Arsip Penulis: Arum Sekar Pertiwi

keperawatan anestesiologi adalah

Keperawatan Anestesiologi: Bedanya dengan Dokter Anestesi dan 6 Kampusnya

Salah satu tindakan medis yang biasa dilakukan di rumah sakit adalah operasi. Sebelum dokter melakukan prosedur operasi, pasien akan diberi anestesi atau obat bius terlebih dahulu agar tidak merasa sakit saat dioperasi. Nah, anestesi ini menjadi tugas ahli anestesiologi, baik dokter maupun perawat anestesi.

Lantas, apa perbedaan dokter anestesi dan perawat anestesi? Yuk, kulik pengertian keperawatan anestesiologi, perbedaannya dengan kedokteran anestesi, dan 6 kampus yang menawarkan prodi keperawatan anestesiologi yang dirangkum dari buku Standar Profesi Penata Anestesi oleh Kemenkes dan laman Unisa berikut ini!

Pengertian Keperawatan Anestesiologi dan Bedanya dengan Dokter Anestesi

keperawatan anestesiologi adalah

Ilustrasi pembelajaran prodi D4 Keperawatan Anestesiologi UNS. (Foto: laman Keperawatan Anestesiologi UNS)

Prodi Keperawatan Anestesiologi adalah program studi yang bertujuan untuk mencetak perawat atau penata anestesi. Mahasiswa prodi ini akan mempelajari ilmu biomedik, anestesiologi, dan instrumentasi yang diperlukan untuk memberikan pelayanan asuhan kepenataan anestesi. Keterampilan klinis terkait prodi ini mencakup keterampilan berikut.

  • Pelayanan asuhan kepenataan praanestesi, intraanestesi, dan pascaanestesi
  • Identifikasi risiko komplikasi anestesi
  • Penanganan kondisi emergensi pada tindakan anestesi
  • Penyiapan, penggunaan, dan penyimpanan obat-obatan anestesi
  • Penyiapan, penggunaan, serta pemeliharaan gas anestesi, alat anestesi umum, dan mesin anestesi
  • Melaksanakan pelayanan asuhan kepenataan anestesi  atas instruksi dokter spesialis anestesiologi

Meski sama-sama bertugas dalam tindakan anestesi pasien, penata anestesi memiliki peran yang berbeda dari dokter anestesi. Perbedaan keduanya antara lain sebagai berikut.

1. Latar Belakang Pendidikan

Dokter anestesi merupakan lulusan Profesi Dokter dan Spesialis Anestesi, sedangkan penata anestesi adalah lulusan Sarjana Terapan Anestesiologi.

2. Tugas/Peran

Penentuan jenis dan dosis anestesi merupakan tugas dokter anestesi. Sementara itu, penata anestesi bertugas melakukan tindakan anestesi sesuai arahan dokter anestesi.

3. Tanggung Jawab

Penata anestesi hanya bertanggung jawab atas monitoring pra-intra dan pasca-anestesi, sedangkan dokter anestesi bertanggung jawab penuh terhadap keseluruhan prosedur anestesi.

Baca juga: Jurusan Terapi Okupasi Ada di Mana? Ini 3 Kampus dan Info Kuliahnya

Mata Kuliah Keperawatan Anestesiologi

Setiap kampus memiliki struktur kurikulum Keperawatan Anestesiologi yang berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing kampus. Namun secara umum, mata kuliah yang ditawarkan di prodi Keperawatan Anestesiologi mencakup mata kuliah berikut.

  • Ilmu Biomedik Dasar
  • Konsep Dasar Keperawatan Anestesi
  • Manajemen Patient Safety
  • Farmakologi Anestesi
  • Askan Pre, Intra, dan Pasca Anestesi
  • Instrumentasi Anestesi
  • Anatomi, Fisiologi, Patofisiologi Kardiorespirasi, dan Neurologi
  • Neurologi & Neuroanestesi
  • Praktik Klinik Dasar
  • Askan dengan Penyakit Penyerta
  • Gawat Darurat dan Kritis, Askan pada Pembedahan Khusus dan Neurologi
  • Asuhan Keperawatan Anestesi Pasien Ambulatory
  • Praktik Klinik Anestesi Komprehensif
  • dan lain-lain

Baca juga: Mengulik Jurusan Fisioterapi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 7 Kampusnya

6 Kampus yang Punya Prodi Keperawatan Anestesiologi

Keperawatan Anestesiologi adalah salah satu prodi langka, terutama di kampus negeri. Bahkan di antara sekian banyak Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes), hanya ada 1 Poltekkes yang menawarkan prodi ini. Berikut adalah daftar 6 kampus yang memiliki prodi Keperawatan Anestesiologi.

1. Universitas Sebelas Maret

D4 Keperawatan Anestesiologi merupakan prodi vokasi terfavorit di UNS dengan total peminat pada SNBP 2026 mencapai 1.682 orang. Prodi ini memiliki keunggulan di bidang anestesi ortopedi dengan pembelajaran 45% teori dan 55% praktik yang mencakup 5 semester di kampus, 2 semester di rumah sakit, dan 1 semester untuk tugas akhir. Kualitas prodi ini pun sudah terjamin dengan akreditasi Baik dari LAM-PTKes.

Tertarik berkuliah di prodi ini? Kamu bisa memilih prodi ini pada seleksi jalur SNBP, SNBT, Mandiri Reguler – Ujian, Mandiri Reguler – UTBK, SM Afirmasi, maupun SM Kemitraan. Pada 2026, prodi ini menyediakan daya tampung sebesar 15 kursi SNBP, 23 kursi SNBT, dan 37 kursi jalur Mandiri.

2. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Politeknik di bawah Kemenkes ini menawarkan prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi di bawah jurusan Keperawatan. Prodi ini memiliki fokus di bidang neuroanestesi. Kualitas prodi ini pun sudah terjamin dengan akreditasi Unggul.

