Arsip Kategori: Blog

jurusan terapi gigi

Mengenal Jurusan Terapi Gigi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 10 Kampusnya

Jika berbicara tentang kedokteran gigi, sebagian besar orang mungkin akan langsung berpikir tentang dokter gigi. Padahal, sebenarnya masih ada beberapa jurusan dan profesi lain yang berada dalam ruang lingkup kedokteran gigi. Salah satunya adalah jurusan terapi gigi yang menghasilkan profesi terapis gigi dan mulut.

Dikutip dari laman FKG Umsida, terapis gigi dan mulut merujuk pada tenaga kesehatan yang berfokus pada tindakan promotif, preventif, dan kuratif dasar bidang kesehatan gigi. Profesi ini bertugas melakukan pencegahan dan perawatan rutin, seperti penambalan, pencabutan, dan edukasi pasien. Namun, berbeda dari dokter gigi, terapis gigi tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perawatan yang kompleks, seperti perawatan saluran akar atau perawatan veneers.

Lantas, apa saja bidang yang dipelajari jurusan ini? Yuk, kulik penjelasan tentang mata kuliah, prospek kerja, dan 10 kampus yang memiliki jurusan terapi gigi di bawah ini!

Mata Kuliah Jurusan Terapi Gigi

Ilustrasi jurusan terapi gigi

Ilustrasi jurusan terapi gigi. (Foto: Unplash/SoyBreno)

Kemenkes telah mengeluarkan buku tentang standar kompetensi kerja bidang terapi gigi dan mulut. Berdasarkan panduan tersebut, profesi terapi gigi dan mulut perlu memiliki kompetensi terkait pelayanan dan promosi kesehatan gigi dan mulut, fissure sealant, pembersihan karang gigi, tumpatan sementara/permanen, persiapan pre operasi rongga mulut, perawatan post operasi rongga mulut, dan sebagainya. Kompetensi tersebut diberikan melalui beberapa mata kuliah dengan daftar yang berbeda-beda, tergantung jenjang (D3/D4) dan kebijakan kampus masing-masing.

Sebagai contoh, daftar mata kuliah jurusan terapi gigi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta adalah sebagai berikut.

  • Manajemen Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Dental Anatomi
  • Farmakologi Kedokteran Gigi
  • Instrumentasi dan Dental Equipment
  • Preventive Dentistry
  • Oral Diagnostik
  • Penambalan gigi
  • Pengendalian Infeksi Silang
  • Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut
  • Pencabutan Gigi
  • Radiologi Kedokteran Gigi
  • Pengelolaan Alat dan Bahan Konservasi Gigi
  • Pengelolaan Alat dan Bahan Prostodonsia
  • dan lain-lain

Baca juga: 9 Prodi Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Versi Scimago 2026

Prospek Kerja Terapi Gigi

Lulusan terapi gigi bisa bekerja di Puskesmas, rumah sakit, klinik, Dinas Kesehatan, institusi pendidikan, dan instansi pelayanan terkait. Beberapa contoh profesi terapi gigi antara lain sebagai berikut.

  • Dental & Oral Therapist 
  • Konselor Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Promotor Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Pengelola Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Bidang Kedokteran Gigi Spesialistik
  • Dental Assistant

Baca juga: Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

10 Kampus dengan Jurusan Terapi Gigi

1. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Kampus ini memiliki prodi D4 Terapi Gigi yang sudah terakreditasi Unggul. Kamu bisa mendaftarkan diri di kampus ini melalui jalur SPMB Bersama Poltekkes Kemenkes, SPMB Prestasi, atau SPMB Mandiri. Daya tampung yang tersedia untuk jalur SPMB Bersama tahun 2026 lalu adalah 45 kursi.

2. Universitas Hasanuddin

D4 Terapi Gigi Unhas berada di bawah Fakultas Vokasi. Setelah lulus, mahasiswa dari prodi yang sudah terakreditasi Baik ini nantinya akan memperoleh gelar Sarjana Terapan Kesehatan (S.Tr.Kes.). Jalur penerimaan untuk jurusan ini bisa melalui SNBP, SNBT, SMK Berprestasi, POSK, Mandiri Umum, Ketua OSIS, Mandiri UTBK, atau Mandiri Non UTBK.

3. Poltekkes Kemenkes Semarang

Politeknik ini memiliki prodi Sarjana Terapan Gigi yang sudah terakreditasi Unggul. Jalur penerimaan di politeknik ini mencakup jalur SPMB Bersama, Prestasi (Bidikkamu, PBUB, dan PMDP Rapor), serta CBT Mandiri. Daya tampung untuk jalur SPMB Bersama pada 2026 adalah 35 kursi.

4. Poltekkes Kemenkes Surabaya

Kampus ini menawarkan prodi D4 Terapi Gigi dengan gelar S.Tr.Kes. Kualitas pembelajaran prodi ini sudah terjamin melalui akreditasi Unggul. Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui jalur SPMB Bersama dan Mandiri dengan total daya tampung SPMB Bersama sebanyak 25 kursi.

5. Poltekkes Kemenkes Aceh

Politeknik ini merupakan satu-satunya instutusi pendidikan yang menawarkan prodi terapi gigi di Aceh. D4 Terapi Gigi di kampus ini pun sudah terakreditasi Unggul. Terdapat 3 jalur penerimaan, yaitu SPMB Bersama, Mandiri, dan Prestasi dengan daya tampung jalur SPMB Bersama mencapai 80 kursi.

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

6. Poltekkes Kemenkes Bandung

D4 Terapi Gigi berada di bawah jurusan Kesehatan Gigi dan sudah terakreditasi Unggul. Kamu bisa memilih prodi ini melalui jalur SPMB Bersama dengan daya tampung 56 kursi atau jalur Mandiri.

7. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

D4 Terapi Gigi Poltekkes Tasikmalaya merupakan bagian dari jurusan Kesehatan Gigi dan sudah terakreditasi Unggul. Terdapat beberapa jalur penerimaan untuk prodi ini, yaitu SPMB Bersama, SPMB Mandiri Reguler, dan SPMB Prestasi. Daya tampung prodi ini yang tersedia pada SPMB Bersama tahun 2026 adalah 34 kursi.

8. Poltekkes Banjarmasin

Sarjana Terapan Terapi Gigi di politeknik ini sudah terakreditasi Baik Sekali. Jalur penerimaan di politeknik ini mencakup SPMB Bersama, Mandiri, dan Prestasi dengan daya tampung jalur SPMB Bersama mencapai 16 kursi.

9. Poltekkes Kemenkes Jambi

D4 Terapi Gigi di kampus ini sudah terjamin dengan akreditasi Unggul. Calon mahasiswa bisa mendaftarkan diri melalui jalur SPMB Bersama dengan daya tampung 80 kursi. Selain itu, tersedia pula jalur Mandiri Prestasi dan Mandiri Reguler.

10. Poltekkes Kemenkes Makassar

Prodi D4 Terapi Gigi di Poltekkes ini telah memperoleh akreditasi Unggul. Penerimaan dibuka melalui jalur SPMB Bersama dengan daya tampung 49 kursi. Terdapat pula jalur seleksi lain seperti jalur Mandiri dan Prestasi.

Demikian penjelasan tentang jurusan terapi gigi beserta informasi tentang mata kuliah, prospek kerja, dan 10 daftar kampusnya. Semoga bermanfaat!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

9 Prodi Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Versi Scimago 2026

Selain kedokteran, prodi kedokteran gigi juga menjadi prodi yang selalu ramai pendaftar. Hal ini tidak terlepas dari prospek karier yang cerah dan gaji yang menggiurkan bagi lulusan prodi ini. Calon mahasiswa pun berlomba-lomba meraih kursi kedokteran gigi di kampus terbaik di Indonesia, seperti UI, Unair, hingga UGM.

Jika kamu tertarik masuk prodi ini, kamu bisa memilih kampus berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk pertimbangan peringkat seperti yang dikeluarkan SCImago Institutions Rankings. Pemeringkatan yang dikeluarkan SCImago sendiri dilakukan dengan evaluasi berdasarkan dimensi riset (50%), inovasi (30%), dan dampak sosial (20%). Ketiga dimensi tersebut masih terbagi lagi menjadi 20 indikator, seperti output, own journals, innovative knowledge, SDG, dan sebagainya. 

Penasaran dengan daftar kampus yang masuk peringkat teratas versi Scimago 2026? Yuk, simak 9 prodi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi Scimago 2026 di bawah ini!

Top 9 Kedokteran Gigi di Indonesia Versi Scimago 2026

FKG Unpad, salah satu studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi SCImago 2026

FKG Unpad, salah satu studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi SCImago 2026. (Foto: laman FKG Unpad)

1. Universitas Airlangga

FKG Unair adalah fakultas kedokteran gigi tertua di Indonesia yang didirikan pada 1928. Fakultas ini pun menempati posisi pertama studi kedokteran gigi terbaik versi Scimago 2026. Selain itu, FKG Unair juga menempati peringkat 51-150 studi kedokteran terbaik di dunia versi QS WUR 2026. Pembelajaran di fakultas ini juga berkualitas dan didukung dengan RSGM Unair.

