Arsip Tag: Kedokteran nuklir

Ilustrasi alat kedokteran nuklir

Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata “nuklir”? Mungkin sebagian besar akan berpikir tentang radiasi atau senjata nuklir yang berbahaya. Namun, ternyata nuklir punya banyak manfaat, lho! Salah satunya adalah dunia kedokteran yang memadukan teknologi nuklir. Bahkan, terdapat cabang ilmu khusus yang disebut kedokteran nuklir.

Kedokteran nuklir merujuk pada cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan bahan radioaktif dalam dosis kecil.  Radioaktif tersebut dapat digunakan untuk kepentingan riset, diagnosis, hingga pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker. Selain ilmu kedokteran, cabang ilmu ini juga memadukan ilmu fisika nuklir, kimia, matematika, hingga teknologi komputer.

Penasaran dengan cabang ilmu ini? Simak penjelasan tentang pengertian, peran, hingga jalur kuliah kedokteran nuklir yang dirangkum dari laman Oncopedia, IAEA, FK Unpad, FT UGM, Mandaya Hospital Group, dan KMK No. 008 Tahun 2009 berikut ini!

Pengertian dan Peran Kedokteran Nuklir

Ilustrasi praktik kedokteran nuklir

Foto: Ilustrasi praktik kedokteran nuklir. (Magnific)

Kedokteran nuklir merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka dari disintegrasi inti radionuklida buatan untuk mempelajari perubahan fisiologi dan biokimia pada tingkat sel dan molekul serta untuk diagnosis, terapi, dan penelitian. Praktik kedokteran ini menggunakan isotop radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien untuk memberikan gambaran tentang organ dan jaringan tubuh secara menyeluruh atau mengobati penyakit seperti kanker dan hipertiroid. 

Pengembangan tracer principle oleh George de Hevesy yang memungkinkan penggunaan pelacak radioaktif dalam studi in vivo di dunia medis tanpa memicu respons farmakologis dari tubuh menjadi cikal bakal cabang ilmu ini. Praktik kedokteran ini diawali dengan studi dan pengobatan kelenjar tiroid. Setelah itu, praktiknya semakin meluas seiring pengembangan berbagai alat dan teknik pencitraan seperti kamera gamma, rectilinear scanner, hingga PET/CT scan

Praktik medis ini melibatkan dokter spesialis kedokteran nuklir bersama radiografer/teknologis kedokteran nuklir, radiofarmasis, dan tenaga medis terkait dengan memanfaatkan PET scan maupun SPECT scan. Aplikasi kedokteran nuklir berperan dalam beberapa kondisi medis berikut.

  • Diagnosis penyakit jantung 
  • Diagnosis penyakit tiroid
  • Deteksi dan terapi kanker
  • Evaluasi fungsi ginjal
  • Pemeriksaan tulang

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Jalur Kuliah 

Kamu bisa meraih gelar profesi dokter spesialis nuklir melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Sasaran program ini adalah dokter umum yang ingin mendalami keahlian medis spesifik. Artinya, kamu harus sudah menyelesaikan S1 Pendidikan Kedokteran dan memenuhi persyaratan lainnya jika ingin mengikuti PPDS Kedokteran Nuklir.

Saat ini, PPDS Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler hanya tersedia di Universitas Padjadjaran (Unpad). Untuk praktiknya, Unpad bekerja sama dengan RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menjadi pusat pendidikan dan pusat rujukan nasional layanan kedokteran nuklir. Setelah lulus, peserta program ini akan mendapat gelar Spesialis Kedokteran Nuklir (Sp.K.N.).

Namun, PPDS Kedokteran Nuklir bukan satu-satunya jalur pendidikan yang bisa kamu tempuh jika ingin berkarier di bidang ini. Cabang ilmu ini tidak hanya membutuhkan dokter spesialis nuklir, tetapi juga profesi lain seperti fisikawan medik. Oleh karena itu, kamu juga bisa mengambil prodi Teknik Nuklir jika ingin berkarier di bidang ini.

Selama menempuh studi di prodi Teknik Nuklir, kamu akan belajar berbagai teknik yang mendukung radiologi klinik, seperti radiodiagnostik hingga radioterapi menggunakan radiasi dan radioisotop.

Baca juga: Mengenal Teknologi Kedokteran ITS dan Bedanya dengan Teknik Biomedik

Daftar Kampus yang Buka Program Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teknik Nuklir

Kamu hanya bisa menempuh PPDS Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di Unpad jika ingin menjadi dokter spesialis kedokteran nuklir. Adapun daftar universitas yang bisa kamu tuju jika ingin berkarier sebagai fisikawan medik dan karier lain terkait cabang ilmu ini adalah sebagai berikut.

