Arsip Kategori: Blog

Apa Bedanya Vokasi dan Sarjana? Yuk Pahami Biar Tidak Salah Pilih!

Bedanya Vokasi dan Sarjana – Sebelum melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, perlu dimengerti bahwa jenjang perkuliahan tidak cuma Sarjana saja. Ada jenjang Vokasi juga yang agak berbeda sistem perkuliahannya. Maka dari itu kamu perlu mengetahui perbedaannya supaya bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan tujuan kamu melanjutkan kuliah.

Bedanya Vokasi dan Sarjana

Bedanya Vokasi dan Sarjana

Memilih jalur pendidikan setelah lulus sekolah merupakan keputusan penting. Dua jalur yang umum dipilih di perguruan tinggi adalah Pendidikan Vokasi dan Program Sarjana (S1). Keduanya memiliki tujuan, metode pembelajaran, dan prospek yang berbeda.

1.    Pendidikan Vokasi

Pendidikan Vokasi merupakan jalur pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguasaan keterampilan terapan dan kesiapan kerja mahasiswanya. Pembelajaran pada pendidikan vokasi lebih menekankan praktik dibandingkan teori, dengan rata-rata perbandingannya 60 : 40, sehingga mahasiswa dibekali kemampuan teknis yang langsung dapat diterapkan di dunia industri atau dunia kerja.

Ciri utama pendidikan vokasi:

  • Fokus pada praktik dan keterampilan kerja
  • Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri
  • Lulusan siap bekerja secara profesional di bidang tertentu
  • Porsi praktik umumnya lebih besar dibandingkan teori
  • Gelar kelulusan D1 – Ahli Pratama (A.P.), D2 – Ahli Muda (A.Ma.), D3 – Ahli Madya (A.Md.), dan D4 – Sarjana Terapan (S.Tr.) atau Sarjana Sains Terapan (S.ST.)

Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Pendidikan Vokasi mencakup beberapa jenjang, yaitu:

  • Diploma I (D1)
  • Diploma II (D2)
  • Diploma III (D3)
  • Diploma IV (D4) – setara dengan Sarjana Terapan

Lulusan vokasi dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja dengan keahlian spesifik, didukung oleh kolaborasi kampus dengan perusahaan atau industri sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata sejak masa studi.

2.    Program Sarjana (S1)

Program Sarjana adalah pendidikan akademik strata satu yang berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, teori, dan pengembangan kemampuan berpikir ilmiah. Mahasiswa sarjana dilatih untuk menganalisis, meneliti, dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi sesuai bidang yang dipelajari. Perbandingannya adalah 60% teori dan 40% praktik, berbanding terbalik dengan pendidikan Vokasi.

Ciri utama program sarjana:

  • Fokus pada pendalaman teori dan konsep ilmiah
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis
  • Cocok bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi (S2 dan S3)
  • Memiliki porsi teori lebih besar, meskipun tetap disertai praktik
  • Gelar kelulusannya diawali dengan gelar Sarjana (S. ) dan dilanjutkan gelar studi, contoh Sarjana Ekonomi (S.E), Sarjana Hukum (S.H).

Baca juga: Dokter Residen Adalah Profesi yang Belum Banyak Dikenal, Apa Perannya?

Seorang sarjana umumnya menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 4 tahun, namun banyak juga yang lulus lebih cepat, sekitar 3,5 tahun, tergantung jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang ditempuh.

Peluang Studi Lanjut

Lulusan vokasi dan sarjana sebenarnya memiliki peluang studi lanjut yang sama. Program Diploma 4 (D4) setara dengan Sarjana (S1), sehingga lulusannya dapat langsung melanjutkan ke jenjang S2 atau Magister. Pada jalur vokasi, tersedia program Magister Terapan (M.Tr) selain Magister akademik.

Perbedaannya, apabila pendidikan terakhir kamu adalah Diploma 3 (D3), kamu perlu melanjutkan ke jenjang S1 terlebih dahulu. Namun, hal ini tidak dilakukan dengan mengulang pendidikan dari awal, melainkan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau program ekstensi.

Melalui jalur tersebut, mata kuliah yang telah ditempuh saat D3 akan dikonversi, sehingga kamu hanya perlu mengambil mata kuliah yang belum diperoleh untuk memenuhi capaian pembelajaran S1. Setelah menyelesaikan S1, kamu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau program Magister.

Nah, sangat penting untuk memahami jenjang-jenjang perkuliahan, bedanya vokasi dan sarjana, termasuk jenjang-jenjang setelahnya. Untuk kamu yang lulusan SMA/sederajat, jenjang mana yang akan kamu pilih nantinya?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

dokter residen adalah

Dokter Residen Adalah Profesi yang Belum Banyak Dikenal, Apa Perannya?

Dokter Residen Adalah salah satu profesi dokter yang masih belum banyak diketahui orang awam. Orang lebih akrab mengenal dokter umum atau spesialis, padahal dokter residen ini juga banyak dijumpai di rumah sakit, terlibat dalam berbagai pelayanan medis, dan menjadi bagian penting dari proses perawatan pasien meski perannya sering tidak disadari oleh masyarakat.

Dokter Residen Adalah?

dokter residen adalah

Dokter residen adalah profesi dokter umum yang sedang menjalani tahapan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Jadi mereka sebenarnya bukan lagi calon dokter, melainkan sudah merupakan dokter (umum), dan sedang menyelesaikan pendidikan dan pelatihan lanjutan untuk menjadi seorang dokter spesialis. Di tahun pertama PPDS, mereka akan disebut intern, lalu selanjutnya akan disebut residen.

Residen bertugas memberikan perawatan langsung kepada pasien, tetapi tetap berada di bawah supervisi dokter spesialis atau residen senior. Mereka ditempatkan di berbagai unit fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengalaman klinis yang luas.

Baca juga: 10 Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2025

Contoh tempat dokter residen bekerja:

  • Unit Gawat Darurat (UGD)
  • ICU atau unit perawatan intensif
  • Ruang operasi
  • Bangsal pasien rawat inap
  • Poliklinik rawat jalan
  • Departemen khusus sesuai bidang spesialisasi

Jadi walaupun berstatus sebagai peserta didik, dokter residen tetap merupakan tenaga medis profesional. Mereka bukan mahasiswa kedokteran seperti koas. Dokter residen menjalankan fungsi ganda, yaitu belajar sekaligus memberikan perawatan medis (di bawah pengawasan dokter senior/spesialis).

Perbedaan Dokter Koas dan Dokter Residen

Sebelum melihat perbedaannya, penting untuk memahami bahwa koas dan residen sama-sama berada dalam proses pendidikan kedokteran, tetapi berada di tingkatan yang berbeda. Lalu apa yang beda?