Kampus yang berlokasi di Surabaya ini menawarkan 2 macam prodi S1 Kedokteran Gigi, yaitu kelas reguler dan kelas internasional (IUP). Jalur masuk untuk prodi reguler adalah SNBT, SNBP, Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, dan Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan, sedangkan prodi IUP memiliki jalur seleksinya sendiri. Daya tampung prodi reguler adalah 50 kursi SNBP, 75 kursi SNBT, dan 125 kursi Mandiri. Sementara itu, daya tampung Kedokteran Gigi Internasional adalah 45 kursi.

2. Universitas Indonesia

FKG UI menempati posisi kedua studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi Scimago 2026. Selain itu, kampus yang terletak di Depok, Jawa Barat ini juga menempati peringkat 51-150 studi kedokteran gigi terbaik versi QS WUR 2026. FKG UI juga menawarkan pembelajaran berkualitas dengan 2 prodi sarjana, yaitu S1 Pendidikan Dokter Gigi Reguler dan S1 Dentistry Kelas Khusus Internasional (KKI). 

Pembelajaran di kampus ini didukung dengan fasilitas lengkap, mulai dari ruang praktikum, laboratorium keterampilan, laboratorium riset biologi oral dan material kedokteran gigi, hingga dental simulation/clinic. Selain itu, UI juga memiliki rumah sakit pendidikan sendiri yang bernama Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) FKG UI.

Penerimaan FKG UI untuk program reguler dibuka melalui jalur SNBP, SNBT, Prestasi, SIMAK, dan PPKB, sedangkan KKI dibuka melalui jalur Talent Scouting dan SIMAK KKI. Daya tampung untuk program reguler pada 2026 adalah 31 kursi SNBP, 47 kursi SNBT, 27 kursi PPKB, dan 48 kursi SIMAK UI. Sementara itu, daya tampung untuk KKI adalah 18 kursi Talent Scouting dan 23 kursi SIMAK KKI Gel. 1.

3. Universitas Padjadjaran

Scimago 2026 menempatkan FKG Unpad di urutan ke-3 tingkat nasional. Prodi S1 Kedokteran Gigi Unpad juga sudah terakreditasi Unggul dari LAM-PTKes dan memiliki fasilitas lengkap, termasuk RSGM Unpad. 

Selain kelas reguler, Unpad juga memiliki prodi S1 IUP in Dentistry dalam skema Single Degree Track. Program ini menawarkan kesempatan student exchange hingga short-term mobility programs di universitas luar negeri. Mitra universitas tersebut mencakup Hiroshima University Jepang, Thammasat University Thailand, Queensland University of Technology Australia, University Malaya Malaysia, dan lain-lain.

Jika tertarik berkuliah di kampus dan jurusan ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri (Skema Ujian SMUP dan Rapor, UTBK dan Rapor, atau Minat Bakat). Sementara itu, program IUP memiliki jalur seleksi sendiri yang biasanya dibuka dalam 3 batch.

4. Universitas Gadjah Mada

Kedokteran Gigi UGM menempati posisi keempat di Indonesia versi Scimago 2026. Terdapat 2 macam prodi kedokteran gigi yang ditawarkan, yaitu S1 Kedokteran Gigi Reguler dan S1 IUP Dentistry. Pembelajaran yang ditawarkan juga berkualitas dan didukung dengan rumah sakit pendidikan milik UGM, yaitu RSGM UGM Prof. Soedomo.

S1 Kedokteran Gigi Reguler bisa didaftar melalui jalur SNBP, SNBT, PBU, Afirmasi Tridharma, dan UM UGM CBT, sedangkan IUP Dentistry memiliki jalur seleksi tersendiri. Adapun total daya tampung S1 Kedokteran Gigi Reguler adalah 150 kursi dengan persentase 30% SNBP, 30% SNBT, dan 40% Mandiri. Sementara itu, IUP Dentistry memiliki daya tampung 25 kursi.

5. Universitas Hasanuddin

FKG Unhas menempati peringkat 5 se-Indonesia menurut Scimago 2026. Pendidikan Dokter Gigi Unhas memang menawarkan pembelajaran berkualitas yang sudah terakreditasi Unggul dan didukung dengan RSGM Pendidikan Unhas. Terdapat 2 macam kelas yang ditawarkan, yaitu kelas reguler dan internasional.

Pada 2026, Unhas menyediakan kuota untuk prodi Pendidikan Dokter Gigi dengan total 260 kursi. Kamu bisa mendaftarkan diri di prodi ini melalui jalur SNBP, SNBT, Ketua Osis, Mandiri UTBK, Mandiri Non UTBK, dan Kelas Internasional.

Baca juga: Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

6. Universitas Brawijaya

Kedokteran Gigi UB berada di peringkat 6 nasional versi Scimoago 2026. Kualitas pembelajaran prodi ini memang sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Fasilitas di fakultas ini pun lengkap, termasuk RSGM Universitas Brawijaya sebagai penunjang pendidikan FKG.

S1 Pendidikan Dokter Gigi UB bisa kamu pilih melalui jalur SNBP, SNBT, SMUB Prestasi, SMUB Rapor, atau SMUB Nilai UTBK. Daya tampung yang tersedia pada 2026 adalah 33 kursi untuk jalur SNBP, 50 kursi untuk jalur SNBT, dan 82 kursi SMUB.

7. Universitas Sumatera Utara

Kampus kebanggaan warga Medan ini menempati peringkat 7 se-Indonesia versi Scimago 2026. Kualitas pembelajaran S1 Kedokteran Gigi USU juga sudah terjamin dengan akreditasi Unggul. Selain itu, kampus ini juga memiliki rumah sakit sendiri, yaitu RSGM USU.

Prodi ini bisa kamu daftar melalui jalur SNBP, SNBT, atau Mandiri. Daya tampung yang ditawarkan pada 2026 mencakup 33 kursi untuk SNBP, 48 kursi untuk SNBT, dan 69 kursi Mandiri.   

8. Universitas Jember

Scimago 2026 menempatkan Universitas Jember di posisi 8 studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia. FKG Unej memang menyelenggarakan pendidikan berkualitas dengan akreditas Unggul dari LAM-PTKes dan akreditasi internasional dari ASIIN. Selain itu, fakultas ini juga memiliki RSGM sendiri, RSGM Universitas Jember, yang juga terakreditasi Paripurna.

Tertarik masuk S1 Pendidikan Dokter Gigi Unej? Kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, atau SEMMABA (Mandiri). Daya tampung untuk masing-masing jalur adalah 57 kursi untuk SNBP, 76 kursi untuk SNBT, dan 57 kursi untuk jalur Mandiri.

9. Universitas Trisakti

FKG Usakti menjadi yang terdepan jika dibandingkan kampus swasta lainnya, misalnya menjadi satu-satunya kampus swasta yang memiliki Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis. Kualitas pembelajaran prodi S1 Pendidikan Dokter Gigi Usakti juga sudah terjamin dengan akreditasi A. Jadi, tak heran jika kampus ini menempati posisi 9 se-Indonesia versi Scimago 2026.

Pembelajaran di prodi ini didukung dengan fasilitas lengkap, seperti Lab. BioCore, Lab. OpadCore, Lab. MiCore, hingga Lab. DMTCire. Selain itu, fakultas ini juga memiliki rumah sakit sendiri, yaitu RSGM FKG Usakti.

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

Tips Lolos Kedokteran Gigi

Tiap tahun, prodi kedokteran gigi di berbagai kampus negeri dan swasta selalu menjadi incaran banyak calon mahasiswa. Prodi kedokteran gigi di banyak kampus pun memiliki tingkat keketatan yang tinggi, terutama di PTN favorit. Di UGM, misalnya, S1 Kedokteran Gigi menjadi prodi terketat keempat dengan rasio keketatan sebesar 1:41 tahun 2026. Dengan demikian, kamu harus mempersiapkan diri dengan baik jika ingin lolos prodi ini.

Untuk memperbesar peluang lolos, kamu harus menargetkan nilai UTBK atau ujian mandiri yang tinggi. Selain itu, kamu juga harus menguasai ilmu-ilmu dasar terkait kedokteran gigi, seperti matematika dan biologi. Agar strategi persiapanmu lebih terarah, kamu juga bisa mengikuti bimbingan belajar seperti Indonesia College. Nantinya, tentor profesional akan memberikan bimbingan dan latihan soal sesuai jalur masuk yang akan kamu ikuti.

