Arsip Kategori: Blog

Kedokteran UIN Malang 2026: Biaya Kuliah, Fasilitas, Sejarah dan Visi Misi

Kedokteran UIN Malang – Untuk kamu yang mempunyai mimpi menjadi dokter tapi tetap dekat dengan nilai-nilai Islam, Kedokteran UIN Malang bisa jadi pilihan yang menarik. Prodi ini bernama Pendidikan Dokter yang berada di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Lokasi kampusnya berada di kota Batu, dengan suasana sejuk dan nyaman sangat cocok untuk mahasiswanya belajar dengan fokus.

Yang bikin beda, budaya akademiknya tetap kental dengan nuansa islami. Sebelum kuliah dimulai, mahasiswa terbiasa sholat berjamaah, membaca Asmaul Husna, dan melakukan tahsin bersama. Jadi, bukan cuma belajar soal anatomi dan diagnosis penyakit, tapi juga membentuk karakter dan spiritualitas.

FKIK UIN Malang punya tagline “Building an Integrative Sciences of Medicine and Islam Holistically.” Artinya, pendidikan kedokteran di sini dirancang untuk mengintegrasikan ilmu medis modern dengan nilai-nilai Islam secara menyeluruh. Harapannya, lulusan yang dihasilkan bukan hanya dokter yang kompeten secara akademik, tapi juga punya empati, akhlak baik, dan tanggung jawab moral dalam melayani masyarakat.

Biaya Kuliah Prodi Kedokteran UIN Malang

Kedokteran UIN Malang

Besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk program studi Pendidikan Kedokteran di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 386 Tahun 2025 adalah sebagai berikut:

  • 1: 0-400.000
  • 2: 10.900.000
  • 3: 17.735.000
  • 4: 22.168.000
  • 5: 26.168.000
  • 6: 30.223.700
  • 7: 32.641.700

Untuk update informasi biaya kuliah bisa cek secara berkala di website resmi https://admisi.uin-malang.ac.id/biaya-kuliah/.

Fasilitas Pendidikan

UIN Malang menyediakan sarana dan prasarana yang bisa digunakan sebagai penunjang pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa Kedokteran. Fasilitas tersebut di antaranya:

1.    Laboratorium Kedokteran Dasar

Berisi instrumen-instrumen yang digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu kedokteran dasar seperti biomedik, histologi, anatomi, fisiologi, biokimia dan lainnya. Laboratoriumnya antara lain:

  • Lab Anatomi
  • Lab Fisiologi – Farmakologi
  • Lab Histologi – Patologi Anatomi
  • Lab Mikrobiologi – Parasitologi
  • Lab Biokimia – Patologi Klinik
  • Lab Hewan Coba

Baca juga: Tidak Bisa Instan, Ini 6 Cara Masuk Jurusan Kedokteran yang Harus Disiapkan

2.    Laboratorium Keterampilan Klinis

Digunakan untuk mempelajari dan mengasah keahlian klinis yang wajib dimiliki oleh seorang dokter. Ada 7 ruangan laboratorium yang dilengkapi dengan alat-alat pembelajaran sesuai dengan standar nasional Objective Structured Clinical Examination (OSCE).

Sejarah Kedokteran UIN Malang

Sejak berstatus universitas pada 2004, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mengembangkan pendidikan tidak hanya di bidang ilmu keislaman, tetapi juga ilmu umum. Gagasan mendirikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) sudah dirancang sejak awal dan tercantum dalam rencana strategis pengembangan kampus 2006–2030.

Proses pendiriannya dilakukan secara bertahap melalui kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret sebagai pembina, serta dengan Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen sebagai rumah sakit pendidikan utama. Kampus juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk mengembangkan keunggulan di bidang kedokteran wisata, khususnya layanan kesehatan haji.

Program Studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter resmi dibuka pada 29 Maret 2016. Setahun kemudian, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan resmi berdiri dan menjadi wadah bagi program-program studi kesehatan di lingkungan UIN Malang.

Kini, Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Malang terus berkembang dengan fasilitas modern dan tenaga profesional, tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Komitmennya adalah mencetak dokter berkarakter Ulul Albab yang kompeten, beretika, dan siap mengabdi untuk masyarakat.

Baca juga: Biar Tidak Salah Pilih! Pahami 3 Perbedaan PTN dan PTKIN Ini

Visi dan Misi

Visi

Menjadi program studi pendidikan dokter integratif dalam memadukan sains dan islam yang bereputasi internasional dan unggul di bidang Kedokteran Haji.

Misi

  • Menyelenggarakan pendidikan integratif dan bereputasi internasional di bidang kedokteran untuk menghasilkan sarjana kedokteran yang memiliki kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional
  • Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian integratif di bidang kedokteran yang bereputasi internasional
  • Berpartisipasi aktif dalam pembangunan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat integratif di bidang kedokteran
  • Menyelenggarakan tata kelola program studi Pendidikan Dokter yang berbasis good governance
  • Menginternalisasi kedokteran haji dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi

Prodi Kedokteran UIN Malang ini bahkan sudah meraih banyak prestasi, baik untuk mahasiswa maupun dosennya, di kancah nasional sampai internasional. Bagaimana, tertarik jadi mahasiswa kedokteran UIN Malang?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Tidak Bisa Instan, Ini 6 Cara Masuk Jurusan Kedokteran yang Harus Disiapkan

Cara Masuk Jurusan Kedokteran umumnya melalui beberapa jalur seleksi yang disediakan oleh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Yang jelas semuanya menerapkan seleksi yang sangat ketat, dengan kuota yang terbatas. Banyak yang gugur, oleh sebab itu, calon mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan matang agar mampu bersaing dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Cara Masuk Jurusan Kedokteran

cara masuk jurusan kedokteran

Ada banyak cara untuk lolos di jurusan kedokteran, tapi cara ini tidak bisa instan dipersiapkan.

1.    Pilih Jurusan MIPA

Bercita-cita untuk menjadi dokter memang sebaiknya diputuskan sejak jauh-jauh hari, karena persiapannya tidak mudah. Salah satu syarat untuk mendaftar jurusan Kedokteran sendiri adalah lulusan SMA jurusan IPA, dan harus memiliki bekal ilmu science, terutama biologi. Karena dalam pendidikannya, mahasiswa jurusan ini akan mempelajari anatomi dan fisiologi manusia secara mendalam, mulai dari sel, jaringan, organ, hingga sistem organ.

