Tidak Bisa Instan, Ini 6 Cara Masuk Jurusan Kedokteran yang Harus Disiapkan

Cara Masuk Jurusan Kedokteran umumnya melalui beberapa jalur seleksi yang disediakan oleh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Yang jelas semuanya menerapkan seleksi yang sangat ketat, dengan kuota yang terbatas. Banyak yang gugur, oleh sebab itu, calon mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan matang agar mampu bersaing dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Cara Masuk Jurusan Kedokteran

cara masuk jurusan kedokteran

Ada banyak cara untuk lolos di jurusan kedokteran, tapi cara ini tidak bisa instan dipersiapkan.

1.    Pilih Jurusan MIPA

Bercita-cita untuk menjadi dokter memang sebaiknya diputuskan sejak jauh-jauh hari, karena persiapannya tidak mudah. Salah satu syarat untuk mendaftar jurusan Kedokteran sendiri adalah lulusan SMA jurusan IPA, dan harus memiliki bekal ilmu science, terutama biologi. Karena dalam pendidikannya, mahasiswa jurusan ini akan mempelajari anatomi dan fisiologi manusia secara mendalam, mulai dari sel, jaringan, organ, hingga sistem organ.

Selain itu mahasiswa kedokteran mempelajari ilmu dasar seperti biologi, kimia, dan fisika, serta patologi, farmakologi, mikrobiologi, dan biokimia untuk memahami penyakit dan pengobatannya. Mereka juga dilatih keterampilan klinis dan komunikasi dengan pasien, semua membutuhkan dasar sains yang kuat dari SMA.

2.    Punya Nilai Tinggi dan Stabil

Nilai rapor yang stabil dan tinggi, terutama pada mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Fisika, menjadi modal utama untuk masuk jurusan Kedokteran. Bukan hanya karena berpengaruh pada jalur tanpa tes, tetapi juga karena materi seleksi banyak berkaitan dengan ketiga pelajaran tersebut.

Menjaga nilai tetap konsisten menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan akademik yang baik dan mampu memahami materi secara berkelanjutan, bukan hanya saat menjelang ujian. Selain itu, dasar yang kuat di pelajaran sains akan sangat membantu ketika menghadapi soal seleksi yang menuntut pemahaman konsep, analisis, dan logika.

Baca juga: Biar Tidak Salah Pilih! Pahami 3 Perbedaan PTN dan PTKIN Ini

3.    Persiapkan Fisik

Hampir semua kampus yang membuka jurusan kedokteran, seleksinya akan sangat ketat, baik PTN maupun PTS. Calon mahasiswa wajib memenuhi persyaratan yang ditentukan, salah satunya syarat fisik yaitu tidak boleh buta warna. Ini penting karena kemampuan mengenali warna sangat dibutuhkan dalam praktik medis, misalnya saat membaca hasil laboratorium, memeriksa kondisi kulit, atau mengenali tanda-tanda vital yang membutuhkan pengecekan warna.

4.    Punya Kemampuan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris jadi salah satu syarat penting walaupun untuk kuliah kedokteran reguler. Hal ini karena banyak referensi yang digunakan seperti materi, buku teks, dan jurnal ilmiah yang menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, perkembangan ilmu kedokteran sangat cepat dan sebagian besar informasi terbaru dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, mahasiswa akan lebih mudah memahami materi perkuliahan, mengikuti perkembangan penelitian medis, serta mengakses sumber belajar dari berbagai negara.

5.    Mengerjakan banyak latihan soal

Tidak Cuma bekal rapor saja, kamu juga harus bisa mengerjakan tes tertulis dan lolos dengan nilai yang tinggi baik di jalur mandiri maupun di UTBK. Jadi kamu bisa sering-sering latihan soal, khususnya di mata pelajaran Biologi, Kimia dan Fisika. Latihan soal rutin bisa membantu memahami pola soal, melatih kecepatan dan ketepatan dalam menjawab, karena tes masuk kedokteran biasanya memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Baca juga: Resmi Dibuka! Ini Informasi Lengkap Pendaftaran IUP IPB 2026

6.    Fleksibel Pilih Kampus dan Jalur Masuk

Seleksi masuk kedokteran memang tidak mudah, tapi peluang akan tetap terbuka jika kamu bersikap fleksibel dalam memilih kampus dan jalur masuk. Jangan terpaku pada satu universitas saja, karena persaingan di jurusan Kedokteran sangat ketat dengan kuota terbatas.

Dengan mempertimbangkan beberapa pilihan kampus, baik negeri maupun swasta, kamu bisa memperbesar kesempatan lolos. Selain itu, pahami juga berbagai jalur seleksi yang tersedia dan sesuaikan dengan kemampuan serta strategi belajarmu. Sikap realistis dan terbuka akan membantu kamu menyusun rencana cadangan tanpa kehilangan fokus pada tujuan utama.

Jadi kalau kamu ingin menjadi mahasiswa kedokteran dan mewujudkan cita-cita, kamu bisa mulai menerapkan 6 cara masuk jurusan kedokteran tadi. Jangan pesimis, karena ada banyak jalan!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Perbedaan PTN dan PTKIN

Biar Tidak Salah Pilih! Pahami 3 Perbedaan PTN dan PTKIN Ini

Perbedaan PTN dan PTKIN – PTN dan PTKIN sering dibandingkan karena keduanya sama-sama kampus negeri yang diakui pemerintah. Meski memiliki fokus dan karakter yang berbeda, keduanya menyediakan pendidikan berkualitas dengan berbagai program studi, mempersiapkan mahasiswa untuk karier dan pengembangan akademik.

Persamaan keduanya banyak, seperti:

  • Keduanya merupakan kampus negeri
  • Pakai sistem UKT
  • Jalur penerimaannya melalui jalur nasional dan mandiri
  • Keduanya diawasi pemerintah
  • Lulusannya mendapatkan gelar resmi S1 s/d S3.

Tapi ada juga beberapa perbedaan yang belum dipahami banyak orang.

Apa Perbedaan PTN dan PTKIN?

Perbedaan PTN dan PTKIN

Banyak orang yang mungkin masih asing dengan PTKIN, yang merupakan kependekan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Kampus jenis ini berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), namun dari sisi akademik umum, PTKIN tetap mengacu pada standar pendidikan tinggi nasional yang diatur oleh pemerintah. Ada 3 kategori perguruan tinggi yang disusun Kemenag, yaitu:

  • UIN atau Universitas Islam Negeri
  • IAIN atau Institut Agama Islam Negeri
  • STAIN atau Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri

Lalu apa saja perbedaan PTN dan PTKIN?