1.    Status pendidikan

Koas atau co-assistant adalah mahasiswa tahap profesi kedokteran yang masih berada dalam fase pembelajaran klinis. Mereka belum memiliki gelar dokter dan karena itu belum memiliki kewenangan profesional penuh untuk melakukan tindakan medis secara mandiri. Di sisi lain, dokter residen adalah dokter umum yang telah lulus pendidikan profesi dokter dan telah memiliki gelar “dr.”. Mereka sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk mendapatkan kompetensi lanjutan di bidang tertentu. Dengan kata lain, koas adalah calon dokter, sedangkan residen adalah dokter yang sedang belajar menjadi spesialis.

Baca juga: 11 Istilah Kedokteran dan Artinya yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa Kedokteran

2.    Pembimbing

Dalam pendidikan praktiknya, dokter muda atau koas dibimbing oleh dokter spesialis dengan bantuan residen. Dan residen akan dibimbing langsung oleh dokter spesialis atau konsulen.

3.    Tanggung jawab

Koas hanya boleh melakukan tindakan sesuai instruksi dan tidak menanggung tanggung jawab hukum. Sedangkan residen dapat melakukan pemeriksaan, diagnosis, tindakan klinis, dan memiliki tanggung jawab profesional.

Tugas-Tugas Dokter Residen

Sebelum melihat daftar tugasnya, perlu diketahui bahwa beban kerja residen cukup besar karena mereka terlibat langsung dalam pelayanan medis sekaligus menjalani pembelajaran klinis. Jadi mereka akan memiliki tugas sebagai dokter sekaligus sebagai peserta didik:

1.    Tugas Klinis:

  • Memeriksa kondisi pasien
  • Memesan dan menilai hasil tes laboratorium atau radiologi
  • Melakukan tindakan atau prosedur medis
  • Mencatat riwayat dan perkembangan pasien
  • Menentukan atau menyesuaikan rencana pengobatan

2.    Tugas Pendidikan:

  • Mengikuti konferensi, seminar, dan diskusi ilmiah
  • Belajar dari supervisi dokter spesialis
  • Berputar (rotasi) ke berbagai bagian rumah sakit untuk memperdalam pengalaman

Durasi pendidikan residensi berbeda tergantung spesialisasi, namun secara umum berlangsung 3–7 tahun.

Jadi dokter residen adalah seorang dokter umum yang sedang menjalankan pendidikan untuk bisa menjadi seorang dokter spesialis. Mereka sudah memiliki kemampuan untuk menangani pasien, jadi jangan khawatir jika kamu diperiksa oleh dokter residen, ya.

11 Istilah Kedokteran dan Artinya yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa Kedokteran

Istilah Kedokteran dan Artinya – Melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa kedokteran akan membuat kamu mengenal banyak hal-hal baru di dalam dunia medis. Kamu akan mempelajari anatomi sampai menghafalkan nama obat dan kegunaannya. Selain itu, selama masa pendidikan kamu akan mengenal banyak istilah baru yang hanya ada di dunia kesehatan terutama di dunia kedokteran. Jadi sebelum memulai semuanya, kamu bisa mengetahui dulu istilah-istilahnya.

Daftar Istilah Kedokteran dan Artinya

istilah kedokteran dan artinya

Beberapa istilah ini biasa digunakan untuk mahasiswa kedokteran sampai menjadi dokter profesional. Berikut di antaranya:

1.    Sistem Blok

Istilah Blok ini jadi istilah dasar yang harus kamu ketahui, karena akan mulai berlaku di masa perkuliahan. Jadi mahasiswa kedokteran tidak akan mendapatkan sistem SKS atau Satuan Kredit Semester layaknya mahasiswa jurusan lainnya, karena mereka akan menggunakan sistem blok.

Sistem blok adalah pengelompokan mata kuliah yang saling berhubungan dalam satu blok, tapi mahasiswanya tidak bisa memilih sendiri kelas maupun dosennya. Satu bloknya akan memerlukan waktu pembelajaran yang berbeda-beda, mulai dari 5 sampai dengan 7 minggu.

Mahasiswanya akan mendapatkan berbagai pembelajaran, mulai dari kelas besar, diskusi kelompok, skill lab dan juga praktikum. Lalu di akhir pembelajaran sistem blok nantinya akan ada ujian tulis, keterampilan medis (OSCE), sampai dengan praktikum.

Baca juga: Prospek Kerjanya Menjanjikan dan Semakin Diminati, Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa?

2.    Laprak

Mahasiswa kedokteran juga akan mengenal istilah ‘laprak’, terutama untuk program studi yang akan banyak menemui praktikum. Laprak sendiri adalah kependekan dari laporan praktikum, yang wajib disiapkan setiap mahasiswa, bisa sebelum melakukan praktikum maupun setelah melakukan praktikum.

3.    Koas

Setelah lulus S1 Kedokteran atau Ilmu Kedokteran dan lanjut ke program profesi, kamu akan mendapatkan istilah Koas. Koas atau Co-Assistant ini menjadi program praktikum yang mengharuskan lulusan S1 untuk menjadi asisten dokter. Periodenya berlangsung 1-2 tahun sebelum mendapatkan gelar Dokter.

Calon dokter (dokter koas) akan menangani pasien sungguhan, namun berada di bawah pengawasan dokter secara langsung. Mereka juga akan mendapatkan tugas yaitu menganalisis penyakit.

4.    OSCE

Selanjutnya ada istilah OSCE atau Objective Structured Clinical Examination, yang artinya adalah Pemeriksaan Klinis Terstruktur Objektif. OSCE ini menjadi metode ujian modern yang mengevaluasi keterampilan klinis dokter dan juga mahasiswa kedokteran.

5.    Preklinik

Istilah ini preklinik ini adalah masa kuliah untuk mahasiswa kesehatan, kedokteran, maupun keperawatan. Preklinik ini bisa disebut juga masa pendidikan, yang digunakan di masa awal pendidikan kedokteran. Jadi istilah ini digunakan saat mahasiswa kedokteran mempelajari ilmu-ilmu dasar kedokteran dan melakukan praktik di laboratorium atau kampus.

6.    Masa Klinik

Setelah itu ada fase klinik, yang mana ini adalah tahapan pengaplikasian pengetahuan yang sudah dipelajari oleh mahasiswa kedokteran selama pendidikan. Jadi mereka akan mengaplikasikan pengetahuannya langsung terhadap pasien. Nah, istilah ini biasanya digunakan di masa pendidikan profesi dokter.

7.    PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis)

PPDS merupakan singkatan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis, yaitu jenjang pendidikan lanjutan bagi dokter umum yang ingin mendalami bidang tertentu dan menjadi dokter spesialis. Selama menjalani PPDS, peserta yang disebut dokter residen akan belajar sekaligus praktik langsung di rumah sakit pendidikan. Durasi program ini bervariasi, umumnya berkisar antara 4 hingga 6 tahun, tergantung pada kompleksitas bidang spesialisasi yang dipilih, seperti bedah, anak, penyakit dalam, dan sebagainya.