Jika tertarik dengan prodi ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SPMB Bersama atau Mandiri. Pada SPMB Bersama 2026, prodi ini menyediakan daya tampung sebesar 54 kursi.

3. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Perguruan tinggi milik Muhammadiyah ini memiliki prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan. Prodi ini berfokus pada bidang keperawatan anestesiologi dengan keunggulan kegawatdaruratan bencana. Pembelajaran di prodi ini juga sudah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes.

Baca juga: Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi, Apa Bedanya? Ini 4 Perbedaannya

4. Universitas Muhammadiyah Purwokerto

D4 Keperawatan Anestesiologi UMP adalah prodi yang berfokus pada bidang anestesi dan pelayanan perioperatif. Prodi ini berada di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan. D4 Keperawatan Anestesiologi UMP juga sudah memperoleh akreditasi Baik.  

Jika tertarik berkuliah di prodi ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur seleksi Unggul, CBT, Nilai Raport, atau Nilai SNBT.

5. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

UMBJM merupakan satu-satunya kampus yang memiliki prodi D4 Keperawatan Anestesiologi di Kalimantan Selatan. Prodi ini berada di bawah Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan serta sudah terakreditasi Baik oleh LAM-PTKes. D4 Keperawatan Anestesiologi UMBJM juga telah bekerja sama dengan berbagai rumah sakit dan institusi, seperti Kaikoukai Healthcare Group, RSUD dr.H. Moch Ansari Saleh, RSUD ULIN Banjarmasin, RSUD dr.H. Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu, dan lain-lain. 

6. Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam/V Brawijaya Malang

Kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Wahana Bhakti Karya Husada ini menawarkan prodi D4 Keperawatan Anestesiologi dengan keunggulan di bidang chronic illness. Kualitas prodi ini sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Pembelajaran di prodi ini juga didukung dengan praktik klinis di RS dr. Soepraoen dan 28 rumah sakit mitra lainnya.

Demikian penjelasan tentang pengertian keperawatan anestesiologi, perbedaan dengan dokter anestesi, dan 6 kampusnya. Nah, kira-kira kamu tertarik dengan kampus yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

jurusan terapi okupasi ada di mana

Jurusan Terapi Okupasi Ada di Mana? Ini 3 Kampus dan Info Kuliahnya

Aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, dan sebagainya mungkin terasa mudah untuk sebagian besar orang. Namun, aktivitas yang terlihat sepele bisa sulit dilakukan oleh seseorang yang mengalami cedera atau memiliki kebutuhan khusus. Untuk membantu mereka agar bisa beraktivitas dengan baik, dibutuhkan terapi khusus yang disebut terapi okupasi. 

Dikutip dari laman Kemenkes, terapi okupasi merujuk pada perawatan bagi seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, atau kognitif agar mereka bisa menjalani kehidupan sehari-hari tanpa bergantung pada orang lain. Terapi ini biasanya dilakukan terhadap orang yang sedang dalam masa pemulihan pasca kecelakaan, orang dengan disabilitas fisik dan mental, pengidap penyakit kronis seperti artritis, dan sebagainya. Untuk melakukan terapi tersebut, terapis okupasional harus memiliki kompetensi khusus yang salah satunya bisa didapat melalui jurusan Terapi Okupasi.

Jurusan Terapi Okupasi sendiri termasuk jurusan langka dan hanya tersedia di 3 kampus PTN dan PTS saja. Lantas, jurusan Terapi Okupasi ada di kampus mana saja? Berikut adalah 3 kampusnya beserta informasi mata kuliah dan prospek kerjanya. 

Apa Itu  Jurusan Terapi Okupasi?

jurusan terapi okupasi ada di mana

Jurusan Terapi Okupasi Ada di Mana? Salah satunya di Poltekkes Surakarta. (Foto: laman Poltekkes Surakarta)

Dikutip dari laman Poltekkes Surakarta, Terapi Okupasi merupakan jurusan yang mempelajari aktivitas terapeutik bagi pasien/klien dengan gangguan fisik/mental untuk meningkatkan komponen kinerja okupasional (senso-motorik, persepsi, kognitif, sosial, dan spiritual) dalam area kinerja okupasional (perawatan diri, produktivutas, dan pemanfaatan waktu luang). Aktivitas terapi tersebut mencakup tindakan/treatment untuk memperbaiki fungsi sensori (panca indera, keseimbangan, dan persendian), memperbaiki perilaku, serta melatih kemampuan sensori yang hilang/berkurang. Tujuan terapi okupasi adalah meningkatkan kemandirian fungsional dan derajat kesehatan pasien serta agar pasien bisa berpartisipasi di masyarakat.

Mata kuliah jurusan Terapi Okupasi bisa bervariasi di tiap kampus, tergantung jenjang pendidikan dan kebijakan kampus masing-masing. Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa mata kuliah yang ditawarkan di D4 Terapi Okupasi Universitas Indonesia.

  • Konsep Terapi Okupasi
  • Manajemen Pelayanan Terapi Okupasi
  • Fisiologi Terapan
  • Proses Kognitif dan Emosi
  • Kinesiologi dan Biomekanik
  • Terapi Okupasi pada Pediatri
  • Patofisiologi Kecacatan
  • Terapi Okupasi pada Psikososial
  • Seni dan Keilmuan Terapi Okupasi
  • Terapi Okupasi pada Geriatri
  • Terapi Okupasi pada Penyakit Dalam & Bedah
  • Terapi Okupasi pada Neurologi
  • TO pada Rehabilitasi Tangan Splinting
  • Terapi Okupasi pada Sekolah
  • Terapi Okupasi pada Gangguan Komunikasi
  • Teknologi Alat Bantu
  • Peminatan Klinis Terapi Okupasi
  • dan lain-lain

Baca juga: Mengulik Jurusan Fisioterapi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 7 Kampusnya

Prospek Kerja Jurusan Terapi Okupasi

Kebutuhan terapi okupasi di Indonesia sebenarnya sangat besar, tetapi jumlah terapis okupasional masih sedikit. Per 2023, Kemenko PMK mencatat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta orang, sedangkan jumlah terapis okupasional aktif berdasarkan data Kemenkes tahun 2023 hanya 1.941 orang. Dengan kebutuhan yang besar dan ketersediaan terapis yang langka, profesi ini pun memiliki prospek kerja yang cukup besar. 

