Arsip Kategori: Blog

dokter konsulen adalah

Jarang Diketahui, Dokter Konsulen Adalah? Ini Peran Pentingnya

Dokter Konsulen adalah salah satu dokter yang memegang peranan penting dalam dunia medis. Kemampuan dokter konsulen ini sudah tinggi, dan sering dibutuhkan untuk melakukan penanganan medis yang rumit. Nah bagi masyarakat awam atau pejuang jas putih, istilah dokter konsulen ini mungkin belum terlalu dimengerti. Jadi yuk kita kupas apa itu dokter konsulen!

Apa Itu Dokter Konsulen?

dokter konsulen adalah

Dalam dunia medis, terdapat istilah dan peran dokter konsulen. Tapi tentunya bagi orang awam, istilah ini jarang diketahui. Jadi, dokter konsulen adalah dokter spesialis yang sudah menempuh pendidikan sub-spesialis, dan memiliki keahlian di bidang keilmuan yang spesifik. Ditambah lagi, peran seorang dokter konsulen ini adalah membantu pendidikan dokter muda seperti para koas dan dokter residen.

Dalam perannya, dokter konsulen ini akan sering dihubungi di situasi-situasi kompleks yang membutuhkan penanganan spesialis mendalam. Tugasnya hampir sama seperti dokter spesialis, namun dokter konsulen yang sekaligus dokter sub-spesialis ini memiliki keahlian yang lebih spesifik.

Dokter sub-spesialis ini biasanya akan bertugas di fasilitas layanan kesehatan tingkat tersier, seperti rumah sakit rujukan tipe A. Rumah sakit rujukan tipe A ini biasanya ada di kota-kota besar, contohnya untuk di Jakarta adalah RSUP Fatmawati, RSUP Persahabatan. Di Jogja ada RSUP Dr. Sardjito, di Bandung ada RSUP dr. Hasan Sadikin.

Terkadang dokter konsulen juga bisa bertugas di layanan kesehatan sekunder, tergantung kebutuhan suatu daerah.

Baca juga: Sama-sama Ada di Rumah Sakit, Ini Perbedaan Dokter Residen dan Koas

Contoh Gelar Dokter Konsulen

Dalam dunia kedokteran, dokter spesialis adalah dokter umum yang memiliki keahlian spesifik di salah satu bidang. Contohnya spesialis anak. Sedangkan dokter sub-spesialis, akan mempelajari lebih dalam mengenai satu bidang tersebut. Contohnya spesialis anak, dengan fokus Nutrisi & metabolisme.

Contoh gelar dokter spesialis:

  • A: Spesialis Anak
  • An: Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi
  • And: Spesialis Andrologi
  • B: Spesialis Bedah
  • BA: Spesialis Bedah Anak
  • KK: Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin
  • M: Spesialis Mata
  • PD: Spesialis Penyakit Dalam
  • S: Spesialis Saraf

Untuk gelar dokter sub-spesialis/konsultan akan ditambahkan gelas (K) di akhir gelar spesialis yang berarti Konsultan/Spesialis 2/Sub Spesialis. Contohnya Sp.A (K): Spesialis Anak Konsultan.

Contoh gelar yang bisa ditambahkan untuk spesialis jantung dan spesialis bedah:

  • FACC: Fellow of the American College of Cardiologists
  • FACP: Fellow of the Amirican College of Physicians
  • FACS: Fellow of the Amirican College of Surgeons

Sub-spesialis Ilmu Penyakit Dalam:

  • Geriatri (Sp. PD-KGer)
  • Kardiovaskular (Sp.PD-KKV)
  • Pulmonologi (Sp.PD-KP)

Sub-spesialis Ilmu Kesehatan Anak:

  • Alergi Imunologi
  • Endokrinologi
  • Kardiologi
  • Nefrologi
  • Neurologi
  • Gasthrohepatologi

Sub-spesialis THT-KL:

  • Rinologi
  • Plastik Rekonstruksi
  • Bronkoesofagologi
  • Alergi Imunologi
  • THT Komunitas

Dan banyak lagi lainnya gelar sup-spesialis di berbagai bidang lainnya.

Baca juga: Berapa Lama Kuliah Kedokteran? Ini Tahapan-Tahapan Pendidikannya yang Wajib Diketahui

Dokter sub-spesialis ini juga akan memberikan saran atau konsultasi kepada dokter lainnya dalam menangani kasus medis yang kompleks. Dokter sub-spesialis ini harus mendapat pengakuan dari kolegium atau pengampu cabang keilmuan yang berisi para guru besar, ketua program studi, dan para ahli dalam bidang pendidikan kedokteran.

Peran Penting Dokter Konsulen

Seperti yang sudah dibahas di atas, dokter konsulen ini memegang peranan penting. Berikut rinciannya:

1.    Menangani Kasus Medis yang Rumit

Tugas dokter ini jauh lebih berat dibandingkan dokter umum maupun dokter spesialis. Jika ada pasien yang memiliki kondisi kesehatan buruk dan sulit ditangani, contohnya masalah jantung yang sangat serius maka dokter konsulen akan turun tangan dan memberikan perawatan maksimal.

2.    Memberikan Panduan dan Pelatihan kepada Dokter Muda

Dokter konsulen ini bisa dibilang jadi puncak karier kedokteran, yang tentunya sudah memiliki keahlian mendalam dan banyak pengalaman praktis. Maka dari itu dokter konsulen akan membantu dokter muda agar lebih siap dan lebih maksimal dalam menangani berbagai kondisi pasien.

3.    Memberikan Pendapat Ahli

Sebagai seorang ahli, dokter konsulen akan sangat dibutuhkan untuk membantu dokter lain untuk memberikan saran, pendapat bahkan membantu memberikan diagnosis agar pasien bisa mendapatkan penanganan atau pengobatan yang tepat.

4.    Melakukan Penelitian Medis

Dokter ini juga akan berperan aktif dalam melakukan penelitian kesehatan. Mereka akan menemukan cara baru yang lebih efektif untuk menyembuhkan suatu penyakit atau membuat inovasi pengobatan.

Sudah paham kan, dokter konsulen adalah dokter sub-spesialis yang sering menangani tindakan penting dalam dunia medis. Bagaimana, tertarik untuk melanjutkan pendidikan sampai di tahap sub-spesialis?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

perbedaan dokter residen dan koas

Sama-sama Ada di Rumah Sakit, Ini Perbedaan Dokter Residen dan Koas

Perbedaan Dokter Residen dan Koas – Dalam dunia pendidikan kedokteran, banyak masyarakat yang masih belum memahami perbedaan dokter residen dan koas. Padahal, keduanya berada di tahapan yang sangat berbeda dalam proses menjadi tenaga medis profesional. Maka dari itu agar tidak salah paham lagi, yuk kita bahas lebih rinci perbedaan antara dokter koas dan dokter residen dari berbagai aspek!

Apa Itu Dokter Koas?

perbedaan dokter residen dan koas

Dokter koas, atau yang sering disebut juga dokter muda (co-assistant), adalah mahasiswa kedokteran (lulusan S1) yang tengah menempuh pendidikan klinis. Tahap ini merupakan bagian dari program kuliah profesi dokter, di mana mahasiswa mulai mempraktikkan ilmu kedokteran secara langsung di rumah sakit atau fasilitas kesehatan di bawah bimbingan dokter spesialis.

Dokter koas bertugas membantu dokter senior dalam kegiatan medis, seperti anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pendampingan pasien, namun tidak memiliki tanggung jawab hukum secara langsung atas tindakan medis yang dilakukan. Masa koas adalah tahap akhir sebelum seseorang diangkat menjadi dokter umum setelah lulus uji kompetensi. Dokter koas juga belum mengantongi gelar dokter (dr.) meskipun sudah lulus Sarjana Kedokteran.