Baca juga: Apa Itu PPDS? Ini Pengertian, Tugas dan Daftar Gelarnya yang Wajib Diketahui

8.    Skill Lab (Laboratorium Keterampilan)

Skill Lab bisa diibaratkan seperti sesi “praktikum” di dunia kesehatan. Di sini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melatih keterampilan klinis dan teknis secara langsung dalam lingkungan yang aman dan terkontrol. Misalnya, berlatih melakukan pemeriksaan fisik, menyuntik, atau menolong pasien dalam skenario simulasi. Tujuannya adalah agar mahasiswa siap menghadapi situasi nyata saat terjun ke dunia klinik atau rumah sakit.

9.    Stase (Rotasi Klinik)

Istilah stase digunakan untuk menggambarkan masa rotasi mahasiswa kedokteran atau tenaga kesehatan di berbagai bagian klinik, seperti stase anak, bedah, penyakit dalam, atau kebidanan. Setiap stase biasanya berlangsung beberapa minggu hingga bulan, tergantung bidangnya. Melalui stase, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam pelayanan pasien, berinteraksi dengan tim medis, dan menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.

10. STR (Surat Tanda Registrasi)

STR atau Surat Tanda Registrasi adalah dokumen resmi yang menandakan bahwa seorang tenaga kesehatan telah memenuhi standar kompetensi dan diakui secara legal untuk menjalankan profesinya. STR juga berfungsi sebagai bentuk pendataan tenaga kesehatan di Indonesia, sehingga pemerintah dapat memantau jumlah dan distribusi tenaga medis setiap tahunnya. Tanpa STR yang masih berlaku, tenaga kesehatan tidak diperkenankan untuk praktik secara profesional.

11. Responsi

Responsi adalah bentuk evaluasi atau ujian yang biasa dihadapi mahasiswa bidang kesehatan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diuji seberapa dalam pemahaman mereka terhadap materi kuliah, baik melalui tanya jawab, diskusi, maupun praktik langsung. Responsi biasanya dilakukan setelah sesi kuliah atau praktikum, sebagai sarana memastikan bahwa mahasiswa benar-benar menguasai ilmu yang telah diajarkan.

Jadi sudah tahu istilah kedokteran dan artinya kan? Sudah semakin siap untuk menjadi mahasiswa kedokteran?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

apa itu PPDS

Apa Itu PPDS? Ini Pengertian, Tugas dan Daftar Gelarnya yang Wajib Diketahui

Apa Itu PPDS? Istilah ini mungkin masih asing di telinga orang awam. PPDS ini merupakan istilah pendidikan dalam dunia kedokteran, dan termasuk dalam pendidikan lanjutan. Program ini akan berkaitan dengan gelar dokter spesialis, yaitu dokter yang sudah memiliki keahlian secara khusus di salah satu bidang kesehatan. Daripada penasaran, simak selengkapnya di penjelasan berikut sampai selesai, ya!

Apa Itu PPDS?

apa itu PPDS

Dalam pendidikan kedokteran, ada istilah PPDS yang merupakan salah satu tahapan untuk mencapai gelar spesialis di salah satu bidang yang dipilih. PPDS merupakan singkatan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis, yang menjadi jenjang pasca sarjana. Program ini dirancang untuk melatih para dokter umum untuk menjadi dokter spesialis.

Nah PPDS ini biasanya diselenggarakan di fakultas kedokteran di kampus yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan, supaya mahasiswanya bisa terfasilitasi dan bisa melakukan praktik secara langsung. Jadi mereka bisa melaksanakan pendidikan dan praktik secara bersamaan, dan mahasiswa PPDS ini biasa disebut dengan dokter residen, dan praktiknya akan diawasi langsung oleh dokter senior.

Lalu untuk periode pendidikannya adalah 8 semester atau sekitar 4 tahun, namun bisa juga tergantung dengan jenis spesialisasi yang dipilih. Nantinya setelah menyelesaikan PPDS, dokter spesialis diharuskan melaksanakan ujian yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan jika lulus akan memperoleh sertifikat spesialis, serta sudah bisa diakui menjadi dokter spesialis oleh pemerintah.

Baca juga: Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah: Kurikulum, Visi Misi dan Pilihan Program Studi

Tugas Dokter Residen/PPDS

Dokter residen atau dokter PPDS, dalam pendidikannya akan mengemban 3 tugas utama, yaitu pekerjaan di rumah sakit, pendidikan dan juga pekerjaan di klinik. Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

1.    Pekerjaan di Rumah Sakit

Dokter residen akan bekerja di berbagai departemen rumah sakit, mulai dari unit perawatan intensif, ruang gawat darurat, ruang operasi dan juga bangsal pasien umum. Selain itu, sebagian besar aktivitas kerja dan pembelajaran dokter residen berlangsung selama waktu jaga. Pada periode ini, tim dokter bersama tenaga kesehatan lainnya meninjau kondisi, perawatan, serta perkembangan pasien. Kegiatan tersebut memungkinkan para residen untuk menilai status kesehatan pasien, memantau proses penyembuhan, dan menyesuaikan rencana perawatan sesuai kebutuhan.

2.    Pendidikan

Dalam pendidikannya, dokter PPDS diawasi oleh dokter senior atau dokter pengawas dalam melakukan dan menafsirkan tes diagnostik, melakukan pemeriksaan, memberikan prosedur medis dan juga mencatat riwayat medis. Dokter PPDS juga selain melakukan praktik dengan menangani pasien, mereka juga melanjutkan pendidikan dengan menghadiri konferensi dan seminar formal.

Baca juga: Punya Reputasi OK dan Jadi Kedokteran Unggulan, Berapa UKT Kedokteran UGM?

3.    Pekerjaan di Klinik

Dokter residen bekerja langsung menangani pasien dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan di klinik mandiri. Mereka akan memainkan peran penting dalam perawatan medis sambil terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui pengalaman praktik dan pendidikan lanjutan.