1.    Jalur Masuk

Jalur masuk keduanya sebenarnya sama-sama diawali dengan jalur nasional atau pemerintah, lalu nantinya ada jalur mandiri. Tapi nama penggunaannya berbeda. Kalau di PTN jalur masuknya ada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), baru nanti dilanjut dengan jalur mandiri. Mungkin jalur ini sudah biasa didengar banyak orang.

Sementara untuk PTKIN, jalur seleksinya cenderung masih terdengar asing. Pilihannya antara lain:

Baca juga: Resmi Dibuka! Ini Informasi Lengkap Pendaftaran IUP IPB 2026

SPAN-PTKIN

SPAN-PTKIN merupakan jalur seleksi nasional berbasis prestasi akademik untuk masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Seleksi ini diselenggarakan oleh panitia khusus di bawah koordinasi Kementerian Agama. Mekanismenya mirip dengan SNBP, karena proses penilaian tidak menggunakan ujian tulis, melainkan berdasarkan nilai rapor dan rekam prestasi akademik siswa selama di sekolah.

Peserta SPAN-PTKIN adalah siswa yang didaftarkan langsung oleh sekolah atau madrasah asal. Oleh karena itu, calon pendaftar perlu memastikan bahwa sekolahnya telah terdaftar dan memiliki izin resmi dari pemerintah. Seluruh data siswa akan diverifikasi melalui Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS).

UM-PTKIN

UM PTKIN atau Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan PTKIN lainnya di seluruh Indonesia, dan berbasis tes tulis menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) dengan materi tes seperti penalaran akademik, matematika, literasi membaca, dan literasi keislaman.

Baca juga: 4 List PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA di SNBP 2026

2.    Perbedaan Kurikulum atau Materi Kuliah

Sebagai kampus umum, di PTN, kurikulum fokus pada mata kuliah jurusan, praktik, dan tugas akhir seperti skripsi untuk membekali mahasiswa secara akademik. Sementara di PTKIN, selain materi umum, mahasiswa juga belajar ilmu agama dan praktik ibadah, sehingga kurikulumnya menggabungkan pendidikan akademik dan keislaman.

3.    Perbedaan Syarat Kelulusan

Mahasiswa PTN biasanya ujian kelulusannya akan menyesuaikan program studi yang dipilih, mulai dari ujian praktik, ujian bahasa Inggris TOEFL sampai skripsi. Sedangkan mahasiswa PTKIN selain mengikuti ketentuan akademik yang serupa, juga diwajibkan menjalani ujian tambahan di bidang keagamaan. Seperti praktik sholat, setor hafalan juz 30, ujian bahasa Arab TOAFL dan bahasa Inggris TOEFL, ujian praktik dan skripsi.

Jadi pada intinya PTN merupakan kampus negeri umum, dan PTKIN adalah kampus negeri namun ada campuran nuansa Islamnya. Kedua perguruan tinggi ini sama-sama jadi pilihan yang recommended, tinggal bagaimana kamu menyesuaikan mana yang paling cocok.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

IUP IPB 2026

Resmi Dibuka! Ini Informasi Lengkap Pendaftaran IUP IPB 2026

IUP IPB 2026 – Seleksi penerimaan mahasiswa baru kelas internasional IUP IPB 2026 sudah resmi dibuka. Jadwal dan informasi pendaftaran sudah rilis untuk 2 jalur penerimaan sekaligus untuk program Kelas Internasional IPB, yaitu jalur Rapor & Kemampuan Bahasa Inggris, serta jalur Seleksi Mandiri IPB Internasional. Program ini bisa jadi kesempatan bagi kalian yang ingin menempuh pendidikan berstandar internasional dengan lingkungan akademik global.

Jalur WNI Internasional – Rapor & Kemampuan Bahasa Inggris

IUP IPB 2026

Pertama yang dibuka adalah jalur WNI menggunakan rapor dan kemampuan bahasa Inggris. Jalur ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengikuti seleksi tanpa tes akademik tambahan, dengan penilaian yang berfokus pada rekam jejak akademik selama sekolah dan hasil tes bahasa Inggris yang diakui.

1.    Persyaratan

Peserta kelas Internasional IPB tahun 2026 harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Lulusan SMA/MA/SMK baik dalam negeri maupun luar negeri tahun 2026 (lulusan luar negeri harus menyetarakan NISN dan nilai rapor).
  • Memiliki sertifikat kemampuan bahasa inggris dari lembaga resmi.
    TOEFL iBT (min. score 53)/TOEFL ITP (min. score 477)/IELTS (min. score 5.5), DUOLINGO (min. score 80), muet (min. score 3.5 atau 164-210)
  • Sehat jasmani dan rohani.

2.    Dokumen Persyaratan Pendaftaran

  • Pas foto terbaru dengan latar belakang merah/putih.
  • Sertifikat kemampuan bahasa inggris.
  • Form komitment pembayaran biaya pendidikan (klik disini)

Baca juga: 4 List PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA di SNBP 2026

3.    Tanggal Penting

  • Pendaftaran : 02 Februari – 02 April 2026
  • Memilih Jalur Masuk: 02 Februari 2026 pukul 16.00 WIB – 02 April 2026 pukul 14.00 WIB
  • Pembayaran Biaya Pendaftaran: 02 Februari 2026 pukul 16.00 WIB – 02 April 2026 pukul 18.00 WIB
  • Pengisian Biodata: 02 Februari 2026 pukul 16.00 WIB – 02 April 2026 pukul 23.59 WIB
  • Pengumuman : 20 April 2026
  • Registrasi Online : 20 – 27 April 2026 pukul 23.59 WIB
  • Unduh Tagihan Biaya Pendidikan : 20 April 2026
  • Periode Pembayaran Biaya Pendidikan : 20 – 27 April 2026 pukul 21.00 WIB

SM-IPB Internasional

Jalur seleksi kedua ada Seleksi Mandiri IPB yang akan berlangsung setelah SNPMB selesai. Jalur ini menggunakan ujian seleksi sebagai dasar penilaian, sehingga memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan akademiknya secara langsung melalui tes yang diselenggarakan oleh IPB.