Data dari Vokasi UI tahun 2020 juga menunjukkan bahwa lulusan Terapi Okupasi UI terserap 100% di dunia kerja. Masa tunggu lulusan juga cukup singkat, yaitu hanya 0-3 bulan setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa Terapi Okupasi merupakan jurusan yang cukup menjanjikan.

Lulusan Terapi Okupasi bisa bekerja sebagai terapis okupasional atau akademisi dengan tempat kerja sebagai berikut.

  • Rumah sakit
  • Rumah sakit jiwa
  • Klinik
  • Puskesmas
  • Pusat rehabilitasi
  • Sekolah khusus
  • Layanan komunitas
  • Layanan home visit
  • Institusi pendidikan
  • Instansi pemerintah
  • Industri swasta
  • Praktik pribadi

Baca juga: Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi, Apa Bedanya? Ini 4 Perbedaannya

Jurusan Terapi Okupasi Ada di Mana?

Sejauh ini, jurusan Terapi Okupasi hanya ada di 2 PTN dan 1 PTS berikut.

1. Universitas Indonesia 

Prodi D4 Terapi Okupasi berada di bawah Departemen Kesehatan Terapan Sekolah Vokasi UI. Perkuliahan di prodi ini membekali mahasiswa dengan kompetensi utama dan pendukung terapi okupasi serta UKOMNAS dan sertifikasi di bidang terapi okupasi maupun bidang lain yang relevan. Kualitas prodi ini juga sudah terjamin dengan akreditasi Baik dari LAM-PTKes serta akreditasi internasional dari World Federation of Occupational Therapists (WFOT).

Jika tertarik dengan prodi ini, kamu bisa mendaftar melalui jalur SNBT, SNBP, PPKB, atau SIMAK. Pada 2026, daya tampung yang tersedia untuk jurusan ini adalah 31 kursi SNBP, 47 kursi SNBT, 50 kursi PPKB, dan 27 kursi SIMAK.

2. Poltekkes Surakarta

Politeknik di bawah Kemenkes ini menawarkan prodi D3 Okupasi Terapi dan Sarjana Terapan Okupasi Terapi. Terdapat fasilitas lengkap yang menunjang pembelajaran, seperti Laboratorium Pediatri, Laboratorium Analisis Aktivitas dan Splinting, Laboratorium Aktivitas Keseharian, dan lain-lain. Kualitas kedua prodi ini juga sudah terjamin dengan akreditasi Unggul.

Kamu bisa mendaftar kedua prodi ini melalui jalur seleksi SPMB Bersama, Prestasi, dan Mandiri. Pada SPMB Bersama 2026, daya tampung prodi D3 Okupasi Terapi mencapai 45 kursi, sedangkan daya tampung D4 Okupasi Terapi adalah 75 kursi.

Baca juga: Mengenal Jurusan Terapi Gigi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 10 Kampusnya

3. Universitas Muhammadiyah Jakarta

UMJ baru membuka prodi Sarjana Terapan Terapi Okupasi pada 2026. Prodi ini berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan. Meski masih baru, pendaftaran prodi ini tetap dilaksanakan dengan seleksi berupa ujian Kesehatan, MMPI, Psikotes, dan Wawancara.

Nah, itu dia 3 kampus yang punya jurusan Terapi Okupasi beserta informasi mata kuliah dan prospek kerjanya. Jadi, kamu tertarik mendafar di kampus mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

kampus jurusan fisioterapi

Mengulik Jurusan Fisioterapi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 7 Kampusnya

Pernahkah kamu mendengar tentang profesi fisioterapis? Mereka adalah tenaga ahli di bidang fisioterapi yang memiliki banyak peran, mulai dari memperbaiki fungsi tubuh pasca cedera hingga membantu pemulihan pasca operasi. Untuk menjalankan peran tersebut, mereka perlu mengenyam pendidikan diploma hingga profesi di jurusan Fisioterapi.

Dirangkum dari laman UI dan Poltekkes Solo, fisioterapi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari pemeliharaan dan pemulihan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan penanganan baik secara manual maupun dengan peralatan. Ruang lingkup jurusan ini mencakup bidang promotif, preventif, kuratif (pengobatan), dan rehabilitatif.

Lantas, apa saja hal yang dipelajari di jurusan ini? Lalu, jurusan Fisioterapi ada di kampus mana saja? Simak penjelasan tentang mata kuliah, prospek kerja, dan 7 kampus jurusan Fisioterapi di bawah ini!

Mata Kuliah Jurusan Fisioterapi

ui kampus jurusan fisioterapi

Universitas Indonesia, salah satu kampus yang tawarkan jurusan Fisioterapi. (Foto: laman Kemdiktisaintek)

Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan untuk mengembangkan, memelihara, serta memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis, dan mekanis), serta pelatihan fungsi. Jenjang pendidikan Fisioterapi sendiri bisa berupa D3, D4 (Sarjana Terapan), hingga Profesi.

Prodi Fisioterapi mempelajari ilmu dasar kesehatan dan ilmu gerak, asesmen dan clinical reasoning, intervensi dan teknologi fisioterapi, terapi manual dan fisioterapi musculoskeletal, area kompetensi fisioterapi, praktik klinik, dan sebagainya. Mata kuliah jurusan Fisoterapi bisa bervariasi, tergantung jenjang pendidikan dan kebijakan masing-masing kampus. Sebagai gambaran, berikut adalah mata kuliah yang ada di D4 Fisioterapi UI.