Selain itu mahasiswa kedokteran mempelajari ilmu dasar seperti biologi, kimia, dan fisika, serta patologi, farmakologi, mikrobiologi, dan biokimia untuk memahami penyakit dan pengobatannya. Mereka juga dilatih keterampilan klinis dan komunikasi dengan pasien, semua membutuhkan dasar sains yang kuat dari SMA.

2.    Punya Nilai Tinggi dan Stabil

Nilai rapor yang stabil dan tinggi, terutama pada mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Fisika, menjadi modal utama untuk masuk jurusan Kedokteran. Bukan hanya karena berpengaruh pada jalur tanpa tes, tetapi juga karena materi seleksi banyak berkaitan dengan ketiga pelajaran tersebut.

Menjaga nilai tetap konsisten menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan akademik yang baik dan mampu memahami materi secara berkelanjutan, bukan hanya saat menjelang ujian. Selain itu, dasar yang kuat di pelajaran sains akan sangat membantu ketika menghadapi soal seleksi yang menuntut pemahaman konsep, analisis, dan logika.

Baca juga: Biar Tidak Salah Pilih! Pahami 3 Perbedaan PTN dan PTKIN Ini

3.    Persiapkan Fisik

Hampir semua kampus yang membuka jurusan kedokteran, seleksinya akan sangat ketat, baik PTN maupun PTS. Calon mahasiswa wajib memenuhi persyaratan yang ditentukan, salah satunya syarat fisik yaitu tidak boleh buta warna. Ini penting karena kemampuan mengenali warna sangat dibutuhkan dalam praktik medis, misalnya saat membaca hasil laboratorium, memeriksa kondisi kulit, atau mengenali tanda-tanda vital yang membutuhkan pengecekan warna.

4.    Punya Kemampuan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris jadi salah satu syarat penting walaupun untuk kuliah kedokteran reguler. Hal ini karena banyak referensi yang digunakan seperti materi, buku teks, dan jurnal ilmiah yang menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, perkembangan ilmu kedokteran sangat cepat dan sebagian besar informasi terbaru dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, mahasiswa akan lebih mudah memahami materi perkuliahan, mengikuti perkembangan penelitian medis, serta mengakses sumber belajar dari berbagai negara.

5.    Mengerjakan banyak latihan soal

Tidak Cuma bekal rapor saja, kamu juga harus bisa mengerjakan tes tertulis dan lolos dengan nilai yang tinggi baik di jalur mandiri maupun di UTBK. Jadi kamu bisa sering-sering latihan soal, khususnya di mata pelajaran Biologi, Kimia dan Fisika. Latihan soal rutin bisa membantu memahami pola soal, melatih kecepatan dan ketepatan dalam menjawab, karena tes masuk kedokteran biasanya memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Baca juga: Resmi Dibuka! Ini Informasi Lengkap Pendaftaran IUP IPB 2026

6.    Fleksibel Pilih Kampus dan Jalur Masuk

Seleksi masuk kedokteran memang tidak mudah, tapi peluang akan tetap terbuka jika kamu bersikap fleksibel dalam memilih kampus dan jalur masuk. Jangan terpaku pada satu universitas saja, karena persaingan di jurusan Kedokteran sangat ketat dengan kuota terbatas.

Dengan mempertimbangkan beberapa pilihan kampus, baik negeri maupun swasta, kamu bisa memperbesar kesempatan lolos. Selain itu, pahami juga berbagai jalur seleksi yang tersedia dan sesuaikan dengan kemampuan serta strategi belajarmu. Sikap realistis dan terbuka akan membantu kamu menyusun rencana cadangan tanpa kehilangan fokus pada tujuan utama.

Jadi kalau kamu ingin menjadi mahasiswa kedokteran dan mewujudkan cita-cita, kamu bisa mulai menerapkan 6 cara masuk jurusan kedokteran tadi. Jangan pesimis, karena ada banyak jalan!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Perbedaan PTN dan PTKIN

Biar Tidak Salah Pilih! Pahami 3 Perbedaan PTN dan PTKIN Ini

Perbedaan PTN dan PTKIN – PTN dan PTKIN sering dibandingkan karena keduanya sama-sama kampus negeri yang diakui pemerintah. Meski memiliki fokus dan karakter yang berbeda, keduanya menyediakan pendidikan berkualitas dengan berbagai program studi, mempersiapkan mahasiswa untuk karier dan pengembangan akademik.

Persamaan keduanya banyak, seperti:

  • Keduanya merupakan kampus negeri
  • Pakai sistem UKT
  • Jalur penerimaannya melalui jalur nasional dan mandiri
  • Keduanya diawasi pemerintah
  • Lulusannya mendapatkan gelar resmi S1 s/d S3.

Tapi ada juga beberapa perbedaan yang belum dipahami banyak orang.

Apa Perbedaan PTN dan PTKIN?

Perbedaan PTN dan PTKIN

Banyak orang yang mungkin masih asing dengan PTKIN, yang merupakan kependekan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Kampus jenis ini berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), namun dari sisi akademik umum, PTKIN tetap mengacu pada standar pendidikan tinggi nasional yang diatur oleh pemerintah. Ada 3 kategori perguruan tinggi yang disusun Kemenag, yaitu:

  • UIN atau Universitas Islam Negeri
  • IAIN atau Institut Agama Islam Negeri
  • STAIN atau Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri

Lalu apa saja perbedaan PTN dan PTKIN?

1.    Jalur Masuk

Jalur masuk keduanya sebenarnya sama-sama diawali dengan jalur nasional atau pemerintah, lalu nantinya ada jalur mandiri. Tapi nama penggunaannya berbeda. Kalau di PTN jalur masuknya ada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), baru nanti dilanjut dengan jalur mandiri. Mungkin jalur ini sudah biasa didengar banyak orang.

Sementara untuk PTKIN, jalur seleksinya cenderung masih terdengar asing. Pilihannya antara lain:

Baca juga: Resmi Dibuka! Ini Informasi Lengkap Pendaftaran IUP IPB 2026

SPAN-PTKIN

SPAN-PTKIN merupakan jalur seleksi nasional berbasis prestasi akademik untuk masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Seleksi ini diselenggarakan oleh panitia khusus di bawah koordinasi Kementerian Agama. Mekanismenya mirip dengan SNBP, karena proses penilaian tidak menggunakan ujian tulis, melainkan berdasarkan nilai rapor dan rekam prestasi akademik siswa selama di sekolah.