1.    Persyaratan

  • Lulusan SMA/MA/SMK Tahun 2024, 2025, atau 2026.
  • Peserta untuk jalur ujian onlineberasal dari SMA/MA/SMK
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Pendaftaran dilakukan melalui laman admisi.ipb.ac.id
  • Peserta SM-IPB harus memilih 1 (satu) atau 2 (dua) program studi yang ditawarkan.
  • Peserta diperkenankan memilih pilihan ketiga yaitu pilihan IPB di mana jika peserta tidak diterima di pilihan 1 dan pilihan 2 maka bersedia dipilihkan oleh IPB selama nilainya memenuhi persyaratan.
  • WNI yang merupakan lulusan sekolah luar negeri dapat mengikuti jalur SM-IPB Ujian Online(untuk kelas reguler) atau SM-IPB Internasional (untuk kelas internasional), namun harus menyetarakan NISN dan nilai ke Kemendikbudristek
  • Mengunggah sertifikat: TOEFL iBT (min. score 53)/TOEFL ITP (min. score 477)/IELTS (min. score 5.5), DUOLINGO (min. score 80), muet (min. 3.5 atau 164-210). Jika tidak memiliki sertifikat kemampuan bahasa inggris wajib mengikuti tes  bahasa Inggris .
  • Membayar biaya pendaftaran sebesar  1.000.000,-
  • Uang pendaftaran yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali.
  • Calon mahasiswa baru dianggap resmi sebagai mahasiswa baru jika sudah melakukan registrasi onlinedan melakukan pembayaran biaya UKT

Baca juga: Apa Bedanya Vokasi dan Sarjana? Yuk Pahami Biar Tidak Salah Pilih!

2.    Tanggal Penting

Agenda Jadwal
Ambil Nomor Pendaftaran 12 Mei – 1 Juli 2026 pukul 23.59 WIB
Bayar Biaya Pendaftaran 12 Mei – 2 Juli 2026 pukul 16.00 WIB
Melengkapi Formulir Biodata 12 Mei – 3 Juli 2026 pukul 14.00 WIB
Pra – Ujian 4 Juli 2026
Ujian 5 Juli 2026
Pengumuman 14 Juli 2026
Registrasi Online 14-17 Juli 2026
Pembayaran Biaya Pendidikan 14-17     Juli 2026

3.    Materi Ujian

Dalam pelaksanaannya, materi ujian SM-IPB meliputi Tes Kemampuan Skolastik bersifat HOTS, untuk mengukur kemampuan berpikir kognitif tingkat tinggi seperti: pemecahan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif dan kemampuan pengambilan keputusan di bidang matematika, fisika, kimia, biologi dan informatika.

Jumlah soal sebanyak 25 soal dengan durasi 60 menit.

Sistem penilaian :

  • Pilihan ganda: benar 100%, salah -25%, kosong 0%;
  • Soal isian singkat: benar 100%, salah atau kosong 0%.
  • Jenis soal menjodohkan: benar seluruh penjodohannya 100%, benar penjodohan bernilai 25%, salah atau kosong 0%.

Untuk SM-IPB Internasional, seluruh tes dilaksanakan dalam bahasa Inggris.
Untuk peserta jurusan Kedokteran Hewan, ada tes tambahan seputar Kedokteran Hewan dengan jumlah 25 soal dan durasi 30 menit.

Informasi detail dan update seputar IUP IPB 2026 bisa cek di website resmi https://admisi.ipb.ac.id/. Pastikan untuk mengecek kembali ketentuannya agar proses pendaftaran berjalan lancar dan kamu tidak melewatkan setiap tahapan penting seleksi.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA

4 List PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA di SNBP 2026

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA – Pendaftaran SNBP 2026 sudah di depan mata, tapi banyak kelas 12 yang merasa cemas karena adanya persyaratan baru yang diterapkan di SNBP 2026. Seleksi berdasarkan prestasi ini tidak lagi hanya menggunakan nilai rapor selama sekolah saja, melainkan sudah menambah persyaratan menggunakan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sudah berlangsung di akhir 2025 kemarin.

List PTN yang Tidak Pakai Nilai TKA di SNBP 2026

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA

Rata-rata nilai TKA siswa SMA/sederajat di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi ini membuat banyak siswa merasa gelisah, terutama setelah adanya kebijakan baru SNPMB 2026 yang menjadikan nilai TKA sebagai syarat tambahan, khususnya pada jalur SNBP 2026.

Meski demikian, masih terdapat beberapa Perguruan Tinggi Negeri yang belum, bahkan memutuskan untuk tidak menggunakan nilai TKA dalam proses seleksi SNBP 2026. Kabar ini tentu menjadi angin segar karena membuka peluang yang lebih luas bagi siswa untuk tetap lolos ke PTN impian tanpa terbebani oleh nilai TKA.

Baca juga: Apa Bedanya Vokasi dan Sarjana? Yuk Pahami Biar Tidak Salah Pilih!

1.    Institut Teknologi Bandung (ITB)   

Berdasarkan laman resmi admission.itb.ac.id/info/snbp/, ITB tidak menggunakan nilai TKA di persyaratan seleksi SNBP. Persyaratan yang tertera antara lain:

  • Nilai rapor
  • Prestasi akademik dan non akademik siswa, maksimal tiga terbaik yang dimiliki
  • Portofolio seni rupa, desain, dan kriya khusus pendaftar FSRD.

2.    Universitas Airlangga (UNAIR)

UNAIR juga belum menerapkan persyaratan bahwa calon mahasiswanya harus memiliki nilai TKA 2025. Persyaratan yang diterapkan untuk jalur SNBP antara lain:

  • Merupakan siswa SMA/SMK/MA kelas terakhir pada tahun 2025 yang memiliki prestasi unggul.
  • Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS.
  • Memiliki nilai rapor yang telah diisikan di PDSS sesuai dengan ketentuan.
  • Memiliki prestasi akademik.
  • Memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN Akademik dan PTN Vokasi.

3.    Universitas Brawijaya (UB)

Di laman resmi admisi UB di selma.ub.ac.id/jalur-masuk-nasional-prestasi, jalur SNBP 2026 di Universitas Brawijaya nantinya hanya menggunakan 3 komponen:

  • Nilai rapor seluruh mata pelajaran
  • Nilai rapor paling banyak 2 mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, portofolio, dan/atau prestasi
  • Komposisi persentase komponen pertama dan komponen kedua ditetapkan oleh masing-masing PTN, yaitu 50% nilai rapor seluruh mata pelajaran + (40% mata pelajaran pendukung + 10% skor prestasi)

Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

4.    Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)

Selanjutnya ada kampus Bela Negara, terutama UPN Veteran Jakarta. Rektor UPNVJ yakni Anter Venus menjelaskan, ”Sementara TKA belum digunakan, jadi UPNVJ belum manfaatkan juga. Kita masih pakai yang lama, yaitu literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, dan penalaran umum atau Matematika. TKA alat asesmen baru, (jadi) belum diterapkan,” Jumat (02/01/2025).

