaan warga Medan ini menempati peringkat 7 se-Indonesia versi Scimago 2026. Kualitas pembelajaran S1 Kedokteran Gigi USU juga sudah terjamin dengan akreditasi Unggul. Selain itu, kampus ini juga memiliki rumah sakit sendiri, yaitu RSGM USU.

Prodi ini bisa kamu daftar melalui jalur SNBP, SNBT, atau Mandiri. Daya tampung yang ditawarkan pada 2026 mencakup 33 kursi untuk SNBP, 48 kursi untuk SNBT, dan 69 kursi Mandiri.   

8. Universitas Jember

Scimago 2026 menempatkan Universitas Jember di posisi 8 studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia. FKG Unej memang menyelenggarakan pendidikan berkualitas dengan akreditas Unggul dari LAM-PTKes dan akreditasi internasional dari ASIIN. Selain itu, fakultas ini juga memiliki RSGM sendiri, RSGM Universitas Jember, yang juga terakreditasi Paripurna.

Tertarik masuk S1 Pendidikan Dokter Gigi Unej? Kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, atau SEMMABA (Mandiri). Daya tampung untuk masing-masing jalur adalah 57 kursi untuk SNBP, 76 kursi untuk SNBT, dan 57 kursi untuk jalur Mandiri.

9. Universitas Trisakti

FKG Usakti menjadi yang terdepan jika dibandingkan kampus swasta lainnya, misalnya menjadi satu-satunya kampus swasta yang memiliki Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis. Kualitas pembelajaran prodi S1 Pendidikan Dokter Gigi Usakti juga sudah terjamin dengan akreditasi A. Jadi, tak heran jika kampus ini menempati posisi 9 se-Indonesia versi Scimago 2026.

Pembelajaran di prodi ini didukung dengan fasilitas lengkap, seperti Lab. BioCore, Lab. OpadCore, Lab. MiCore, hingga Lab. DMTCire. Selain itu, fakultas ini juga memiliki rumah sakit sendiri, yaitu RSGM FKG Usakti.

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

Tips Lolos Kedokteran Gigi

Tiap tahun, prodi kedokteran gigi di berbagai kampus negeri dan swasta selalu menjadi incaran banyak calon mahasiswa. Prodi kedokteran gigi di banyak kampus pun memiliki tingkat keketatan yang tinggi, terutama di PTN favorit. Di UGM, misalnya, S1 Kedokteran Gigi menjadi prodi terketat keempat dengan rasio keketatan sebesar 1:41 tahun 2026. Dengan demikian, kamu harus mempersiapkan diri dengan baik jika ingin lolos prodi ini.

Untuk memperbesar peluang lolos, kamu harus menargetkan nilai UTBK atau ujian mandiri yang tinggi. Selain itu, kamu juga harus menguasai ilmu-ilmu dasar terkait kedokteran gigi, seperti matematika dan biologi. Agar strategi persiapanmu lebih terarah, kamu juga bisa mengikuti bimbingan belajar seperti Indonesia College. Nantinya, tentor profesional akan memberikan bimbingan dan latihan soal sesuai jalur masuk yang akan kamu ikuti.

Nah, itu dia 9 prodi kedokteran terbaik di Indonesia versi Scimago 2026. Kira-kira, kamu tertarik masuk kampus yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi fakultas kedokteran ub

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

Fakultas Kedokteran menjadi fakultas terfavorit di Universitas Brawijaya (UB). Pada SNBP 2026, 2 prodi di fakultas ini menjadi primadona dan memiliki total pendaftar tertinggi, yaitu S1 Kedokteran dengan total pendaftar 1.405 orang dan S1 Farmasi dengan total pendaftar 1.181 orang. Selain itu, Kedokteran UB juga meraih peringkat ketujuh prodi kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR.

Tak hanya tinggi peminat, Fakultas Kedokteran UB juga menawarkan program IUP yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional seperti pertukaran pelajar hingga magang internasional. Melalui program tersebut, mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman di bidang kedokteran dengan perspektif lokal sekaligus internasional.

Lantas, apa saja prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB? Lalu, prodi apa saja yang tawarkan program IUP? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB: Reguler dan IUP

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB. (Foto: Unsplash/Jeshoots.com)

Fakultas Kedokteran UB terdiri atas 3 departemen, yaitu Departemen Kedokteran, Departemen Farmasi, dan Departemen Kebidanan. Ketiga departemen tersebut menaungi program sarjana hingga doktoral. Adapun prodi sarjana yang ada di fakultas ini adalah sebagai berikut.

1. S1 Kedokteran (Kelas Reguler)

Sebagai prodi terfavorit di UB, Kedokteran UB menawarkan perkuliahan berkualitas yang telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes dan terakreditasi internasional oleh AUN-QA dan ASIIN. Pembelajaran diterapkan dengan sistem outcome-based education untuk menghasilkan lulusan yang siap menjadi penyedia layanan medis profesional, cendekiawan biomedis, social entrepreneur dan adaptive leader, hingga manajer emergensi.

Struktur kurikulum untuk prodi ini terdiri atas sub-tahap Ilmu Dasar Kedokteran (Basic Medical Sciences) selama 2 semester dan sub-tahap Kedokteran Klinik (Clinical Sciences) selama 5 semester.

Untuk berkuliah di prodi ini, mahasiswa perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dengan rincian berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 8,870 juta (Kel. III), Rp 19,160 juta (Kel. IV), Rp 20,305 juta (Kel. V), Rp 23,450 juta (Kel. VI), Rp 23,8 juta (Kel. VII), dan Rp 24 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 150 juta (Kel. IV), Rp 165 juta (Kel. V), Rp 175 juta (Kel. VI), Rp 200 juta (Kel. VII), dan Rp 225 juta (Kel. VIII)

2. S1 IUP Medicine

Secara umum, kurikulum IUP Medicine hampir sama dengan Kedokteran Reguler, tetapi bahasa pengantar yang digunakan dalam perkuliahan adalah bahasa Inggris. Struktur kurikulum untuk prodi ini meliputi Basic Medical Science dan General & Medical Humanity (tahun pertama); Life Structure, Life Protection & Public Health, dan Leadership & Entrepreneurship (tahun kedua); Life Control, Life Support, Life Maintenance & Life Care, dan Emergency (tahun ketiga); Global Mobility Experiences dan Biomedical & Collaborative Research (Final Assignment) (tahun keempat); serta Clerkship & Clinical Rotation (tahun kelima dan keenam).