Gelar Dokter PPDS

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Program Pendidikan Dokter Spesialis memiliki banyak bidang atau fokus, maka dari itu gelar yang akan didapatkan akan berbeda. Berikut adalah beberapa contoh gelar dokter setelah lulus PPDS:

  • Spesialis Anak (SpA)
  • Spesialis Andrologi (Sp.And)
  • Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi (Sp.An)
  • Spesialis Bedah (Sp.B)
  • Spesialis Bedah Anak (Sp.BA)
  • Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial (Sp.BM)
  • Spesialis Bedah Plastik (Sp.BP)
  • Spesialis Bedah Saraf (Sp.BS)
  • Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler (Sp.BTKV)
  • Spesialis Farmakologi Klinik (Sp.FK)
  • Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.JP)
  • Spesialis Kedaruratan Medik (Sp.EM)
  • Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR)
  • Spesialis Kedokteran Forensik (Sp.F)
  • Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Sp.KGA)
  • Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psikiatri (Sp.KJ)
  • Spesialis Kedokteran Nuklir (Sp.KN)
  • Spesialis Kedokteran Okupasi (Sp.Ok)
  • Spesialis Kedokteran Olahraga (Sp.KO)
  • Spesialis Konservasi Gigi (Sp.KG)
  • Spesialis Mata (Sp.M)
  • Spesialis Mikrobiologi Klinik (Sp.MK)
  • Spesialis Obstetri Ginekologi (Sp.OG)
  • Spesialis Onkologi Radiasi (Sp.Rad)
  • Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi (Sp.OT)
  • Spesialis Ortodonti (Sp.Ort)
  • Spesialis Paru (Sp.P)
  • Spesialis Patologi Anatomi (Sp.PA)
  • Spesialis Patologi Klinik (Sp.PK)
  • Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)
  • Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin (Sp.KK)
  • Spesialis Penyakit Mulut (Sp.PM)
  • Spesialis Periodonsia (Sp.Perio)
  • Spesialis Prostodonsia (Sp.Pros)
  • Spesialis Radiologi (Sp.Rad)
  • Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (Sp.RKG)
  • Spesialis Rehabilitasi Medik (Sp.RM)
  • Spesialis Saraf (Sp.S)
  • Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (Sp.THT-KL)
  • Spesialis Urologi (Sp.U)

Jadi sudah jelas bukan apa itu PPDS? Kira-kira kamu bercita-cita untuk melanjutkan di spesialis apa?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

ukt-kedokteran-ugm

Punya Reputasi OK dan Jadi Kedokteran Unggulan, Berapa UKT Kedokteran UGM?

UKT Kedokteran UGM – Siapa yang tidak kenal Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM)? Sebagai salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia, program ini selalu menjadi incaran utama calon mahasiswa. Namun, di balik prestasi dan reputasinya, banyak yang masih penasaran, sebenarnya berapa sih UKT Kedokteran UGM itu? Karena rata-rata biaya pendidikan untuk program kedokteran tidak murah.

UGM menggunakan sistem UKT agar biaya pendidikan menjadi lebih adil dan proporsional, menyesuaikan kemampuan ekonomi mahasiswanya. Program Studi Kedokteran UGM dikenal sebagai salah satu yang paling favorit dan kompetitif di Indonesia. Dengan akreditasi unggul dan jejaring global, UGM menjadi destinasi utama bagi calon dokter terbaik dari seluruh nusantara.

Mengapa Kuliah di Kedokteran UGM?

UKT kedokteran UGM

Ada banyak alasan mengapa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM selalu menjadi incaran utama calon mahasiswa, di antaranya:

1.    Program Studi Favorit Nasional

Setiap tahunnya, ribuan calon mahasiswa bersaing ketat untuk masuk prodi ini. Rata-rata, hanya 1 dari 40 kandidat yang diterima.

2.    Terakreditasi Unggul & Berstandar Internasional

Prodi kedokteran UGM sudah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes, bahkan sudah terakreditasi internasional oleh ASIIN (Jerman) yang berlaku hingga tahun 2029. Penjaminan mutu dilakukan pun rutin setiap tahun melalui Academic Quality Assurance System.

Baca juga: 10 Universitas yang Ada Jurusan Olahraga, Pilih yang Mana?

3.    Sumber Daya Akademik Kuat

FK-KMK UGM memiliki:

  • 32 departemen
  • 9 pusat studi
  • 6 program master
  • 20 program spesialis
  • 1 program doktor

Kombinasi ini menjadikan ekosistem pembelajarannya sangat lengkap.

4.    Kerja Sama Global

Mahasiswa berkesempatan mengikuti program exchange dan joint degree dengan universitas ternama di Asia, Eropa, dan Amerika.

5.    Alumni Tersebar di Seluruh Dunia

Ribuan alumni dokter UGM kini berkiprah di berbagai rumah sakit, lembaga kesehatan, hingga organisasi internasional.

6.    Kurikulum Modern Berbasis SPICES

Sejak tahun akademik 2020/2021, UGM menerapkan Kurikulum 2020 yang berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan pendekatan: Student-Centered, Problem-Based, Integrated, Community-Based, Elective, dan Systematic.

Baca juga: Mau Lanjut Kuliah Kedokteran? Kalian Wajib Tahu Daftar Mata Kuliah Kedokteran Ini!

7.    Dua Program Pendidikan

UGM membuka 2 program pendidikan untuk jurusan kedokteran, yaitu Program Reguler dan Program Internasional (International Undergraduate Program – IUP) yang keduanya sama-sama memiliki banyak peminat.

8.    Tingkat Kelulusan Tinggi

Lebih dari 90% mahasiswa Kedokteran UGM lulus Uji Kompetensi Dokter Nasional (UKMPPD) pada percobaan pertama (first taker).

Besaran UKT Kedokteran UGM

Biaya kuliah mahasiswa untuk program kedokteran di UGM beragam, mulai dari Rp 0 untuk UKT Pendidikan Unggul bersubsidi.  Berikut untuk rinciannya:

1.    S1 Kedokteran

  • BKT per semester: 35.145.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 2 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 3 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75%): 6.175.000
  • UKT Kelompok 4 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50%): 12.350.000
  • UKT Kelompok 5 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25%): 18.525.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul): 24.700.000

2.    S1 Kedokteran Hewan

  • BKT per semester: 35.145.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 2 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 3 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75%): 6.175.000
  • UKT Kelompok 4 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50%): 12.350.000
  • UKT Kelompok 5 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25%): 18.525.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul): 24.700.000

3.    S1 Kedokteran Gigi

  • BKT per semester: 33.740.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 2 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 3 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75%): 6.175.000
  • UKT Kelompok 4 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50%): 12.350.000
  • UKT Kelompok 5 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25%): 18.525.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul): 24.700.000

Jadi biaya UKT Kedokteran UGM bisa dibilang masih cukup terjangkau, namun perlu diingat bahwa jurusan ini sering mengadakan praktikum dengan peralatan yang tidak murah. Maka, pastikan kamu sudah siap secara finansial agar proses belajarmu tetap lancar tanpa hambatan.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga

10 Universitas yang Ada Jurusan Olahraga, Pilih yang Mana?

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga – Jika kamu memiliki minat besar dalam dunia olahraga dan bercita-cita menjadikannya sebagai karier di masa depan, memilih universitas yang memiliki jurusan olahraga bisa menjadi langkah awal yang tepat. Di Indonesia, semakin banyak universitas yang membuka program studi terkait olahraga, mulai dari Pendidikan Jasmani, Ilmu Keolahragaan, dan lainnya. Jurusan ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup teori, manajemen, kesehatan, dan teknologi olahraga yang semakin berkembang.