Nah 4 PTN yang tidak menggunakan nilai TKA tersebut masih bisa menjadi opsi kalau kamu memiliki nilai TKA yang kurang memuaskan. Tapi sebaiknya kamu bisa rutin cek laman resmi kampus tujuanmu, barangkali nantinya kamu perlu menyesuaikan persyaratan lagi sebelum mendaftar.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Apa Bedanya Vokasi dan Sarjana? Yuk Pahami Biar Tidak Salah Pilih!

Bedanya Vokasi dan Sarjana – Sebelum melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, perlu dimengerti bahwa jenjang perkuliahan tidak cuma Sarjana saja. Ada jenjang Vokasi juga yang agak berbeda sistem perkuliahannya. Maka dari itu kamu perlu mengetahui perbedaannya supaya bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan tujuan kamu melanjutkan kuliah.

Bedanya Vokasi dan Sarjana

Bedanya Vokasi dan Sarjana

Memilih jalur pendidikan setelah lulus sekolah merupakan keputusan penting. Dua jalur yang umum dipilih di perguruan tinggi adalah Pendidikan Vokasi dan Program Sarjana (S1). Keduanya memiliki tujuan, metode pembelajaran, dan prospek yang berbeda.

1.    Pendidikan Vokasi

Pendidikan Vokasi merupakan jalur pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguasaan keterampilan terapan dan kesiapan kerja mahasiswanya. Pembelajaran pada pendidikan vokasi lebih menekankan praktik dibandingkan teori, dengan rata-rata perbandingannya 60 : 40, sehingga mahasiswa dibekali kemampuan teknis yang langsung dapat diterapkan di dunia industri atau dunia kerja.

Ciri utama pendidikan vokasi:

  • Fokus pada praktik dan keterampilan kerja
  • Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri
  • Lulusan siap bekerja secara profesional di bidang tertentu
  • Porsi praktik umumnya lebih besar dibandingkan teori
  • Gelar kelulusan D1 – Ahli Pratama (A.P.), D2 – Ahli Muda (A.Ma.), D3 – Ahli Madya (A.Md.), dan D4 – Sarjana Terapan (S.Tr.) atau Sarjana Sains Terapan (S.ST.)

Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Pendidikan Vokasi mencakup beberapa jenjang, yaitu:

  • Diploma I (D1)
  • Diploma II (D2)
  • Diploma III (D3)
  • Diploma IV (D4) – setara dengan Sarjana Terapan

Lulusan vokasi dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja dengan keahlian spesifik, didukung oleh kolaborasi kampus dengan perusahaan atau industri sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata sejak masa studi.

2.    Program Sarjana (S1)

Program Sarjana adalah pendidikan akademik strata satu yang berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, teori, dan pengembangan kemampuan berpikir ilmiah. Mahasiswa sarjana dilatih untuk menganalisis, meneliti, dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi sesuai bidang yang dipelajari. Perbandingannya adalah 60% teori dan 40% praktik, berbanding terbalik dengan pendidikan Vokasi.

Ciri utama program sarjana:

  • Fokus pada pendalaman teori dan konsep ilmiah
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis
  • Cocok bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi (S2 dan S3)
  • Memiliki porsi teori lebih besar, meskipun tetap disertai praktik
  • Gelar kelulusannya diawali dengan gelar Sarjana (S. ) dan dilanjutkan gelar studi, contoh Sarjana Ekonomi (S.E), Sarjana Hukum (S.H).

Baca juga: Dokter Residen Adalah Profesi yang Belum Banyak Dikenal, Apa Perannya?

Seorang sarjana umumnya menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 4 tahun, namun banyak juga yang lulus lebih cepat, sekitar 3,5 tahun, tergantung jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang ditempuh.

Peluang Studi Lanjut

Lulusan vokasi dan sarjana sebenarnya memiliki peluang studi lanjut yang sama. Program Diploma 4 (D4) setara dengan Sarjana (S1), sehingga lulusannya dapat langsung melanjutkan ke jenjang S2 atau Magister. Pada jalur vokasi, tersedia program Magister Terapan (M.Tr) selain Magister akademik.

Perbedaannya, apabila pendidikan terakhir kamu adalah Diploma 3 (D3), kamu perlu melanjutkan ke jenjang S1 terlebih dahulu. Namun, hal ini tidak dilakukan dengan mengulang pendidikan dari awal, melainkan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau program ekstensi.

Melalui jalur tersebut, mata kuliah yang telah ditempuh saat D3 akan dikonversi, sehingga kamu hanya perlu mengambil mata kuliah yang belum diperoleh untuk memenuhi capaian pembelajaran S1. Setelah menyelesaikan S1, kamu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau program Magister.

Nah, sangat penting untuk memahami jenjang-jenjang perkuliahan, bedanya vokasi dan sarjana, termasuk jenjang-jenjang setelahnya. Untuk kamu yang lulusan SMA/sederajat, jenjang mana yang akan kamu pilih nantinya?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

universitas dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia

10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia – Jurusan kedokteran selalu ramai peminat setiap tahunnya, padahal seperti yang kita tahu, pendidikan kedokteran memakan waktu yang lebih lama dibandingkan jurusan lainnya. Lalu kenapa banyak yang tetap memilih jurusan ini?

  • Peluang kerjanya luas dan stabil
  • Panggilan jiwa untuk mengabdi di bidang kesehatan
  • Potensi penghasilan yang baik dalam jangka panjang
  • Tantangan intelektual dan pembelajaran seumur hidup

10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia

universitas dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia

Sudah banyak sekali kampus yang membuka jurusan kedokteran ini, mulai dari PTN sampai PTS di seluruh wilayah Indonesia. Tapi kira-kira universitas mana yang memiliki kualitas pendidikan kedokteran terbaik di Indonesia? Berikut menurut versi EduRank 2025:

1.    Universitas Indonesia

  • Peringkat 83 di Asia
  • Peringkat 421 di Dunia

Pendidikan di UI tentu sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, tidak heran jurusan kedokteran UI jadi peringkat teratas sebagai jurusan Kedokteran terbaik di Indonesia. Selain menyediakan pendidikan kelas reguler, UI juga sudah membuka kelas khusus internasional untuk jurusan Kedokteran dengan perkuliahan full bahasa Inggris, mahasiswanya pun bisa mendapatkan kurikulum internasional dan berkesempatan untuk berkuliah di kampus mitra UI di luar negeri.

Baca juga: Dokter Residen Adalah Profesi yang Belum Banyak Dikenal, Apa Perannya?

2.    Universitas Airlangga

  • Peringkat 173 di Asia
  • Peringkat 655 di Dunia

FK UNAIR dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan kedokteran unggulan, yang sudah ada sejak 1913. Ini menjadikan FK UNAIR jadi yang tertua ke-2 di Indonesia, dan saat ini sudah memiliki 2 prodi S1, 6 prodi S2, 1 prodi S3, 2 prodi profesi, 25 prodi spesialis, dan 7 prodi sub spesialis.