  • Sains dan Biomedik Dasar
  • Anatomi Dasar
  • Fisiologi
  • Neurosains
  • Biomekanik dan Kinesiologi
  • Patofisiologi
  • Terapi Integratif
  • Terapi Latihan Lanjut
  • Pemeriksaan Dasar & Dokumentasi Fisioterapi
  • Fisioterapi Kebugaran
  • Fisioterapi Neuromuskular
  • Fisioterapi Pediatri Dasar
  • Praktik Klinik Fisioterapi Geriatri
  • Praktik Klinik Fisioterapi Olah Raga
  • Manual Mobilisasi & Manipulatif (Vertebrae)
  • Manajemen pelayanan Fisioterapi
  • Dan lain-lain

Baca juga: Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi, Apa Bedanya? Ini 4 Perbedaannya

Prospek Kerja Jurusan Fisioterapi

Lulusan jurusan Fisioterapi bisa bekerja sebagai fisioterapis maupun akademisi. Prospek kerja lulusan ini mencakup:

  • Rumah sakit pemerintah dan swasta
  • Klinik
  • Pusat rehabilitasi
  • Pusat kebugaran dan olahraga
  • Institusi pendidikan
  • Fasilitas kesehatan lainnya

Baca juga: Mengenal Jurusan Terapi Gigi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 10 Kampusnya

7 Kampus yang Punya Jurusan Fisoterapi

Jurusan Fisioterapi bisa ditemui di politeknik dan universitas yang menawarkan program vokasi, antara lain sebagai berikut.

1. Universitas Indonesia

Sekolah Vokasi UI menawarkan prodi D4 Fisioterapi dengan gelar Sarjana Terapan Kesehatan (S.Tr.Kes.). Kualitas pembelajaran di prodi ini sudah terjamin dengan akreditasi Baik. Mahasiswa prodi ini juga berkesempatan mendapat sertifikasi BNSP dengan 6 skema dan sertifikasi internasional dari John Hopkins dalam Orthopaedic Physical Therapy Certificate Program.

Tertarik berkuliah di prodi dan kampus ini? Kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, PPKB, atau SIMAK. Daya tampung prodi ini pada 2026 mencakup 31 kursi SNBP, 47 kursi SNBT, 50 kursi PPKB, dan 27 kursi SIMAK.

2. Poltekkes Jakarta III

Politeknik di bawah Kemenkes ini menawarkan program D4 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis dengan gelar S.Tr.Fis. dan Ftr. Kualitas prodi tersebut telah terjamin dengan akreditasi Unggul. 

Kamu bisa mendaftarkan diri di prodi ini melalui jalur Prestasi SPMB Bersama CBT, Mandiri RPL, atau Mandiri Reguler. Adapun daya tampung prodi D4 dan Profesi Fisioterapi pada SPMB Bersama 2026 mencakup 91 kursi.

3. Universitas Airlangga

Fakultas Vokasi Unair menawarkan prodi D4 Fisoterapi dengan keunggulan di bidang fisoterapi kardio respirasi. Kualitas pembelajaran prodi ini sudah terjamin dengan akreditasi Baik Sekali. Setelah lulus, mahasiswa prodi ini akan memperoleh gelar S.Tr.Fis.

Unair membuka pendaftaran prodi ini melalui jalur SNBP, SNBT, Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, dan Mandiri Ujian Tulis. Daya tampung prodi ini pada 2026 adalah 36 kursi SNBP, 36 kursi SNBT, dan 48 kursi Mandiri.

4. Poltekkes Makassar

Kampus Poltekkes ini menawarkan prodi D3 Fisioterapi, D4 Fisioterapi, dan Profesi Fisioterapi. Prodi D3 dan D4 Fisioterapi sudah terakreditasi Unggul, sedangkan Profesi Fisioterapi terakreditasi Baik Sekali. 

Pendaftaran mahasiswa baru jurusan Fisioterapi dibuka melalui jalur Prestasi, SPMB Bersama, Mandiri, Mandiri RPL, dan Mandiri Profesi. Pada SPMB Bersama 2026, daya tampung prodi D3 Fisioterapi mencakup 83 kursi, D4 mencakup 53 kursi, dan Profesi mencakup 34 kursi.

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

5. Universitas Hasanuddin

Unhas menyediakan prodi S1 dan Profesi Fisioterapi di bawah Fakultas Keperawatan yang juga menjadi prodi S1 Fisioterapi pertama di Indonesia. Prodi ini pun sudah mendapat akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Setelah lulus, mahasiswa prodi ini akan mendapat gelar S.Ft., lalu melanjutkan ke pendidikan Profesi.

Tertarik berkuliah di prodi ini? Kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, Ketua OSIS, POSK, Mandiri UTBK, atau Mandiri Non UTBK. Daya tampung prodi ini pada 2026 adalah 40 kursi SNBP, 47 kursi SNBT, dan 18 kursi Mandiri.

6. Universitas Udayana

Selain Unhas, kamu juga bisa menemukan prodi S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi di Fakultas Kedokteran Unud. Prodi S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi Unud pun sudah terakreditasi B. jika tertarik dengan prodi ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, atau Mandiri.

7. Poltekkes Surakarta

Politeknik Kemenkes yang berlokasi di Solo ini menawarkan prodi D3 Fisioterapi dan D4 + Profesi Fisioterapi. Kedua prodi ini sudah terakreditasi Unggul dan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti Laboratorium Pediatri, Laboratorium Terapi Latihan, Laboratorium Electro Therapy, dan lain-lain. Setelah lulus, mahasiswa D3 akan mendapat gelar Ahli Madya Fisioterapi (AMd.FT.), sedangkan mahasiswa D4 dan Profesi akan mendapat gelar Sarjana Sains Terapan Fisioterapi (S.ST.FT.).