Siapa Itu Dokter Residen?

Berbeda dari koas, dokter residen adalah dokter yang sudah lulus program profesi dan telah mengantongi gelar “dr.” di depan namanya. Mereka juga melanjutkan pendidikan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai bagian dari pelatihan pascasarjana untuk menjadi spesialis di bidang tertentu, contohnya spesialis penyakit dalam, bedah, anak, dan lain sebagainya.

Dokter residen juga sudah secara resmi menjadi dokter, yaitu dokter umum dan tentunya sudah memiliki pengalaman praktik dan memiliki tanggung jawab klinis yang lebih besar dibandingkan dokter koas. Dokter residen secara aktif terlibat dalam diagnosis, perawatan pasien, hingga tindakan medis lanjutan, meski tetap berada di bawah pengawasan dokter spesialis.

Baca juga: Berapa Lama Kuliah Kedokteran? Ini Tahapan-Tahapan Pendidikannya yang Wajib Diketahui

Perbedaan Dokter Residen dan Koas Secara Lebih Rinci

Jika kamu masih bingung, berikut perbedaan keduanya secara lebih rinci:

1.    Jenjang Pendidikan

  • Dokter Koas: Masih berstatus mahasiswa kedokteran (profesi) yang sedang menjalani tahap pendidikan klinis.
  • Dokter Residen: Sudah menyelesaikan pendidikan dokter umum (bergelar dr.) dan sedang menjalani pendidikan lanjutan untuk menjadi spesialis.

2.    Ujian yang Diikuti

  • Koas: Mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) sebanyak 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November). Ujian terdiri dari CBT (Computer-Based Test) dan OSCE (Objective Structured Clinical Examination).
  • Residen: Menjalani ujian kompetensi nasional yang diatur oleh kolegium masing-masing spesialisasi, yang umumnya melibatkan ujian tulis daring dan OSCE.

3.    Gelar yang Diperoleh

  • Koas: Setelah lulus, mendapatkan gelar “dr.” di depan nama. Contoh: dr. Reisa Broto Asmoro.
  • Residen: Setelah lulus pendidikan spesialis, menyandang gelar “Sp.” sesuai bidangnya. Contoh: dr. Reisa Broto Asmoro, Sp.A (dokter spesialis anak).

Baca juga: Program Pendidikan Super Lengkap! Yuk Kenalan dengan Fakultas Kedokteran UNAIR

4.    Pembimbing atau Supervisor

  • Koas: Dibimbing oleh dokter spesialis atau konsulen, sering kali dengan bantuan dari dokter residen.
  • Residen: Dibimbing langsung oleh dokter konsulen atau dokter spesialis senior sesuai bidang keilmuannya.

5.    Tanggung Jawab dan Beban Kerja

  • Koas: Bertugas menjalankan tindakan medis berdasarkan arahan dan tidak bertanggung jawab secara hukum atas tindakan medis.
  • Residen: Memiliki beban kerja lebih besar, termasuk melakukan visit pasien, pemeriksaan lanjutan, diagnosa, tindakan klinis, penyusunan case report, serta penelitian ilmiah. Mereka memiliki tanggung jawab medis lebih tinggi meskipun masih di bawah pengawasan.

Jadi perbedaan dokter residen dan koas tidak hanya terletak pada jenjang pendidikan saja. Memahami perbedaan ini sangat penting, sehingga kamu tidak salah paham dan lebih tahu alur pendidikan dokter di Indonesia.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

fakultas kedokteran UNAIR

Program Pendidikan Super Lengkap! Yuk Kenalan dengan Fakultas Kedokteran UNAIR

Fakultas Kedokteran UNAIR menjadi salah satu yang paling dituju banyak calon mahasiswa baru. Kualitas pendidikannya sudah tidak perlu diragukan lagi karena FK UNAIR menjadi fakultas tertua di Universitas Airlangga. Bahkan FK UNAIR ini menjadi salah satu tumpuan kemajuan dan roda perkembangan kampus serta peradaban besar dunia kedokteran Indonesia. Pendidikannya sudah maju, dan pilihan programnya pun sangat lengkap. Yuk simak selengkapnya!

Program Studi Fakultas Kedokteran UNAIR

fakultas kedokteran UNAIR

FK UNAIR sudah menyediakan banyak pilihan program pendidikan, mulai dari jenjang Sarjana sampai dengan Subspesialis. Berikut selengkapnya:

1.    Program Sarjana (S1)

Program sarjana di FK UNAIR tidak hanya terdiri atas program S1 Kedokteran saja, ada juga program S1 Kebidanan. Sama dengan pendidikan S1 lainnya, lama waktu pendidikannya akan berlangsung dalam 8 semester dengan jumlah 146 SKS. Lulusan S1 Kedokteran akan mendapat gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked), dan lulusan S1 Kebidanan akan mendapat gelar Sarjana Kebidanan (S.Keb).

2.    S2 & S3

Karena sudah berdiri cukup pertama dan jadi fakultas pertama di UNAIR, FK mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sudah ada program Magister (S2) dan Doktor (S3) bagi lulusan S1 Kedokteran dan profesi yang ingin mendalami dan melengkapi bidang keilmuan yang ada banyak sekali pilihannya saat ini.

Program studi S2 ada Ilmu Kesehatan Reproduksi akan mendapat gelar Magister Kesehatan (M.Kes); Ilmu Kesehatan Olahraga yang mendapat gelar Magister Kesehatan (M.Kes); Ilmu Kedokteran Tropis yang mendapat gelar Magister Kedokteran Tropis (M.Ked.Trop); Ilmu Kedokteran Dasar yang mendapat gelar Magister Science (M.Si); dan Ilmu Kedokteran Klinik yang mendapat gelar Magister Kedokteran Klinik (M.Ked.Klin). Dan untuk program Doktoral akan mendapatkan gelar Doktor (Dr.).

Baca juga: Kenalan dengan Fakultas Kedokteran UNRI, Apa Saja Pilihan Jurusannya?

3.    Program Studi Spesialisasi 1

Selanjutnya FK UNAIR juga sudah membuka program spesialisasi 1 yang menjadi salah satu upaya berkomitmen dalam memberikan yang terbaik di dunia kesehatan Indonesia. Terdapat 25 program studi spesialis 1, dengan menerapkan pembelajaran aktif dan menekankan pelatihan keprofesian di bidang masing-masing melalui kerja praktik di RS pendidikan utama dan jejaring dengan bimbingan intensif penyelia atau staf pengajar.