Pembelajaran berstandar global akan didapatkan mahasiswa melalui perkuliahan dengan international guest lecture, Global Mobility Experiences, hingga program double/joint degree. Pengalaman internasional tersebut dilaksanakan bersama beberapa universitas mitra, mulai dari University of Manchester hingga Kyushu University.

Adapun biaya kuliah IUP Medicine UB untuk WNI adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 45 juta
  • IPI: Rp 140,5 juta

Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

3. S1 Farmasi

Prodi lain di FK yang menjadi primadona adalah S1 Farmasi. Di prodi ini, mahasiswa akan mendapatkan outcome-based learning dengan kurikulum mencakup bahan kajian Ilmu Biomedis Dasar, Ilmu Farmasi, Ilmu Farmasi Sosial/Perilaku/Administrasi, dan Ilmu Klinis. Kualitas pembelajaran di prodi ini telah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Jika ingin berkuliah di prodi Farmasi, mahasiswa harus merogoh kocek dengan besaran berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 5,5 juta (Kel. III), Rp 7,5 juta (Kel. IV), Rp 8,5 juta (Kel. V), Rp 10 juta (Kel. VI), Rp 12,5 juta (Kel. VII), dan Rp 15 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 59,1 juta (Kel. IV), Rp 76,5 juta (Kel. V), Rp 89,6 juta (Kel. VI), Rp 100 juta (Kel. VII), dan Rp 110 juta (Kel. VIII)

4. S1 Kebidanan

Selain Kedokteran dan Farmasi, Fakultas Kedokteran UB juga memiliki prodi S1 Kebidanan. Prodi ini menawarkan pembelajaran outcome-based education dengan mata kuliah terkait anatomi dasar, ilmu dasar kebidanan, asuhan dan deteksi kehamilan, embriologi, hingga asuhan dan deteksi persalinan. Kualitas perkuliahan di prodi ini pun sudah terjamin melalui akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Adapun besaran biaya kuliah yang harus ditanggung mahasiswa S1 Kebidanan UB adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 4,665 juta (Kel. III), Rp 7,22 juta (Kel. IV), Rp 7.997.500 (Kel. V), Rp 8,775 juta (Kel. VI), Rp 10 juta (Kel. VII), dan Rp 12 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 35 juta (Kel. IV), Rp 37 juta (Kel. V), Rp 39 juta (Kel. VI), Rp 41 juta (Kel. VII), dan Rp 43 juta (Kel. VIII)

Baca juga: Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Jalur Seleksi Kelas Reguler Fakultas Kedokteran UB

Kelas reguler di FK UB bisa kamu pilih melalui beberapa jalur seleksi berikut.

1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)

SNBP dilakukan dengan seleksi nilai akademik melalui portal pendaftaran SNPMB. Untuk jalur ini, daya tampung yang tersedia pada 2026 adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 64 kursi
  • S1 Farmasi: 36 kursi
  • S1 Kebidanan: 32 kursi

2. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)

Pendaftaran SNBT juga dilakukan melalui portal SNPMB, tetapi seleksi dilakukan dengan nilai UTBK. Daya tampung untuk jalur ini adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 96 kursi
  • S1 Farmasi: 54 kursi
  • S1 Kebidanan: 48 kursi

3. Seleksi Mandiri (SMUB)

Terdapat 3 macam jalur SMUB yang tersedia untuk Fakultas Kedokteran, yaitu SMUB Prestasi, Rapor, dan Nilai UTBK. Ketiga jalur ini mematok biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu. Daya tampung untuk jalur SMUB Fakultas Kedokteran tahun 2026 mencapai 50% dari total daya tampung prodi dengan rincian berikut.

  • S1 Kedokteran: 160  kursi
  • S1 Farmasi: 90 kursi
  • S1 Kebidanan: 80 kursi 

Baca juga: Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Jalur Seleksi IUP Fakultas Kedokteran UB 

Pada jalur seleksi ini, UB menawarkan 30 kursi untuk prodi IUP Medicine. Pendaftaran program ini mematok biaya sebesar Rp 2,5 juta dan dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Adapun tahapan seleksinya adalah sebagai berikut.

1. Seleksi Administrasi

Pada tahapan ini, pendaftar harus mengumpulkan beberapa dokumen, yaitu copy kartu identitas, CV, motivation letter, guarantee letter, commitment letter, sertifikat TOEFL/IELTS/TOEIC (opsional), dan recommendation letter (opsional).

2. English Proficiency Test

Program IUP UB tidak mewajibkan sertifikat bahasa Inggris dalam seleksi administrasi. Namun, pendaftar perlu mengikuti English Proficiency Test yang dilakukan secara online.

3. Interview

Jika lolos tes bahasa Inggris, pendaftar harus mengikuti seleksi wawancara secara offline atau online.

Demikian penjelasan tentang 4 prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB beserta informasi jalur seleksinya. Semoga bermanfaat, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair

Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Kedokteran merupakan prodi yang paling diminati di Unair, baik di jalur SNBT maupun Mandiri. Sepak terjang prodi ini sendiri sudah dimulai sejak 1913, menjadikan FK Unair sebagai FK tertua kedua di Indonesia. Seabad kemudian, FK Unair terus melakukan inovasi, misalnya dengan membuka prodi IUP.

Kelas IUP FK Unair menawarkan pengalaman yang berbeda dari kelas reguler. Di program ini, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan dalam bahasa Inggris. Selain itu, mahasiswa IUP juga bisa mengikuti program international exposure dalam bentuk pertukaran mahasiswa hingga program double degree.