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga

Sudah ada banyak sekali kampus yang membuka jurusan olahraga di Indonesia, tapi mungkin 10 referensi ini bisa jadi pertimbangan untuk kamu yang masih bingung pilih kampus:

1.    Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Pilihan pertama bisa menjadi rekomendasi buat kamu yang ingin kuliah di Jakarta, UNJ membuka Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), yang memiliki beberapa pilihan jurusan yaitu:

  • Ilmu Keolahragaan (S-1)
  • Kepelatihan Kecabangan Olahraga (S-1)
  • Olahraga Rekreasi (S-1)
  • Pendidikan Jasmani (S-1)
  • Pendidikan Kepelatihan Olahraga (S-1)
  • Pendidikan Jasmani (S-2)

Baca juga: Mau Lanjut Kuliah Kedokteran? Kalian Wajib Tahu Daftar Mata Kuliah Kedokteran Ini!

2.    Universitas Negeri Semarang (UNNES)

UNNES membuka fakultas khusus di bidang keolahragaan dengan nama Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), dan di dalamnya terdapat beberapa pilihan jurusan seperti Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, dan Ilmu Keolahragaan. Ada jenjang Sarjana, Magister dan Doktor.

3.    Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Untuk kamu yang ada di wilayah Jawa Timur, UNESA membuka berbagai pilihan jurusan olahraga yang ditampung dalam Fakultas Ilmu Olahraga. Terdapat 3 jenjang pendidikan, yaitu Sarjana, Magister dan Doktor. Dan untuk pilihan jurusannya:

  • Jurusan Pendidikan Olahraga: prodi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  • Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga: prodi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi: prodi S1 Ilmu Keolahragaan
  • S2 Pendidikan Olahraga
  • S2 Ilmu Keolahragaan
  • S3 Ilmu Keolahragaan

4.    Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

UPI memiliki Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, dengan fokus pendidikan, keolahragaan dan kesehatan. Pilihan jurusannya antara lain:

  • S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi
  • S1 PGSD Penjas
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S1 Kepelatihan Fisik Olahraga
  • S1 Keperawatan & Profesi NERS
  • S1 Gizi

5.    Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY membuka 3 jurusan, yaitu Jurusan Pendidikan Olahraga (POR), Jurusan Pendidikan Kepelatihan (PKL) serta Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi (PKR). Dan pilihan program studinya ada 4, yaitu prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Prodi Ilmu Keolahragaan, dan PGSD Penjas.

Baca juga: Jurusan Keperawatan Belajar Apa Saja? Ini Ringkasan Mata Kuliahnya

6.    Universitas Lampung (UNILA)

Meski tidak dinaungi oleh fakultas khusus, tapi UNILA ini sudah memiliki 1 jurusan di bidang keolahragaan di jenjang S1 Pendidikan Jasmani dengan mengantongi akreditasi Baik Sekali berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 1036/SK/BAN-PT/Akred/S/II/2022, dan berlaku sampai dengan 15 Februari 2027.

7.    Universitas Negeri Malang (UM)

UM juga sudah membuka Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sejak tahun 2008, dengan beberapa pilihan departemen di jenjang S1 dan S2 yaitu:

  • S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
  • S2 Pendidikan Olahraga

8.    Universitas Sebelas Maret (UNS)

Sebagai salah satu kampus ternama di Jawa Tengah dan juga di Indonesia, UNS juga sudah memiliki Fakultas Keolahragaan dengan dua Program Studi Sarjana, satu Program Studi Master dan satu Program Studi Doktor. Untuk rinciannya: S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, S2 Ilmu Keolahragaan, dan S3 Ilmu Keolahragaan.

9.    Universitas Negeri Makassar (UNM)

Fakultas Ilmu Keolahragaan & Kesehatan (FIKK) membuka pendidikan di bidang keolahragaan dan kesehatan, di jenjang S1 dan S2:

  • S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S1 Gizi
  • S1 Administrasi Kesehatan
  • S1 Fisioterapi
  • S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga
  • S2 Pendidikan Kepelatihan Olahraga

10. Universitas Negeri Padang (UNP)

Last but not least, ada UNP yang bisa jadi referensi untuk kamu yang berada di wilayah pulau Sumatera. Tersedia berbagai pilihan jurusan di bidang keolahragaan, seperti:

  • S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S2 Pendidikan Olahraga
  • S2 Ilmu Keolahragaan
  • S3 Ilmu Keolahragaan

Jadi bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan S2 dan S3, bisa langsung di satu kampus yang sama. Nah dari 10 universitas yang ada jurusan olahraga tadi kira-kira kamu berencana lanjut di kampus yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

daftar mata kuliah kedokteran

Mau Lanjut Kuliah Kedokteran? Kalian Wajib Tahu Daftar Mata Kuliah Kedokteran Ini!

Daftar Mata Kuliah Kedokteran – Kedokteran menjadi salah satu jurusan dengan peminat tinggi setiap tahunnya, mengingat prospek kerjanya yang menjanjikan. Dalam perkuliahannya, mahasiswa akan mempelajari dan memahami banyak hal mulai dari anatomi, fungsi, dan juga interaksi di dalam tubuh manusia. Selain itu nantinya seorang dokter juga harus memahami berbagai jenis penyakit dan metode pengobatannya.

Nah, perkuliahan dokter berbeda dengan jurusan lain yang menggunakan SKS. Jurusan kedokteran menggunakan sistem Blok. Nah kira-kira apa saja yang akan dipelajari mahasiswa kedokteran?

Daftar Mata Kuliah Kedokteran

daftar mata kuliah kedokteran

Berdasarkan referensi dari prodi Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), berikut daftar mata kuliah yang akan didapatkan mahasiswa S1 Kedokteran:

1.    Semester 1:

  • Blok Budaya Ilmiah
  • Blok Bioetika & Humaniora
  • Blok Biologi Molekuler
  • Blok Metabolisme, Obat & Nutrisi
  • Course Biomedik
  • Skills Lab. Komunikasi
  • Skills Lab. Vital Sign
  • Skills Lab. Dasar-Dasar Pemeriksaan Fisik
  • Skills Lab. Antropometri
  • Skills Lab. Rekam Medis
  • Field Lab: Program Pemantauan Status Gizi Balita & Anemia Gizi