Program Studi:

  • Andrologi – Gelar (Sp.And)
  • Anestesiologi dan Terapi Intensif – Gelar (Sp.An-TI)
  • Bedah – Gelar Spesialis Bedah (Sp.B)
  • Bedah Plastik Rekonstruksi & Estetik – Gelar (Sp.B.P.R.E)
  • Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular – Gelar (Sp.BTKV)
  • Ilmu Bedah Anak – Gelar (Sp.BA)
  • Ilmu Bedah Saraf – Gelar (Sp.BS)
  • Ilmu Kesehatan Anak – Gelar (Sp.A)
  • Kedokteran Forensik dan Medikolegal – Gelar (Sp.FM)
  • Ilmu Kedokteran Fisik & Rehabilitasi – Gelar (Sp.K.F.R.)
  • Dermatologi dan Venereologi – Gelar (Sp.D.V.E)
  • Ilmu Penyakit Jantung & Pembuluh Darah – Gelar (Sp.JP)
  • Ilmu Penyakit Dalam – Gelar (Sp.PD)
  • Ilmu Kesehatan Mata – Gelar (Sp.M)
  • Mikrobiologi Klinik – Gelar (Sp.MK)
  • Neurologi – Gelar (Sp.N)
  • Obstetri Dan Ginekologi – Gelar (Sp.OG)
  • Orthopaedi Dan Traumatologi – Gelar (Sp.OT)
  • Patologi Anatomik – Gelar (Sp.PA)
  • Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi – Gelar Spesialis Paru (Sp.P)
  • Patologi Klinik – Gelar (Sp.PK)
  • Psikiatri – Gelar (Sp.KJ)
  • Radiologi – Gelar (Sp.Rad)
  • THT-Bedah Kepala & Leher – Gelar (Sp.T.H.T.B.K.L)
  • Urologi – Gelar (Sp.U)

Baca juga: Punya Ciri Khas Kedokteran Herbal, Yuk Kenalan dengan Fakultas Kedokteran IPB

4.    Program Studi Spesialisasi 2

Tersedia juga program subspesialis yang merupakan program pendidikan yang menghasilkan  tenaga third professional degree. Nantinya lulusannya bisa menjadi dokter spesialis konsultan yang mempunyai kompetensi klinis kekhususan dan kemampuan akademik lanjut serta berkualitas sebagai seorang konsultan yang profesional seperti yang ditetapkan dalam standar Nasional Kompetensi sebagai Konsulen.

Program Studi:

  • Anestesiologi & Terapi Intensif – Subspesialis Anestesi (Sp.An(K))
  • Bedah Digestif – Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif / SpB. Subsp.BD(K)
  • Bedah Kepala Leher – Spesialis Bedah Konsultan Bedah Kepala Leher (Sp.B(K)KL)
  • Ilmu Kesehatan Anak – Subspesialis Anak (Sp.A(K))
  • Obstetri Dan Ginekologi – Subspesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG(K))
  • Ilmu Penyakit Dalam – Subspesialis Ilmu Penyakit Dalam (Konsultan)
  • Psikiatri Anak Dan Remaja – Subpesialis Psikiatri Anak dan Remaja (Sp.KJ., Subsp. A.R. (K))
  • Patologi Klinik – Subspesialis Patologi Klinik (Sp.PK(K))
  • Orthopaedi dan Traumatologi – Subspesialis Orthopaedi dan Traumatologi (Sp.OT(K))
  • Jantung dan Pembuluh Darah – Subspesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.JP(K))

Jadi bagi kamu yang ingin menjadi dokter umum atau bahkan dokter subspesialis, Fakultas Kedokteran UNAIR menjadi pilihan yang tepat. Nah kalau kamu, tertarik jadi dokter apa ini?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

tips menjadi mahasiswa produktif

6 Tips Menjadi Mahasiswa Produktif Selama Bulan Puasa, Anti Loyo

Tips Menjadi Mahasiswa Produktif – Menjalani aktivitas dalam perkuliahan seperti jadwal perkuliahan, tugas, sampai dengan kegiatan organisasi tentu menjadi beban yang harus dilewati mahasiswa terutama yang muslim di bulan Ramadhan. Mahasiswa harus menjaga energi dan mengusahakan untuk tetap fokus, meskipun rasa lapar dan haus yang tidak bisa dipungkiri bisa membuat tubuh lemas.

Nah, bagaimana caranya agar mahasiswa bisa tetap produktif selama bulan puasa ini?

Tips Menjadi Mahasiswa Produktif di Bulan Puasa

tips menjadi mahasiswa produktif

Mungkin tips-tips ini tips biasa, namun banyak sekali yang menyepelekan walaupun sudah tahu. Meski begitu, tips di bawah ini jika kamu terapkan bisa membantu mengoptimalkan aktivitas kamu dan bonus membuat tubuh kamu lebih sehat. Berikut beberapa tipsnya:

1.    Rancang Jadwal Secara Efektif

Kamu bisa memulai dengan membuat rancangan jadwal yang harus kamu kerjakan, sehingga kamu punya target dan bisa mengatur waktu agar semua kegiatan bisa terselesaikan dengan baik setiap harinya. Selain dalam hal akademik, kamu juga harus mengutamakan ibadah agar aktivitas kamu bisa seimbang.

2.    Atur Pola Tidur

Karena saat puasa kamu harus bangun untuk makan sahur, waktu istirahat rutin kamu bisa terganggu karena kurang istirahat. Hal ini bisa membuat tubuh kamu jadi mudah lemas dan kehilangan fokus saat puasa. Maka dari itu usahakan untuk tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup, yaitu 7-8 jam setiap harinya.

Kamu bisa mengakalinya dengan tidur siang atau tidur lebih awal dari waktu biasanya. Tidur siang dengan waktu 15-20 menit juga bisa membantu kamu untuk lebih fokus, lho.

Baca juga: Kenalan dengan Fakultas Kedokteran UNRI, Apa Saja Pilihan Jurusannya?

3.    Menjaga Pola Makan yang Sehat saat Sahur dan Berbuka

Jangan asal makan saat sahur, apalagi melewatkan sahur. Karena makanan yang kamu makan akan sangat berpengaruh terhadap energi yang akan kamu gunakan untuk beraktivitas seharian. Jangan juga terlalu banyak makan karbo, karena karbohidrat sederhana bisa meningkatkan energi, tapi menurun dengan cepat yang mengakibatkan tubuh gampang lelah.

Kamu bisa makan makanan yang bergizi seperti sayuran, protein, kacang-kacangan serta pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan mengatur porsi minum mulai dari waktu berbuka sampai waktu sahur. Usahakan untuk minum minimal 2 liter per hari, kamu bisa menyiasatinya dengan membagi porsi minum yaitu 2-4-2 (2 gelas saat sahur, 4 gelas setelah berbuka, 2 gelas sebelum tidur).

4.    Hindari Scroll Media Sosial Secara Berlebihan

Ponsel dan sosmed saat ini seperti menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi untuk orang-orang zaman sekarang. Tapi banyak juga yang sampai terlena dan kecanduan, yang mengakibatkan aktivitas lainnya jadi tidak terselesaikan dengan baik.

Kamu tetap bisa menjadikan sosmed sebagai hiburan untuk melepaskan stres, tapi cobalah untuk mengatur waktu contohnya mengaktifkan pengingat waktu pembatas.

Baca juga: Punya Ciri Khas Kedokteran Herbal, Yuk Kenalan dengan Fakultas Kedokteran IPB

5.    Prioritaskan Tugas di Pagi Hari

Untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup tanpa mengganggu waktu kamu dalam mengerjakan tugas, kamu bisa mengganti waktu belajar dan mengerjakan tugas di pagi hari setelah sahur. Waktu belajar di pagi hari juga menjadi momen terbaik untuk fokus belajar karena tubuh kamu masih segar dan berenergi.

6.    Kurangi Aktivitas yang Menguras Energi

Karena seharian kamu tidak makan dan minum, tubuh kamu jadi akan bekerja ekstra untuk menghasilkan energi. Jadi kalau kamu biasanya beraktivitas berat yang membutuhkan banyak energi, contohnya seperti olahraga ekstra atau perjalanan jauh, kamu mungkin bisa mengurangi hal tersebut.

Untuk tetap produktif dan bugar, kamu bisa menggeser jadwal olahraga kamu menjadi olahraga ringan di sore hari, atau di malam hari agar seharian kamu bisa beraktivitas secara optimal.

Demikianlah tips menjadi mahasiswa produktif selama bulan puasa yang bisa kamu terapkan. Semoga ibadah dan aktivitas perkuliahan kamu bisa kamu kerjakan dengan maksimal, ya.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

fakultas kedokteran UNRI

Kenalan dengan Fakultas Kedokteran UNRI, Apa Saja Pilihan Jurusannya?