IUP FK Unair merupakan pilihan yang menarik bagi mahasiswa yang tertarik dengan dunia medis sekaligus ingin merasakan pengalaman kuliah di luar negeri. Kamu juga bisa memilih program single degree atau double degree, lho! Simak penjelasan tentang IUP FK Unair beserta penjelasan tentang program Double Degree berikut ini.

Profil IUP FK Unair: Single Degree & Double Degree

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair. (Foto: Magnific/prostooleh)

FK Unair merupakan sekolah kedokteran tertua kedua di Indonesia yang telah mencetak banyak talenta kedokteran unggul. Kualitas pembelajaran di fakultas ini telah terjamin dengan akreditasi nasional dari LAMPTKes serta akreditasi internasional dari AUN-QA dan ASIIN. FK Unair pun menyediakan pembelajaran berstandar internasional melalui program IUP.

Di FK Unair, mahasiswa IUP bisa memilih salah satu dari 2 jalur studi, yaitu jalur IUP Non Double Degree (single degree) atau IUP Double Degree. Perbedaan keduanya terletak pada skema pembelajaran dan gelar yang ditawarkan. Mahasiswa IUP Non Double Degree mendapatkan kesempatan student exchange dan elective programme di kampus atau institusi luar negeri, tetapi hanya akan mendapat 1 gelar dari Unair (S.Ked.). Sementara itu, mahasiswa IUP Double Degree akan mendapatkan 2 gelar, yaitu S.Ked. dari Unair dan Bachelor of Medical Science dari universitas mitra.

Adapun program international exposure yang bisa diikuti mahasiswa IUP FK Unair antara lain sebagai berikut.

1. Program Elektif (Elective Programme)

Program elektif atau blok elektif merupakan program yang memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan peminatan di bidang kedokteran maupun disiplin lain yang masih berhubungan dengan dunia medis. Mahasiswa nantinya akan mengikuti program elektif selama 4 minggu di institusi mitra.

Untuk mahasiswa IUP, program elektif bisa dilakukan di berbagai universitas atau institusi yang tersebar di negara Jepang, Inggris, Taiwan, Amerika Serikat, hingga India.

2. Student Exchange

Selain berkuliah di Unair, mahasiswa IUP FK berkesempatan mengikuti pertukaran mahasiswa di University of Adelaide, Erasmus University Medical Centre Rotterdam, Hiroshima University Hospital, dan masih banyak lagi. Terdapat hampir 20 universitas atau institusi di Australia, Belanda, Amerika Serikat, dan Jepang yang bisa menjadi pilihan studi mahasiswa.

3. Double Degree

Program Double Degree bisa diikuti oleh mahasiswa yang mengikuti seleksi jalur IUP Double Degree. Saat ini, Unair baru membuka program IUP Double Degree dengan University of Melbourne, Australia. Jadi, setelah lulus, kamu akan mendapatkan gelar sarjana dari Unair dan bachelor dari universitas mitra tersebut.

Baca juga: Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Biaya Kuliah IUP FK Unair  

Biaya pendaftaran untuk kelas IUP FK Unair single degree sama dengan IUP Double Degree, yaitu Rp1.250.000,00. Adapun besaran biaya UKT dan IPI bagi kedua program ini berdasarkan laman PPMB Unair adalah sebagai berikut.

No. Program UKT IPI Tuition Fee
1. IUP Medicine Rp 30 juta Rp 280 juta –
2. IUP Medicine Double Degree Rp 30 juta Rp 280 juta AUD 75.000/Rp 900 juta

Uang kuliah tunggal (UKT) perlu dibayarkan mahasiswa setiap semester, sedangkan Iuran Pembangunan Institusi (IPI) dibayar sekali di awal studi. Adapun tuition fee merupakan uang kuliah awal yang dibayarkan saat pendaftaran ulang.

Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Seleksi IUP FK Unair

Program IUP memiliki jalur seleksi tersendiri, berbeda dengan jalur mandiri kelas reguler. Komponen seleksi IUP single degree maupun double degree FK Unair sebenarnya sama, yaitu berupa letter of motivation, ujian TPA, dan wawancara. Namun, terdapat perbedaan syarat pendaftaran untuk kedua program ini, yaitu sebagai berikut.

1. IUP Kedokteran 

Syarat pendaftaran bagi WNI antara lain:

  • Lulusan SMA/sederajat 3 tahun terakhir
  • Ijazah atau Surat Keterangan Kelas XII
  • Usia maksimal 25 tahun (per 1 Juli)
  • Sertifikat Bahasa Inggris dengan skor TOEFL IBT minimal 60, TOEFL CBT minimal 173, TOEFL ITP minimal 500, IELTS minimal 5,5, atau Airlangga ELPT minimal 500
  • Memiliki kesehatan yang memadai
  • Motivation letter: alasan memilih prodi, kualitas yang bisa ditawarkan kandidat, dan alasan Unair menjadi pilihan terbaik bagi kandidat
  • Nilai rapor SMA/sederajat semester 1–5

2. IUP Kedokteran Double Degree

Pendaftar program Double Degree harus memenuhi persyaratan berikut.

  • WNI lulusan SMA/sederajat 3 tahun terakhir
  • Ijazah atau Surat Keterangan Kelas XII
  • Usia maksimal 25 tahun
  • Sertifikat Bahasa Inggris dengan skor TOEFL IBT minimal 79, TOEFL CBT minimal 213, TOEFL ITP minimal 550, IELTS minimal 6,5, atau Airlangga ELPT minimal 550
  • Motivation letter: alasan memilih prodi, kualitas yang bisa ditawarkan kandidat, dan alasan Unair menjadi pilihan terbaik bagi kandidat
  • Memiliki kesehatan yang memadai
  • Tidak buta warna total dan parsial
  • Surat pernyataan tentang komitmen untuk berpartisipasi dalam program double degree dan kemampuan untuk mencapai skor IELTS minimal 7 dengan band score minimal 6,5 sebelum keberangkatan untuk double degree

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Tips Lolos Seleksi IUP FK Unair

Selain tahapan seleksi yang berbeda dari program reguler, program IUP FK Unair juga memiliki persaingan yang ketat. Daya tampung untuk program single degree adalah 50 orang, sedangkan program double degree hanya menyediakan kuota 10 orang. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan diri sedini mungkin.