2.    Semester 2:

  • Blok Endokrin
  • Blok Hematologi
  • Blok Imunologi
  • Blok Infeksi & Penyakit Tropis
  • Skils Lab. Anamnesis
  • Skills Lab. Teknik Aseptik dan Sterilisasi
  • Skills Lab. Pemeriksaan Kepala Leher
  • Skills Lab. Pemeriksaan Payudara
  • Skills Lab. Pemeriksaan Abdomen
  • Field Lab: Program Imunisasi
  • Field Lab: Program Pemberantasan Penyakit Menular: Penyelidikan Epidemiologi

Baca juga: Jurusan Keperawatan Belajar Apa Saja? Ini Ringkasan Mata Kuliahnya

3.    Semester 3

  • Blok Neoplasma
  • Blok Neurologi
  • Blok Muskuloskeletal
  • Blok Respirasi
  • Skills Lab. Pemeriksaan Neurologi
  • Skills Lab. Pemeriksaan Muskuloskeletal
  • Skills Lab. Respirasi
  • Skills Lab. Kardiovaskular
  • Skills Lab. Elektrokardiovaskuler
  • Field Lab Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis

4.    Semester 4

  • Blok Kardiovaskuler
  • Blok Gastrointestinal
  • Blok Urogenital
  • Blok Reproduksi
  • Skills Lab. Pemeriksaan Perianal dan Genetalia Laki-Laki
  • Skills Lab. Pemeriksaan Ginekologi dan Pap Smear
  • Skills Lab. Pemeriksaan Obstetri
  • Skills Lab. Persalinan Normal
  • Skills Lab. Pemeriksaan Puerpurium dan Kontrasepsi
  • Field Lab : Penyakit Menular Seksual (PMS)
  • Field Lab : Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja

5.    Semester 5

  • Blok THT
  • Blok Mata
  • Blok Kulit
  • Blok Psikiatri
  • Skills Lab. Teknik Kateterisasi dan Aspirasi Suprapubik
  • Skills Lab. Pemeriksaan THT
  • Skills Lab. Pemeriksaan Mata
  • Skills Lab. Pemeriksaan kulit
  • Skills Lab. Pemeriksaan Psikiatri
  • Field Lab:Survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
  • Field Lab:Pembinaan UKS: kesehatan jiwa (NAPZA: Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif, Gangguan Belajar)

Baca juga: S1 Rekam Medis, Jurusan Kesehatan yang Tugasnya Penting di Faskes

6.    Semester 6

  • Blok Pediatri
  • Blok Geriatri
  • Blok Traumatologi
  • Blok Kedaruratan Medik
  • Kuliah Kerja Nyata
  • Skills Lab. Heteroanamnesis dan Pemeriksaan Fisik
  • Skills Lab. Teknik Injeksi
  • Skills Lab. Accident and Emergency
  • Skills Lab. Bebat dan Bidai
  • Skills Lab. Bantuan Hidup Dasar dan Triage
  • Field Lab: Manajemen Terpadu Balita Sehat (MTBS)
  • Field Lab: Pembinaan Posyandu Lansia

7.    Semester 7

  • Blok Kedokteran Komunitas
  • Blok Pengobatan komplementer
  • Blok Pilihan /Elektif
  • Blok Gizi Klinik
  • Blok Kedokteran Olahraga
  • Blok Bioteknologi Kedokteran
  • Blok Kedokteran Kerja
  • Skills Lab. Komunikasi Khusus
  • Skills Lab. Bedah Minor
  • Skills Lab. Manajemen Luka
  • Skills Lab. Penulisan Resep
  • Skills Lab. Pemasangan Infus
  • Field Lab Home Visit
  • Skripsi
  • Kursus Metodologi Penelitian

Tahapan Setelah Lulus Sarjana

Setelah lulus dari sarjana kedokteran, calon dokter harus menjalani pendidikan profesi melalui praktik langsung di rumah sakit atau klinik, yang dikenal sebagai masa koas. Pada tahap ini, mereka mulai menangani pasien dengan bimbingan dokter senior, guna mengasah keterampilan klinis dan memperluas pengalaman lapangan.

Program ini berlangsung sekitar dua tahun, dengan rotasi di berbagai departemen medis. Pengalaman ini penting sebagai bekal menghadapi pasien secara mandiri, terutama dalam situasi darurat, karena ketenangan, pengetahuan, dan keterampilan sangat memengaruhi keselamatan pasien.

Setelah menyelesaikan masa koas, mereka diambil sumpahnya sebagai dokter dan memperoleh hak untuk praktik mandiri, atau melanjutkan pendidikan spesialis sesuai minatnya.

Jadi sudah ada gambaran kan setelah tahu daftar mata kuliah kedokteran tadi? Nah, kalian rencana lanjut di kampus mana nantinya?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

jurusan keperawatan belajar apa saja

Jurusan Keperawatan Belajar Apa Saja? Ini Ringkasan Mata Kuliahnya

Jurusan Keperawatan Belajar Apa Saja? Di balik setiap pasien yang sembuh, ada perawat yang setia mendampingi dengan ketulusan dan dedikasi. Menjadi perawat bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati. Semuanya dimulai dari pendidikan di Jurusan Keperawatan. Tapi apa saja sih yang dipelajari mahasiswa keperawatan selama masa perkuliahannya?

Mengenal Jurusan Keperawatan

jurusan keperawatan belajar apa saja

Jurusan Keperawatan merupakan bidang ilmu yang mempelajari cara memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien dengan tujuan membantu mereka mencapai kondisi kesehatan yang optimal. Dalam dunia medis, perawat bukan sekadar pembantu dokter, melainkan rekan kerja profesional yang sama-sama berperan penting dalam proses penyembuhan pasien.

Sebelum memilih jurusan ini, sangat dianjurkan untuk memiliki rasa empati yang tinggi. Seorang perawat dituntut untuk hadir mendampingi pasien secara fisik maupun emosional. Oleh karena itu, sifat seperti kesabaran, ketelatenan, dan kepedulian merupakan karakter utama yang perlu dimiliki.

Kemampuan komunikasi juga menjadi aspek penting yang harus diasah. Perawat akan berinteraksi dengan berbagai jenis pasien dari latar belakang yang beragam, mulai dari anak-anak, lansia, hingga korban bencana. Dalam situasi-situasi seperti itu, kemampuan menyampaikan informasi dengan jelas dan penuh pengertian menjadi sangat krusial.

Baca juga: S1 Rekam Medis, Jurusan Kesehatan yang Tugasnya Penting di Faskes

Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah hal yang wajib. Sebagai tenaga kesehatan, perawat harus memastikan dirinya dan area kerja tetap higienis demi mencegah infeksi dan menjaga kondisi pasien tetap aman.

Menjadi perawat bukanlah jalan yang mudah. Selama masa kuliah, baik di jenjang Sarjana Keperawatan maupun Pendidikan Profesi Ners, mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek, mulai dari ilmu kesehatan, praktik klinis, hingga keterampilan komunikasi dan etika pelayanan. Semua itu dirancang untuk membentuk perawat yang profesional dan mampu memberikan perawatan terbaik bagi pasien.