Fakultas Kedokteran UNRI pada awalnya bernama Program Pendidikan Dokter Universitas Riau (PPD Unri), yang mulai proses pembelajaran sejak diterbitkan Surat Keputusan Izin Penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Unri No.3082/D/T/2001 dan diakui secara resmi sebagai sebuah institusi penyelenggara pendidikan kedokteran pada 25 September 2001.

Kemudian pada 15 Desember 2004, PPD Unri ini berubah secara resmi menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Riau dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Rektor Universitas Riau Nomor 190/J19/AK/2004.

Perkembangannya berlanjut, pada tahun 2006, FK Unri sudah terakreditasi C oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan terus mengadakan berbagai perbaikan mutu, sarana dan prasarana pendidikan.

Pada tahun 2011, FK Unri mengalami peningkatan nilai akreditasi dengan mendapatkan akreditasi B. Lalu Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 350/E/O/2013 tanggal 29 Agustus 2013, fakultas ini mulai menyelenggarakan dua program studi yaitu jurusan Kedokteran dan Prodi Profesi Dokter. Setelah itu di tahun 2018, jurusan Kedokteran Unri memperoleh akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Visi dan Misi Fakultas Kedokteran UNRI

fakultas kedokteran Unri

Visi

Menjadi fakultas riset yang unggul bermartabat di bidang Saintek kedokteran dan kesehatan di kawasan Asia Tenggara tahun 2035

Misi

  • Menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi yang unggul dalam bidang Saintek Kedokteran dan Kesehatan
  • Menyelenggarakan tata kelola fakultas kedokteran yang bermartabat
  • Mengembangkan potensi keunggulan mahasiswa kedokteran dan kesehatan
  • Mengembangkan pusat informasi yang andal dan menerapkan inovasi di bidang kedokteran dan kesehatan bagi kepentingan masyarakat.

Baca juga: Punya Ciri Khas Kedokteran Herbal, Yuk Kenalan dengan Fakultas Kedokteran IPB

Pilihan Program Studi FK UNRI

FK UNRI memiliki beragam program pendidikan, mulai dari jenjang Sarjana, Profesi, Magister, sampai dengan Program Spesialis. Berikut rinciannya:

1.    Sarjana Kedokteran

Sama seperti jurusan kedokteran lainnya, mahasiswa jurusan ini akan belajar ilmu kedokteran, dengan mendalami tentang diagnosis, pengobatan, dan perawatan kesehatan serta mempersiapkan mereka untuk menjadi dokter yang berkualitas dan berkompeten.

2.    Sarjana Kedokteran Hewan

Mahasiswa jurusan kedokteran hewan ini akan mendalami ilmu kedokteran yang khusus diterapkan pada hewan, dengan pengetahuan dan keterampilan untuk merawat, mendiagnosis, dan mengobati penyakit pada berbagai jenis hewan.

3.    Profesi Kedokteran

Terdapat 2 pilihan program, yaitu Profesi kedokteran dan profesi kedokteran hewan.

4.    Program Pendidikan Dokter Spesialis

  • Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi: mempelajari penyakit dan gangguan pada paru-paru serta sistem pernapasan, seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta melakukan tindakan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan yang sesuai.
  • Obstetri & Ginekologi: mempelajari manajemen kehamilan, persalinan, dan masalah kesehatan reproduksi wanita.
  • Anestesiologi: mempelajari manajemen nyeri, kehilangan kesadaran, dan relaksasi otot selama prosedur medis.
  • Ilmu Bedah: mengkaji teknik bedah dan manajemen pascaoperasi, mempelajari prosedur operatif untuk memperbaiki, mengganti, atau menghilangkan jaringan yang terpengaruh oleh penyakit atau cedera, dengan tujuan mengembalikan fungsi normal tubuh.

5.    Magister – Biomedis

Program Studi Magister Biomedis akan mengeksplorasi secara menyeluruh konsep dan aplikasi ilmu biomedis, memberikan pengetahuan mendalam tentang riset laboratorium, teknologi medis, dan pemahaman klinis untuk meningkatkan diagnosis dan pengobatan berbasis ilmiah.

Baca juga: 7 Program Studi Fakultas Kedokteran UNNES dan Prospek Kerja Lulusannya

Fasilitas & Prasarana

Fakultas kedokteran Universitas Riau sudah memiliki fasilitas penunjang pendidikan yang cukup lengkap, di antaranya:

  • Perpustakaan
  • Ruang Kuliah Siak
  • Auditorium
  • Laboratorium Fisiologi – Parasitologi
  • Ruang Studio
  • Laboratorium Anatomi
  • Laboratorium Biokimia
  • Mushola
  • Laboratorium Histologi
  • Ruangan CBT Center

Demikianlah informasi seputar fakultas kedokteran UNRI dengan pilihan program studinya. Jadi apakah kamu tertarik lanjut pendidikan di FK UNRI ini?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

fakultas kedokteran IPB

Punya Ciri Khas Kedokteran Herbal, Yuk Kenalan dengan Fakultas Kedokteran IPB

Fakultas Kedokteran IPB merupakan fakultas baru yang dibuka pada 2023 lalu. FK IPB hadir dengan pendekatan unik dan berbeda, dengan ciri khas “Kedokteran Herbal” dan kurikulumnya dikemas dengan konsep One Health (kesehatan Semesta).

Program studi Dokter di FK IPB adalah kedokteran agromaritim dengan pendekatan One Health. Nantinya dokter lulusannya akan memiliki kompetensi tambahan dalam memahami ketertarikan antara kesehatan manusia, hewan dan lingkungan, serta akan mengarah pada solusi yang lebih komprehensif dalam menjaga kesehatan masyarakat dan keberlanjutan sektor agromaritim.

Visi dan Misi Fakultas Kedokteran IPB

fakultas kedokteran IPB

Visi

Menghasilkan dokter yang profesional, kompeten, beretika, serta memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan melalui proses terstandar sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat primer yang memiliki keunggulan Kedokteran Herbal.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi dokter layanan primer melalui proses terstandar untuk menghasilkan lulusan dokter yang profesional, kompeten, beretika, serta memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan dengan keunggulan kedokteran herbal.
  2. Melaksanakan riset dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni di bidang kedokteran dengan keunggulan kedokteran herbal.
  3. Melaksanakan pengabdian masyarakat melalui kolaborasi Academic Health System di wilayah Bogor, Cianjur dan Sukabumi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
  4. Melaksanakan kegiatan kemitraan di bidang kedokteran dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung keberhasilan Tri Dharma perguruan tinggi.

Baca juga: 7 Program Studi Fakultas Kedokteran UNNES dan Prospek Kerja Lulusannya

Pilihan Program Studi

Fakultas Kedokteran IPB memiliki 2 program studi, yaitu Sarjana dan Profesi Dokter. Kurikulumnya menggunakan kurikulum pendidikan dokter yang resilien dengan keunggulan Kedokteran Herbal. Dalam pendidikannya, Sarjana Kedokteran akan terdiri dari 154 SKS (8 semester) dan untuk pendidikan profesi dokter akan terdiri dari 56 SKS (4 semester).

Pada semester 1 dan 2, mahasiswa akan memperoleh dasar pendidikan tinggi bidang kesehatan. Kemudian di semester 3-8 mahasiswanya akan mendapatkan tahap ilmu kedokteran terintegrasi. Setelah lulus, sarjana dokter diharuskan menempuh tahapan ke-3 yaitu tahap profesi yang mana mahasiswa akan belajar kedokteran klinis.