3.    Universitas Gadjah Mada

  • Peringkat 205 di Asia
  • Peringkat 728 di Dunia

Salah satu kampus top Indonesia yang juga jadi salah satu PTN tertua ini juga memiliki jurusan kedokteran yang unggul kualitasnya. Masuk dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, S1 Pendidikan Dokter UGM sudah terakreditasi Unggul.

4.    Universitas Padjadjaran

  • Peringkat 232 di Asia
  • Peringkat 800 di Dunia

Universitas Padjadjaran menjadi salah satu PTN unggulan di Jawa Barat, jurusan Kedokterannya pun memiliki kualitas unggul yang terbukti dengan predikat Unggul dari keputusan BAN-PT No. 002/LAM-PTKes/BA Akr/I/2023. FK UNPAD unggul di bidang riset epidemiologi dan juga kesehatan masyarakat. Mereka juga sudah memiliki rumah sakit pendidikan sendiri dan menerapkan kurikulum berbasis teknologi.

5.    Universitas Udayana

  • Peringkat 256 di Asia
  • Peringkat 866 di Dunia

UNUD menjadi universitas pertama di pulau Dewata dan unggul di bidang travel medicine. FK UNUD terus memperkuat kualitas akademik dengan berkolaborasi melalui penilitas internasional dan penyediaan fasilitas medis yang lengkap.

Baca juga: 10 Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2025

6.    Universitas Diponegoro

  • Peringkat 266 di Asia
  • Peringkat 894 di Dunia

Salah satu PTN favorit di Jawa Tengah ini masuk di peringkat ke-6 jurusan Kedokteran terbaik di Indonesia. UNDIP berfokus melakukan riset medis dan sudah memiliki rumah sakit pendidikan utama di Jawa Tengah dan menjadi pusat rujukan yaitu Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) yang berada di Semarang.

7.    Universitas Brawijaya

  • Peringkat 338 di Asia
  • Peringkat 1086 di Dunia

Jurusan kedokteran UB sudah terakreditasi Unggul berdasarkan SK LAM-PTKes No. 0074/LAM-PTKes/Akr/Sar/II/2024 yang berlaku sampai dengan 2029. Fasilitas yang disediakan untuk pendidikannya pun sudah sangat lengkap, mulai dari Lab. Faal, CBT Center, Lab. Parasitologi, Lab. Biokimia, dan lainnya sampai dengan OSCE Center.

8.    Universitas Hasanuddin

  • Peringkat 343 di Asia
  • Peringkat 1093 di Dunia

Di peringkat ke-8 ada UNHAS yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Kedokterannya sudah dibuka sejak 1956, dan menjadi yang tertua di bagian timur Indonesia. FK UNHAS sudah bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) tipe A sebagai rumah sakit pendidikan, yaitu RS UNHAS dan RSUP Wahidin Sudirohusodo.

9.    Universitas Andalas

  • Peringkat 345 di Asia
  • Peringkat 1095 di Dunia

Di wilayah Sumatera ada UNAND yang jadi PTN pertama di sana. Kedokteran UNAND unggul dalam penelitian kesehatan tropis dan pelayanan kesehatan masyarakat di Sumatera Barat.

10. Universitas Sebelas Maret

  • Peringkat 357 di Asia
  • Peringkat 1133 di Dunia

Di peringkat ke-10 ada UNS yang berada di Solo, Jawa Tengah. FK UNS berupaya menyajikan pembelajaran dengan reputasi global, sehingga lulusannya bisa menjadi kebanggan dan tetap berfokus pada masyarakat.

Jadi itu dia 10 universitas dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025. Kampus mana yang akan kamu perjuangkan nantinya?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

dokter residen adalah

Dokter Residen Adalah Profesi yang Belum Banyak Dikenal, Apa Perannya?

Dokter Residen Adalah salah satu profesi dokter yang masih belum banyak diketahui orang awam. Orang lebih akrab mengenal dokter umum atau spesialis, padahal dokter residen ini juga banyak dijumpai di rumah sakit, terlibat dalam berbagai pelayanan medis, dan menjadi bagian penting dari proses perawatan pasien meski perannya sering tidak disadari oleh masyarakat.

Dokter Residen Adalah?

dokter residen adalah

Dokter residen adalah profesi dokter umum yang sedang menjalani tahapan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Jadi mereka sebenarnya bukan lagi calon dokter, melainkan sudah merupakan dokter (umum), dan sedang menyelesaikan pendidikan dan pelatihan lanjutan untuk menjadi seorang dokter spesialis. Di tahun pertama PPDS, mereka akan disebut intern, lalu selanjutnya akan disebut residen.

Residen bertugas memberikan perawatan langsung kepada pasien, tetapi tetap berada di bawah supervisi dokter spesialis atau residen senior. Mereka ditempatkan di berbagai unit fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengalaman klinis yang luas.

Baca juga: 10 Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2025

Contoh tempat dokter residen bekerja:

  • Unit Gawat Darurat (UGD)
  • ICU atau unit perawatan intensif
  • Ruang operasi
  • Bangsal pasien rawat inap
  • Poliklinik rawat jalan
  • Departemen khusus sesuai bidang spesialisasi

Jadi walaupun berstatus sebagai peserta didik, dokter residen tetap merupakan tenaga medis profesional. Mereka bukan mahasiswa kedokteran seperti koas. Dokter residen menjalankan fungsi ganda, yaitu belajar sekaligus memberikan perawatan medis (di bawah pengawasan dokter senior/spesialis).

Perbedaan Dokter Koas dan Dokter Residen

Sebelum melihat perbedaannya, penting untuk memahami bahwa koas dan residen sama-sama berada dalam proses pendidikan kedokteran, tetapi berada di tingkatan yang berbeda. Lalu apa yang beda?

1.    Status pendidikan

Koas atau co-assistant adalah mahasiswa tahap profesi kedokteran yang masih berada dalam fase pembelajaran klinis. Mereka belum memiliki gelar dokter dan karena itu belum memiliki kewenangan profesional penuh untuk melakukan tindakan medis secara mandiri. Di sisi lain, dokter residen adalah dokter umum yang telah lulus pendidikan profesi dokter dan telah memiliki gelar “dr.”. Mereka sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk mendapatkan kompetensi lanjutan di bidang tertentu. Dengan kata lain, koas adalah calon dokter, sedangkan residen adalah dokter yang sedang belajar menjadi spesialis.