Agar bisa lolos IUP FK Unair, kamu harus mempelajari setiap komponen tes dengan baik, mulai dari TPA, wawancara, hingga cara menyusun motivation letter. Selain itu, kamu juga harus menguasai bahasa Inggris dengan baik. Agar persiapanmu lebih terarah dan matang, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College. 

Demikian penjelasan tentang IUP FK Unair beserta penjelasan biaya dan tahapan seleksinya. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Sebagai salah satu fakultas dengan peminat tertinggi di UGM, FKKMK menawarkan berbagai prodi menarik seperti IUP Kedokteran. Prodi ini memiliki keunggulan berupa pengalaman internasional yang tidak didapatkan mahasiswa kedokteran reguler. Selain perbedaan program, IUP UGM Kedokteran juga memiliki biaya yang tentunya berbeda dari kelas reguler.

Lantas, berapa biaya kuliah di IUP UGM Kedokteran? Intip ulasan lengkapnya, mulai dari biaya pendaftaran hingga UKT dan IPI, di bawah ini! 

Biaya Pendaftaran dan Kuliah IUP Kedokteran UGM

Ilustrasi biaya IUP UGM Kedokteran

Ilustrasi biaya IUP UGM Kedokteran. (Magnific)

Berbagai keunggulan dalam program IUP Kedokteran UGM membuat prodi ini memiliki biaya pendaftaran hingga kuliah yang lebih mahal daripada program reguler. Biaya seleksi Ujian Mandiri (UM) UGM sendiri berkisar antara Rp350.000,00–Rp550.000,00. Sementara itu, biaya pendaftaran IUP UGM Kedokteran per Januari 2026 adalah Rp2.250.000,00 untuk WNI dan USD $225 untuk WNA.

Setelah diterima, mahasiswa Kedokteran UGM harus membayar UKT tiap semester. Selain itu, mahasiswa jalur UM dan IUP juga harus membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di awal masa studi. Besaran UKT bagi mahasiswa IUP pun berbeda dari kelas reguler dengan perbandingan sebagai berikut.

Biaya SNBP & SNBT UM IUP
UKT Rp6.175.000,00 (UKT bersubsidi 75%) – Rp24.700.000,00 (UKT tanpa subsidi) Rp6.175.000,00 (UKT bersubsidi 75%) – Rp24.700.000,00 (UKT tanpa subsidi) Rp45.000.000,00 untuk WNI dan Rp65.000.000,00 untuk WNA
IPI – Rp30.000.000,00 Rp50.000.000,00

 Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Perbedaan Kedokteran Reguler dan IUP UGM

Secara keilmuan, dasar-dasar ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa kedokteran IUP sebenarnya sama dengan kelas reguler. Perbedaan antara kedua program ini terletak pada biaya dan international exposure.

Berdiri sejak tahun 2002, IUP UGM Kedokteran menggunakan sistem program based-learning yang dipadukan dengan pembelajaran berstandar internasional. Seluruh aktivitas akademik IUP Kedokteran seperti perkuliahan, tutorial, praktik lab, tugas, hingga ujian menggunakan bahasa Inggris, kecuali aktivitas yang berhubungan dengan pasien dan lapangan.

Selain perkuliahan berbahasa Inggris, mahasiswa IUP Kedokteran juga memiliki kewajiban untuk studi di kampus luar negeri selama 1 semester. Mahasiswa juga bisa mengikuti program summer dan winter course serta mendapatkan pembelajaran dengan jumlah visiting professor yang lebih banyak daripada kelas reguler. Keunggulan lain dari program ini adalah kesempatan untuk berjejaring dengan alumni IUP Kedokteran yang banyak tersebar di negara lain seperti negara-negara Eropa Timur dan Austria. 

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Seleksi IUP Kedokteran UGM

Berbeda dari seleksi Mandiri biasa yang hanya menggunakan tes berbasis komputer atau laporan akademik/non-akademik, seleksi IUP Kedokteran UGM memiliki lebih banyak komponen tes. Salah satu komponen tes yang dalam seleksi IUP adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dan Situational Judgement Test (SJT). Kedua tes tersebut dilakukan untuk menilai kesesuaian karakter peserta dan kemampuan pengambilan keputusan.

Seluruh tes IUP Kedokteran UGM menggunakan bahasa Inggris dengan rincian tes sebagai berikut.

Phase 1

  • Gadjah Mada Scholastic Test (GMST): Verbal, quantitative, reasoning
  • Academic English Proficiency Test (AcEPT): Listening, structure, reading

Phase 2 (hanya untuk peserta lolos phase 1)

  • MMPI
  • SJT
  • Interview

Banyaknya komponen tes dalam seleksi IUP ditujukan untuk memastikan kualitas mahasiswa dan kesesuaian dengan program. Jadi, jika kamu tertarik dengan program ini, kamu perlu belajar dengan giat, memahami tipe tes, serta memperkuat kesiapan mental. Agar persiapanmu lebih terarah, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College.

Nah, itu dia penjelasan tentang rincian biaya IUP UGM Kedokteran. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Mengenal Teknologi Kedokteran ITS dan Bedanya dengan Teknik Biomedik

Peminat rumpun saintek tentunya tidak asing dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Namun, tahukah kamu bahwa ITS juga memiliki fakultas kedokteran? Fakultas ini tidak hanya menawarkan jurusan Kedokteran, tetapi juga jurusan unik bernama Teknologi Kedokteran.

Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) sendiri merupakan fakultas yang tergolong baru dan dilatarbelakangi oleh kurangnya tenaga kedokteran saat pandemi COVID-19. Teknologi Kedokteran menjadi jurusan pertamanya di tahun 2022, lalu disusul dengan peresmian prodi Kedokteran pada 2023. Kini, Teknologi Kedokteran ITS menjadi satu-satunya prodi Teknologi Kedokteran di Indonesia.