Mata Kuliah Sarjana Kedokteran

 Semester 1
Pendidikan Pancasila
Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)
Agama/Kepercayaan
Bahasa Indonesia
Ekonomi
Pertanian Inovatif
Statistika dan Analisis Data
Berpikir komputasional
Matematika dan Berpikir Logis
Semester 2
Ilmu Kedokteran Dasar
Keterampilan Klinis Dasar 1
Sel dan Genetika
Sistem Hemato Onko Imunologi
Kulit dan Muskuloskeletal
Semester 3
Keterampilan Klinis Dasar 2
Prinsip Kedokteran Herbal
Sistem Kardiovaskular
Endokrin Metabolik
Sistem Respirasi
Semester 4
Keterampilan Klinis Dasar 3
Sistem Gastrointestinal
Ginjal dan Saluran Kemih
Sistem Reproduksi
Semester 5
Keterampilan Klinis Dasar 4
Siklus Kehidupan
Neuropsikiatri
Sistem Indera
Semester 6
Keterampilan Klinis Dasar 5
Infeksi Tropis
Kesehatan Masyarakat
Metodologi Penelitian Kesehatan
Biofarmaka
Gizi Medis
One Health
Semester 7
Forensik dan Medikolegal
Manajemen Bencana
Kegawatdaruratan Medik dan Traumatologi
Interprofesional Education
Project Herbal
Semester 8
Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Skripsi
Seminar
Dasar praktek klinik dan keselamatan pasien

Baca juga: Apa Saja Mata Kuliah Kedokteran Gigi? Ini 5 Poin Penting yang Akan Dipelajari

Fasilitas Pendidikan

  • Ruang Kuliah Besar
  • Ruang Kuliah Kecil
  • Ruang Tutorial
  • Ruang Skill Lab
  • Ruang Rapat Besar
  • Ruang Rapat Kecil
  • Ruang Dekan
  • Ruang Wakil Desan
  • Ruang Ketua Program Studi
  • Ruang Dosen
  • Ruang Tata Usaha
  • Ruang Administrasi Kemahasiswaan
  • Ruang Tamu Dekan
  • Ruang Tunggu dan Sekretaris
  • Lobby
  • Ruang Asisten Dosen
  • Ruang Belajar Mandiri/Ruang Baca
  • Ruang Peralatan
  • Perpustakaan Pusat Universitas
  • Ruang Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan
  • Ruang Auditorium
  • Laboratorium Anatomi
  • Laboratorium Mikrobiologi
  • Laboratorium Parasitologi
  • Laboratorium Biokimia
  • Laboratorium Patologi Klinik
  • Laboratorium Fisiologi
  • Laboratorium Farmakologi
  • Laboratorium Histologi
  • Laboratorium Patologi Anatomi
  • Laboratorium Biologi
  • Laboratorium Keterampilan Klinis/Skill Lab
  • Fasilitas Teknologi Informasi (CBT)*
  • Laboratorium Kedokteran Komunitas dan Agro-Herbal

Demikianlah informasi seputar fakultas kedokteran IPB yang meskipun merupakan fakultas baru namun sudah memiliki pendidikan dan fasilitas yang lengkap. Bagaimana, tertarik untuk melanjutkan pendidikan dokter di IPB?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

mata kuliah kedokteran gigi

Apa Saja Mata Kuliah Kedokteran Gigi? Ini 5 Poin Penting yang Akan Dipelajari

Mata Kuliah Kedokteran Gigi – Mau kuliah kedokteran gigi tapi belum ada gambaran apa saja yang akan dipelajari nanti dalam perkuliahannya? Kuliah kedokteran jadi salah satu yang paling berat, termasuk untuk kedokteran gigi itu sendiri. Nah supaya kamu punya gambaran untuk mempersiapkan diri, berikut beberapa contoh mata kuliah yang akan kamu dapatkan di jurusan kedokteran gigi.

Daftar Mata Kuliah Kedokteran Gigi

mata kuliah kedokteran gigi

Sebelum memilih untuk melanjutkan di jurusan kedokteran gigi, kamu harus tahu mata kuliah apa saja yang akan kamu pelajari dalam perkuliahan nanti. Berikut referensi mata kuliah dari S1 Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada:

  • Blok 1 : Komunikasi, Etika, Hukum dan Profesionalisme
  • Blok 2 : Ilmu Kedokteran Dasar 1
  • Blok 3 : Ilmu Kedokteran Dasar 2
  • Skills Lab 1
  • MKDU : Agama
  • MKDU : Pancasila
  • MKDU : English for Academic Purposes
  • Blok 4 : Sistem Stogmatognasi
  • Blok 5 : Biologi Mulut, Immunologi, dan Pemeriksaan Dasar
  • Blok 6 : Demografi Kesehatan
  • Skills Lab 2
  • MKDU : Ibadah dan muamalah
  • MKDU : Standardized test preparation
  • Blok 7 : Pemeriksaan Klinis dan Penunjang Kedokteran Gigi
  • Blok 8 : Dental Material dan Teknologi Kedokteran Gigi
  • Blok 9 : Tumbuh Kembang Kedokteran Gigi
  • Skills Lab 3
  • MKDU : Islam dan IPTEKS
  • Blok 10 : Diagnosis Penyakit Pulpa, Periapikal dan Periodontal
  • Blok 11 : Perawatan Kedokteran Gigi 1
  • Blok 12 : Diagnosis Penyakit Mulut
  • Skills Lab 4
  • MKDU : Bahasa Indonesia
  • MKDU : Kemuhammadiyahan
  • Blok 13 : Perawatan Kedokteran Gigi 2
  • Blok 14 : Farmasi Kedokteran Gigi
  • Blok 15 : Epidemiologi dan Promosi Kesehatan
  • Blok 16 : Metodologi Penelitian dan Biostatistik
  • Blok 17 : Bahan Alam dalam Kedokteran Gigi
  • Skills Lab 5
  • Blok 18 : Perawatan Kedokteran Gigi 3
  • Blok 19 : Estetik Kedokteran Gigi
  • Blok 20 : Manajemen Kedokteran Gigi dan Keselamatan Kerja
  • Skripsi 1
  • Skills Lab 6
  • Blok 21 : Gerodontologi dan Rehabilitasi Kedokteran Gigi
  • Blok 22 : Bedah dan Kegawatdaruratan Kedokteran Gigi
  • Blok 23 : Forensik Kedokteran Gigi
  • Skripsi 2
  • Skills Lab 7
  • Elektif : 1) Public Speaking
  • Elektif : 2) Kewirausahaan
  • MKDU : Life Skills
  • MKDU : Kewarganegaraan

Baca juga: Daya Tampung UB di Setiap Jurusannya dan Daftar Peminatnya di Tahun 2024

Poin Penting yang Dipelajari di Jurusan Kedokteran Gigi

Dari rincian mata kuliah tadi mungkin kamu belum sepenuhnya memiliki gambaran, untuk lebih jelasnya berikut beberapa poin penting yang akan kamu pelajari nantinya:

1.    Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi Dasar

Mahasiswa kedokteran gigi di semester awal akan mempelajari seputar dasar-dasar ilmu kedokteran secara umum dan juga kedokteran gigi secara khusus. Hal ini ditujukan agar mahasiswa bisa memiliki gambaran umum seputar tubuh manusia secara umum, khususnya tentang gigi dan mulut. Jadi mahasiswa akan mempelajari anatomi tubuh dan fisiologi, serta anatomi oral, biologi dan juga oral biologi.