Peserta SPAN-PTKIN adalah siswa yang didaftarkan langsung oleh sekolah atau madrasah asal. Oleh karena itu, calon pendaftar perlu memastikan bahwa sekolahnya telah terdaftar dan memiliki izin resmi dari pemerintah. Seluruh data siswa akan diverifikasi melalui Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS).

UM-PTKIN

UM PTKIN atau Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan PTKIN lainnya di seluruh Indonesia, dan berbasis tes tulis menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) dengan materi tes seperti penalaran akademik, matematika, literasi membaca, dan literasi keislaman.

Baca juga: 4 List PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA di SNBP 2026

2.    Perbedaan Kurikulum atau Materi Kuliah

Sebagai kampus umum, di PTN, kurikulum fokus pada mata kuliah jurusan, praktik, dan tugas akhir seperti skripsi untuk membekali mahasiswa secara akademik. Sementara di PTKIN, selain materi umum, mahasiswa juga belajar ilmu agama dan praktik ibadah, sehingga kurikulumnya menggabungkan pendidikan akademik dan keislaman.

3.    Perbedaan Syarat Kelulusan

Mahasiswa PTN biasanya ujian kelulusannya akan menyesuaikan program studi yang dipilih, mulai dari ujian praktik, ujian bahasa Inggris TOEFL sampai skripsi. Sedangkan mahasiswa PTKIN selain mengikuti ketentuan akademik yang serupa, juga diwajibkan menjalani ujian tambahan di bidang keagamaan. Seperti praktik sholat, setor hafalan juz 30, ujian bahasa Arab TOAFL dan bahasa Inggris TOEFL, ujian praktik dan skripsi.

Jadi pada intinya PTN merupakan kampus negeri umum, dan PTKIN adalah kampus negeri namun ada campuran nuansa Islamnya. Kedua perguruan tinggi ini sama-sama jadi pilihan yang recommended, tinggal bagaimana kamu menyesuaikan mana yang paling cocok.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA

4 List PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA di SNBP 2026

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA – Pendaftaran SNBP 2026 sudah di depan mata, tapi banyak kelas 12 yang merasa cemas karena adanya persyaratan baru yang diterapkan di SNBP 2026. Seleksi berdasarkan prestasi ini tidak lagi hanya menggunakan nilai rapor selama sekolah saja, melainkan sudah menambah persyaratan menggunakan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sudah berlangsung di akhir 2025 kemarin.

List PTN yang Tidak Pakai Nilai TKA di SNBP 2026

PTN yang Tidak Menggunakan Nilai TKA

Rata-rata nilai TKA siswa SMA/sederajat di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi ini membuat banyak siswa merasa gelisah, terutama setelah adanya kebijakan baru SNPMB 2026 yang menjadikan nilai TKA sebagai syarat tambahan, khususnya pada jalur SNBP 2026.

Meski demikian, masih terdapat beberapa Perguruan Tinggi Negeri yang belum, bahkan memutuskan untuk tidak menggunakan nilai TKA dalam proses seleksi SNBP 2026. Kabar ini tentu menjadi angin segar karena membuka peluang yang lebih luas bagi siswa untuk tetap lolos ke PTN impian tanpa terbebani oleh nilai TKA.

Baca juga: Apa Bedanya Vokasi dan Sarjana? Yuk Pahami Biar Tidak Salah Pilih!

1.    Institut Teknologi Bandung (ITB)   

Berdasarkan laman resmi admission.itb.ac.id/info/snbp/, ITB tidak menggunakan nilai TKA di persyaratan seleksi SNBP. Persyaratan yang tertera antara lain:

  • Nilai rapor
  • Prestasi akademik dan non akademik siswa, maksimal tiga terbaik yang dimiliki
  • Portofolio seni rupa, desain, dan kriya khusus pendaftar FSRD.

2.    Universitas Airlangga (UNAIR)

UNAIR juga belum menerapkan persyaratan bahwa calon mahasiswanya harus memiliki nilai TKA 2025. Persyaratan yang diterapkan untuk jalur SNBP antara lain:

  • Merupakan siswa SMA/SMK/MA kelas terakhir pada tahun 2025 yang memiliki prestasi unggul.
  • Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS.
  • Memiliki nilai rapor yang telah diisikan di PDSS sesuai dengan ketentuan.
  • Memiliki prestasi akademik.
  • Memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN Akademik dan PTN Vokasi.

3.    Universitas Brawijaya (UB)

Di laman resmi admisi UB di selma.ub.ac.id/jalur-masuk-nasional-prestasi, jalur SNBP 2026 di Universitas Brawijaya nantinya hanya menggunakan 3 komponen:

  • Nilai rapor seluruh mata pelajaran
  • Nilai rapor paling banyak 2 mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, portofolio, dan/atau prestasi
  • Komposisi persentase komponen pertama dan komponen kedua ditetapkan oleh masing-masing PTN, yaitu 50% nilai rapor seluruh mata pelajaran + (40% mata pelajaran pendukung + 10% skor prestasi)

Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

4.    Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)

Selanjutnya ada kampus Bela Negara, terutama UPN Veteran Jakarta. Rektor UPNVJ yakni Anter Venus menjelaskan, ”Sementara TKA belum digunakan, jadi UPNVJ belum manfaatkan juga. Kita masih pakai yang lama, yaitu literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, dan penalaran umum atau Matematika. TKA alat asesmen baru, (jadi) belum diterapkan,” Jumat (02/01/2025).

Nah 4 PTN yang tidak menggunakan nilai TKA tersebut masih bisa menjadi opsi kalau kamu memiliki nilai TKA yang kurang memuaskan. Tapi sebaiknya kamu bisa rutin cek laman resmi kampus tujuanmu, barangkali nantinya kamu perlu menyesuaikan persyaratan lagi sebelum mendaftar.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Apa Bedanya Vokasi dan Sarjana? Yuk Pahami Biar Tidak Salah Pilih!

Bedanya Vokasi dan Sarjana – Sebelum melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, perlu dimengerti bahwa jenjang perkuliahan tidak cuma Sarjana saja. Ada jenjang Vokasi juga yang agak berbeda sistem perkuliahannya. Maka dari itu kamu perlu mengetahui perbedaannya supaya bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan tujuan kamu melanjutkan kuliah.