Jurusan Keperawatan Belajar Apa Saja?

Dalam perkuliahannya, ada beberapa aspek yang akan dipelajari mahasiswanya untuk bisa menjadi perawat yang profesional, di antaranya:

1.    Konsep Dasar Keperawatan

Sebagai pengenalan dan adaptasi, mahasiswa Keperawatan akan belajar dengan mempelajari teori-teori dasar ilmu keperawatan. Kamu juga akan mempelajari etika, nilai, sampai dengan norma yang menjadi bagian penting untuk menjadi seorang perawat.

2.    Asuhan Keperawatan

Materi ini juga akan menjadi bekal calon perawat yang akan diterapkan dalam praktik keperawatan nantinya. Materi ini menerapkan 5 Standar Praktik Klinis Keperawatan, yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan juga evaluasi.

3.    Farmakologi

Seorang perawat tidak akan jauh-jauh dari obat, namun pastinya akan berbeda dengan jurusan farmasi. Materi ini akan mengajarkan mahasiswanya untuk membuat, mencampur, memformulasikan obat, sampai dengan mempelajari proses tubuh setelah mengonsumsi obat sampai dengan hilangnya obat dari tubuh. Jadi seorang perawat akan memahami cara kerja dan juga efek yang ditimbulkan obat pada tubuh.

Baca juga: 5 PTN Tertua di Indonesia, Sudah Berdiri Sejak Sebelum Kemerdekaan!

4.    Komunikasi Dalam Keperawatan

Seorang perawat juga wajib memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dan komunikasi ini disebut dengan komunikasi terapeutik yang dilakukan saat perawat melakukan intervensi keperawatan sehingga membantu kesembuhan pasien. Ada 4 langkah dalam komunikasi terapeutik ini, yaitu fase pra-interaksi, fase orientasi, fase kerja, dan fase terminasi.

5.    Manajemen Keperawatan

Dalam keperawatan juga akan mempelajari seputar manajemen, di mana materinya adalah seputar proses mengelola sumber daya manusia keperawatan mulai dari top manajer, middle manajer sampai dengan lower manajer yang bertugas melaksanakan pelayanan keperawatan.

Mata Kuliah Jurusan Keperawatan

Berdasarkan referensi mata kuliah dari jurusan Keperawatan di Universitas Padjadjaran, berikut kurang lebihnya mata kuliah yang akan didapatkan mahasiswa keperawatan:

  • Falsafah dan Teori Keperawatan
  • Pengembangan Kepribadian
  • Ilmu Dasar Keperawatan
  • Konsep Dasar Keperawatan
  • Komunikasi dalam Keperawatan
  • Sistem Informasi Keperawatan
  • Keperawatan Dasar dan keselamatan Pasien
  • Pendidikan dan Promosi Kesehatan
  • Konsep Dasar Keperawatan Komunitas, Psikososial dan Budaya
  • Keperawatan Medikal Bedah
  • Keperawatan Anak
  • Keperawatan HIV/AIDS, Paliatif dan Menjelang Ajal
  • Keperawatan Gerontik
  • Keperawatan Kesehatan Jiwa
  • Metodologi Penelitian dan Biostatistika
  • Keperawatan Keluarga
  • Keperawatan Gawat Darurat dan Bencana
  • Keperawatan Maternitas
  • Keperawatan Kritis
  • Manajemen Keperawatan
  • Keperawatan Komunitas dan Keselamatan Kesehatan Kerja dalam Keperawatan
  • Praktik Klinik Kep Medikal Bedah dan Komunitas dan IPE

Jadi setelah mengetahui mahasiswa jurusan keperawatan belajar apa selama perkuliahannya, apakah kamu semakin mantap untuk menjadi seorang perawat dan mengabdi untuk menyembuhkan banyak orang?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

S1 Rekam Medis

S1 Rekam Medis, Jurusan Kesehatan yang Tugasnya Penting di Faskes

S1 Rekam Medis – Di antara banyak jurusan di bidang ilmu kesehatan, S1 Rekam Medis mungkin belum seterkenal Kedokteran, Keperawatan, atau Farmasi. Namun, jurusan ini punya peran yang sangat strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Tanpa adanya pencatatan medis yang akurat, proses diagnosis dan pengobatan tidak akan bisa berjalan dengan optimal.

Rekam medis adalah dokumen penting yang memuat catatan lengkap tentang riwayat kesehatan pasien, termasuk diagnosa, pengobatan, hasil laboratorium, hingga prosedur medis yang pernah dilakukan. Data ini menjadi dasar bagi dokter dan tenaga medis lainnya untuk menentukan tindakan yang tepat. Karena itulah, profesi di bidang rekam medis sangat dibutuhkan, khususnya di era digitalisasi layanan kesehatan.

Jurusan ini juga sangat cocok bagi kamu yang menyukai teknologi informasi, karena pengelolaan data rekam medis kini semakin terintegrasi dengan sistem informasi modern. Mahasiswa akan dibekali kemampuan teknis untuk mengelola data secara digital, sekaligus memahami prinsip etika dan kerahasiaan informasi pasien.

S1 Rekam Medis Belajar Apa? 

Dalam program S1 Rekam Medis, mahasiswa akan mempelajari beragam mata kuliah yang mencakup aspek medis, manajemen informasi, hingga teknologi. Beberapa materi yang umum diajarkan di antaranya:

  • Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit (ICD)
  • Sistem Informasi Kesehatan dan Rekam Medis Digital
  • Farmakologi Dasar
  • Manajemen Data dan Analisis Statistik Kesehatan
  • Jaminan Mutu dan Audit Rekam Medis (Quality Assurance)
  • Desain Formulir dan Algoritma Data Kesehatan
  • Etika Profesi dan Hukum Kesehatan
  • Problem Solving dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Program ini juga dilengkapi dengan praktik lapangan di rumah sakit atau institusi kesehatan, sehingga mahasiswa bisa menerapkan ilmunya langsung di dunia nyata. Tujuannya, agar lulusan mampu bekerja profesional dalam mengelola informasi kesehatan yang sensitif dan sangat vital.

Baca juga: 5 PTN Tertua di Indonesia, Sudah Berdiri Sejak Sebelum Kemerdekaan!