2.    Penyakit Mulut dan Kesehatan Gigi Masyarakat

Sama seperti jurusan kedokteran umum, jurusan kedokteran gigi juga akan mempelajari seputar penyakit yang sering menyerang manusia, tepatnya tentang penyakit mulut dan kesehatan gigi. Kamu akan juga akan diajarkan mulai dari apa penyebabnya sampai dengan bagaimana perawatannya.

3.    Bedah Mulut dan Konservasi Gigi

Pembelajaran ini jadi pelajaran inti yang akan dipelajari mahasiswa kedokteran gigi. Pembedahan mulut dan konservasi gigi akan dilakukan untuk mengatasi masalah gigi, rahang, atau gusi. Contoh kasusnya adalah saat impaksi gigi bungsu, atau ada masalah keretakan pada tulang rahang.

Baca juga: Jadwal Pendaftaran IUP Kedokteran UGM 2025, Dokumen Pendaftaran, Ketentuan dan Skema Tesnya

4.    Kedokteran Gigi Anak

Menjadi calon dokter gigi berarti juga akan menangani pasien anak-anak. Kamu tidak hanya akan belajar seputar permasalahan gigi pada anak, tapi juga bagaimana cara menangani pasien anak. Hal ini karenakan mayoritas pasien anak akan takut berhadapan dengan dokter gigi, sehingga kamu perlu melakukan penanganan khusus yang berbeda dengan pasien dewasa.

5.    Prostodonsia, Ortodonsia, dan Periodonsia

Prostodonsia merupakan cabang ilmu yang mempelajari pembuatan gigi tiruan untuk penggantian gigi atau jaringan mulut yang rusak atau hilang. Ortodonsia akan mempelajari masalah gigi yang tidak sejajar atau maloklusi, pembuatan kawat gigi dan penggunaannya. Dan periodonsia akan mempelajari jaringan-jaringan yang ada di rongga mulut, seperti masalah gigi dan jaringan penyangga gigi.

Jadi itu dia mata kuliah kedokteran gigi dan juga poin-poin penting yang akan dipelajari mahasiswa kedokteran gigi. Bagaimana, semakin tertarik untuk melanjutkan pendidikan di jurusan ini?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

IUP Kedokteran UGM

Jadwal Pendaftaran IUP Kedokteran UGM 2025, Dokumen Pendaftaran, Ketentuan dan Skema Tesnya

IUP Kedokteran UGM – Pendaftaran Kelas Internasional atau IUP di Universitas Gadjah Mada sudah dibuka untuk Intake 1, termasuk salah satunya adalah di program studi Sarjana Kedokteran (IUP Medicine).

Program IUP sendiri akan memberikan kualitas pendidikan dengan kurikulum internasional bagi mahasiswanya, baik mahasiswa lokal maupun internasional. Maka dari itu pendaftarannya pun berbeda dengan pendaftaran untuk kelas reguler.

Timeline Pendaftaran IUP Kedokteran UGM

IUP Kedokteran UGM

Pendaftaran IUP Kedokteran UGM akan berlangsung dalam 3 intake, dan masing-masing akan menerapkan jadwal pendaftaran yang berbeda-beda. Untuk saat ini pendaftaran yang sudah dibuka adalah untuk Intake 1, dengan timeline sebagai berikut:

  Intake ke-1 (TES OFFLINE) Intake ke-2 (TES ONLINE) Intake ke-3 (TES OFFLINE)
Periode Pendaftaran 14 Januari – 18 Februari 2025 10 April – 14 Mei 2025 17 Juni – 21 Juli 2025
Periode Pembayaran Lihat kode pembayaran
Tes Masuk Tahap 1 * (GMST dan AcEPT) Kamis – Jumat, 27 – 28 Februari 2025 Segera diinformasikan Segera diinformasikan
Tes Masuk Tahap 2** (Wawancara, MMPI, dan SJT) Sabtu, 1 Maret 2025 Segera diinformasikan Segera diinformasikan
Pemberitahuan Hasil Kamis, 6 Maret 2025 Segera diinformasikan Segera diinformasikan

*Hasil fase 1 akan diumumkan di situs web https://fkkmk.ugm.ac.id/iup/

**Hanya untuk mereka yang lulus GMST dan AcEPT

Informasi lebih update bisa cek langsung di laman resmi di sini.

Baca juga: 6 Fakultas Kedokteran di Bandung dengan Kualitas Unggulan, Ada Kampus Negeri dan Swasta

Dokumen Pendaftaran

Peserta harus melampirkan dokumen-dokumen berikut dengan ukuran minimal 200 kb dan maksimal 800 kb untuk diunggah:

Untuk pelamar yang lulus pada tahun 2024 dan 2023 Bagi pelamar yang akan lulus pada tahun 2025
Foto berwarna Foto berwarna
Kartu Identitas (SIM/KTP/Paspor/kartu pelajar) Kartu Identitas (SIM/KTP/Paspor/kartu pelajar)
Sertifikat kelulusan sekolah menengah atas atau sertifikat SAT atau A-Level Sertifikat kelulusan sekolah menengah atas atau sertifikat SAT atau A-Level
Transkrip Nilai Akademik semester I sampai dengan nilai akhir atau  transkrip Nilai Akhir Ujian Nasional (SKHUN) Transkrip Akademik semester pertama sampai dengan kelas terakhir dan surat pendaftaran kelas 12 dari sekolah
Sertifikat Kesehatan Sertifikat Kesehatan
Sertifikat hasil penglihatan warna Sertifikat hasil penglihatan warna
Sertifikat penghargaan Nasional dan/atau Internasional di bidang akademik atau non akademik (kejuaraan olahraga/kejuaraan seni pertunjukan (jika ada) Sertifikat penghargaan Nasional dan/atau Internasional di bidang akademik atau non akademik (kejuaraan olahraga/kejuaraan seni pertunjukan (jika ada)
Surat Pernyataan Keaslian Dokumen dan Surat Penjaminan Keuangan (unduh disini) Surat Pernyataan Keaslian Dokumen dan Surat Penjaminan Keuangan (unduh disini)

Ketentuan Eligibilities

Kandidat Indonesia

  • Lulusan tiga tahun terakhir (2025, 2024, dan 2023)
  • Kualifikasi SMA Indonesia (jurusan Ilmu Eksakta / IPA) atau
  • A-Level qualification

*Mata pelajaran wajib adalah Biologi dan Kimia

Kandidat Luar Negeri

  • Usia maksimal adalah 25 tahun pada tanggal 18 Mei untuk setiap periode penerimaan.
  • Sertifikat penghargaan Nasional dan/atau Internasional di bidang akademik atau non akademik (kejuaraan olahraga/kejuaraan seni pertunjukan (jika ada)
  • Kualifikasi STPM dengan minimal CGPA 3.00 (dalam skala 4.00) / 3B untuk mata pelajaran sains* atau
  • Kualifikasi Pra-Medis dengan minimal CGPA 3.00 (dalam skala 4.00)* atau
  • Program Foundation / A-Level atau kualifikasi yang setara (Pra-Universitas Kanada, Matrikulasi Australia Selatan, Program Matrikulasi Internasional Kanada, Tahun Yayasan Universitas Monash, Studi Yayasan Universitas untuk New South Wales, A-Level, Sertifikat Pendidikan Tinggi Tamilnadu, India) *

*Semua sertifikat dalam bahasa Inggris

Baca juga: 7 Tips Sukses Lulus Kuliah dengan IPK Tinggi di Perguruan Tinggi

Skema Tes

Fase Ujian Bahan Uji
Fase 1 Tes Skolastik Gadjah Mada (GMST) Verbal, Quantitative, Reasoning
  Tes Kecakapan Bahasa Inggris Akademik (AcEPT) Listening, Structure, Reading
Fase 2 Inventarisasi Kepribadian Multifasik Minnesota (MMPI) (Hanya untuk mereka yang lulus GMST dan AcEPT)
Tes Penilaian Situasional (SJT)
Wawancara

Demikianlah informasi pendaftaran IUP Kedokteran UGM yang mungkin bisa menjadi referensi untuk kamu. Seleksi IUP Kedokteran ini tentu lebih ketat dibanding kedokteran regulernya, yuk persiapkan bekal seleksimu dengan bimbel IUP Kedokteran di Indonesia College! Ribuan siswa sudah membuktikannya, cek informasi selengkapnya di sini sekarang.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

IPK Tinggi

7 Tips Sukses Lulus Kuliah dengan IPK Tinggi di Perguruan Tinggi

IPK Tinggi – Mendapatkan IPK tinggi adalah impian banyak mahasiswa. Nilai yang baik tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membuka banyak peluang di dunia kerja. Untuk mencapai hal ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan dan tentunya perlu konsisten dalam melakukannya. Kira-kira apa saja tipsnya?