Bedanya Vokasi dan Sarjana

Bedanya Vokasi dan Sarjana

Memilih jalur pendidikan setelah lulus sekolah merupakan keputusan penting. Dua jalur yang umum dipilih di perguruan tinggi adalah Pendidikan Vokasi dan Program Sarjana (S1). Keduanya memiliki tujuan, metode pembelajaran, dan prospek yang berbeda.

1.    Pendidikan Vokasi

Pendidikan Vokasi merupakan jalur pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguasaan keterampilan terapan dan kesiapan kerja mahasiswanya. Pembelajaran pada pendidikan vokasi lebih menekankan praktik dibandingkan teori, dengan rata-rata perbandingannya 60 : 40, sehingga mahasiswa dibekali kemampuan teknis yang langsung dapat diterapkan di dunia industri atau dunia kerja.

Ciri utama pendidikan vokasi:

  • Fokus pada praktik dan keterampilan kerja
  • Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri
  • Lulusan siap bekerja secara profesional di bidang tertentu
  • Porsi praktik umumnya lebih besar dibandingkan teori
  • Gelar kelulusan D1 – Ahli Pratama (A.P.), D2 – Ahli Muda (A.Ma.), D3 – Ahli Madya (A.Md.), dan D4 – Sarjana Terapan (S.Tr.) atau Sarjana Sains Terapan (S.ST.)

Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Pendidikan Vokasi mencakup beberapa jenjang, yaitu:

  • Diploma I (D1)
  • Diploma II (D2)
  • Diploma III (D3)
  • Diploma IV (D4) – setara dengan Sarjana Terapan

Lulusan vokasi dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja dengan keahlian spesifik, didukung oleh kolaborasi kampus dengan perusahaan atau industri sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata sejak masa studi.

2.    Program Sarjana (S1)

Program Sarjana adalah pendidikan akademik strata satu yang berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, teori, dan pengembangan kemampuan berpikir ilmiah. Mahasiswa sarjana dilatih untuk menganalisis, meneliti, dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi sesuai bidang yang dipelajari. Perbandingannya adalah 60% teori dan 40% praktik, berbanding terbalik dengan pendidikan Vokasi.

Ciri utama program sarjana:

  • Fokus pada pendalaman teori dan konsep ilmiah
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis
  • Cocok bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi (S2 dan S3)
  • Memiliki porsi teori lebih besar, meskipun tetap disertai praktik
  • Gelar kelulusannya diawali dengan gelar Sarjana (S. ) dan dilanjutkan gelar studi, contoh Sarjana Ekonomi (S.E), Sarjana Hukum (S.H).

Baca juga: Dokter Residen Adalah Profesi yang Belum Banyak Dikenal, Apa Perannya?

Seorang sarjana umumnya menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 4 tahun, namun banyak juga yang lulus lebih cepat, sekitar 3,5 tahun, tergantung jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang ditempuh.

Peluang Studi Lanjut

Lulusan vokasi dan sarjana sebenarnya memiliki peluang studi lanjut yang sama. Program Diploma 4 (D4) setara dengan Sarjana (S1), sehingga lulusannya dapat langsung melanjutkan ke jenjang S2 atau Magister. Pada jalur vokasi, tersedia program Magister Terapan (M.Tr) selain Magister akademik.

Perbedaannya, apabila pendidikan terakhir kamu adalah Diploma 3 (D3), kamu perlu melanjutkan ke jenjang S1 terlebih dahulu. Namun, hal ini tidak dilakukan dengan mengulang pendidikan dari awal, melainkan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau program ekstensi.

Melalui jalur tersebut, mata kuliah yang telah ditempuh saat D3 akan dikonversi, sehingga kamu hanya perlu mengambil mata kuliah yang belum diperoleh untuk memenuhi capaian pembelajaran S1. Setelah menyelesaikan S1, kamu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau program Magister.

Nah, sangat penting untuk memahami jenjang-jenjang perkuliahan, bedanya vokasi dan sarjana, termasuk jenjang-jenjang setelahnya. Untuk kamu yang lulusan SMA/sederajat, jenjang mana yang akan kamu pilih nantinya?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

dokter residen adalah

Dokter Residen Adalah Profesi yang Belum Banyak Dikenal, Apa Perannya?

Dokter Residen Adalah salah satu profesi dokter yang masih belum banyak diketahui orang awam. Orang lebih akrab mengenal dokter umum atau spesialis, padahal dokter residen ini juga banyak dijumpai di rumah sakit, terlibat dalam berbagai pelayanan medis, dan menjadi bagian penting dari proses perawatan pasien meski perannya sering tidak disadari oleh masyarakat.

Dokter Residen Adalah?

dokter residen adalah

Dokter residen adalah profesi dokter umum yang sedang menjalani tahapan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Jadi mereka sebenarnya bukan lagi calon dokter, melainkan sudah merupakan dokter (umum), dan sedang menyelesaikan pendidikan dan pelatihan lanjutan untuk menjadi seorang dokter spesialis. Di tahun pertama PPDS, mereka akan disebut intern, lalu selanjutnya akan disebut residen.

Residen bertugas memberikan perawatan langsung kepada pasien, tetapi tetap berada di bawah supervisi dokter spesialis atau residen senior. Mereka ditempatkan di berbagai unit fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengalaman klinis yang luas.

Baca juga: 10 Politeknik Kesehatan Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2025

Contoh tempat dokter residen bekerja:

  • Unit Gawat Darurat (UGD)
  • ICU atau unit perawatan intensif
  • Ruang operasi
  • Bangsal pasien rawat inap
  • Poliklinik rawat jalan
  • Departemen khusus sesuai bidang spesialisasi

Jadi walaupun berstatus sebagai peserta didik, dokter residen tetap merupakan tenaga medis profesional. Mereka bukan mahasiswa kedokteran seperti koas. Dokter residen menjalankan fungsi ganda, yaitu belajar sekaligus memberikan perawatan medis (di bawah pengawasan dokter senior/spesialis).

Perbedaan Dokter Koas dan Dokter Residen

Sebelum melihat perbedaannya, penting untuk memahami bahwa koas dan residen sama-sama berada dalam proses pendidikan kedokteran, tetapi berada di tingkatan yang berbeda. Lalu apa yang beda?