Kamu bisa mendaftarkan diri di prodi tersebut melalui jalur seleksi SPMB Bersama, Prestasi, dan Mandiri. Pada SPMB Bersama 2026, daya tampung prodi D3 Fisioterapi mencapai 50 kursi, sedangkan daya tampung D4 Fisioterapi + Profesi mencapai 75 kursi.

Nah, itu dia penjelasan tentang jurusan Fisioterapi beserta mata kuliah, prospek kerja, dan 7 kampusnya. Kira-kira kamu tertarik dengan kampus yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

beda jurusan higiene gigi dan kedokteran gigi

Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi, Apa Bedanya? Ini 4 Perbedaannya

Semua orang tentunya sudah familiar dengan jurusan kedokteran gigi. Jurusan ini mencetak dokter gigi yang bertugas untuk melakukan diagnosis dan perawatan gigi. Namun, kedokteran gigi bukan satu-satunya jurusan di bidang perawatan gigi dan mulut, lho! Masih ada beberapa jurusan lain di bidang ini, seperti jurusan higiene gigi.

S1 Higiene Gigi saat ini hanya tersedia di UGM. Prodi ini berfokus pada pencegahan dan promosi kesehatan gigi dan mulut. Lulusan prodi ini akan bertugas untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut pasien, misalnya dengan melakukan scaling dan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut.

Meski terlihat sama, profesi higiene gigi berbeda dari kedokteran gigi, lho! Agar tidak keliru, yuk pahami bedanya higiene gigi dan kedokteran gigi beserta profil prodinya yang dirangkum dari laman Umeds dan UGM di bawah ini!

4 Perbedaan Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi

Beda Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi: Ilustrasi profesinya

Beda Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi: Ilustrasi profesinya. (Foto: Magnific/arturfronovvvv)

1. Fokus Utama dan Ruang Lingkup

Kedokteran gigi berfokus pada perawatan komprehensif gigi dan mulut. Ruang lingkup jurusan ini mencakup diagnosis, rencana perawatan, serta prosedur perawatan gigi dan mulut yang kompleks. Prosedur yang dikerjakan dokter gigi mencakup perawatan saluran akar, mahkota gigi, bridges, pencabutan gigi, penambalan gigi, hingga perawatan kosmetika seperti veneers dan whitening.

Berbeda dari kedokteran gigi, higiene gigi hanya memiliki kewenangan di tingkat pencegahan dan promosi terkait kesehatan gigi dan mulut. Mereka bertugas untuk membantu pasien dalam mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit gigi dan mulut. Tindakan yang masuk dalam ruang lingkup higiene gigi antara lain scaling, polishing, pengambilan radiografi gigi,  aplikasi fluoride dan fissure sealants, serta edukasi dan saran terkait kesehatan gigi dan mulut.

2. Mata Kuliah

Meskipun sama-sama belajar tentang kesehatan gigi dan mulut, terdapat perbedaan mata kuliah di antara kedua jurusan ini. Sebagai gambaran, mata kuliah yang ditawarkan prodi S1 Kedokteran Gigi UGM antara lain sebagai berikut.

  • Tumbuh Kembang Dentokraniofasial
  • Teknologi dan Material Kedokteran Gigi
  • Infeksi, Inflamasi dan Proses Penyembuhan
  • Ilmu Kedokteran Klinik
  • Dasar Prosedur Klinis Kedokteran Gigi
  • Kelainan Dentomaksilofasial
  • Initial Therapy Periodontal
  • Manajemen Lesi Oral
  • Restorasi Gigi
  • Gigi Tiruan Sebagai Lepasan
  • Manajemen Bedah Oral
  • Ortodonti Kuratif
  • Edodontik
  • Special Care Dentistry
  • dan lain-lain

Sementara itu, mata kuliah di S1 Higiene Gigi UGM antara lain sebagai berikut.

  • Pengantar Higiene Gigi
  • Embriologi dan Histologi Oral
  • Keperawatan Dasar
  • Radiologi Dental Dasar
  • Periodonsia
  • Edukasi Kesehatan Gigi
  • Konservasi Gigi
  • Gerodontologi
  • Bedah Mulut
  • Kedokteran Gigi Pencegahan
  • Higiene Gigi Klinis
  • Manajemen Pelayanan Kesehatan Gigi
  • dan lain-lain

Baca juga: Mengenal Jurusan Terapi Gigi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 10 Kampusnya

3. Gelar

Setelah lulus, mahasiswa S1 Kedokteran Gigi akan mendapat gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.K.G.). Sementara itu, lulusan S1 Higiene Gigi mendapat gelar Sarjana Higiene Gigi (S.H.G.) setelah lulus.

4. Prospek Kerja

Lulusan S1 Higiene Gigi bisa meniti karier di bidang berikut.

  • Promotor Kesehatan Oral
  • Pelaksana Upaya Preventif dan Asuhan Higiene Gigi
  • Perencana Program Kesehatan Gigi Masyarakat
  • Peneliti/Akademisi

Sementara itu, prospek kerja untuk lulusan S1 Kedokteran Gigi adalah sebagai berikut.

  • Penyedia Layanan Kesehatan Gigi
  • Komunikator
  • Pendidik/Peneliti

Baca juga: 9 Prodi Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Versi Scimago 2026

Profil Jurusan S1 Higiene Gigi UGM

Kampus yang berlokasi di Kabupaten Sleman ini menjadi kampus pertama yang menyelenggarakan pendidikan S1 Higiene Gigi. Prodi ini pertama kali dibuka pada 2008 dengan nama Ilmu Keperawatan Gigi. Pada 2016, prodi ini akhirnya bertransformasi menjadi Higiene Gigi.