Nah, itu dia 9 prodi kedokteran terbaik di Indonesia versi Scimago 2026. Kira-kira, kamu tertarik masuk kampus yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

biaya kedokteran unsoed

Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

Warga Purwokerto dan sekitarnya tentu sudah tidak asing dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kampus yang menjadi primadona warga Jateng ini menawarkan berbagai fakultas dan prodi unggulan, seperti Fakultas Kedokteran. Fakultas ini memiliki 2 prodi sarjana dengan peminat tinggi, yaitu Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi.

Dikutip dari laman DetikJateng, Kedokteran Gigi menjadi prodi dengan keketatan tertinggi di SNBP 2026. Tercatat tingkat keketatan prodi ini sebesar 2,93%. Sementara pada jalur SNBT, Unsoed mencatat tingkat keketatan Kedokteran Gigi sebesar 2,4% dan Pendidikan Dokter sebesar 3,4%, menjadikan kedua prodi ini sebagai prodi dengan persaingan tertinggi pada SNBT 2026.

Dengan tingkat persaingan yang tinggi, kamu pun harus mempersiapkan diri dengan baik jika ingin lolos Kedokteran Unsoed. Selain itu, kamu juga harus memahami seluk beluk Kedokteran Unsoed, termasuk biaya kuliahnya. Yuk, simak informasi seputar prodi, daya tampung, hingga biaya Kedokteran Unsoed di bawah ini!

2 Prodi Kedokteran Unsoed

Ilustrasi biaya kuliah Kedokteran Unsoed

Ilustrasi biaya kuliah Kedokteran Unsoed. (Foto: Magnific/xb100)

Sebagai fakultas terfavorit, Kedokteran Unsoed memang menawarkan pembelajaran yang berkualitas. SCImago Institutions Ranking bahkan menempatkan Kedokteran Unsoed pada peringkat ke-18 studi kedokteran terbaik di Indonesia tahun 2026. Kedua prodi di fakultas ini, Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi, pun sudah terakreditasi Unggul.

Berikut adalah profil 2 prodi Kedokteran Unsoed beserta daya tampungnya di masing-masing jalur masuk.

1. Pendidikan Dokter

Prodi Pendidikan Dokter atau Kedokteran Umum menawarkan pembelajaran berbasis Community Oriented Medical Education yang didukung dengan dosen profesional dan berpengalaman. Kurikulum di prodi ini didesain untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi profesional care provider, literal academics, serta community leader. Untuk mendukung pembelajaran tersebut, Unsoed memiliki fasilitas lengkap, termasuk laboratorium serta RS Margono sebagai rumah sakit pendidikan dan jejaring rumah sakit lainnya.

Calon mahasiswa bisa mendaftar prodi ini melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri (UTBK Gelombang I dan Non UTBK Gelombang I). Adapun daya tampung untuk masing-masing jalur pada penerimaan mahasiswa baru 2026 adalah sebagai berikut.

  • SNBP: 53 mahasiswa
  • SNBT: 70 mahasiswa
  • Mandiri: 52 mahasiswa

2. Kedokteran Gigi

S1 Kedokteran Gigi Unsoed menerapkan konsep Student Centered Learning yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga kegiatan non akademik yang dapat melatih soft skills mahasiswa. Pembelajaran di prodi ini juga ditunjang dengan fasilitas lengkap, termasuk Pusat Informasi ilmiah dan Laboratorium Kedokteran Gigi. Praktik Kedokteran Gigi Unsoed juga didukung dengan kehadiran RSGM Unsoed yang menjadi RSGM pertama di Jateng dan mendapat predikat paripurna dari SNARS.

Prodi ini bisa kamu pilih melalui 3 jalur, yaitu jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri (UTBK Gelombang I dan Non UTBK Gelombang I). Daya tampung untuk ketiga jalur tersebut adalah sebagai berikut.

  • SNBP: 21 mahasiswa
  • SNBT: 28 mahasiswa
  • Mandiri: 21 mahasiswa

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

Biaya Kuliah Kedokteran Unsoed

Jika kamu ingin mengikuti seleksi Mandiri Kedokteran Unsoed, kamu perlu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 350 ribu. Selain itu, kamu juga harus bersedia membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di awal studi. Adapun besaran biaya kuliah untuk masing-masing jalur di Kedokteran Unsoed adalah sebagai berikut.

Prodi

SNBP SNBT Mandiri
UKT UKT UKT IPI
S1 Pendidikan Dokter
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 7,1 juta
  • UKT 4: Rp 9,45 juta
  • UKT 5: Rp 15 juta
  • UKT 6: Rp 16,5 juta
  • UKT 7: Rp 17 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 7,1 juta
  • UKT 4: Rp 9,45 juta
  • UKT 5: Rp 15 juta
  • UKT 6: Rp 16,5 juta
  • UKT 7: Rp 17 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 7,1 juta
  • UKT 4: Rp 9,45 juta
  • UKT 5: Rp 15 juta
  • UKT 6: Rp 16,5 juta
  • UKT 7: Rp 17 juta
  • IPI 1: Rp 100 juta
  • IPI 2: Rp 200 juta
  • IPI 3: Rp 240 juta
  • IPI 4: 260 juta
S1 Kedokteran Gigi
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 10,1 juta
  • UKT 4: Rp 11,2 juta
  • UKT 5: Rp 12,5 juta
  • UKT 6: Rp 14,5 juta
  • UKT 7: Rp 15 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 10,1 juta
  • UKT 4: Rp 11,2 juta
  • UKT 5: Rp 12,5 juta
  • UKT 6: Rp 14,5 juta
  • UKT 7: Rp 15 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 10,1 juta
  • UKT 4: Rp 11,2 juta
  • UKT 5: Rp 12,5 juta
  • UKT 6: Rp 14,5 juta
  • UKT 7: Rp 15 juta
  • IPI 1: Rp 100 juta
  • IPI 2: Rp 200 juta
  • IPI 3: Rp 225 juta
  • IPI 4: 260 juta

Baca juga: 4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

Tips Lolos Seleksi Kedokteran Unsoed

Seleksi Mandiri di Kedokteran Unsoed tidak menggunakan ujian dari Unsoed sendiri, tetapi hanya menggunakan nilai UTBK dan/atau nilai akademik serta prestasi. Dengan demikian, kamu tidak perlu mempelajari materi tes selain tes UTBK jika ingin masuk Kedokteran Unsoed. Kamu hanya perlu fokus meraih nilai UTBK setinggi mungkin serta meraih nilai akademik atau prestasi sebaik mungkin.

Agar bisa meraih nilai UTBK terbaik dan menyusun strategi persiapan seleksi yang matang, kamu bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College. Melalui bimbel kedokteran, kamu akan mendapat bimbingan belajar dan latihan soal UTBK, terutama pada komponen tes terkait Fakultas Kedokteran. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi seputar pendaftaran seleksi Kedokteran Unsoed bersama tentor dan konsultan pendidikan terbaik.

Demikian informasi seputar prodi, daya tampung, dan biaya Kedokteran Unsoed. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

Di Indonesia, kedokteran menjadi prodi yang selalu tinggi peminat. Tidak hanya di kampus negeri, prodi kedokteran di kampus swasta pun juga menjadi incaran banyak calon mahasiswa. Kualitas prodi kedokteran di sejumlah kampus swasta memang tidak kalah dari kampus negeri. Bahkan, dari seluruh kampus PTN dan PTS di Indonesia, terdapat setidaknya 6 prodi kedokteran terbaik di Indonesia dari kampus swasta menurut SCImago Institutions Rankings 2026.

Dalam menilai prodi kedokteran di kampus Indonesia, SCImago menerapkan evaluasi berdasarkan dimensi riset (50%), inovasi (30%), dan dampak sosial (20%). Ketiga dimensi tersebut masih terbagi lagi menjadi 20 indikator, seperti output, own journals, innovative knowledge, SDG, dan sebagainya. Dengan demikian, perangkingan dari SCImago tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan bagi calon mahasiswa dalam memilih prodi kedokteran di kampus negeri maupun swasta.

Lantas, kampus swasta mana saja yang punya prodi kedokteran terbaik di Indonesia? Simak daftar 6 kampusnya di bawah ini!

6 Prodi Kedokteran Terbaik Versi SCImago Institutions Rankings Tahun 2026

FK UMY, salah satu kedokteran kampus swasta terbaik di Indonesia.

FK UMY, salah satu kedokteran kampus swasta terbaik di Indonesia. (Foto: laman Medicine UMY)

1. Universitas Pelita Harapan

PTS yang berlokasi di Tangerang ini menempati peringkat ketujuh prodi kedokteran terbaik di Indonesia, menjadikannya sebagai prodi kedokteran swasta terbaik di Indonesia. Selain ranking menurut SCImago, Kedokteran UPH juga menjadi prodi kedokteran swasta terbaik di Indonesia menurut Edurank tahun 2026. 