Baca juga: 11 Istilah Kedokteran dan Artinya yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa Kedokteran

2.    Pembimbing

Dalam pendidikan praktiknya, dokter muda atau koas dibimbing oleh dokter spesialis dengan bantuan residen. Dan residen akan dibimbing langsung oleh dokter spesialis atau konsulen.

3.    Tanggung jawab

Koas hanya boleh melakukan tindakan sesuai instruksi dan tidak menanggung tanggung jawab hukum. Sedangkan residen dapat melakukan pemeriksaan, diagnosis, tindakan klinis, dan memiliki tanggung jawab profesional.

Tugas-Tugas Dokter Residen

Sebelum melihat daftar tugasnya, perlu diketahui bahwa beban kerja residen cukup besar karena mereka terlibat langsung dalam pelayanan medis sekaligus menjalani pembelajaran klinis. Jadi mereka akan memiliki tugas sebagai dokter sekaligus sebagai peserta didik:

1.    Tugas Klinis:

  • Memeriksa kondisi pasien
  • Memesan dan menilai hasil tes laboratorium atau radiologi
  • Melakukan tindakan atau prosedur medis
  • Mencatat riwayat dan perkembangan pasien
  • Menentukan atau menyesuaikan rencana pengobatan

2.    Tugas Pendidikan:

  • Mengikuti konferensi, seminar, dan diskusi ilmiah
  • Belajar dari supervisi dokter spesialis
  • Berputar (rotasi) ke berbagai bagian rumah sakit untuk memperdalam pengalaman

Durasi pendidikan residensi berbeda tergantung spesialisasi, namun secara umum berlangsung 3–7 tahun.

Jadi dokter residen adalah seorang dokter umum yang sedang menjalankan pendidikan untuk bisa menjadi seorang dokter spesialis. Mereka sudah memiliki kemampuan untuk menangani pasien, jadi jangan khawatir jika kamu diperiksa oleh dokter residen, ya.

Politeknik Kesehatan terbaik di Indonesia

10 Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2025

Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia – Berniat untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan? Politeknik Kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sering menjadi incaran. Ada berbagai pilihan jurusan di bidang kesehatan yang tersedia, dengan pembelajaran yang menggunakan kolaborasi teoritis dan praktikum.

Nah, Webometrics merilis 10 peringkat Poltekkes Kemenkes terbaik se-Indonesia edisi Juli 2025. Lembaga pemeringkatan ini menilai melalui 3 aspek penting, yaitu: seberapa populer secara digital (50%), seberapa unggul dalam kualitas akademik (40%), dan seberapa terbuka dalam memberikan akses informasi kepada publik (10%).

10 Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia

Politeknik Kesehatan terbaik di Indonesia

Berbagai Politeknik Kesehatan Kemenkes sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Semuanya mengusahakan untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik agar mencetak SDM di bidang kesehatan yang unggulan. Berikut adalah 10 Poltekkes Kemenkes terbaik di Indonesia:

1.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Semarang

Poltekkes Kemenkes Semarang meraih peringkat pertama dengan predikat terbaik se-Indonesia dengan ranking global 7.179.  Kampus kesehatan ini tidak hanya memiliki kampus di kota Semarang saja, karena sudah ada beberapa kampus cabang yang tersebar di berbagai kota di Jawa Tengah, di antaranya: 2 kampus di Semarang, Kendal, Blora, Magelang, Pekalongan, Tegal dan 2 kampus di Purwokerto.

Total sudah ada 8 jurusan dan 34 program studi, serta 1 program pascasarjana. Poltekkes Kemenkes Semarang juga sudah 100% terakreditasi Unggul berdasarkan SK BAN-PT No. 2668/SK/BAN-PT/Ak/PT/IX/2025.

Baca juga: 11 Istilah Kedokteran dan Artinya yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa Kedokteran

2.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Kampus ini mendapatkan peringkat global 8.353 dan sudah terakreditasi B berdasarkan SK BAN-PT No. 215/SK/BAN-PT/Ak.Ppk/PT/III/2023 yang berlaku sampai 4 April 2028. Tersedia 9 program studi berbeda di jenjang Diploma III dan Diploma IV atau Sarjana Terapan, dan akreditasinya pun sudah Baik Sekali bahkan banyak yang sudah berpredikat Unggul.

3.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Tanjung Karang

Di peringkat ke-3 ada Poltekkes yang berada di Lampung, dengan peringkat global 8.873. Tersedia 8 jurusan, di antaranya: Teknik Gigi, Kesehatan Gigi, Gizi, Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Keperawatan, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis. Kampusnya sendiri sudah terakreditasi Baik Sekali berdasarkan SK BAN-PT No. 595/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/IX/2023 yang berlaku sampai 8 November 2027.

4.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Aceh

Prodi ini  mendapatkan ranking global 11.007, dan membuka 7 jurusan di antaranya: Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Gigi, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, dan Teknologi Laboratorium Medis serta memiliki 21 program studi. Poltekkes Kemenkes Aceh juga sudah terakreditasi Baik Sekali berdasarkan SK BAN-PT No. 74/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/II/2025.

5.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Medan

Poltekkes Kemenkes Medan meraih peringkat ke-5 Politeknik Kemenkes terbaik di Indonesia, dan mendapat peringkat 11.071 global. Terakreditasi dengan peringkat B berdasarkan SK BAN-PT No. 965/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/XI/2023.

Poltekkes Kemenkes Medan Kota membuka 6 jurusan, dan masing-masing memiliki program studi turunan. Jurusan yang dibuka di antaranya: Teknologi Laboratorium Medis, Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan Gigi, Kesehatan Lingkungan.

6.    Politeknik Negeri Kesehatan Jakarta II

Di peringkat selanjutnya ada Politeknik kesehatan di Jakarta, yang mendapat peringkat global 11.187 dan sudah terakreditasi Baik Sekali berdasarkan SK BAN-PT No. 260/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/IV/2023 yang berlaku sampai dengan tahun 2027. Pilihan program studinya beragam, mulai dari jenjang D3 sampai D4 dengan akreditasi mulai Baik, Sangat Baik, sampai Unggul.

Baca juga: Prospek Kerjanya Menjanjikan dan Semakin Diminati, Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa?

7.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Palu

Kampus kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan RI ini mendapatkan peringkat 11.282 secara global. Terakreditasi B dengan SK BAN-PT No. 967/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/XI/2023 dan berlaku sampai tahun 2028.

Lalu dalam pendidikannya, Poltekkes Kemenkes Palu membuka 4 jurusan, yaitu jurusan Gizi, Kebidanan, Keperawatan dan juga Kesehatan Lingkungan.