Kualitas prodi ini pun sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Kamu bisa mendaftarkan diri di prodi ini melalui jalur SNBP, SNBT, PBU, atau UM UGM.

Baca juga: Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

Profil Prodi S1 Kedokteran Gigi UGM

S1 Kedokteran Gigi merupakan salah satu prodi unggulan di UGM yang selalu tinggi peminat. Kualitas pembelajaran di prodi ini pun sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAMPTKes. Selain itu, prodi ini juga sudah mendapat akreditasi internasional dari ASIIN. 

Berbeda dari prodi S1 Higiene Gigi yang hanya menyediakan kelas reguler, prodi S1 Kedokteran Gigi menyediakan kelas reguler dan IUP. Kurikulum yang diterapkan di kedua kelas ini secara umum sama, tetapi terdapat perbedaan pada bahasa pengantar dan international exposure. Pada kelas IUP, pembelajaran menggunakan bahasa Inggris dan terdapat kewajiban studi di kampus luar negeri. Adapun kampus luar negeri yang menjadi mitra S1 IUP Dentistry antara lain National University of Singapore, University of Malaya, Chulalongkorn University, Yonsei University, dan lain-lain.

Kamu bisa mendaftarkan diri di prodi S1 Kedokteran Gigi melalui jalur SNBP, SNBT, PBU, atau UM CBT UGM. Sementara itu, pendaftaran prodi S1 IUP Dentistry memiliki jalur seleksi tersendiri dengan komponen seleksi berupa GMST, AcEPT, Interview, dan MMPI.

Nah, itu dia 4 perbedaan higiene gigi dan kedokteran gigi beserta profil prodinya di UGM. Semoga menjawab, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Konsultasi Dokter

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

jurusan terapi gigi

Mengenal Jurusan Terapi Gigi: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan 10 Kampusnya

Jika berbicara tentang kedokteran gigi, sebagian besar orang mungkin akan langsung berpikir tentang dokter gigi. Padahal, sebenarnya masih ada beberapa jurusan dan profesi lain yang berada dalam ruang lingkup kedokteran gigi. Salah satunya adalah jurusan terapi gigi yang menghasilkan profesi terapis gigi dan mulut.

Dikutip dari laman FKG Umsida, terapis gigi dan mulut merujuk pada tenaga kesehatan yang berfokus pada tindakan promotif, preventif, dan kuratif dasar bidang kesehatan gigi. Profesi ini bertugas melakukan pencegahan dan perawatan rutin, seperti penambalan, pencabutan, dan edukasi pasien. Namun, berbeda dari dokter gigi, terapis gigi tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perawatan yang kompleks, seperti perawatan saluran akar atau perawatan veneers.

Lantas, apa saja bidang yang dipelajari jurusan ini? Yuk, kulik penjelasan tentang mata kuliah, prospek kerja, dan 10 kampus yang memiliki jurusan terapi gigi di bawah ini!

Mata Kuliah Jurusan Terapi Gigi

Ilustrasi jurusan terapi gigi

Ilustrasi jurusan terapi gigi. (Foto: Unplash/SoyBreno)

Kemenkes telah mengeluarkan buku tentang standar kompetensi kerja bidang terapi gigi dan mulut. Berdasarkan panduan tersebut, profesi terapi gigi dan mulut perlu memiliki kompetensi terkait pelayanan dan promosi kesehatan gigi dan mulut, fissure sealant, pembersihan karang gigi, tumpatan sementara/permanen, persiapan pre operasi rongga mulut, perawatan post operasi rongga mulut, dan sebagainya. Kompetensi tersebut diberikan melalui beberapa mata kuliah dengan daftar yang berbeda-beda, tergantung jenjang (D3/D4) dan kebijakan kampus masing-masing.

Sebagai contoh, daftar mata kuliah jurusan terapi gigi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta adalah sebagai berikut.

  • Manajemen Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Dental Anatomi
  • Farmakologi Kedokteran Gigi
  • Instrumentasi dan Dental Equipment
  • Preventive Dentistry
  • Oral Diagnostik
  • Penambalan gigi
  • Pengendalian Infeksi Silang
  • Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut
  • Pencabutan Gigi
  • Radiologi Kedokteran Gigi
  • Pengelolaan Alat dan Bahan Konservasi Gigi
  • Pengelolaan Alat dan Bahan Prostodonsia
  • dan lain-lain

Baca juga: 9 Prodi Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Versi Scimago 2026

Prospek Kerja Terapi Gigi

Lulusan terapi gigi bisa bekerja di Puskesmas, rumah sakit, klinik, Dinas Kesehatan, institusi pendidikan, dan instansi pelayanan terkait. Beberapa contoh profesi terapi gigi antara lain sebagai berikut.

  • Dental & Oral Therapist 
  • Konselor Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Promotor Kesehatan Gigi dan Mulut
  • Pengelola Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Bidang Kedokteran Gigi Spesialistik
  • Dental Assistant

Baca juga: Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

10 Kampus dengan Jurusan Terapi Gigi

1. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Kampus ini memiliki prodi D4 Terapi Gigi yang sudah terakreditasi Unggul. Kamu bisa mendaftarkan diri di kampus ini melalui jalur SPMB Bersama Poltekkes Kemenkes, SPMB Prestasi, atau SPMB Mandiri. Daya tampung yang tersedia untuk jalur SPMB Bersama tahun 2026 lalu adalah 45 kursi.

2. Universitas Hasanuddin

D4 Terapi Gigi Unhas berada di bawah Fakultas Vokasi. Setelah lulus, mahasiswa dari prodi yang sudah terakreditasi Baik ini nantinya akan memperoleh gelar Sarjana Terapan Kesehatan (S.Tr.Kes.). Jalur penerimaan untuk jurusan ini bisa melalui SNBP, SNBT, SMK Berprestasi, POSK, Mandiri Umum, Ketua OSIS, Mandiri UTBK, atau Mandiri Non UTBK.