UPH bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit untuk praktik mahasiswanya, mulai dari Siloam Hospitals, Rumkital Marinir Cilandak, RSU Kota Tangerang Selatan. Terdapat pula kolaborasi riset dengan Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN). Selain itu, FK UPH juga memiliki Medical Student Summer Enrichment Program, yaitu program volunteer bagi mahasiswa selama 4–6 minggu di Indonesia atau luar negeri untuk mempertajam soft skills dan karakter mahasiswa.

2. Universitas Muhammadiyah Surakarta

FK UMS menempati posisi kedua dengan peringkat ke-21 se-Indonesia. Kualitas kurikulum di fakultas ini sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes dan akreditasi internasional dari IAAHEH. Pembelajaran di fakultas ini pun didukung dengan fasilitas lengkap, seperti laboratorium biomedik, laboratorium skill, dan lain-lain.

Untuk mendukung pembelajaran klinik, UMS bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, seperti RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo, RSUD Dr. Moewardi, RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dan lain-lain. Selain itu, UMS juga memiliki rumah sakit sendiri yang bernama RS UMS A.R. Fachrudin Surakarta.

3. Universitas Ahmad Dahlan

Prodi Kedokteran UAD berada di posisi ketiga dengan peringkat ke-28 secara nasional. Di prodi ini, mahasiswa akan belajar tentang ilmu kedokteran dasar, sistem digesti dan urinaria, imunitas dan neoplasma dasar, sistem pelayanan kesehatan, dan masih banyak lagi. Untuk mendukung pembelajaran, UAD juga telah bermitra dengan sejumlah rumah sakit, seperti RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS Bhayangkara DIY, RS PKU Muhammadiyah Delanggu, dan lain-lain. Selain itu, UAD juga memiliki rumah sakit sendiri, yaitu RS UAD.

Baca juga: 4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

4. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

FK UMY menempati peringkat ke-3 PTS kedokteran dan peringkat ke-31 studi kedokteran secara nasional. Pembelajaran di prodi Pendidikan Dokter menggunakan metode Problem-Based Learning dengan kriteria SPICES (student centred, problem based, integrated, community oriented, elective, dan systematic). Kualitas pembelajaran di prodi ini pun sudah terjamin dengan akreditas Unggul dari LAM-PTKes.

Pembelajaran FK UMY juga didukung dengan kemitraan di sejumlah rumah sakit, seperti RSUD Panembahan Senopati Bantul, RS PKU Muhammadiyah Gamping, Rumah Sakit Jogja, RSUD Kabupaten Temanggung, dan lain-lain.

5. Universitas Katolik Atma Jaya

Kedokteran Unika Atma Jaya meraih peringkat ke-5 kedokteran PTS dan peringkat ke-34 secara nasional. Kualitas pembelajaran di Kedokteran Unika Atma Jaya sudah terakreditasi A dan didukung dengan fasilitas lengkap, seperti laboratorium anatomi, museum anatomi, medical simulation center, dan lain-lain. Selain itu, Unika Atma Jaya juga memiliki rumah sakit pendidikan, yaitu RS Atma Jaya Jakarta.

6. Universitas Trisakti

Posisi ke-5 ditempati Kedokteran Universitas Trisakti dengan peringkat nasional 36. Kualitas pembelajaran di prodi ini sudah terjamin melalui akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Perkuliahan di prodi ini menggunakan metode outcome-based education, student-centered, integrasi keilmuan, dan evidence-based. Terdapat pula pelatihan intensif terkait keterampilan klinik dasar di Skills Lab.

Pendidikan utama untuk praktik kedokteran Universitas Trisakti dilakukan di RS Angkatan Laut Dr. Mintohardjo. Selain itu, kampus ini juga menjalin kemitraan dengan berbagai rumah sakit, seperti RSUD Budhi Asih, RSU Kardinah Tegal, RSUD Karawang, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Tips Lolos Prodi Kedokteran

Meski tingkat keketatan PTS tidak setinggi PTN favorit, calon mahasiswa tetap harus mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini dikarenakan peminat prodi kedokteran di sejumlah PTS cukup tinggi, bahkan mencapai ribuan pendaftar. Di PMB UMS 2026, misalnya, FK menjadi fakultas dengan jumlah pendaftar tertinggi, yaitu 1.882 pendaftar. Pendaftaran FK di sejumlah PTS juga menggunakan seleksi berbasis tes hingga nilai rapor.

Tingginya peminat dan adanya tes seleksi untuk prodi kedokteran di kampus swasta membuat kamu harus mempersiapkan diri dengan serius. Agar bisa lolos prodi kedokteran, kamu harus mempelajari jenis tes yang akan kamu ikuti dan memastikan kelengkapan berkas. Selain itu, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College agar persiapanmu lebih terarah.

Nah, itu dia 6 prodi kedokteran kampus swasta terbaik di Indonesia menurut SCImago tahun 2026. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi fakultas kedokteran ub

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

Fakultas Kedokteran menjadi fakultas terfavorit di Universitas Brawijaya (UB). Pada SNBP 2026, 2 prodi di fakultas ini menjadi primadona dan memiliki total pendaftar tertinggi, yaitu S1 Kedokteran dengan total pendaftar 1.405 orang dan S1 Farmasi dengan total pendaftar 1.181 orang. Selain itu, Kedokteran UB juga meraih peringkat ketujuh prodi kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR.

Tak hanya tinggi peminat, Fakultas Kedokteran UB juga menawarkan program IUP yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional seperti pertukaran pelajar hingga magang internasional. Melalui program tersebut, mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman di bidang kedokteran dengan perspektif lokal sekaligus internasional.

Lantas, apa saja prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB? Lalu, prodi apa saja yang tawarkan program IUP? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB: Reguler dan IUP

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB. (Foto: Unsplash/Jeshoots.com)

Fakultas Kedokteran UB terdiri atas 3 departemen, yaitu Departemen Kedokteran, Departemen Farmasi, dan Departemen Kebidanan. Ketiga departemen tersebut menaungi program sarjana hingga doktoral. Adapun prodi sarjana yang ada di fakultas ini adalah sebagai berikut.

1. S1 Kedokteran (Kelas Reguler)

Sebagai prodi terfavorit di UB, Kedokteran UB menawarkan perkuliahan berkualitas yang telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes dan terakreditasi internasional oleh AUN-QA dan ASIIN. Pembelajaran diterapkan dengan sistem outcome-based education untuk menghasilkan lulusan yang siap menjadi penyedia layanan medis profesional, cendekiawan biomedis, social entrepreneur dan adaptive leader, hingga manajer emergensi.

Struktur kurikulum untuk prodi ini terdiri atas sub-tahap Ilmu Dasar Kedokteran (Basic Medical Sciences) selama 2 semester dan sub-tahap Kedokteran Klinik (Clinical Sciences) selama 5 semester.

Untuk berkuliah di prodi ini, mahasiswa perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dengan rincian berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 8,870 juta (Kel. III), Rp 19,160 juta (Kel. IV), Rp 20,305 juta (Kel. V), Rp 23,450 juta (Kel. VI), Rp 23,8 juta (Kel. VII), dan Rp 24 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 150 juta (Kel. IV), Rp 165 juta (Kel. V), Rp 175 juta (Kel. VI), Rp 200 juta (Kel. VII), dan Rp 225 juta (Kel. VIII)

2. S1 IUP Medicine

Secara umum, kurikulum IUP Medicine hampir sama dengan Kedokteran Reguler, tetapi bahasa pengantar yang digunakan dalam perkuliahan adalah bahasa Inggris. Struktur kurikulum untuk prodi ini meliputi Basic Medical Science dan General & Medical Humanity (tahun pertama); Life Structure, Life Protection & Public Health, dan Leadership & Entrepreneurship (tahun kedua); Life Control, Life Support, Life Maintenance & Life Care, dan Emergency (tahun ketiga); Global Mobility Experiences dan Biomedical & Collaborative Research (Final Assignment) (tahun keempat); serta Clerkship & Clinical Rotation (tahun kelima dan keenam).

Pembelajaran berstandar global akan didapatkan mahasiswa melalui perkuliahan dengan international guest lecture, Global Mobility Experiences, hingga program double/joint degree. Pengalaman internasional tersebut dilaksanakan bersama beberapa universitas mitra, mulai dari University of Manchester hingga Kyushu University.