Prodi Teknologi Kedokteran sebenarnya berasal dari pengembangan prodi Teknik Biomedik. Lantas, apa perbedaan prodi ini dengan Teknik Biomedik? Lalu, apa saja materi yang dipelajari di prodi ini? Simak ulasan tentang prodi Teknologi Kedokteran ITS dan perbedaannya dengan Teknik Biomedik di bawah ini!

Profil Teknologi Kedokteran ITS dan Perbedaannya dengan Teknik Biomedik

Ilustrasi Teknologi Kedokteran

Sebelum munculnya prodi Teknologi Kedokteran, ITS telah memiliki prodi yang menggabungkan teknologi dan dunia medis, yaitu Teknik Biomedik. Prodi ini memiliki spesialisasi di bidang desain peralatan medis, pengolahan sinyal dan citra medis, rehabilitasi medis, teknik klinis, hingga teknologi untuk disabilitas. Namun pasca pandemi, ITS mengembangkan Teknologi Kedokteran yang kemudian menjadi bagian FKK.

Prodi ini merupakan prodi multidisiplin yang menggabungkan ilmu kedokteran, ilmu rekayasa, ilmu alam, dan ilmu desain. Perbedaan antara prodi ini dengan Teknik Biomedik terletak pada implementasi disiplin ilmunya. Teknik Biomedik berfokus pada pembuatan dan pengembangan aspek teknologi dan riset, sedangkan Teknologi Kedokteran berada pada ranah pengaplikasian teknologi yang dibuat.

Ilmu dasar yang dipelajari oleh kedua prodi ini di tahun pertama pun hampir mirip, misalnya kalkulus, kimia, fisika listrik dan magnet, hingga anatomi dan fisiologi. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, prodi Teknologi Kedokteran akan banyak melakukan praktik langsung bersama dokter, termasuk praktik mengoperasikan alat kesehatan secara langsung kepada pasien.

Prodi Teknologi Kedokteran menawarkan program unggulan berupa rotasi di rumah sakit selama 1 bulan dan workshop di luar negeri, misalnya di Belanda, Thailand, Australia, dan negara lainnya. Selain itu, prodi ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti lab. teknologi kesehatan, lab. patologi klinik, lab. ketrampilan klinik, dan lain-lain.

Baca juga: 7 Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Prospek Karier Teknologi Kedokteran

Lulusan prodi ini memiliki peluang kerja sebagai insinyur, peneliti, desainer, pengusaha, hingga konsultan di bidang teknologi kedokteran. Beberapa peluang kerja bagi lulusan prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Medical engineer
  • Medical technology designer
  • Medical technology consultant
  • Medical records specialist
  • Medical assistant
  • Rehabilitation technician
  • Quality control analyst
  • Peneliti

Baca juga: Daftar Jurusan di UIN Walisongo Semarang, Ada Apa Saja?

Jalur Masuk 

Jika kamu ingin masuk prodi ini, kamu bisa mengikuti seleksi melalui beberapa jalur berikut.

  • Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)
  • Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)
  • Selesi Mandiri ITS (SMITS) FLAT

SMITS FLAT merupakan jalur Mandiri dengan prestasi yang terdiri dari 2 macam jalur seleksi, yaitu Seleksi Mandiri Beasiswa dan Seleksi Mandiri Prestasi.

  • SMITS ACE

SMITS ACE adalah jalur Mandiri dengan tes yang terdiri dari 2 jalur seleksi, yaitu Seleksi Mandiri Kemitraan dan Seleksi Mandiri Umum.

Demikian penjelasan tentang prodi Teknologi Kedokteran ITS dan perbedaannya dengan Teknik Biomedik. Jika kamu tertarik masuk prodi ini, jangan lupa persiapkan diri dengan baik, misalnya dengan belajar di bimbel masuk kampus seperti Indonesia College.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Perbedaan PTN dan PTKIN

Biar Tidak Salah Pilih! Pahami 3 Perbedaan PTN dan PTKIN Ini

Perbedaan PTN dan PTKIN – PTN dan PTKIN sering dibandingkan karena keduanya sama-sama kampus negeri yang diakui pemerintah. Meski memiliki fokus dan karakter yang berbeda, keduanya menyediakan pendidikan berkualitas dengan berbagai program studi, mempersiapkan mahasiswa untuk karier dan pengembangan akademik.

Persamaan keduanya banyak, seperti:

  • Keduanya merupakan kampus negeri
  • Pakai sistem UKT
  • Jalur penerimaannya melalui jalur nasional dan mandiri
  • Keduanya diawasi pemerintah
  • Lulusannya mendapatkan gelar resmi S1 s/d S3.

Tapi ada juga beberapa perbedaan yang belum dipahami banyak orang.

Apa Perbedaan PTN dan PTKIN?

Perbedaan PTN dan PTKIN

Banyak orang yang mungkin masih asing dengan PTKIN, yang merupakan kependekan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Kampus jenis ini berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), namun dari sisi akademik umum, PTKIN tetap mengacu pada standar pendidikan tinggi nasional yang diatur oleh pemerintah. Ada 3 kategori perguruan tinggi yang disusun Kemenag, yaitu:

  • UIN atau Universitas Islam Negeri
  • IAIN atau Institut Agama Islam Negeri
  • STAIN atau Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri

Lalu apa saja perbedaan PTN dan PTKIN?

1.    Jalur Masuk

Jalur masuk keduanya sebenarnya sama-sama diawali dengan jalur nasional atau pemerintah, lalu nantinya ada jalur mandiri. Tapi nama penggunaannya berbeda. Kalau di PTN jalur masuknya ada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), baru nanti dilanjut dengan jalur mandiri. Mungkin jalur ini sudah biasa didengar banyak orang.