3. Poltekkes Kemenkes Semarang

Politeknik ini memiliki prodi Sarjana Terapan Gigi yang sudah terakreditasi Unggul. Jalur penerimaan di politeknik ini mencakup jalur SPMB Bersama, Prestasi (Bidikkamu, PBUB, dan PMDP Rapor), serta CBT Mandiri. Daya tampung untuk jalur SPMB Bersama pada 2026 adalah 35 kursi.

4. Poltekkes Kemenkes Surabaya

Kampus ini menawarkan prodi D4 Terapi Gigi dengan gelar S.Tr.Kes. Kualitas pembelajaran prodi ini sudah terjamin melalui akreditasi Unggul. Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui jalur SPMB Bersama dan Mandiri dengan total daya tampung SPMB Bersama sebanyak 25 kursi.

5. Poltekkes Kemenkes Aceh

Politeknik ini merupakan satu-satunya instutusi pendidikan yang menawarkan prodi terapi gigi di Aceh. D4 Terapi Gigi di kampus ini pun sudah terakreditasi Unggul. Terdapat 3 jalur penerimaan, yaitu SPMB Bersama, Mandiri, dan Prestasi dengan daya tampung jalur SPMB Bersama mencapai 80 kursi.

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

6. Poltekkes Kemenkes Bandung

D4 Terapi Gigi berada di bawah jurusan Kesehatan Gigi dan sudah terakreditasi Unggul. Kamu bisa memilih prodi ini melalui jalur SPMB Bersama dengan daya tampung 56 kursi atau jalur Mandiri.

7. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

D4 Terapi Gigi Poltekkes Tasikmalaya merupakan bagian dari jurusan Kesehatan Gigi dan sudah terakreditasi Unggul. Terdapat beberapa jalur penerimaan untuk prodi ini, yaitu SPMB Bersama, SPMB Mandiri Reguler, dan SPMB Prestasi. Daya tampung prodi ini yang tersedia pada SPMB Bersama tahun 2026 adalah 34 kursi.

8. Poltekkes Banjarmasin

Sarjana Terapan Terapi Gigi di politeknik ini sudah terakreditasi Baik Sekali. Jalur penerimaan di politeknik ini mencakup SPMB Bersama, Mandiri, dan Prestasi dengan daya tampung jalur SPMB Bersama mencapai 16 kursi.

9. Poltekkes Kemenkes Jambi

D4 Terapi Gigi di kampus ini sudah terjamin dengan akreditasi Unggul. Calon mahasiswa bisa mendaftarkan diri melalui jalur SPMB Bersama dengan daya tampung 80 kursi. Selain itu, tersedia pula jalur Mandiri Prestasi dan Mandiri Reguler.

10. Poltekkes Kemenkes Makassar

Prodi D4 Terapi Gigi di Poltekkes ini telah memperoleh akreditasi Unggul. Penerimaan dibuka melalui jalur SPMB Bersama dengan daya tampung 49 kursi. Terdapat pula jalur seleksi lain seperti jalur Mandiri dan Prestasi.

Demikian penjelasan tentang jurusan terapi gigi beserta informasi tentang mata kuliah, prospek kerja, dan 10 daftar kampusnya. Semoga bermanfaat!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

9 Prodi Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Versi Scimago 2026

Selain kedokteran, prodi kedokteran gigi juga menjadi prodi yang selalu ramai pendaftar. Hal ini tidak terlepas dari prospek karier yang cerah dan gaji yang menggiurkan bagi lulusan prodi ini. Calon mahasiswa pun berlomba-lomba meraih kursi kedokteran gigi di kampus terbaik di Indonesia, seperti UI, Unair, hingga UGM.

Jika kamu tertarik masuk prodi ini, kamu bisa memilih kampus berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk pertimbangan peringkat seperti yang dikeluarkan SCImago Institutions Rankings. Pemeringkatan yang dikeluarkan SCImago sendiri dilakukan dengan evaluasi berdasarkan dimensi riset (50%), inovasi (30%), dan dampak sosial (20%). Ketiga dimensi tersebut masih terbagi lagi menjadi 20 indikator, seperti output, own journals, innovative knowledge, SDG, dan sebagainya. 

Penasaran dengan daftar kampus yang masuk peringkat teratas versi Scimago 2026? Yuk, simak 9 prodi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi Scimago 2026 di bawah ini!

Top 9 Kedokteran Gigi di Indonesia Versi Scimago 2026

FKG Unpad, salah satu studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi SCImago 2026

FKG Unpad, salah satu studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi SCImago 2026. (Foto: laman FKG Unpad)

1. Universitas Airlangga

FKG Unair adalah fakultas kedokteran gigi tertua di Indonesia yang didirikan pada 1928. Fakultas ini pun menempati posisi pertama studi kedokteran gigi terbaik versi Scimago 2026. Selain itu, FKG Unair juga menempati peringkat 51-150 studi kedokteran terbaik di dunia versi QS WUR 2026. Pembelajaran di fakultas ini juga berkualitas dan didukung dengan RSGM Unair.

Kampus yang berlokasi di Surabaya ini menawarkan 2 macam prodi S1 Kedokteran Gigi, yaitu kelas reguler dan kelas internasional (IUP). Jalur masuk untuk prodi reguler adalah SNBT, SNBP, Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, dan Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan, sedangkan prodi IUP memiliki jalur seleksinya sendiri. Daya tampung prodi reguler adalah 50 kursi SNBP, 75 kursi SNBT, dan 125 kursi Mandiri. Sementara itu, daya tampung Kedokteran Gigi Internasional adalah 45 kursi.