8.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Jambi

Di peringkat ke-8 Indonesia ada Poltekkes Kemenkes Jambi yang berdasarkan SK BAN-PT sudah terakreditasi Baik atau ‘B’ dengan No. 494/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/IV/2024 dan SK ini berlaku sampai dengan tahun 2029. Untuk jurusan yang dibuka ada 7 pilihan, dan masing-masing memiliki turunan program studi yang bisa dicek di https://poltekkesjambi.ac.id/.

9.    Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Pontianak

Poltekkes Kemenkes Pontianak berada di Kalimantan Barat, tepatnya di kota Pontianak. Kampus kesehatan ini mendapat peringkat global 11.416 dan ke-9 terbaik di Indonesia. Untuk akreditasinya sudah berpredikat Baik berdasarkan SK BAN-PT No. 1125/SK/BAN-PT/PEPA-Ppj/PT/V/2024.

10. Politeknik Negeri Kesehatan Kemenkes Yogyakarta

Di peringkat ke-10 ada Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang sudah berakreditasi Baik Sekali dengan berdasarkan SK BAN-PT No. 320/SK/BAN-PT/Akred/PT/VII/2022. Kampus ini membuka 6 jurusan dan 17 program studi, dengan jenjang Diploma, Sarjana Terapan dan profesi.

Jadi itu dia list Politeknik Kesehatan terbaik di Indonesia berdasarkan versi Webometrics 2025. Kalau kamu berminat untuk lanjut di kampus dan prodi apa?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

11 Istilah Kedokteran dan Artinya yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa Kedokteran

Istilah Kedokteran dan Artinya – Melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa kedokteran akan membuat kamu mengenal banyak hal-hal baru di dalam dunia medis. Kamu akan mempelajari anatomi sampai menghafalkan nama obat dan kegunaannya. Selain itu, selama masa pendidikan kamu akan mengenal banyak istilah baru yang hanya ada di dunia kesehatan terutama di dunia kedokteran. Jadi sebelum memulai semuanya, kamu bisa mengetahui dulu istilah-istilahnya.

Daftar Istilah Kedokteran dan Artinya

istilah kedokteran dan artinya

Beberapa istilah ini biasa digunakan untuk mahasiswa kedokteran sampai menjadi dokter profesional. Berikut di antaranya:

1.    Sistem Blok

Istilah Blok ini jadi istilah dasar yang harus kamu ketahui, karena akan mulai berlaku di masa perkuliahan. Jadi mahasiswa kedokteran tidak akan mendapatkan sistem SKS atau Satuan Kredit Semester layaknya mahasiswa jurusan lainnya, karena mereka akan menggunakan sistem blok.

Sistem blok adalah pengelompokan mata kuliah yang saling berhubungan dalam satu blok, tapi mahasiswanya tidak bisa memilih sendiri kelas maupun dosennya. Satu bloknya akan memerlukan waktu pembelajaran yang berbeda-beda, mulai dari 5 sampai dengan 7 minggu.

Mahasiswanya akan mendapatkan berbagai pembelajaran, mulai dari kelas besar, diskusi kelompok, skill lab dan juga praktikum. Lalu di akhir pembelajaran sistem blok nantinya akan ada ujian tulis, keterampilan medis (OSCE), sampai dengan praktikum.

Baca juga: Prospek Kerjanya Menjanjikan dan Semakin Diminati, Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa?

2.    Laprak

Mahasiswa kedokteran juga akan mengenal istilah ‘laprak’, terutama untuk program studi yang akan banyak menemui praktikum. Laprak sendiri adalah kependekan dari laporan praktikum, yang wajib disiapkan setiap mahasiswa, bisa sebelum melakukan praktikum maupun setelah melakukan praktikum.

3.    Koas

Setelah lulus S1 Kedokteran atau Ilmu Kedokteran dan lanjut ke program profesi, kamu akan mendapatkan istilah Koas. Koas atau Co-Assistant ini menjadi program praktikum yang mengharuskan lulusan S1 untuk menjadi asisten dokter. Periodenya berlangsung 1-2 tahun sebelum mendapatkan gelar Dokter.

Calon dokter (dokter koas) akan menangani pasien sungguhan, namun berada di bawah pengawasan dokter secara langsung. Mereka juga akan mendapatkan tugas yaitu menganalisis penyakit.

4.    OSCE

Selanjutnya ada istilah OSCE atau Objective Structured Clinical Examination, yang artinya adalah Pemeriksaan Klinis Terstruktur Objektif. OSCE ini menjadi metode ujian modern yang mengevaluasi keterampilan klinis dokter dan juga mahasiswa kedokteran.

5.    Preklinik

Istilah ini preklinik ini adalah masa kuliah untuk mahasiswa kesehatan, kedokteran, maupun keperawatan. Preklinik ini bisa disebut juga masa pendidikan, yang digunakan di masa awal pendidikan kedokteran. Jadi istilah ini digunakan saat mahasiswa kedokteran mempelajari ilmu-ilmu dasar kedokteran dan melakukan praktik di laboratorium atau kampus.

6.    Masa Klinik

Setelah itu ada fase klinik, yang mana ini adalah tahapan pengaplikasian pengetahuan yang sudah dipelajari oleh mahasiswa kedokteran selama pendidikan. Jadi mereka akan mengaplikasikan pengetahuannya langsung terhadap pasien. Nah, istilah ini biasanya digunakan di masa pendidikan profesi dokter.

7.    PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis)

PPDS merupakan singkatan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis, yaitu jenjang pendidikan lanjutan bagi dokter umum yang ingin mendalami bidang tertentu dan menjadi dokter spesialis. Selama menjalani PPDS, peserta yang disebut dokter residen akan belajar sekaligus praktik langsung di rumah sakit pendidikan. Durasi program ini bervariasi, umumnya berkisar antara 4 hingga 6 tahun, tergantung pada kompleksitas bidang spesialisasi yang dipilih, seperti bedah, anak, penyakit dalam, dan sebagainya.

Baca juga: Apa Itu PPDS? Ini Pengertian, Tugas dan Daftar Gelarnya yang Wajib Diketahui

8.    Skill Lab (Laboratorium Keterampilan)

Skill Lab bisa diibaratkan seperti sesi “praktikum” di dunia kesehatan. Di sini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melatih keterampilan klinis dan teknis secara langsung dalam lingkungan yang aman dan terkontrol. Misalnya, berlatih melakukan pemeriksaan fisik, menyuntik, atau menolong pasien dalam skenario simulasi. Tujuannya adalah agar mahasiswa siap menghadapi situasi nyata saat terjun ke dunia klinik atau rumah sakit.