Sementara untuk PTKIN, jalur seleksinya cenderung masih terdengar asing. Pilihannya antara lain:

Baca juga: Resmi Dibuka! Ini Informasi Lengkap Pendaftaran IUP IPB 2026

SPAN-PTKIN

SPAN-PTKIN merupakan jalur seleksi nasional berbasis prestasi akademik untuk masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Seleksi ini diselenggarakan oleh panitia khusus di bawah koordinasi Kementerian Agama. Mekanismenya mirip dengan SNBP, karena proses penilaian tidak menggunakan ujian tulis, melainkan berdasarkan nilai rapor dan rekam prestasi akademik siswa selama di sekolah.

Peserta SPAN-PTKIN adalah siswa yang didaftarkan langsung oleh sekolah atau madrasah asal. Oleh karena itu, calon pendaftar perlu memastikan bahwa sekolahnya telah terdaftar dan memiliki izin resmi dari pemerintah. Seluruh data siswa akan diverifikasi melalui Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS).

UM-PTKIN

UM PTKIN atau Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan PTKIN lainnya di seluruh Indonesia, dan berbasis tes tulis menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) dengan materi tes seperti penalaran akademik, matematika, literasi membaca, dan literasi keislaman.

Baca juga: 4 List PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA di SNBP 2026

2.    Perbedaan Kurikulum atau Materi Kuliah

Sebagai kampus umum, di PTN, kurikulum fokus pada mata kuliah jurusan, praktik, dan tugas akhir seperti skripsi untuk membekali mahasiswa secara akademik. Sementara di PTKIN, selain materi umum, mahasiswa juga belajar ilmu agama dan praktik ibadah, sehingga kurikulumnya menggabungkan pendidikan akademik dan keislaman.

3.    Perbedaan Syarat Kelulusan

Mahasiswa PTN biasanya ujian kelulusannya akan menyesuaikan program studi yang dipilih, mulai dari ujian praktik, ujian bahasa Inggris TOEFL sampai skripsi. Sedangkan mahasiswa PTKIN selain mengikuti ketentuan akademik yang serupa, juga diwajibkan menjalani ujian tambahan di bidang keagamaan. Seperti praktik sholat, setor hafalan juz 30, ujian bahasa Arab TOAFL dan bahasa Inggris TOEFL, ujian praktik dan skripsi.

Jadi pada intinya PTN merupakan kampus negeri umum, dan PTKIN adalah kampus negeri namun ada campuran nuansa Islamnya. Kedua perguruan tinggi ini sama-sama jadi pilihan yang recommended, tinggal bagaimana kamu menyesuaikan mana yang paling cocok.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA

4 List PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA di SNBP 2026

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA – Pendaftaran SNBP 2026 sudah di depan mata, tapi banyak kelas 12 yang merasa cemas karena adanya persyaratan baru yang diterapkan di SNBP 2026. Seleksi berdasarkan prestasi ini tidak lagi hanya menggunakan nilai rapor selama sekolah saja, melainkan sudah menambah persyaratan menggunakan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sudah berlangsung di akhir 2025 kemarin.

List PTN yang Tidak Pakai Nilai TKA di SNBP 2026

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA

Rata-rata nilai TKA siswa SMA/sederajat di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi ini membuat banyak siswa merasa gelisah, terutama setelah adanya kebijakan baru SNPMB 2026 yang menjadikan nilai TKA sebagai syarat tambahan, khususnya pada jalur SNBP 2026.

Meski demikian, masih terdapat beberapa Perguruan Tinggi Negeri yang belum, bahkan memutuskan untuk tidak menggunakan nilai TKA dalam proses seleksi SNBP 2026. Kabar ini tentu menjadi angin segar karena membuka peluang yang lebih luas bagi siswa untuk tetap lolos ke PTN impian tanpa terbebani oleh nilai TKA.

Baca juga: Apa Bedanya Vokasi dan Sarjana? Yuk Pahami Biar Tidak Salah Pilih!

1.    Institut Teknologi Bandung (ITB)   

Berdasarkan laman resmi admission.itb.ac.id/info/snbp/, ITB tidak menggunakan nilai TKA di persyaratan seleksi SNBP. Persyaratan yang tertera antara lain:

  • Nilai rapor
  • Prestasi akademik dan non akademik siswa, maksimal tiga terbaik yang dimiliki
  • Portofolio seni rupa, desain, dan kriya khusus pendaftar FSRD.

2.    Universitas Airlangga (UNAIR)

UNAIR juga belum menerapkan persyaratan bahwa calon mahasiswanya harus memiliki nilai TKA 2025. Persyaratan yang diterapkan untuk jalur SNBP antara lain:

  • Merupakan siswa SMA/SMK/MA kelas terakhir pada tahun 2025 yang memiliki prestasi unggul.
  • Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS.
  • Memiliki nilai rapor yang telah diisikan di PDSS sesuai dengan ketentuan.
  • Memiliki prestasi akademik.
  • Memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN Akademik dan PTN Vokasi.

3.    Universitas Brawijaya (UB)

Di laman resmi admisi UB di selma.ub.ac.id/jalur-masuk-nasional-prestasi, jalur SNBP 2026 di Universitas Brawijaya nantinya hanya menggunakan 3 komponen:

  • Nilai rapor seluruh mata pelajaran
  • Nilai rapor paling banyak 2 mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, portofolio, dan/atau prestasi
  • Komposisi persentase komponen pertama dan komponen kedua ditetapkan oleh masing-masing PTN, yaitu 50% nilai rapor seluruh mata pelajaran + (40% mata pelajaran pendukung + 10% skor prestasi)

Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

4.    Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)

Selanjutnya ada kampus Bela Negara, terutama UPN Veteran Jakarta. Rektor UPNVJ yakni Anter Venus menjelaskan, ”Sementara TKA belum digunakan, jadi UPNVJ belum manfaatkan juga. Kita masih pakai yang lama, yaitu literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, dan penalaran umum atau Matematika. TKA alat asesmen baru, (jadi) belum diterapkan,” Jumat (02/01/2025).