Adapun biaya kuliah IUP Medicine UB untuk WNI adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 45 juta
  • IPI: Rp 140,5 juta

Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

3. S1 Farmasi

Prodi lain di FK yang menjadi primadona adalah S1 Farmasi. Di prodi ini, mahasiswa akan mendapatkan outcome-based learning dengan kurikulum mencakup bahan kajian Ilmu Biomedis Dasar, Ilmu Farmasi, Ilmu Farmasi Sosial/Perilaku/Administrasi, dan Ilmu Klinis. Kualitas pembelajaran di prodi ini telah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Jika ingin berkuliah di prodi Farmasi, mahasiswa harus merogoh kocek dengan besaran berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 5,5 juta (Kel. III), Rp 7,5 juta (Kel. IV), Rp 8,5 juta (Kel. V), Rp 10 juta (Kel. VI), Rp 12,5 juta (Kel. VII), dan Rp 15 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 59,1 juta (Kel. IV), Rp 76,5 juta (Kel. V), Rp 89,6 juta (Kel. VI), Rp 100 juta (Kel. VII), dan Rp 110 juta (Kel. VIII)

4. S1 Kebidanan

Selain Kedokteran dan Farmasi, Fakultas Kedokteran UB juga memiliki prodi S1 Kebidanan. Prodi ini menawarkan pembelajaran outcome-based education dengan mata kuliah terkait anatomi dasar, ilmu dasar kebidanan, asuhan dan deteksi kehamilan, embriologi, hingga asuhan dan deteksi persalinan. Kualitas perkuliahan di prodi ini pun sudah terjamin melalui akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Adapun besaran biaya kuliah yang harus ditanggung mahasiswa S1 Kebidanan UB adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 4,665 juta (Kel. III), Rp 7,22 juta (Kel. IV), Rp 7.997.500 (Kel. V), Rp 8,775 juta (Kel. VI), Rp 10 juta (Kel. VII), dan Rp 12 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 35 juta (Kel. IV), Rp 37 juta (Kel. V), Rp 39 juta (Kel. VI), Rp 41 juta (Kel. VII), dan Rp 43 juta (Kel. VIII)

Baca juga: Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Jalur Seleksi Kelas Reguler Fakultas Kedokteran UB

Kelas reguler di FK UB bisa kamu pilih melalui beberapa jalur seleksi berikut.

1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)

SNBP dilakukan dengan seleksi nilai akademik melalui portal pendaftaran SNPMB. Untuk jalur ini, daya tampung yang tersedia pada 2026 adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 64 kursi
  • S1 Farmasi: 36 kursi
  • S1 Kebidanan: 32 kursi

2. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)

Pendaftaran SNBT juga dilakukan melalui portal SNPMB, tetapi seleksi dilakukan dengan nilai UTBK. Daya tampung untuk jalur ini adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 96 kursi
  • S1 Farmasi: 54 kursi
  • S1 Kebidanan: 48 kursi

3. Seleksi Mandiri (SMUB)

Terdapat 3 macam jalur SMUB yang tersedia untuk Fakultas Kedokteran, yaitu SMUB Prestasi, Rapor, dan Nilai UTBK. Ketiga jalur ini mematok biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu. Daya tampung untuk jalur SMUB Fakultas Kedokteran tahun 2026 mencapai 50% dari total daya tampung prodi dengan rincian berikut.

  • S1 Kedokteran: 160  kursi
  • S1 Farmasi: 90 kursi
  • S1 Kebidanan: 80 kursi 

Baca juga: Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Jalur Seleksi IUP Fakultas Kedokteran UB 

Pada jalur seleksi ini, UB menawarkan 30 kursi untuk prodi IUP Medicine. Pendaftaran program ini mematok biaya sebesar Rp 2,5 juta dan dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Adapun tahapan seleksinya adalah sebagai berikut.

1. Seleksi Administrasi

Pada tahapan ini, pendaftar harus mengumpulkan beberapa dokumen, yaitu copy kartu identitas, CV, motivation letter, guarantee letter, commitment letter, sertifikat TOEFL/IELTS/TOEIC (opsional), dan recommendation letter (opsional).

2. English Proficiency Test

Program IUP UB tidak mewajibkan sertifikat bahasa Inggris dalam seleksi administrasi. Namun, pendaftar perlu mengikuti English Proficiency Test yang dilakukan secara online.

3. Interview

Jika lolos tes bahasa Inggris, pendaftar harus mengikuti seleksi wawancara secara offline atau online.

Demikian penjelasan tentang 4 prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB beserta informasi jalur seleksinya. Semoga bermanfaat, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair

Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Kedokteran merupakan prodi yang paling diminati di Unair, baik di jalur SNBT maupun Mandiri. Sepak terjang prodi ini sendiri sudah dimulai sejak 1913, menjadikan FK Unair sebagai FK tertua kedua di Indonesia. Seabad kemudian, FK Unair terus melakukan inovasi, misalnya dengan membuka prodi IUP.

Kelas IUP FK Unair menawarkan pengalaman yang berbeda dari kelas reguler. Di program ini, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan dalam bahasa Inggris. Selain itu, mahasiswa IUP juga bisa mengikuti program international exposure dalam bentuk pertukaran mahasiswa hingga program double degree.

IUP FK Unair merupakan pilihan yang menarik bagi mahasiswa yang tertarik dengan dunia medis sekaligus ingin merasakan pengalaman kuliah di luar negeri. Kamu juga bisa memilih program single degree atau double degree, lho! Simak penjelasan tentang IUP FK Unair beserta penjelasan tentang program Double Degree berikut ini.

Profil IUP FK Unair: Single Degree & Double Degree

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair. (Foto: Magnific/prostooleh)

FK Unair merupakan sekolah kedokteran tertua kedua di Indonesia yang telah mencetak banyak talenta kedokteran unggul. Kualitas pembelajaran di fakultas ini telah terjamin dengan akreditasi nasional dari LAMPTKes serta akreditasi internasional dari AUN-QA dan ASIIN. FK Unair pun menyediakan pembelajaran berstandar internasional melalui program IUP.

Di FK Unair, mahasiswa IUP bisa memilih salah satu dari 2 jalur studi, yaitu jalur IUP Non Double Degree (single degree) atau IUP Double Degree. Perbedaan keduanya terletak pada skema pembelajaran dan gelar yang ditawarkan. Mahasiswa IUP Non Double Degree mendapatkan kesempatan student exchange dan elective programme di kampus atau institusi luar negeri, tetapi hanya akan mendapat 1 gelar dari Unair (S.Ked.). Sementara itu, mahasiswa IUP Double Degree akan mendapatkan 2 gelar, yaitu S.Ked. dari Unair dan Bachelor of Medical Science dari universitas mitra.

Adapun program international exposure yang bisa diikuti mahasiswa IUP FK Unair antara lain sebagai berikut.

1. Program Elektif (Elective Programme)

Program elektif atau blok elektif merupakan program yang memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan peminatan di bidang kedokteran maupun disiplin lain yang masih berhubungan dengan dunia medis. Mahasiswa nantinya akan mengikuti program elektif selama 4 minggu di institusi mitra.

Untuk mahasiswa IUP, program elektif bisa dilakukan di berbagai universitas atau institusi yang tersebar di negara Jepang, Inggris, Taiwan, Amerika Serikat, hingga India.

2. Student Exchange

Selain berkuliah di Unair, mahasiswa IUP FK berkesempatan mengikuti pertukaran mahasiswa di University of Adelaide, Erasmus University Medical Centre Rotterdam, Hiroshima University Hospital, dan masih banyak lagi. Terdapat hampir 20 universitas atau institusi di Australia, Belanda, Amerika Serikat, dan Jepang yang bisa menjadi pilihan studi mahasiswa.

3. Double Degree

Program Double Degree bisa diikuti oleh mahasiswa yang mengikuti seleksi jalur IUP Double Degree. Saat ini, Unair baru membuka program IUP Double Degree dengan University of Melbourne, Australia. Jadi, setelah lulus, kamu akan mendapatkan gelar sarjana dari Unair dan bachelor dari universitas mitra tersebut.

Baca juga: Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Biaya Kuliah IUP FK Unair  

Biaya pendaftaran untuk kelas IUP FK Unair single degree sama dengan IUP Double Degree, yaitu Rp1.250.000,00. Adapun besaran biaya UKT dan IPI bagi kedua program ini berdasarkan laman PPMB Unair adalah sebagai berikut.

No. Program UKT IPI Tuition Fee
1. IUP Medicine Rp 30 juta Rp 280 juta –
2. IUP Medicine Double Degree Rp 30 juta Rp 280 juta AUD 75.000/Rp 900 juta

Uang kuliah tunggal (UKT) perlu dibayarkan mahasiswa setiap semester, sedangkan Iuran Pembangunan Institusi (IPI) dibayar sekali di awal studi. Adapun tuition fee merupakan uang kuliah awal yang dibayarkan saat pendaftaran ulang.

Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Seleksi IUP FK Unair

Program IUP memiliki jalur seleksi tersendiri, berbeda dengan jalur mandiri kelas reguler. Komponen seleksi IUP single degree maupun double degree FK Unair sebenarnya sama, yaitu berupa letter of motivation, ujian TPA, dan wawancara. Namun, terdapat perbedaan syarat pendaftaran untuk kedua program ini, yaitu sebagai berikut.