Tips Lulus Kuliah dengan IPK Tinggi

IPK Tinggi

Mendapatkan IPK tinggi bukan perkara mudah yang bisa diraih banyak mahasiswa. Tidak sedikit yang butuh usaha ekstra untuk mendapatkannya. Kamu bisa mengikuti tips-tips berikut untuk memaksimalkan nilai IPK kamu sampai lulus nanti:

1.    Kerjakan Tugas Secara Maksimal

Mahasiswa tidak akan jauh-jauh dari tugas setiap harinya, yang akan menjadi salah satu tolak ukur dosen dalam menilai seberapa tinggi pemahaman mahasiswa akan mata kuliah yang sudah diikuti.

Maka dari itu, kerjakanlah secara maksimal dengan jawaban terbaikmu. Dengan begitu kamu bisa dapat nilai bagus bisa menjadi bekal nilai IPK yang tinggi.

2.    Kenali Diri dan Temukan Cara Belajar yang Sesuai

Tidak semua orang cocok dengan satu cara belajar yang sama, contohnya ada orang yang lebih cocok belajar sendiri, tapi ada juga yang lebih cocok belajar bersama teman dengan cara berdiskusi. Dengan begitu kamu bisa mencoba untuk mengenali diri kamu sendiri dan mencoba segala macam cara belajar, supaya bisa dengan tepat memahami materi.

Cara belajar yang direkomendasikan adalah belajar dengan mereview pembelajaran setelah kelas selesai. Saat sampai di rumah, kamu bisa istirahat sebentar dan baru setelah itu luangkan waktu untuk membuka catatan kuliah sebelumnya. Cara ini bisa lebih membantu untuk semakin menempel di memori kamu. Dengan begitu saat ada kuis dadakan, kamu bisa dengan mudah menjawabnya.

3.    Kenali Karakter Dosen

Dalam satu semester, kamu akan memiliki banyak sekali dosen dengan mata kuliah yang berbeda-beda. Setiap dosen pastinya akan memiliki karakter masing-masing, ada dosen yang santai dalam mengajar, sampai dosen yang “killer” karena sangat selektif dalam menilai mahasiswanya.

Kamu tidak bisa bersikap sama untuk semua dosen, maka dari itu wajib hukumnya untuk mengenali karakter dosen, sehingga kamu bisa lebih menyesuaikan diri. Tidak jarang dosen yang tidak meluluskan mahasiswanya karena mereka mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, lho!

4.    Evaluasi tiap Semester

Di setiap semester, kamu akan mengikuti ujian dan akan mendapatkan hasilnya melalui nilai IP (Indeks Prestasi). Untuk melakukan evaluasi, tentunya kamu bisa membandingkan IP kamu di semester sekarang dengan semester sebelumnya, jika turun maka ada yang perlu kamu renungkan.

Apa kira-kira yang menyebabkan kamu kurang di semester kali ini? Apakah kamu sering terlambat, sering tidak mengumpulkan tugas, atau karena alasan lainnya. Dengan melakukan evaluasi rutin di setiap semester ini, bisa membuat kamu lebih termotivasi untuk memperbaiki nilai di semester selanjutnya supaya bisa menghasilkan IPK yang tinggi akhirnya.

5.    Perhatikan Kesehatan Fisik dan Mental

Terlalu ambis juga tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental kamu. Ada saatnya kamu butuh istirahat, ada saatnya kamu butuh main, jadikan semuanya seimbang saja. Kamu juga bisa meminta bantuan profesional seperti psikiater/psikolog jika dirasa kesehatan mental kamu kurang baik.

6.    Lakukan dengan Konsisten

Banyak sekali mahasiswa yang bersemangat hanya di awal dan di akhir semester saja. Di awal masih termotivasi mengejar IP yang kurang sesuai ekspektasi, dan di akhir saat menjelang ujian saja. Padahal setiap waktunya sangat penting, dan kamu perlu melakukannya secara konsisten untuk bisa mendapatkan nilai yang stabil bahkan meningkat.

Bahkan baik dari perguruan tinggi maupun dosen, biasanya akan menerapkan bobot penilaian yang akan berlaku untuk menjadi nilai akhir mahasiswa. Jadi tidak hanya nilai hasil ujian saja yang diambil, karena presensi, nilai tugas, nilai praktik, UTS, dan UAS akan ikut dipertimbangkan.

7.    Jalin Relasi

Berteman dengan satu angkatan itu sangat penting, tapi kamu bisa memperluas relasi kamu dengan menjalin pertemanan dengan yang satu fakultas, kakak tingkat, bahkan dosen sangat dianjurkan. Mungkin bagi sebagian orang, bersosialisasi seperti ini sangat membosankan dan menguras energi, tapi ini bisa sangat membantu kamu jika suatu saat kamu butuh informasi atau jaringan.

Kamu juga bisa sharing-sharing tips dalam belajar, bahkan tips untuk mendapatkan IP dan IPK tinggi. Tidak jarang juga orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan karena informasi dari kenalannya, lho.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

mata kuliah jurusan kesehatan masyarakat

Daftar Mata Kuliah Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Prospek Kerja Lulusannya yang Menjanjikan

Mata Kuliah Jurusan Kesehatan Masyarakat – Dalam bidang Kesehatan, selain ilmu kedokteran dan keperawatan, masih ada banyak sekali jurusan yang bisa dipilih, seperti salah satunya adalah jurusan Kesehatan Masyarakat.

Jurusan ini mempelajari cara mengedukasi, mengenalkan, mempromosikan dan juga mencegah penyakit sampai bagaimana cara mengobatinya di kalangan masyarakat. Jika dibandingkan dengan jurusan kedokteran dan keperawatan, jurusan kesehatan masyarakat ini memiliki perbedaan bidang yang dipelajari dan juga target tujuannya. ufabet เว็บตรง

Jurusan ini akan cocok dipelajari kamu yang memiliki jiwa sosial tinggi, sekaligus menyukai bidang kesehatan. Kamu bisa memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, bahkan mempraktikkannya agar bisa dieksekusi langsung oleh masyarakat untuk menghadapi isu kesehatan yang sedang atau akan terjadi.

Ilmu ini sangat penting bagi suatu negara dan masyarakat, karena semakin banyak masyarakat yang paham dan teredukasi akan suatu penyakit, akan membawa dampak baik bagi masyarakat di wilayah tersebut karena akan bisa menghindari tanpa menimbulkan bencana yang serius.