Skill Penting untuk Lulusan Rekam Medis

Hard Skills:

  • Mengoperasikan software rekam medis elektronik (EMR)
  • Menerapkan quality assurance (QA) untuk memastikan data akurat dan sesuai standar
  • Melakukan quality review agar tidak ada kesalahan atau data terlewat
  • Menguasai analisis data kesehatan untuk mendukung pengambilan keputusan medis

Soft Skills:

  • Komunikasi efektif, terutama saat berkoordinasi dengan dokter, perawat, dan tim IT
  • Ketelitian tinggi, karena kesalahan data bisa berdampak serius pada pasien
  • Kemampuan kerja tim, penting saat bekerja lintas divisi di institusi kesehatan
  • Adaptabilitas, agar siap mengikuti perkembangan teknologi dan regulasi terbaru

Kombinasi skill ini akan membantu lulusan rekam medis bekerja secara profesional dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Lulusan rekam medis akan sering berinteraksi dengan dokter, perawat, dan tim IT, sehingga keterampilan interpersonal dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi atau kebijakan baru menjadi nilai tambah. Semua kemampuan ini mendukung akurasi data, efisiensi kerja, dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Kedokteran Nuklir Adalah Terobosan Penting di Dunia Medis Modern, Apa Itu?

Kampus Mana Saja yang Membuka Program S1 Rekam Medis?

Saat ini, belum banyak kampus di Indonesia yang membuka program S1 Rekam Medis. Kebanyakan kampus masih menyediakan program D3 Rekam Medis. Beberapa perguruan tinggi ini bisa menjadi referensi, dengan pilihan program yang setara dengan S1 yaitu D-IV atau Sarjana Terapan:

  • Politeknik Negeri Jember – D-IV Manajemen Informasi Kesehatan (terakreditasi Unggul berdasarkan LAM-PTKes No. 0613/LAM-PTKes/Akr/Dipl/VII/2022)
  • STIKes Panti Waluya Malang – D-IV Manajemen Informasi Kesehatan (terakreditasi Baik Sekali berdasarkan LAM-PTKes No. 0462/LAM-PTKes/Akr/Dip/III/2025)
  • UNISA Palembang – D-IV Manajemen Informasi Kesehatan Rekam Medis

Di luar itu, ada banyak sekali kampus yang membuka program D3 Rekam Medis, mulai dari UGM sampai dengan kampus-kampus swasta. Jadi, tertarik untuk lanjut di jurusan ini?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

PTN tertua di Indonesia

5 PTN Tertua di Indonesia, Sudah Berdiri Sejak Sebelum Kemerdekaan!

PTN Tertua di Indonesia – Sejak tahun 1849, universitas sudah berada di Indonesia. Namun tentunya belum sebesar sekarang, belum ada banyak fakultas dan jurusan mengingat pendidikan di Indonesia, terutama untuk pribumi saat itu masih sangat terbatas. Kampus-kampus tersebut terus menjadi tumpuan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, dan menjadi Perguruan Tinggi Negeri terawal.

5 PTN Tertua di Indonesia

PTN tertua di Indonesia

Beberapa kampus ini menjadi PTN tertua bahkan bisa dikatakan merupakan kampus pertama di Indonesia yang sudah berdiri sejak masa penjajahan dan diresmikan setelah Indonesia Merdeka. Tidak heran kampus ini menjadi kampus berkualitas unggulan, dan menjadi incaran mahasiswa baru setiap tahunnya. Berikut 5 kampusnya:

1.    Institut Teknologi Bandung (ITB)

Kampus ini berawal dengan nama de Technische Hoogeschool te Bandung yang sudah didirikan sejak masa kolonial Belanda, yaitu pada 3 Juli 1920 untuk mencetak tenaga teknik. Setelah melewati masa pendudukan Jepang dan kemerdekaan, pada 2 Maret 1959 secara resmi berubah menjadi Institut Teknologi Bandung sebagai perguruan tinggi mandiri.

ITB ini juga pernah menjadi bagian dari Universitas Indonesia untuk Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.

Baca juga: Kedokteran Nuklir Adalah Terobosan Penting di Dunia Medis Modern, Apa Itu?

2.    Universitas Gadjah Mada (UGM)

Kampus ini sudah berdiri sejak 19 Desember 1949 di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang awalnya merupakan gabungan dari beberapa sekolah tinggi seperti Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, Sekolah Tinggi Teknik, Akademi Ilmu Politik, dan juga pendidikan hukum, kedokteran dan pertanian.

Awalnya kampus ini bernama Universiteit Gadjah Mada dan resmi berubah menjadi Universitas Gadjah Mada pada 1955. Dahulu, UGM sebelum memiliki kampus seperti sekarang ini, pernah melaksanakan pembelajaran di Kraton Yogyakarta, perkuliahannya dilakukan di Sitinggil dan Pagelaran, memanfaatkan ruangan dan fasilitas di dalam lingkungan Kraton.

3.    Universitas Indonesia (UI)

PTN lainnya yang merupakan kampus negeri tertua di Indonesia adalah Universitas Indonesia yang terkenal dengan jas kuningnya. Kampus ini sudah berdiri sejak 1851 sebagai Dokter-Djawa School, dan menjadi STOVIA pada 1902. Kemudian kampus ini menggunakan nama Universiteit Indonesia pada tahun 1950.

Fakultas yang dulunya tersebar di berbagai kota akhirnya bisa berdiri sendiri sejak 1954-1963. Lalu pada 1987, kampus utama Universitas Indonesia ini resmi berada di Depok dan berkembang menjadi salah satu PTN terbaik di Indonesia.

Baca juga: Profil Fakultas Kedokteran Gigi UI: Visi Misi, Program Studi, Mata Kuliah dan Fasilitasnya

4.    Universitas Airlangga (UNAIR)

Kampus yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur ini juga menjadi salah satu PTN tertua di Indonesia, lho. Awalnya UNAIR ini bernama Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) pada 1 Juli 1913 untuk pendidikan dokter pribumi, dan STOVIT pada 1928 untuk pendidikan kedokteran gigi.

Kemudian setelah masa pendudukan Jepang, Universitas Airlangga ini resmi berdiri pada 10 November 1954 melalui Peraturan Pemerintah No. 57/1954, yang dipisahkan dari UI dan diresmikan oleh Presiden Soekarno sebagai PTN ketiga di Indonesia.

Nah, UNAIR ini juga sempat menjadi cabang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

5.    Institut Pertanian Bogor (IPB)

Berawal dari pendidikan tinggi pertanian pada 1940 melalui Fakultas Ilmu Pengetahuan Universitas Indonesia di Bogor. Kemudian kampus ini resmi berdiri pada 1 September 1963 melalui Surat Keputusan Menteri PTIP No. 91/1963 dan disahkan dengan Keppres No. 279/1965.

Kampus ini menjadi salah satu PTN ternama yang memiliki semangat memajukan pertanian Indonesia untuk kemandirian pangan dan kesejahteraan bangsa.

Jadi 5 PTN tertua di Indonesia tadi juga menjadi yang tertua di pulau Jawa. Nah, untuk kamu yang baru mau masuk ke dunia perkuliahan, apakah 5 kampus tadi menjadi incaran kamu?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.