1. IUP Kedokteran 

Syarat pendaftaran bagi WNI antara lain:

  • Lulusan SMA/sederajat 3 tahun terakhir
  • Ijazah atau Surat Keterangan Kelas XII
  • Usia maksimal 25 tahun (per 1 Juli)
  • Sertifikat Bahasa Inggris dengan skor TOEFL IBT minimal 60, TOEFL CBT minimal 173, TOEFL ITP minimal 500, IELTS minimal 5,5, atau Airlangga ELPT minimal 500
  • Memiliki kesehatan yang memadai
  • Motivation letter: alasan memilih prodi, kualitas yang bisa ditawarkan kandidat, dan alasan Unair menjadi pilihan terbaik bagi kandidat
  • Nilai rapor SMA/sederajat semester 1–5

2. IUP Kedokteran Double Degree

Pendaftar program Double Degree harus memenuhi persyaratan berikut.

  • WNI lulusan SMA/sederajat 3 tahun terakhir
  • Ijazah atau Surat Keterangan Kelas XII
  • Usia maksimal 25 tahun
  • Sertifikat Bahasa Inggris dengan skor TOEFL IBT minimal 79, TOEFL CBT minimal 213, TOEFL ITP minimal 550, IELTS minimal 6,5, atau Airlangga ELPT minimal 550
  • Motivation letter: alasan memilih prodi, kualitas yang bisa ditawarkan kandidat, dan alasan Unair menjadi pilihan terbaik bagi kandidat
  • Memiliki kesehatan yang memadai
  • Tidak buta warna total dan parsial
  • Surat pernyataan tentang komitmen untuk berpartisipasi dalam program double degree dan kemampuan untuk mencapai skor IELTS minimal 7 dengan band score minimal 6,5 sebelum keberangkatan untuk double degree

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Tips Lolos Seleksi IUP FK Unair

Selain tahapan seleksi yang berbeda dari program reguler, program IUP FK Unair juga memiliki persaingan yang ketat. Daya tampung untuk program single degree adalah 50 orang, sedangkan program double degree hanya menyediakan kuota 10 orang. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan diri sedini mungkin.

Agar bisa lolos IUP FK Unair, kamu harus mempelajari setiap komponen tes dengan baik, mulai dari TPA, wawancara, hingga cara menyusun motivation letter. Selain itu, kamu juga harus menguasai bahasa Inggris dengan baik. Agar persiapanmu lebih terarah dan matang, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College. 

Demikian penjelasan tentang IUP FK Unair beserta penjelasan biaya dan tahapan seleksinya. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Sebagai salah satu fakultas dengan peminat tertinggi di UGM, FKKMK menawarkan berbagai prodi menarik seperti IUP Kedokteran. Prodi ini memiliki keunggulan berupa pengalaman internasional yang tidak didapatkan mahasiswa kedokteran reguler. Selain perbedaan program, IUP UGM Kedokteran juga memiliki biaya yang tentunya berbeda dari kelas reguler.

Lantas, berapa biaya kuliah di IUP UGM Kedokteran? Intip ulasan lengkapnya, mulai dari biaya pendaftaran hingga UKT dan IPI, di bawah ini! 

Biaya Pendaftaran dan Kuliah IUP Kedokteran UGM

Ilustrasi biaya IUP UGM Kedokteran

Ilustrasi biaya IUP UGM Kedokteran. (Magnific)

Berbagai keunggulan dalam program IUP Kedokteran UGM membuat prodi ini memiliki biaya pendaftaran hingga kuliah yang lebih mahal daripada program reguler. Biaya seleksi Ujian Mandiri (UM) UGM sendiri berkisar antara Rp350.000,00–Rp550.000,00. Sementara itu, biaya pendaftaran IUP UGM Kedokteran per Januari 2026 adalah Rp2.250.000,00 untuk WNI dan USD $225 untuk WNA.

Setelah diterima, mahasiswa Kedokteran UGM harus membayar UKT tiap semester. Selain itu, mahasiswa jalur UM dan IUP juga harus membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di awal masa studi. Besaran UKT bagi mahasiswa IUP pun berbeda dari kelas reguler dengan perbandingan sebagai berikut.

Biaya SNBP & SNBT UM IUP
UKT Rp6.175.000,00 (UKT bersubsidi 75%) – Rp24.700.000,00 (UKT tanpa subsidi) Rp6.175.000,00 (UKT bersubsidi 75%) – Rp24.700.000,00 (UKT tanpa subsidi) Rp45.000.000,00 untuk WNI dan Rp65.000.000,00 untuk WNA
IPI – Rp30.000.000,00 Rp50.000.000,00

 Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Perbedaan Kedokteran Reguler dan IUP UGM

Secara keilmuan, dasar-dasar ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa kedokteran IUP sebenarnya sama dengan kelas reguler. Perbedaan antara kedua program ini terletak pada biaya dan international exposure.

Berdiri sejak tahun 2002, IUP UGM Kedokteran menggunakan sistem program based-learning yang dipadukan dengan pembelajaran berstandar internasional. Seluruh aktivitas akademik IUP Kedokteran seperti perkuliahan, tutorial, praktik lab, tugas, hingga ujian menggunakan bahasa Inggris, kecuali aktivitas yang berhubungan dengan pasien dan lapangan.

Selain perkuliahan berbahasa Inggris, mahasiswa IUP Kedokteran juga memiliki kewajiban untuk studi di kampus luar negeri selama 1 semester. Mahasiswa juga bisa mengikuti program summer dan winter course serta mendapatkan pembelajaran dengan jumlah visiting professor yang lebih banyak daripada kelas reguler. Keunggulan lain dari program ini adalah kesempatan untuk berjejaring dengan alumni IUP Kedokteran yang banyak tersebar di negara lain seperti negara-negara Eropa Timur dan Austria. 

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Seleksi IUP Kedokteran UGM

Berbeda dari seleksi Mandiri biasa yang hanya menggunakan tes berbasis komputer atau laporan akademik/non-akademik, seleksi IUP Kedokteran UGM memiliki lebih banyak komponen tes. Salah satu komponen tes yang dalam seleksi IUP adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dan Situational Judgement Test (SJT). Kedua tes tersebut dilakukan untuk menilai kesesuaian karakter peserta dan kemampuan pengambilan keputusan.

Seluruh tes IUP Kedokteran UGM menggunakan bahasa Inggris dengan rincian tes sebagai berikut.

Phase 1

  • Gadjah Mada Scholastic Test (GMST): Verbal, quantitative, reasoning
  • Academic English Proficiency Test (AcEPT): Listening, structure, reading

Phase 2 (hanya untuk peserta lolos phase 1)

  • MMPI
  • SJT
  • Interview

Banyaknya komponen tes dalam seleksi IUP ditujukan untuk memastikan kualitas mahasiswa dan kesesuaian dengan program. Jadi, jika kamu tertarik dengan program ini, kamu perlu belajar dengan giat, memahami tipe tes, serta memperkuat kesiapan mental. Agar persiapanmu lebih terarah, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College.

Nah, itu dia penjelasan tentang rincian biaya IUP UGM Kedokteran. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi alat kedokteran nuklir

Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata “nuklir”? Mungkin sebagian besar akan berpikir tentang radiasi atau senjata nuklir yang berbahaya. Namun, ternyata nuklir punya banyak manfaat, lho! Salah satunya adalah dunia kedokteran yang memadukan teknologi nuklir. Bahkan, terdapat cabang ilmu khusus yang disebut kedokteran nuklir.

Kedokteran nuklir merujuk pada cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan bahan radioaktif dalam dosis kecil.  Radioaktif tersebut dapat digunakan untuk kepentingan riset, diagnosis, hingga pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker. Selain ilmu kedokteran, cabang ilmu ini juga memadukan ilmu fisika nuklir, kimia, matematika, hingga teknologi komputer.

Penasaran dengan cabang ilmu ini? Simak penjelasan tentang pengertian, peran, hingga jalur kuliah kedokteran nuklir yang dirangkum dari laman Oncopedia, IAEA, FK Unpad, FT UGM, Mandaya Hospital Group, dan KMK No. 008 Tahun 2009 berikut ini!

Pengertian dan Peran Kedokteran Nuklir

Ilustrasi praktik kedokteran nuklir

Foto: Ilustrasi praktik kedokteran nuklir. (Magnific)

Kedokteran nuklir merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka dari disintegrasi inti radionuklida buatan untuk mempelajari perubahan fisiologi dan biokimia pada tingkat sel dan molekul serta untuk diagnosis, terapi, dan penelitian. Praktik kedokteran ini menggunakan isotop radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien untuk memberikan gambaran tentang organ dan jaringan tubuh secara menyeluruh atau mengobati penyakit seperti kanker dan hipertiroid. 