1.    Status pendidikan

Koas atau co-assistant adalah mahasiswa tahap profesi kedokteran yang masih berada dalam fase pembelajaran klinis. Mereka belum memiliki gelar dokter dan karena itu belum memiliki kewenangan profesional penuh untuk melakukan tindakan medis secara mandiri. Di sisi lain, dokter residen adalah dokter umum yang telah lulus pendidikan profesi dokter dan telah memiliki gelar “dr.”. Mereka sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk mendapatkan kompetensi lanjutan di bidang tertentu. Dengan kata lain, koas adalah calon dokter, sedangkan residen adalah dokter yang sedang belajar menjadi spesialis.

Baca juga: 11 Istilah Kedokteran dan Artinya yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa Kedokteran

2.    Pembimbing

Dalam pendidikan praktiknya, dokter muda atau koas dibimbing oleh dokter spesialis dengan bantuan residen. Dan residen akan dibimbing langsung oleh dokter spesialis atau konsulen.

3.    Tanggung jawab

Koas hanya boleh melakukan tindakan sesuai instruksi dan tidak menanggung tanggung jawab hukum. Sedangkan residen dapat melakukan pemeriksaan, diagnosis, tindakan klinis, dan memiliki tanggung jawab profesional.

Tugas-Tugas Dokter Residen

Sebelum melihat daftar tugasnya, perlu diketahui bahwa beban kerja residen cukup besar karena mereka terlibat langsung dalam pelayanan medis sekaligus menjalani pembelajaran klinis. Jadi mereka akan memiliki tugas sebagai dokter sekaligus sebagai peserta didik:

1.    Tugas Klinis:

  • Memeriksa kondisi pasien
  • Memesan dan menilai hasil tes laboratorium atau radiologi
  • Melakukan tindakan atau prosedur medis
  • Mencatat riwayat dan perkembangan pasien
  • Menentukan atau menyesuaikan rencana pengobatan

2.    Tugas Pendidikan:

  • Mengikuti konferensi, seminar, dan diskusi ilmiah
  • Belajar dari supervisi dokter spesialis
  • Berputar (rotasi) ke berbagai bagian rumah sakit untuk memperdalam pengalaman

Durasi pendidikan residensi berbeda tergantung spesialisasi, namun secara umum berlangsung 3–7 tahun.

Jadi dokter residen adalah seorang dokter umum yang sedang menjalankan pendidikan untuk bisa menjadi seorang dokter spesialis. Mereka sudah memiliki kemampuan untuk menangani pasien, jadi jangan khawatir jika kamu diperiksa oleh dokter residen, ya.

11 Istilah Kedokteran dan Artinya yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa Kedokteran

Istilah Kedokteran dan Artinya – Melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa kedokteran akan membuat kamu mengenal banyak hal-hal baru di dalam dunia medis. Kamu akan mempelajari anatomi sampai menghafalkan nama obat dan kegunaannya. Selain itu, selama masa pendidikan kamu akan mengenal banyak istilah baru yang hanya ada di dunia kesehatan terutama di dunia kedokteran. Jadi sebelum memulai semuanya, kamu bisa mengetahui dulu istilah-istilahnya.

Daftar Istilah Kedokteran dan Artinya

istilah kedokteran dan artinya

Beberapa istilah ini biasa digunakan untuk mahasiswa kedokteran sampai menjadi dokter profesional. Berikut di antaranya:

1.    Sistem Blok

Istilah Blok ini jadi istilah dasar yang harus kamu ketahui, karena akan mulai berlaku di masa perkuliahan. Jadi mahasiswa kedokteran tidak akan mendapatkan sistem SKS atau Satuan Kredit Semester layaknya mahasiswa jurusan lainnya, karena mereka akan menggunakan sistem blok.

Sistem blok adalah pengelompokan mata kuliah yang saling berhubungan dalam satu blok, tapi mahasiswanya tidak bisa memilih sendiri kelas maupun dosennya. Satu bloknya akan memerlukan waktu pembelajaran yang berbeda-beda, mulai dari 5 sampai dengan 7 minggu.

Mahasiswanya akan mendapatkan berbagai pembelajaran, mulai dari kelas besar, diskusi kelompok, skill lab dan juga praktikum. Lalu di akhir pembelajaran sistem blok nantinya akan ada ujian tulis, keterampilan medis (OSCE), sampai dengan praktikum.

Baca juga: Prospek Kerjanya Menjanjikan dan Semakin Diminati, Dokter Kecantikan Kuliah Jurusan Apa?

2.    Laprak

Mahasiswa kedokteran juga akan mengenal istilah ‘laprak’, terutama untuk program studi yang akan banyak menemui praktikum. Laprak sendiri adalah kependekan dari laporan praktikum, yang wajib disiapkan setiap mahasiswa, bisa sebelum melakukan praktikum maupun setelah melakukan praktikum.

3.    Koas

Setelah lulus S1 Kedokteran atau Ilmu Kedokteran dan lanjut ke program profesi, kamu akan mendapatkan istilah Koas. Koas atau Co-Assistant ini menjadi program praktikum yang mengharuskan lulusan S1 untuk menjadi asisten dokter. Periodenya berlangsung 1-2 tahun sebelum mendapatkan gelar Dokter.

Calon dokter (dokter koas) akan menangani pasien sungguhan, namun berada di bawah pengawasan dokter secara langsung. Mereka juga akan mendapatkan tugas yaitu menganalisis penyakit.

4.    OSCE

Selanjutnya ada istilah OSCE atau Objective Structured Clinical Examination, yang artinya adalah Pemeriksaan Klinis Terstruktur Objektif. OSCE ini menjadi metode ujian modern yang mengevaluasi keterampilan klinis dokter dan juga mahasiswa kedokteran.

5.    Preklinik

Istilah ini preklinik ini adalah masa kuliah untuk mahasiswa kesehatan, kedokteran, maupun keperawatan. Preklinik ini bisa disebut juga masa pendidikan, yang digunakan di masa awal pendidikan kedokteran. Jadi istilah ini digunakan saat mahasiswa kedokteran mempelajari ilmu-ilmu dasar kedokteran dan melakukan praktik di laboratorium atau kampus.

6.    Masa Klinik

Setelah itu ada fase klinik, yang mana ini adalah tahapan pengaplikasian pengetahuan yang sudah dipelajari oleh mahasiswa kedokteran selama pendidikan. Jadi mereka akan mengaplikasikan pengetahuannya langsung terhadap pasien. Nah, istilah ini biasanya digunakan di masa pendidikan profesi dokter.