Nah 4 PTN yang tidak menggunakan nilai TKA tersebut masih bisa menjadi opsi kalau kamu memiliki nilai TKA yang kurang memuaskan. Tapi sebaiknya kamu bisa rutin cek laman resmi kampus tujuanmu, barangkali nantinya kamu perlu menyesuaikan persyaratan lagi sebelum mendaftar.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

daya tampung UB

Daya Tampung UB di Setiap Jurusannya dan Daftar Peminatnya di Tahun 2024

Daya Tampung UB – Universitas Brawijaya menjadi salah satu PTN ternama dan terfavorit, baik di Jawa Timur maupun di Indonesia. Di masa pendaftaran SNBP saat ini, UB memberikan informasi daya tampung setiap jurusannya dan juga peminat di tahun 2024 untuk masing-masing jurusan. Ini bisa menjadi acuan bagi kamu yang hendak mendaftarkan diri, supaya bisa memprediksi keketatan seleksinya.

Baca juga: Jadwal Pendaftaran IUP Kedokteran UGM 2025, Dokumen Pendaftaran, Ketentuan dan Skema Tesnya

Daya Tampung UB dan Peminat 2024

daya tampung UB

Ada banyak sekali pilihan jurusan di UB, berikut informasi daya tampung dan peminatnya:

NO Nama Jenjang Daya Tampung 2025 Peminat 2024
1 Manajemen Sumberdaya Perairan Sarjana 40 170
2 Budidaya Perairan Sarjana 35 115
3 Teknik Sipil Sarjana 37 571
4 Teknik Mesin Sarjana 44 430
5 Teknik Elektro Sarjana 44 379
6 Arsitektur Sarjana 37 510
7 Teknik Pengairan Sarjana 37 169
8 Kedokteran Sarjana 70 1610
9 Teknologi Pangan Sarjana 50 706
10 Biologi Sarjana 39 246
11 Fisika Sarjana 22 115
12 Kimia Sarjana 42 261
13 Matematika Sarjana 40 237
14 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Sarjana 35 105
15 Teknologi Hasil Perikanan Sarjana 40 148
16 Agrobisnis Perikanan Sarjana 35 125
17 Teknik Pertanian dan Biosistem Sarjana 33 185
18 Statistika Sarjana 44 474
19 Perencanaan Wilayah & Kota Sarjana 37 385
20 Teknik Industri Pertanian Sarjana 70 319
21 Ilmu Keperawatan Sarjana 44 1042
22 Ilmu Gizi Sarjana 36 712
23 Teknik Industri Sarjana 44 753
24 Teknik Informatika Sarjana 56 1341
25 Agroekoteknologi Sarjana 179 653
26 Agribisnis Sarjana 104 647
27 Peternakan Sarjana 163 542
28 Pendidikan Dokter Hewan Sarjana 48 419
29 Pendidikan Dokter Gigi Sarjana 33 652
30 Ilmu Kelautan Sarjana 40 222
31 Kebidanan Sarjana 36 608
32 Farmasi Sarjana 36 1196
33 Teknik Komputer Sarjana 40 392
34 Sistem Informasi Sarjana 56 976
35 Teknik Kimia Sarjana 30 393
36 Instrumentasi Sarjana 20 99
37 Teknik Geofisika Sarjana 19 142
38 Bioteknologi Sarjana 36 422
39 Teknologi Bioproses Sarjana 25 231
40 Teknik Lingkungan Sarjana 40 369
41 Pendidikan Teknologi Informasi Sarjana 36 122
42 Teknologi Informasi Sarjana 40 607
43 Agroekoteknologi (PSDKU Kediri) Sarjana 28 192
44 Agribisnis (PSDKU Kediri) Sarjana 28 222
45 Peternakan (PSDKU Kediri) Sarjana 28 135
46 Akuakultur (PSDKU Kediri) Sarjana 28 90
47 Sosial Ekonomi Perikanan (PSDKU Kediri) Sarjana 28 98
48 Kehutanan Sarjana 20 281
49 Ilmu Aktuaria Sarjana 20 321
50 Ilmu Hukum Sarjana 130 1681
51 Ekonomi Pembangunan Sarjana 35 412
52 Administrasi Publik Sarjana 82 955
53 Administrasi Bisnis Sarjana 93 1751
54 Manajemen Sarjana 75 1592
55 Akuntansi Sarjana 91 1279
56 Sosiologi Sarjana 44 227
57 Ilmu Komunikasi Sarjana 58 1064
58 Psikologi Sarjana 60 1298
59 Hubungan Internasional Sarjana 52 913
60 Sastra Inggris Sarjana 55 509
61 Sastra Jepang Sarjana 35 238
62 Bahasa Dan Sastra Prancis Sarjana 20 60
63 Ilmu Politik Sarjana 38 343
64 Ilmu Pemerintahan Sarjana 38 390
65 Perpajakan Sarjana 55 810
66 Ekonomi Islam Sarjana 31 277
67 Ekonomi, Keuangan Dan Perbankan Sarjana 47 676
68 Ilmu Perpustakaan Sarjana 22 156
69 Pariwisata Sarjana 33 645
70 Pendidikan Bahasa Inggris Sarjana 42 266
71 Pendidikan Bahasa Jepang Sarjana 18 109
72 Pendidikan Bhs & Sastra Indonesia Sarjana 25 217
73 Administrasi Pendidikan Sarjana 22 179
74 Seni Rupa Murni Sarjana 15 51
75 Sastra Cina Sarjana 22 157
76 Antropologi Sarjana 20 203
77 Kewirausahaan Sarjana 21 358
78 Sains Data Sarjana 14 367
79 Desain Grafis Sarjana Terapan 42 266
80 Manajemen Perhotelan Sarjana Terapan 46 331
81 Keuangan Dan Perbankan Diploma Tiga 60 178
82 Administrasi Bisnis Diploma Tiga 63 325
83 Teknologi Informasi Diploma Tiga 63 155

Semakin kecil peminatnya, semakin sedikit juga saingan yang harus kamu lawan. Nah, kira-kira kamu jadi mau daftar di jurusan yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

IUP Kedokteran UGM

Jadwal Pendaftaran IUP Kedokteran UGM 2025, Dokumen Pendaftaran, Ketentuan dan Skema Tesnya

IUP Kedokteran UGM – Pendaftaran Kelas Internasional atau IUP di Universitas Gadjah Mada sudah dibuka untuk Intake 1, termasuk salah satunya adalah di program studi Sarjana Kedokteran (IUP Medicine).