Pengembangan tracer principle oleh George de Hevesy yang memungkinkan penggunaan pelacak radioaktif dalam studi in vivo di dunia medis tanpa memicu respons farmakologis dari tubuh menjadi cikal bakal cabang ilmu ini. Praktik kedokteran ini diawali dengan studi dan pengobatan kelenjar tiroid. Setelah itu, praktiknya semakin meluas seiring pengembangan berbagai alat dan teknik pencitraan seperti kamera gamma, rectilinear scanner, hingga PET/CT scan. 

Praktik medis ini melibatkan dokter spesialis kedokteran nuklir bersama radiografer/teknologis kedokteran nuklir, radiofarmasis, dan tenaga medis terkait dengan memanfaatkan PET scan maupun SPECT scan. Aplikasi kedokteran nuklir berperan dalam beberapa kondisi medis berikut.

  • Diagnosis penyakit jantung 
  • Diagnosis penyakit tiroid
  • Deteksi dan terapi kanker
  • Evaluasi fungsi ginjal
  • Pemeriksaan tulang

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Jalur Kuliah 

Kamu bisa meraih gelar profesi dokter spesialis nuklir melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Sasaran program ini adalah dokter umum yang ingin mendalami keahlian medis spesifik. Artinya, kamu harus sudah menyelesaikan S1 Pendidikan Kedokteran dan memenuhi persyaratan lainnya jika ingin mengikuti PPDS Kedokteran Nuklir.

Saat ini, PPDS Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler hanya tersedia di Universitas Padjadjaran (Unpad). Untuk praktiknya, Unpad bekerja sama dengan RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menjadi pusat pendidikan dan pusat rujukan nasional layanan kedokteran nuklir. Setelah lulus, peserta program ini akan mendapat gelar Spesialis Kedokteran Nuklir (Sp.K.N.).

Namun, PPDS Kedokteran Nuklir bukan satu-satunya jalur pendidikan yang bisa kamu tempuh jika ingin berkarier di bidang ini. Cabang ilmu ini tidak hanya membutuhkan dokter spesialis nuklir, tetapi juga profesi lain seperti fisikawan medik. Oleh karena itu, kamu juga bisa mengambil prodi Teknik Nuklir jika ingin berkarier di bidang ini.

Selama menempuh studi di prodi Teknik Nuklir, kamu akan belajar berbagai teknik yang mendukung radiologi klinik, seperti radiodiagnostik hingga radioterapi menggunakan radiasi dan radioisotop.

Baca juga: Mengenal Teknologi Kedokteran ITS dan Bedanya dengan Teknik Biomedik

Daftar Kampus yang Buka Program Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teknik Nuklir

Kamu hanya bisa menempuh PPDS Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di Unpad jika ingin menjadi dokter spesialis kedokteran nuklir. Adapun daftar universitas yang bisa kamu tuju jika ingin berkarier sebagai fisikawan medik dan karier lain terkait cabang ilmu ini adalah sebagai berikut.

  • Universitas Gadjah Mada – S1 Teknik Nuklir
  • Politeknik Teknologi Nuklir (Poltek Nuklir) Yogyakarta – D4 Teknokimia Nuklir
  • Institut Teknologi Bandung – Magister dan Doktor Ilmu dan Rekayasa Nuklir

Demikian penjelasan tentang kedokteran nuklir. Semoga menjawab, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Mengenal Teknologi Kedokteran ITS dan Bedanya dengan Teknik Biomedik

Peminat rumpun saintek tentunya tidak asing dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Namun, tahukah kamu bahwa ITS juga memiliki fakultas kedokteran? Fakultas ini tidak hanya menawarkan jurusan Kedokteran, tetapi juga jurusan unik bernama Teknologi Kedokteran.

Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) sendiri merupakan fakultas yang tergolong baru dan dilatarbelakangi oleh kurangnya tenaga kedokteran saat pandemi COVID-19. Teknologi Kedokteran menjadi jurusan pertamanya di tahun 2022, lalu disusul dengan peresmian prodi Kedokteran pada 2023. Kini, Teknologi Kedokteran ITS menjadi satu-satunya prodi Teknologi Kedokteran di Indonesia.

Prodi Teknologi Kedokteran sebenarnya berasal dari pengembangan prodi Teknik Biomedik. Lantas, apa perbedaan prodi ini dengan Teknik Biomedik? Lalu, apa saja materi yang dipelajari di prodi ini? Simak ulasan tentang prodi Teknologi Kedokteran ITS dan perbedaannya dengan Teknik Biomedik di bawah ini!

Profil Teknologi Kedokteran ITS dan Perbedaannya dengan Teknik Biomedik

Ilustrasi Teknologi Kedokteran

Sebelum munculnya prodi Teknologi Kedokteran, ITS telah memiliki prodi yang menggabungkan teknologi dan dunia medis, yaitu Teknik Biomedik. Prodi ini memiliki spesialisasi di bidang desain peralatan medis, pengolahan sinyal dan citra medis, rehabilitasi medis, teknik klinis, hingga teknologi untuk disabilitas. Namun pasca pandemi, ITS mengembangkan Teknologi Kedokteran yang kemudian menjadi bagian FKK.

Prodi ini merupakan prodi multidisiplin yang menggabungkan ilmu kedokteran, ilmu rekayasa, ilmu alam, dan ilmu desain. Perbedaan antara prodi ini dengan Teknik Biomedik terletak pada implementasi disiplin ilmunya. Teknik Biomedik berfokus pada pembuatan dan pengembangan aspek teknologi dan riset, sedangkan Teknologi Kedokteran berada pada ranah pengaplikasian teknologi yang dibuat.

Ilmu dasar yang dipelajari oleh kedua prodi ini di tahun pertama pun hampir mirip, misalnya kalkulus, kimia, fisika listrik dan magnet, hingga anatomi dan fisiologi. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, prodi Teknologi Kedokteran akan banyak melakukan praktik langsung bersama dokter, termasuk praktik mengoperasikan alat kesehatan secara langsung kepada pasien.

Prodi Teknologi Kedokteran menawarkan program unggulan berupa rotasi di rumah sakit selama 1 bulan dan workshop di luar negeri, misalnya di Belanda, Thailand, Australia, dan negara lainnya. Selain itu, prodi ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti lab. teknologi kesehatan, lab. patologi klinik, lab. ketrampilan klinik, dan lain-lain.

Baca juga: 7 Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Prospek Karier Teknologi Kedokteran

Lulusan prodi ini memiliki peluang kerja sebagai insinyur, peneliti, desainer, pengusaha, hingga konsultan di bidang teknologi kedokteran. Beberapa peluang kerja bagi lulusan prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Medical engineer
  • Medical technology designer
  • Medical technology consultant
  • Medical records specialist
  • Medical assistant
  • Rehabilitation technician
  • Quality control analyst
  • Peneliti

Baca juga: Daftar Jurusan di UIN Walisongo Semarang, Ada Apa Saja?

Jalur Masuk 

Jika kamu ingin masuk prodi ini, kamu bisa mengikuti seleksi melalui beberapa jalur berikut.

  • Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)
  • Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)
  • Selesi Mandiri ITS (SMITS) FLAT

SMITS FLAT merupakan jalur Mandiri dengan prestasi yang terdiri dari 2 macam jalur seleksi, yaitu Seleksi Mandiri Beasiswa dan Seleksi Mandiri Prestasi.

  • SMITS ACE

SMITS ACE adalah jalur Mandiri dengan tes yang terdiri dari 2 jalur seleksi, yaitu Seleksi Mandiri Kemitraan dan Seleksi Mandiri Umum.

Demikian penjelasan tentang prodi Teknologi Kedokteran ITS dan perbedaannya dengan Teknik Biomedik. Jika kamu tertarik masuk prodi ini, jangan lupa persiapkan diri dengan baik, misalnya dengan belajar di bimbel masuk kampus seperti Indonesia College.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Mahasiswa Kedokteran

7 Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Kuliah di jurusan kedokteran menjadi impian banyak orang, terbukti dari banyaknya jumlah pendaftar kedokteran di berbagai kampus ternama di Indonesia. Untuk memilih kampus dan jurusan kedokteran terbaik, kamu bisa menilainya berdasarkan beberapa kriteria. Salah satunya adalah peringkat jurusan dari berbagai lembaga atau institusi, seperti peringkat QS WUR.

QS World University Ranking (QS WUR) dikeluarkan oleh Quacquarelli Symonds dengan pemeringkatan berdasarkan beberapa kategori, termasuk kategori kedokteran. Pemeringkatan tersebut dilakukan berdasarkan penilaian terhadap 5 indikator, yaitu employer reputation (ER), h-index citations, citations per paper, reputasi akademik, dan jaringan penelitian internasional. Dalam pemeringkatan jurusan kedokteran QS WUR 2026, terdapat total 850 universitas yang dinilai dengan peringkat pertama diraih oleh Harvard University.