7.    PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis)

PPDS merupakan singkatan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis, yaitu jenjang pendidikan lanjutan bagi dokter umum yang ingin mendalami bidang tertentu dan menjadi dokter spesialis. Selama menjalani PPDS, peserta yang disebut dokter residen akan belajar sekaligus praktik langsung di rumah sakit pendidikan. Durasi program ini bervariasi, umumnya berkisar antara 4 hingga 6 tahun, tergantung pada kompleksitas bidang spesialisasi yang dipilih, seperti bedah, anak, penyakit dalam, dan sebagainya.

Baca juga: Apa Itu PPDS? Ini Pengertian, Tugas dan Daftar Gelarnya yang Wajib Diketahui

8.    Skill Lab (Laboratorium Keterampilan)

Skill Lab bisa diibaratkan seperti sesi “praktikum” di dunia kesehatan. Di sini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melatih keterampilan klinis dan teknis secara langsung dalam lingkungan yang aman dan terkontrol. Misalnya, berlatih melakukan pemeriksaan fisik, menyuntik, atau menolong pasien dalam skenario simulasi. Tujuannya adalah agar mahasiswa siap menghadapi situasi nyata saat terjun ke dunia klinik atau rumah sakit.

9.    Stase (Rotasi Klinik)

Istilah stase digunakan untuk menggambarkan masa rotasi mahasiswa kedokteran atau tenaga kesehatan di berbagai bagian klinik, seperti stase anak, bedah, penyakit dalam, atau kebidanan. Setiap stase biasanya berlangsung beberapa minggu hingga bulan, tergantung bidangnya. Melalui stase, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam pelayanan pasien, berinteraksi dengan tim medis, dan menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.

10. STR (Surat Tanda Registrasi)

STR atau Surat Tanda Registrasi adalah dokumen resmi yang menandakan bahwa seorang tenaga kesehatan telah memenuhi standar kompetensi dan diakui secara legal untuk menjalankan profesinya. STR juga berfungsi sebagai bentuk pendataan tenaga kesehatan di Indonesia, sehingga pemerintah dapat memantau jumlah dan distribusi tenaga medis setiap tahunnya. Tanpa STR yang masih berlaku, tenaga kesehatan tidak diperkenankan untuk praktik secara profesional.

11. Responsi

Responsi adalah bentuk evaluasi atau ujian yang biasa dihadapi mahasiswa bidang kesehatan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diuji seberapa dalam pemahaman mereka terhadap materi kuliah, baik melalui tanya jawab, diskusi, maupun praktik langsung. Responsi biasanya dilakukan setelah sesi kuliah atau praktikum, sebagai sarana memastikan bahwa mahasiswa benar-benar menguasai ilmu yang telah diajarkan.

Jadi sudah tahu istilah kedokteran dan artinya kan? Sudah semakin siap untuk menjadi mahasiswa kedokteran?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

apa itu PPDS

Apa Itu PPDS? Ini Pengertian, Tugas dan Daftar Gelarnya yang Wajib Diketahui

Apa Itu PPDS? Istilah ini mungkin masih asing di telinga orang awam. PPDS ini merupakan istilah pendidikan dalam dunia kedokteran, dan termasuk dalam pendidikan lanjutan. Program ini akan berkaitan dengan gelar dokter spesialis, yaitu dokter yang sudah memiliki keahlian secara khusus di salah satu bidang kesehatan. Daripada penasaran, simak selengkapnya di penjelasan berikut sampai selesai, ya!

Apa Itu PPDS?

apa itu PPDS

Dalam pendidikan kedokteran, ada istilah PPDS yang merupakan salah satu tahapan untuk mencapai gelar spesialis di salah satu bidang yang dipilih. PPDS merupakan singkatan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis, yang menjadi jenjang pasca sarjana. Program ini dirancang untuk melatih para dokter umum untuk menjadi dokter spesialis.

Nah PPDS ini biasanya diselenggarakan di fakultas kedokteran di kampus yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan, supaya mahasiswanya bisa terfasilitasi dan bisa melakukan praktik secara langsung. Jadi mereka bisa melaksanakan pendidikan dan praktik secara bersamaan, dan mahasiswa PPDS ini biasa disebut dengan dokter residen, dan praktiknya akan diawasi langsung oleh dokter senior.

Lalu untuk periode pendidikannya adalah 8 semester atau sekitar 4 tahun, namun bisa juga tergantung dengan jenis spesialisasi yang dipilih. Nantinya setelah menyelesaikan PPDS, dokter spesialis diharuskan melaksanakan ujian yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan jika lulus akan memperoleh sertifikat spesialis, serta sudah bisa diakui menjadi dokter spesialis oleh pemerintah.

Baca juga: Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah: Kurikulum, Visi Misi dan Pilihan Program Studi

Tugas Dokter Residen/PPDS

Dokter residen atau dokter PPDS, dalam pendidikannya akan mengemban 3 tugas utama, yaitu pekerjaan di rumah sakit, pendidikan dan juga pekerjaan di klinik. Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

1.    Pekerjaan di Rumah Sakit

Dokter residen akan bekerja di berbagai departemen rumah sakit, mulai dari unit perawatan intensif, ruang gawat darurat, ruang operasi dan juga bangsal pasien umum. Selain itu, sebagian besar aktivitas kerja dan pembelajaran dokter residen berlangsung selama waktu jaga. Pada periode ini, tim dokter bersama tenaga kesehatan lainnya meninjau kondisi, perawatan, serta perkembangan pasien. Kegiatan tersebut memungkinkan para residen untuk menilai status kesehatan pasien, memantau proses penyembuhan, dan menyesuaikan rencana perawatan sesuai kebutuhan.

2.    Pendidikan

Dalam pendidikannya, dokter PPDS diawasi oleh dokter senior atau dokter pengawas dalam melakukan dan menafsirkan tes diagnostik, melakukan pemeriksaan, memberikan prosedur medis dan juga mencatat riwayat medis. Dokter PPDS juga selain melakukan praktik dengan menangani pasien, mereka juga melanjutkan pendidikan dengan menghadiri konferensi dan seminar formal.

Baca juga: Punya Reputasi OK dan Jadi Kedokteran Unggulan, Berapa UKT Kedokteran UGM?