9.    Stase (Rotasi Klinik)

Istilah stase digunakan untuk menggambarkan masa rotasi mahasiswa kedokteran atau tenaga kesehatan di berbagai bagian klinik, seperti stase anak, bedah, penyakit dalam, atau kebidanan. Setiap stase biasanya berlangsung beberapa minggu hingga bulan, tergantung bidangnya. Melalui stase, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam pelayanan pasien, berinteraksi dengan tim medis, dan menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.

10. STR (Surat Tanda Registrasi)

STR atau Surat Tanda Registrasi adalah dokumen resmi yang menandakan bahwa seorang tenaga kesehatan telah memenuhi standar kompetensi dan diakui secara legal untuk menjalankan profesinya. STR juga berfungsi sebagai bentuk pendataan tenaga kesehatan di Indonesia, sehingga pemerintah dapat memantau jumlah dan distribusi tenaga medis setiap tahunnya. Tanpa STR yang masih berlaku, tenaga kesehatan tidak diperkenankan untuk praktik secara profesional.

11. Responsi

Responsi adalah bentuk evaluasi atau ujian yang biasa dihadapi mahasiswa bidang kesehatan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diuji seberapa dalam pemahaman mereka terhadap materi kuliah, baik melalui tanya jawab, diskusi, maupun praktik langsung. Responsi biasanya dilakukan setelah sesi kuliah atau praktikum, sebagai sarana memastikan bahwa mahasiswa benar-benar menguasai ilmu yang telah diajarkan.

Jadi sudah tahu istilah kedokteran dan artinya kan? Sudah semakin siap untuk menjadi mahasiswa kedokteran?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa

Prospek Kerjanya Menjanjikan dan Semakin Diminati, Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa?

Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa – Dokter kecantikan atau dikenal juga dengan dokter aesthetic merupakan salah satu profesi dokter profesional yang memiliki spesialisasi dalam bidang perawatan estetika non-invasif atau non-bedah. Profesi ini semakin ramai diminati, karena prospeknya sangat menjanjikan seiring dengan permintaan masyarakat yang memerlukan perubahan untuk keindahan penampilan mereka. Tapi banyak yang bertanya-tanya, dokter kecantikan ini sebenarnya kuliah di jurusan apa?

Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa?

Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa

Perawatan yang dilakukan oleh dokter kecantikan ini tidak bisa dianggap sepele. Perannya akan membantu memperbaiki penampilan, tekstur kulit, wajah dan juga tubuh pasien. Nah untuk bisa menjadi dokter kecantikan, kamu wajib menempuh pendidikan S1 Kedokteran. Tapi tidak cukup sampai di situ saja, kamu masih perlu melanjutkan pendidikan lanjutan.

Dokter kecantikan dapat berasal dari berbagai latar belakang, seperti dokter umum yang memiliki sertifikasi estetika, dokter kulit (dermatologis), maupun dokter bedah plastik. Beberapa jenis perawatan yang umum dilakukan meliputi operasi hidung tanpa bedah, pemasangan filler, perawatan laser, botox, dan berbagai prosedur peremajaan kulit lainnya.

Seorang dermatologis, merupakan dokter spesialis yang sudah memiliki lisensi yang fokus pada satu bidang kedokteran tertentu, baik itu kulit, rambut maupun kuku. Maka dari itu seorang dermatologis yang sudah pasti memiliki pemahaman yang baik seputar kesehatan kulit.

Seorang ahli bedah atau plastic surgeon juga merupakan dokter spesialis yang sudah memiliki lisensi atau izin secara legal untuk melakukan pembedahan. Namun untuk menjadi dokter kecantikan masih harus mengambil pendidikan di bidang kecantikan.

Baca juga: Apa Itu PPDS? Ini Pengertian, Tugas dan Daftar Gelarnya yang Wajib Diketahui

Prosedur yang Dapat Dilakukan Dokter Kecantikan

Seorang dokter kecantikan yang merupakan lulusan S1 Kedokteran, hanya bisa melakukan tindakan non-invasif, contohnya:

  • memberi suntikan anti-aging
  • memberi suntikan filler
  • melakukan perawatan dengan laser

Lain halnya dengan dokter kecantikan yang merupakan lulusan spesialisasi dermatologis, mereka sudah diperbolehkan melakukan pembedahan sesuai dengan bidang spesialisasi mereka. Contohnya adalah operasi pengangkatan tahi lalat, hingga operasi sedot lemak.

Dan untuk dokter kecantikan ahli bedah plastik, mereka legal untuk melakukan prosedur operasi atau pembedahan untuk tujuan kecantikan maupun bedah rekonstruktif. Contohnya perbaikan untuk beberapa bagian wajah setelah kecelakaan.

Tahapan Menjadi Dokter Kecantikan

Gambaran singkat untuk menjadi seorang dokter kecantikan, kamu bisa mengikuti tahapan berikut:

1.    Menempuh Pendidikan Sarjana Kedokteran

Kamu wajib menempuh pendidikan S1 Kedokteran untuk memiliki bekal ilmu tentang tubuh manusia, kesehatan kulit, dan teknik medis yang menjadi dasar dalam praktik kecantikan. Tahapan setelahnya kamu bisa mengikuti praklinik sampai dengan menjalani ujian kompetensi. Dan setelah itu kamu wajib memiliki gelar Dokter (dr.).

Baca juga: Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah: Kurikulum, Visi Misi dan Pilihan Program Studi

2.    Ikuti program magang

Setelah lulus S1 Kedokteran, kamu belum bisa langsung menjadi dokter. Kamu harus mengikuti program magang atau internship dengan waktu 1 tahun setelah mengikuti Ujian Kompetensi Nasional. Kamu bisa mengikuti magang di rumah sakit dan mengambil kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di berbagai departemen rumah sakit.

3.    Dapatkan izin praktik

Selesai magang, kamu harus mendapatkan izin praktik dari pemerintah atau badan kesehatan setempat yang berwenang. Nantinya dokter akan mendapatkan Surat Izin Praktik, yang dapat diproses oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

4.    Ikut berbagai pelatihan

Kalau kamu sudah resmi menjadi dokter umum dengan gelar (dr.), kamu bisa melanjutkan pendidikan kamu dengan mengikuti pelatihan untuk memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh dokter kecantikan. Ada banyak pelatihan yang bisa diikuti, seperti:

  • pelatihan injeksi (botox, filler)
  • pelatihan laser dan terapi cahaya
  • pelatihan prosedur bedah ringan minim invasif, seperti pengencangan kulit dan facelift

Sudah terjawab bukan, dokter kecantikan kuliah jurusan apa? Intinya kamu minimal harus merupakan dokter umum, dan bisa mengikuti pelatihan lanjutan. Bagaimana, tertarik untuk berkarier menjadi dokter kecantikan?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.