Di tahun 2026, terdapat setidaknya 7 universitas di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan QS WUR kategori kedokteran. Yuk, simak daftar 7 jurusan kedokteran tersebut di bawah ini!

7 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia

Mahasiswa jurusan kedokteran

Berikut adalah 7 universitas dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR 2026.

  1. Universitas Indonesia

Tahun ini, Kedokteran UI menjadi prodi kedokteran terbaik di Indonesia versi QS WUR dan menempati peringkat 251-300 dunia. Peringkat tersebut diperoleh dengan nilai ER sebesar 66,5, h-index citations sebesar 52,5, citations per paper sebesar 63,6, reputasi akademik sebesar 62, serta jaringan penelitian internasional sebesar 56,3.

Selain peringkat QS WUR, Kedokteran UI juga meraih peringkat 6 ASEAN QS World Ranking dan peringkat 432 kedokteran terbaik versi EduRank World Ranking. Fakultas kedokteran tertua di Indonesia ini juga telah meraih akreditasi A dari BAN-PT. Di samping itu, Kedokteran UI juga menjadi prodi dengan pendaftar terbanyak kedua pada SNBP 2026, yaitu dengan jumlah pendaftar sebesar 1.943 orang.

Jika kamu tertarik dengan Kedokteran UI, kamu bisa mengikuti seleksi Kedokteran UI melalui 4 jalur, yaitu jalur SNBP, SNBT, Mandiri (SIMAK UI), dan Kelas Internasional (KKI).

2. Universitas Airlangga

Unair meraih peringkat 351-400 dunia, menjadikan Kedokteran Unair sebagai prodi kedokteran terbaik kedua di Indonesia. Pencapaian tersebut diraih melalui skor ER sebesar 66,5, h-index citations sebesar 45,8, citations per paper sebesar 51, reputasi akademik sebesar 61,8, dan jaringan penelitian internasional sebesar 50,5.

Fakultas Kedokteran Unair sendiri merupakan fakultas kedokteran tertua kedua di Indonesia dengan usia lebih dari 1 abad. Kualitas prodi ini pun telah terbukti dengan perolehan akreditasi dari LAM-PTKes dengan nilai A serta akreditasi ASIIN.

Tertarik untuk masuk Kedokteran Unair? Kamu bisa mendaftar prodi ini melalui beberapa jalur, yaitu SNBP, SNBT, Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan, serta Kelas Internasional.

3. Universitas Gadjah Mada

Di urutan ketiga, kedokteran UGM meraih peringkat 401-450. Kedokteran UGM berhasil memperoleh nilai ER sebesar 64, h-index citations sebesar 44, citations per paper sebesar 58,7, reputasi akademik sebesar 57,3, dan jaringan penelitian internasional sebesar 37,6.

Kualitas Kedokteran UGM pun telah dibuktikan dengan akreditasi Unggul oleh LAM-PTKes dan akreditasi dari ASIIN. Selain itu, Kedokteran UGM juga memiliki sumber daya yang kuat serta kerja sama dengan universitas ternama di Indonesia dan luar negeri. Kurikulum dan pengajar yang kompeten membuat angka keberhasilan mahasiswa  pada UKMPD nasional cukup tinggi dengan lebih dari 90% kelulusan.

Jika kamu tertarik masuk Kedokteran UGM, kamu bisa mengikuti 4 jalur seleksi, yaitu jalur SNBP, SNBT, Mandiri, dan International Undergraduate Program (IUP).

Baca juga: Daftar Jurusan di UIN Walisongo Semarang, Ada Apa Saja?

4. Universitas Padjadjaran

Di posisi keempat, Kedokteran UNPAD berhasil meraih peringkat 501-550 dunia. Berdasarkan penilaian QS WUR, UNPAD memperoleh nilai ER sebesar 55,3, h-index citations sebesar 46, citations per paper sebesar 61, reputasi akademik sebesar 51,3, dan jaringan penelitian internasional sebesar 37,2. Tak hanya meraih peringkat keempat, Kedokteran Unpad juga telah meraih akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.   

Untuk menjadi mahasiswa Kedokteran Unpad, kamu bisa memilih berbagai jalur seleksi, seperti SNBP, SNBT, Mandiri Prestasi Akademik, Seleksi Minat dan Bakat, IUP, hingga Seleksi Kemitraan Strategis.

5. Universitas Hasanuddin

Berdasarkan penilaian QS WUR, Unhas memperoleh nilai ER sebesar 51,9, h-index citations sebesar 36,8, citations per paper sebesar 53,7, reputasi akademik sebesar 53,7, dan jaringan penelitian internasional sebesar 33,6. Hasil tersebut membuat Unhas menduduki peringkat 601-650 dunia.

Bagi kamu yang tinggal di wilayah Indonesia timur, Kedokteran Unhas bisa menjadi salah satu pilihan studi yang pas. Jika tertarik dengan Kedokteran Unhas, kamu bisa mendaftar melalui jalur SNBP, SNBT, dan beberapa jalur Seleksi Mandiri, termasuk Kelas Internasional.

6. Universitas Diponegoro

PTN yang terletak di Semarang, Jawa Tengah ini berhasil meraih peringkat 701-850. Capaian tersebut diraih melalui nilai ER sebesar 54,5, h-index citations sebesar 30,9, citations per paper sebesar 42,6, reputasi akademik sebesar 48,7, serta jaringan penelitian internasional sebesar 28,1.

Tertarik masuk Kedokteran Undip? Kamu bisa mengikuti jalur seleksi SNBP, SNBT, Mandiri, atau Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB). Selain itu, kamu juga bisa mengikuti program IUP yang dibuka dalam beberapa gelombang.

7. Universitas Brawijaya

Sama seperti Undip, UB juga meraih peringkat 701-850. Peringkat tersebut diraih dengan nilai ER sebesar 55,8, h-index citations sebesar 34, citations per paper sebesar 45, reputasi akademik sebesar 47,6, dan jaringan penelitian internasional sebesar 21,7.

Prodi yang telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes ini bisa kamu daftar melalui beberapa jalur seleksi, seperti SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri UB (SMUB). Kamu juga bisa mendaftar program IUP yang biasanya dibuka dalam 2 intake.

Baca juga: Kuliah Kedokteran Bedah Berapa Tahun? Ini yang Perlu Diperhatikan

4 Tips Masuk Kedokteran 

Dari tahun ke tahun, jurusan kedokteran selalu menjadi salah satu jurusan dengan jumlah pendaftar terbanyak. Artinya, jurusan ini memiliki persaingan yang ketat. Jika kamu tertarik dengan jurusan ini, maka kamu harus belajar dan mempersiapkan diri dengan baik.

Bagi kamu yang ingin masuk jurusan kedokteran, kamu bisa mempersiapkan diri dengan beberapa langkah berikut.

  1. Riset Jurusan dan Universitas

Setiap universitas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, kamu perlu melakukan riset terhadap fasilitas, kurikulum, hingga pengajar di universitas tujuanmu, lalu menilai apakah hal-hal tersebut sesuai dengan minat dan kebutuhanmu. Kamu bisa melakukan riset tersebut melalui website universitas atau berkonsultasi dengan ahlinya, misalnya para pengajar di bimbel kedokteran.

2. Perkuat Kemampuan Akademis 

Agar bisa lolos seleksi masuk kedokteran, kamu perlu belajar dengan giat. Beberapa mata pelajaran seperti matematika, biologi, kimia, dan fisika menjadi ilmu dasar di kedokteran, sehingga kamu perlu memperdalam pemahaman di mata pelajaran tersebut. 

Jika kamu kesulitan belajar sendiri, kamu juga bisa belajar dengan tentor di bimbel persiapan kuliah atau bimbel kedokteran. Selain bisa mendapat arahan sesuai kebutuhanmu, kamu juga bisa lebih termotivasi karena bertemu dengan sesama pejuang kedokteran.

3. Perdalam Kemampuan Bahasa Inggris

Beberapa universitas menawarkan program kelas internasional atau IUP. Jika kamu tertarik dengan program IUP Kedokteran, kamu perlu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik karena pembelajaran di jurusan ini sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, terdapat tes literasi bahasa Inggris dan wawancara dalam bahasa Inggris yang harus kamu hadapi dalam proses seleksi.

4. Kuatkan Tekad, Motivasi, dan Doa

Selain persiapan akademik, kamu juga perlu mempersiapkan mental dengan baik. Proses seleksi hingga masa studi di kedokteran membutuhkan fisik dan mental yang kuat. 

Persiapan mental bisa kamu lakukan dengan banyak cara, misalnya dengan mencari dukungan dari orang-orang terdekat. Kamu juga bisa memperbanyak doa untuk mendapatkan kekuatan dan ketenangan hati serta memperkuat rasa percaya diri.

Itu dia 7 jurusan kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR 2026. Kira-kira kamu tertarik mendaftar di universitas mana, nih?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.