3.    Pekerjaan di Klinik

Dokter residen bekerja langsung menangani pasien dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan di klinik mandiri. Mereka akan memainkan peran penting dalam perawatan medis sambil terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui pengalaman praktik dan pendidikan lanjutan.

Gelar Dokter PPDS

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Program Pendidikan Dokter Spesialis memiliki banyak bidang atau fokus, maka dari itu gelar yang akan didapatkan akan berbeda. Berikut adalah beberapa contoh gelar dokter setelah lulus PPDS:

  • Spesialis Anak (SpA)
  • Spesialis Andrologi (Sp.And)
  • Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi (Sp.An)
  • Spesialis Bedah (Sp.B)
  • Spesialis Bedah Anak (Sp.BA)
  • Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial (Sp.BM)
  • Spesialis Bedah Plastik (Sp.BP)
  • Spesialis Bedah Saraf (Sp.BS)
  • Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler (Sp.BTKV)
  • Spesialis Farmakologi Klinik (Sp.FK)
  • Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.JP)
  • Spesialis Kedaruratan Medik (Sp.EM)
  • Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR)
  • Spesialis Kedokteran Forensik (Sp.F)
  • Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Sp.KGA)
  • Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psikiatri (Sp.KJ)
  • Spesialis Kedokteran Nuklir (Sp.KN)
  • Spesialis Kedokteran Okupasi (Sp.Ok)
  • Spesialis Kedokteran Olahraga (Sp.KO)
  • Spesialis Konservasi Gigi (Sp.KG)
  • Spesialis Mata (Sp.M)
  • Spesialis Mikrobiologi Klinik (Sp.MK)
  • Spesialis Obstetri Ginekologi (Sp.OG)
  • Spesialis Onkologi Radiasi (Sp.Rad)
  • Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi (Sp.OT)
  • Spesialis Ortodonti (Sp.Ort)
  • Spesialis Paru (Sp.P)
  • Spesialis Patologi Anatomi (Sp.PA)
  • Spesialis Patologi Klinik (Sp.PK)
  • Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)
  • Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin (Sp.KK)
  • Spesialis Penyakit Mulut (Sp.PM)
  • Spesialis Periodonsia (Sp.Perio)
  • Spesialis Prostodonsia (Sp.Pros)
  • Spesialis Radiologi (Sp.Rad)
  • Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (Sp.RKG)
  • Spesialis Rehabilitasi Medik (Sp.RM)
  • Spesialis Saraf (Sp.S)
  • Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (Sp.THT-KL)
  • Spesialis Urologi (Sp.U)

Jadi sudah jelas bukan apa itu PPDS? Kira-kira kamu bercita-cita untuk melanjutkan di spesialis apa?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

ukt-kedokteran-ugm

Punya Reputasi OK dan Jadi Kedokteran Unggulan, Berapa UKT Kedokteran UGM?

UKT Kedokteran UGM – Siapa yang tidak kenal Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM)? Sebagai salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia, program ini selalu menjadi incaran utama calon mahasiswa. Namun, di balik prestasi dan reputasinya, banyak yang masih penasaran, sebenarnya berapa sih UKT Kedokteran UGM itu? Karena rata-rata biaya pendidikan untuk program kedokteran tidak murah.

UGM menggunakan sistem UKT agar biaya pendidikan menjadi lebih adil dan proporsional, menyesuaikan kemampuan ekonomi mahasiswanya. Program Studi Kedokteran UGM dikenal sebagai salah satu yang paling favorit dan kompetitif di Indonesia. Dengan akreditasi unggul dan jejaring global, UGM menjadi destinasi utama bagi calon dokter terbaik dari seluruh nusantara.

Mengapa Kuliah di Kedokteran UGM?

UKT kedokteran UGM

Ada banyak alasan mengapa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM selalu menjadi incaran utama calon mahasiswa, di antaranya:

1.    Program Studi Favorit Nasional

Setiap tahunnya, ribuan calon mahasiswa bersaing ketat untuk masuk prodi ini. Rata-rata, hanya 1 dari 40 kandidat yang diterima.

2.    Terakreditasi Unggul & Berstandar Internasional

Prodi kedokteran UGM sudah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes, bahkan sudah terakreditasi internasional oleh ASIIN (Jerman) yang berlaku hingga tahun 2029. Penjaminan mutu dilakukan pun rutin setiap tahun melalui Academic Quality Assurance System.

Baca juga: 10 Universitas yang Ada Jurusan Olahraga, Pilih yang Mana?

3.    Sumber Daya Akademik Kuat

FK-KMK UGM memiliki:

  • 32 departemen
  • 9 pusat studi
  • 6 program master
  • 20 program spesialis
  • 1 program doktor

Kombinasi ini menjadikan ekosistem pembelajarannya sangat lengkap.

4.    Kerja Sama Global

Mahasiswa berkesempatan mengikuti program exchange dan joint degree dengan universitas ternama di Asia, Eropa, dan Amerika.

5.    Alumni Tersebar di Seluruh Dunia

Ribuan alumni dokter UGM kini berkiprah di berbagai rumah sakit, lembaga kesehatan, hingga organisasi internasional.

6.    Kurikulum Modern Berbasis SPICES

Sejak tahun akademik 2020/2021, UGM menerapkan Kurikulum 2020 yang berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan pendekatan: Student-Centered, Problem-Based, Integrated, Community-Based, Elective, dan Systematic.

Baca juga: Mau Lanjut Kuliah Kedokteran? Kalian Wajib Tahu Daftar Mata Kuliah Kedokteran Ini!

7.    Dua Program Pendidikan

UGM membuka 2 program pendidikan untuk jurusan kedokteran, yaitu Program Reguler dan Program Internasional (International Undergraduate Program – IUP) yang keduanya sama-sama memiliki banyak peminat.

8.    Tingkat Kelulusan Tinggi

Lebih dari 90% mahasiswa Kedokteran UGM lulus Uji Kompetensi Dokter Nasional (UKMPPD) pada percobaan pertama (first taker).