  • Universitas Gadjah Mada – S1 Teknik Nuklir
  • Politeknik Teknologi Nuklir (Poltek Nuklir) Yogyakarta – D4 Teknokimia Nuklir
  • Institut Teknologi Bandung – Magister dan Doktor Ilmu dan Rekayasa Nuklir

Demikian penjelasan tentang kedokteran nuklir. Semoga menjawab, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Kedokteran nuklir adalah

Kedokteran Nuklir Adalah Terobosan Penting di Dunia Medis Modern, Apa Itu?

Kedokteran Nuklir Adalah – Saat mendengar kata “nuklir”, sebagian besar orang mungkin langsung membayangkan sesuatu yang berbahaya, seperti bom atau senjata pemusnah massal. Namun, di balik reputasi mengerikannya, teknologi nuklir ternyata memiliki manfaat besar dalam dunia kedokteran. Salah satu bidang yang mengaplikasikannya adalah kedokteran nuklir, sebuah cabang radiologi modern yang digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati berbagai penyakit, terutama kanker.

Jadi kedokteran nuklir merupakan cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan bahan radioaktif berdosis kecil untuk digunakan dalam mendiagnosis dan juga mengobati berbagai penyakit. Teknologi nuklir ini menggunakan isotop radioaktif yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tubuh pasien sehingga bisa menghasilkan gambar maupun informasi yang dibutuhkan untuk mendiagnosis seperti seputar organ atau jaringan tubuh.

Selain itu teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati kondisi penyakit tertentu seperti kanker dan hipertiroid dengan cara yang sangat spesifik dan minimal invasif. Prosedur ini menggabungkan dua bidang ilmu sekaligus: radiologi, yang memanfaatkan radiasi untuk melihat bagian dalam tubuh, dan tenaga nuklir, yang berasal dari reaksi pemecahan atom.

Bagaimana Prosedur Ini Bekerja?

kedokteran nuklir adalah

Dalam konteks pengobatan kanker, kedokteran nuklir bekerja dengan cara yang sangat terarah. Pertama-tama, pasien akan menjalani prosedur pencitraan untuk mendeteksi lokasi dan penyebaran sel kanker. Setelah itu, dokter akan menentukan jenis dan dosis radioisotop, yaitu obat yang mengandung senyawa radioaktif, yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Obat radioisotop ini kemudian disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Dalam hitungan menit, zat tersebut akan menuju ke sel target (misalnya, sel kanker) dan mulai bekerja menghancurkan jaringan yang rusak secara selektif tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Prosedur ini umumnya tidak menyakitkan dan hanya memerlukan waktu singkat.

Setelah terapi, pasien biasanya diisolasi di ruang khusus di rumah sakit hingga kadar radioaktivitas dalam tubuh turun ke tingkat aman. Selama masa ini, mereka mungkin perlu memakai pelindung atau masker serta dianjurkan untuk banyak minum agar zat radioaktif dapat keluar dari tubuh melalui urine, keringat, atau feses.

Baca juga: Profil Fakultas Kedokteran Gigi UI: Visi Misi, Program Studi, Mata Kuliah dan Fasilitasnya

Aplikasi Kedokteran Nuklir

Kedokteran nuklir tidak hanya terbatas pada kanker. Beberapa aplikasi medis lainnya antara lain:

  • Diagnosis penyakit jantung: Melalui MIBI scan atau PET scan untuk memeriksa aliran darah dan kerusakan otot jantung.
  • Deteksi kanker dan monitoring terapi: PET scan membantu mendeteksi kanker dan memantau efektivitas pengobatan.
  • Fungsi ginjal: Renal scan digunakan untuk menilai fungsi ginjal dan mendeteksi sumbatan saluran kemih.
  • Pemeriksaan tulang: Bone scan mendeteksi penyebaran kanker ke tulang dan infeksi tulang.
  • Evaluasi tiroid: Scan tiroid dan tes uptake iodin untuk menilai fungsi kelenjar tiroid dan mendeteksi nodul atau kanker.
  • Terapi tambahan lainnya: Seperti radioimmunoterapi untuk kanker jenis tertentu.

Meskipun melibatkan radiasi, prosedur dalam kedokteran nuklir secara umum aman. Dosis radiasi yang digunakan sangat kecil dan telah disesuaikan untuk meminimalkan risiko. Semua prosedur dilakukan oleh tenaga medis terlatih, dan protokol keamanan selalu diterapkan dengan ketat.

Baca juga: Apa Itu Ospek? Ini List Kegiatan yang Dilakukan Saat Ospek dan Manfaatnya

Jika dibandingkan dengan pengobatan kemoterapi, setiap terapi akan memiliki manfaat dan risiko masing-masing. Jadi biasanya dokter akan memberikan pilihan kepada pasien dan menjelaskan dampaknya dalam sesi konsultasi.

Jadi kedokteran nuklir adalah terobosan penting dalam dunia medis modern. Dengan kemampuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini dan memberikan terapi yang sangat spesifik dan efektif, bidang ini menjadi harapan baru dalam pengobatan berbagai kondisi medis serius, khususnya kanker.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.