Program IUP sendiri akan memberikan kualitas pendidikan dengan kurikulum internasional bagi mahasiswanya, baik mahasiswa lokal maupun internasional. Maka dari itu pendaftarannya pun berbeda dengan pendaftaran untuk kelas reguler.

Timeline Pendaftaran IUP Kedokteran UGM

IUP Kedokteran UGM

Pendaftaran IUP Kedokteran UGM akan berlangsung dalam 3 intake, dan masing-masing akan menerapkan jadwal pendaftaran yang berbeda-beda. Untuk saat ini pendaftaran yang sudah dibuka adalah untuk Intake 1, dengan timeline sebagai berikut:

  Intake ke-1 (TES OFFLINE) Intake ke-2 (TES ONLINE) Intake ke-3 (TES OFFLINE)
Periode Pendaftaran 14 Januari – 18 Februari 2025 10 April – 14 Mei 2025 17 Juni – 21 Juli 2025
Periode Pembayaran Lihat kode pembayaran
Tes Masuk Tahap 1 * (GMST dan AcEPT) Kamis – Jumat, 27 – 28 Februari 2025 Segera diinformasikan Segera diinformasikan
Tes Masuk Tahap 2** (Wawancara, MMPI, dan SJT) Sabtu, 1 Maret 2025 Segera diinformasikan Segera diinformasikan
Pemberitahuan Hasil Kamis, 6 Maret 2025 Segera diinformasikan Segera diinformasikan

*Hasil fase 1 akan diumumkan di situs web https://fkkmk.ugm.ac.id/iup/

**Hanya untuk mereka yang lulus GMST dan AcEPT

Informasi lebih update bisa cek langsung di laman resmi di sini.

Baca juga: 6 Fakultas Kedokteran di Bandung dengan Kualitas Unggulan, Ada Kampus Negeri dan Swasta

Dokumen Pendaftaran

Peserta harus melampirkan dokumen-dokumen berikut dengan ukuran minimal 200 kb dan maksimal 800 kb untuk diunggah:

Untuk pelamar yang lulus pada tahun 2024 dan 2023 Bagi pelamar yang akan lulus pada tahun 2025
Foto berwarna Foto berwarna
Kartu Identitas (SIM/KTP/Paspor/kartu pelajar) Kartu Identitas (SIM/KTP/Paspor/kartu pelajar)
Sertifikat kelulusan sekolah menengah atas atau sertifikat SAT atau A-Level Sertifikat kelulusan sekolah menengah atas atau sertifikat SAT atau A-Level
Transkrip Nilai Akademik semester I sampai dengan nilai akhir atau  transkrip Nilai Akhir Ujian Nasional (SKHUN) Transkrip Akademik semester pertama sampai dengan kelas terakhir dan surat pendaftaran kelas 12 dari sekolah
Sertifikat Kesehatan Sertifikat Kesehatan
Sertifikat hasil penglihatan warna Sertifikat hasil penglihatan warna
Sertifikat penghargaan Nasional dan/atau Internasional di bidang akademik atau non akademik (kejuaraan olahraga/kejuaraan seni pertunjukan (jika ada) Sertifikat penghargaan Nasional dan/atau Internasional di bidang akademik atau non akademik (kejuaraan olahraga/kejuaraan seni pertunjukan (jika ada)
Surat Pernyataan Keaslian Dokumen dan Surat Penjaminan Keuangan (unduh disini) Surat Pernyataan Keaslian Dokumen dan Surat Penjaminan Keuangan (unduh disini)

Ketentuan Eligibilities

Kandidat Indonesia

  • Lulusan tiga tahun terakhir (2025, 2024, dan 2023)
  • Kualifikasi SMA Indonesia (jurusan Ilmu Eksakta / IPA) atau
  • A-Level qualification

*Mata pelajaran wajib adalah Biologi dan Kimia

Kandidat Luar Negeri

  • Usia maksimal adalah 25 tahun pada tanggal 18 Mei untuk setiap periode penerimaan.
  • Sertifikat penghargaan Nasional dan/atau Internasional di bidang akademik atau non akademik (kejuaraan olahraga/kejuaraan seni pertunjukan (jika ada)
  • Kualifikasi STPM dengan minimal CGPA 3.00 (dalam skala 4.00) / 3B untuk mata pelajaran sains* atau
  • Kualifikasi Pra-Medis dengan minimal CGPA 3.00 (dalam skala 4.00)* atau
  • Program Foundation / A-Level atau kualifikasi yang setara (Pra-Universitas Kanada, Matrikulasi Australia Selatan, Program Matrikulasi Internasional Kanada, Tahun Yayasan Universitas Monash, Studi Yayasan Universitas untuk New South Wales, A-Level, Sertifikat Pendidikan Tinggi Tamilnadu, India) *

*Semua sertifikat dalam bahasa Inggris

Baca juga: 7 Tips Sukses Lulus Kuliah dengan IPK Tinggi di Perguruan Tinggi

Skema Tes

Fase Ujian Bahan Uji
Fase 1 Tes Skolastik Gadjah Mada (GMST) Verbal, Quantitative, Reasoning
  Tes Kecakapan Bahasa Inggris Akademik (AcEPT) Listening, Structure, Reading
Fase 2 Inventarisasi Kepribadian Multifasik Minnesota (MMPI) (Hanya untuk mereka yang lulus GMST dan AcEPT)
Tes Penilaian Situasional (SJT)
Wawancara

Demikianlah informasi pendaftaran IUP Kedokteran UGM yang mungkin bisa menjadi referensi untuk kamu. Seleksi IUP Kedokteran ini tentu lebih ketat dibanding kedokteran regulernya, yuk persiapkan bekal seleksimu dengan bimbel IUP Kedokteran di Indonesia College! Ribuan siswa sudah membuktikannya, cek informasi selengkapnya di sini sekarang.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.