Besaran UKT Kedokteran UGM

Biaya kuliah mahasiswa untuk program kedokteran di UGM beragam, mulai dari Rp 0 untuk UKT Pendidikan Unggul bersubsidi.  Berikut untuk rinciannya:

1.    S1 Kedokteran

  • BKT per semester: 35.145.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 2 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 3 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75%): 6.175.000
  • UKT Kelompok 4 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50%): 12.350.000
  • UKT Kelompok 5 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25%): 18.525.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul): 24.700.000

2.    S1 Kedokteran Hewan

  • BKT per semester: 35.145.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 2 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 3 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75%): 6.175.000
  • UKT Kelompok 4 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50%): 12.350.000
  • UKT Kelompok 5 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25%): 18.525.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul): 24.700.000

3.    S1 Kedokteran Gigi

  • BKT per semester: 33.740.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 2 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%): 0
  • UKT Kelompok 3 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75%): 6.175.000
  • UKT Kelompok 4 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50%): 12.350.000
  • UKT Kelompok 5 (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25%): 18.525.000
  • UKT Kelompok 1 (UKT Pendidikan Unggul): 24.700.000

Jadi biaya UKT Kedokteran UGM bisa dibilang masih cukup terjangkau, namun perlu diingat bahwa jurusan ini sering mengadakan praktikum dengan peralatan yang tidak murah. Maka, pastikan kamu sudah siap secara finansial agar proses belajarmu tetap lancar tanpa hambatan.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga

10 Universitas yang Ada Jurusan Olahraga, Pilih yang Mana?

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga – Jika kamu memiliki minat besar dalam dunia olahraga dan bercita-cita menjadikannya sebagai karier di masa depan, memilih universitas yang memiliki jurusan olahraga bisa menjadi langkah awal yang tepat. Di Indonesia, semakin banyak universitas yang membuka program studi terkait olahraga, mulai dari Pendidikan Jasmani, Ilmu Keolahragaan, dan lainnya. Jurusan ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup teori, manajemen, kesehatan, dan teknologi olahraga yang semakin berkembang.

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga

Universitas yang Ada Jurusan Olahraga

Sudah ada banyak sekali kampus yang membuka jurusan olahraga di Indonesia, tapi mungkin 10 referensi ini bisa jadi pertimbangan untuk kamu yang masih bingung pilih kampus:

1.    Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Pilihan pertama bisa menjadi rekomendasi buat kamu yang ingin kuliah di Jakarta, UNJ membuka Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), yang memiliki beberapa pilihan jurusan yaitu:

  • Ilmu Keolahragaan (S-1)
  • Kepelatihan Kecabangan Olahraga (S-1)
  • Olahraga Rekreasi (S-1)
  • Pendidikan Jasmani (S-1)
  • Pendidikan Kepelatihan Olahraga (S-1)
  • Pendidikan Jasmani (S-2)

Baca juga: Mau Lanjut Kuliah Kedokteran? Kalian Wajib Tahu Daftar Mata Kuliah Kedokteran Ini!

2.    Universitas Negeri Semarang (UNNES)

UNNES membuka fakultas khusus di bidang keolahragaan dengan nama Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), dan di dalamnya terdapat beberapa pilihan jurusan seperti Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, dan Ilmu Keolahragaan. Ada jenjang Sarjana, Magister dan Doktor.

3.    Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Untuk kamu yang ada di wilayah Jawa Timur, UNESA membuka berbagai pilihan jurusan olahraga yang ditampung dalam Fakultas Ilmu Olahraga. Terdapat 3 jenjang pendidikan, yaitu Sarjana, Magister dan Doktor. Dan untuk pilihan jurusannya:

  • Jurusan Pendidikan Olahraga: prodi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  • Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga: prodi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi: prodi S1 Ilmu Keolahragaan
  • S2 Pendidikan Olahraga
  • S2 Ilmu Keolahragaan
  • S3 Ilmu Keolahragaan

4.    Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

UPI memiliki Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, dengan fokus pendidikan, keolahragaan dan kesehatan. Pilihan jurusannya antara lain:

  • S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi
  • S1 PGSD Penjas
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S1 Kepelatihan Fisik Olahraga
  • S1 Keperawatan & Profesi NERS
  • S1 Gizi

5.    Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY membuka 3 jurusan, yaitu Jurusan Pendidikan Olahraga (POR), Jurusan Pendidikan Kepelatihan (PKL) serta Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi (PKR). Dan pilihan program studinya ada 4, yaitu prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Prodi Ilmu Keolahragaan, dan PGSD Penjas.

Baca juga: Jurusan Keperawatan Belajar Apa Saja? Ini Ringkasan Mata Kuliahnya

6.    Universitas Lampung (UNILA)

Meski tidak dinaungi oleh fakultas khusus, tapi UNILA ini sudah memiliki 1 jurusan di bidang keolahragaan di jenjang S1 Pendidikan Jasmani dengan mengantongi akreditasi Baik Sekali berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 1036/SK/BAN-PT/Akred/S/II/2022, dan berlaku sampai dengan 15 Februari 2027.

7.    Universitas Negeri Malang (UM)

UM juga sudah membuka Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sejak tahun 2008, dengan beberapa pilihan departemen di jenjang S1 dan S2 yaitu:

  • S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
  • S2 Pendidikan Olahraga

8.    Universitas Sebelas Maret (UNS)

Sebagai salah satu kampus ternama di Jawa Tengah dan juga di Indonesia, UNS juga sudah memiliki Fakultas Keolahragaan dengan dua Program Studi Sarjana, satu Program Studi Master dan satu Program Studi Doktor. Untuk rinciannya: S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, S2 Ilmu Keolahragaan, dan S3 Ilmu Keolahragaan.

9.    Universitas Negeri Makassar (UNM)

Fakultas Ilmu Keolahragaan & Kesehatan (FIKK) membuka pendidikan di bidang keolahragaan dan kesehatan, di jenjang S1 dan S2:

  • S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S1 Gizi
  • S1 Administrasi Kesehatan
  • S1 Fisioterapi
  • S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga
  • S2 Pendidikan Kepelatihan Olahraga

10. Universitas Negeri Padang (UNP)

Last but not least, ada UNP yang bisa jadi referensi untuk kamu yang berada di wilayah pulau Sumatera. Tersedia berbagai pilihan jurusan di bidang keolahragaan, seperti:

  • S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
  • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • S1 Ilmu Keolahragaan
  • S2 Pendidikan Olahraga
  • S2 Ilmu Keolahragaan
  • S3 Ilmu Keolahragaan

Jadi bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan S2 dan S3, bisa langsung di satu kampus yang sama. Nah dari 10 universitas yang ada jurusan olahraga tadi kira-kira kamu berencana lanjut di kampus yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.