Mata Kuliah Jurusan Kesehatan Masyarakat

mata kuliah jurusan kesehatan masyarakat

Berikut contoh daftar mata kuliah jurusan Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sriwijaya:

  • Bahasa Inggris
  • Filsafat dan Logika
  • Agama
  • Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat
  • Pengantar Sosiologi dan Antropologi
  • Dasar Promosi Kesehatan
  • Dasar Ilmu Biomedik
  • Kewarganegaraan
  • Etika dan Hukum Kesehatan
  • Biostatistik Deskriptif dan Inferensial
  • Pancasila
  • Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat
  • Dasar Kesehatan Lingkungan
  • Komunikasi Kesehatan
  • Dasar Administrasi Kebijakan Kesehatan
  • Biomedik 2
  • Bahasa Indonesia
  • Dasar Epidemiologi
  • Demografi Kesehatan
  • Kepemimpinan dan Berpikir Sistem
  • Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan
  • Kewirausahaan
  • Epidemiologi Penyakit Menular
  • Sistem Informasi Kesehatan
  • Ekonomi Kesehatan
  • Dasar Kesehatan Reproduksi
  • Manajemen Bencana
  • Promosi Kesehatan
  • Pengelolaan Sanitasi Lingkungan di Pemukiman Lahan Basah
  • Pembiayaan dan Penganggaran Kesehatan
  • Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif)
  • Epidemiologi Penyakit Tidak Menular
  • Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat
  • Analisis Risiko Kesehatan di Pemukiman Lahan Basah
  • Analisis Kualitas Lingkungan
  • Manajemen dan Analisis Data
  • Sampling dan Bias
  • Organisasi dan Manajemen Kesehatan
  • Instrumen Epidemiologi
  • Manajemen Mutu
  • Pemberantasan dan Pengendalian Vektor
  • Penulisan Ilmiah
  • Metode Survei Cepat
  • Hygiene Industri
  • Gizi dan Penyakit
  • Ergonomi
  • Rancangan Sampel
  • Pengolahan Limbah
  • Epidemiologi Gizi
  • Ekologi Pangan dan Gizi
  • Pencemaran Lingkungan
  • Manajemen Program Promosi Kesehatan
  • Surveilans Kesehatan Masyarakat
  • Program Penanggulangan HIV/AIDS
  • Keselamatan Kerja
  • Determinan Sosio Budaya Kesehatan
  • Epidemiologi Sosial
  • Penyakit Akibat Kerja
  • Pemberdayaan Masyarakat di Pemukiman Lahan Basah
  • Rekam Kesehatan Elektronik
  • Psikologi Kesehatan
  • Analisis Kebijakan di Bidang Kesehatan
  • Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Gizi
  • Pengalaman Belajar Lapangan
  • Kebijakan Pengelolaan Pemukiman Lahan Basah
  • Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Teknik Multivariabel
  • Analisis dan Rancangan Sistem Informasi Kesehatan
  • Survei Cepat Epidemiologi
  • Bahaya Fisik dan Psikososial
  • Penilaian Status Gizi
  • Dinamika Kelompok
  • Manajemen Logistik
  • Teknologi Promosi Kesehatan
  • Manajemen Kebakaran dan Ledakan
  • Asuransi Kesehatan (Sosial dan Komersial)
  • Pemasaran Jasa Bidang Kesehatan
  • Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Manajemen dan Analisis Data Epidemiologi
  • Pengelolaan Sampah
  • Sanitasi Tempat-Tempat Umum
  • Gizi Daur Hidup
  • Metode Epidemiologi
  • Administrasi Rumah Sakit dan Puskesmas
  • Manajemen Strategis
  • Kesehatan Lingkungan Pemukiman Perkotaan dan Pedesaan
  • Komunikasi Interpersonal dan Konseling
  • Epidemiologi Kesehatan Reproduksi
  • Toksikologi Lingkungan
  • Antropologi Gizi
  • Pengembangan Indikator Kesehatan
  • Biostatistik Nonparametrik
  • Bahaya Kimia dan Biomonitoring
  • Gizi Institusi dan Industri
  • Isu Terkini di Bidang Administrasi Kebijakan Kesehatan
  • Telaah Kritis
  • Investigasi Wabah
  • Manajemen Kebakaran di Pemukiman Lahan Basah
  • Komunikasi, Informasi dan Edukasi Gizi
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Hygiene dan Sanitasi Makanan dan Minuman
  • Pengelolaan Air
  • Teknologi Pangan
  • Perilaku Kesehatan dan Pengukurannya
  • Aplikasi Penelitian Sosial dan Perilaku
  • Laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Praktikum Kesehatan Masyarakat
  • Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
  • Epidemiologi Intermediet
  • Analisis Data Survei
  • Sistem Informasi Geografis
  • Manajemen Bising dan Getar
  • Manajemen Keuangan
  • Epidemiologi Kesehatan Kerja
  • Aplikasi Penelitian Biostatistik
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan
  • Isu Terkini Promosi Kesehatan
  • Promosi Kesehatan di Berbagai Tatanan
  • Skripsi

Baca juga: Fasilitas Super Lengkap dan Punya Banyak Mitra, Yuk Lanjut di Jurusan Kedokteran UPH!

Prospek Kerja Lulusan Jurusan Kesehatan Masyarakat

Lulusan jurusan Kesmas ini memiliki prospek yang luas dan menjanjikan. Lulusannya akan mendapatkan gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM). Berikut beberapa prospek kerjanya:

1.    Ahli K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat akan mendapatkan mata kuliah seputar Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3. Nah kemampuan ini banyak sekali dibutuhkan di dunia industri. Sebagai seorang ahli K3 tentu kamu harus bisa mengamalkan ilmu-ilmu K3 yang harus ada di dalam proyek atau perusahaan.

2.    Penyuluh Kesehatan di Lingkungan Masyarakat

Prospek selanjutnya adalah sebagai Penyuluh Kesehatan di lingkungan masyarakat. Kamu bisa menjadi pemateri atau penyuluh terkait kesehatan di masyarakat. Profesi ini juga tersedia di bawah naungan Rumah Sakit, Klinik atau Puskesmas terdekat.

3.    Analis Gizi

Kamu juga bisa menjadi seorang ahli gizi atau nutritionist, yang bertugas menganalisis kandungan gizi dalam makanan atau minuman. Seorang ahli gizi juga akan berperan penting dalam menyarankan pola makan yang baik, yang berlaku bagi anak-anak, remaja bahkan orang dewasa dan lansia.

4.    Biostatistician

Profesi ini memiliki tugas meneliti informasi terkait kesehatan masyarakat, mengumpulkan dan juga menganalisis data yang berfokus di biologi untuk bidang-bidang kedokteran, pertanian dan lainnya. Biostatistik ini juga menjadi ilmu dasar yang digunakan sebagai metode untuk mempelajari masalah kependudukan.

Baca juga: Kedokterannya Sudah Terakreditasi Unggul, Ketahui Informasi Lengkap Seputar Fakultas Kedokteran Unsri, Yuk!

5.    Epidemiolog

Epidemiologi merupakan ilmu seputar pola penyebaran penyakit atau kejadian yang berhubungan dengan kesehatan beserta faktor yang bisa mempengaruhi kejadian tersebut, serta cara mengendalikannya. Ilmu ini digunakan dalam memetakan pola penyebaran COVID-19.

Tugas profesi ini nanti adalah mengumpulkan bukti atau data, pengolahan data, melakukan analisis dan juga memberikan rekomendasi yang tepat dan terstruktur.

Bagaimana, tertarik untuk melanjutkan studi di jurusan Kesehatan Masyarakat dan berkarir di bidang ini? Demikianlah daftar mata kuliah jurusan Kesehatan Masyarakat dan prospek kerjanya, semoga bisa menjadi gambaran untuk kamu yang ingin masuk ke jurusan ini.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.