2. Universitas Indonesia

FKG UI menempati posisi kedua studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia versi Scimago 2026. Selain itu, kampus yang terletak di Depok, Jawa Barat ini juga menempati peringkat 51-150 studi kedokteran gigi terbaik versi QS WUR 2026. FKG UI juga menawarkan pembelajaran berkualitas dengan 2 prodi sarjana, yaitu S1 Pendidikan Dokter Gigi Reguler dan S1 Dentistry Kelas Khusus Internasional (KKI). 

Pembelajaran di kampus ini didukung dengan fasilitas lengkap, mulai dari ruang praktikum, laboratorium keterampilan, laboratorium riset biologi oral dan material kedokteran gigi, hingga dental simulation/clinic. Selain itu, UI juga memiliki rumah sakit pendidikan sendiri yang bernama Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) FKG UI.

Penerimaan FKG UI untuk program reguler dibuka melalui jalur SNBP, SNBT, Prestasi, SIMAK, dan PPKB, sedangkan KKI dibuka melalui jalur Talent Scouting dan SIMAK KKI. Daya tampung untuk program reguler pada 2026 adalah 31 kursi SNBP, 47 kursi SNBT, 27 kursi PPKB, dan 48 kursi SIMAK UI. Sementara itu, daya tampung untuk KKI adalah 18 kursi Talent Scouting dan 23 kursi SIMAK KKI Gel. 1.

3. Universitas Padjadjaran

Scimago 2026 menempatkan FKG Unpad di urutan ke-3 tingkat nasional. Prodi S1 Kedokteran Gigi Unpad juga sudah terakreditasi Unggul dari LAM-PTKes dan memiliki fasilitas lengkap, termasuk RSGM Unpad. 

Selain kelas reguler, Unpad juga memiliki prodi S1 IUP in Dentistry dalam skema Single Degree Track. Program ini menawarkan kesempatan student exchange hingga short-term mobility programs di universitas luar negeri. Mitra universitas tersebut mencakup Hiroshima University Jepang, Thammasat University Thailand, Queensland University of Technology Australia, University Malaya Malaysia, dan lain-lain.

Jika tertarik berkuliah di kampus dan jurusan ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri (Skema Ujian SMUP dan Rapor, UTBK dan Rapor, atau Minat Bakat). Sementara itu, program IUP memiliki jalur seleksi sendiri yang biasanya dibuka dalam 3 batch.

4. Universitas Gadjah Mada

Kedokteran Gigi UGM menempati posisi keempat di Indonesia versi Scimago 2026. Terdapat 2 macam prodi kedokteran gigi yang ditawarkan, yaitu S1 Kedokteran Gigi Reguler dan S1 IUP Dentistry. Pembelajaran yang ditawarkan juga berkualitas dan didukung dengan rumah sakit pendidikan milik UGM, yaitu RSGM UGM Prof. Soedomo.

S1 Kedokteran Gigi Reguler bisa didaftar melalui jalur SNBP, SNBT, PBU, Afirmasi Tridharma, dan UM UGM CBT, sedangkan IUP Dentistry memiliki jalur seleksi tersendiri. Adapun total daya tampung S1 Kedokteran Gigi Reguler adalah 150 kursi dengan persentase 30% SNBP, 30% SNBT, dan 40% Mandiri. Sementara itu, IUP Dentistry memiliki daya tampung 25 kursi.

5. Universitas Hasanuddin

FKG Unhas menempati peringkat 5 se-Indonesia menurut Scimago 2026. Pendidikan Dokter Gigi Unhas memang menawarkan pembelajaran berkualitas yang sudah terakreditasi Unggul dan didukung dengan RSGM Pendidikan Unhas. Terdapat 2 macam kelas yang ditawarkan, yaitu kelas reguler dan internasional.

Pada 2026, Unhas menyediakan kuota untuk prodi Pendidikan Dokter Gigi dengan total 260 kursi. Kamu bisa mendaftarkan diri di prodi ini melalui jalur SNBP, SNBT, Ketua Osis, Mandiri UTBK, Mandiri Non UTBK, dan Kelas Internasional.

Baca juga: Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

6. Universitas Brawijaya

Kedokteran Gigi UB berada di peringkat 6 nasional versi Scimoago 2026. Kualitas pembelajaran prodi ini memang sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Fasilitas di fakultas ini pun lengkap, termasuk RSGM Universitas Brawijaya sebagai penunjang pendidikan FKG.

S1 Pendidikan Dokter Gigi UB bisa kamu pilih melalui jalur SNBP, SNBT, SMUB Prestasi, SMUB Rapor, atau SMUB Nilai UTBK. Daya tampung yang tersedia pada 2026 adalah 33 kursi untuk jalur SNBP, 50 kursi untuk jalur SNBT, dan 82 kursi SMUB.

7. Universitas Sumatera Utara

Kampus kebanggaan warga Medan ini menempati peringkat 7 se-Indonesia versi Scimago 2026. Kualitas pembelajaran S1 Kedokteran Gigi USU juga sudah terjamin dengan akreditasi Unggul. Selain itu, kampus ini juga memiliki rumah sakit sendiri, yaitu RSGM USU.

Prodi ini bisa kamu daftar melalui jalur SNBP, SNBT, atau Mandiri. Daya tampung yang ditawarkan pada 2026 mencakup 33 kursi untuk SNBP, 48 kursi untuk SNBT, dan 69 kursi Mandiri.   

8. Universitas Jember

Scimago 2026 menempatkan Universitas Jember di posisi 8 studi kedokteran gigi terbaik di Indonesia. FKG Unej memang menyelenggarakan pendidikan berkualitas dengan akreditas Unggul dari LAM-PTKes dan akreditasi internasional dari ASIIN. Selain itu, fakultas ini juga memiliki RSGM sendiri, RSGM Universitas Jember, yang juga terakreditasi Paripurna.

Tertarik masuk S1 Pendidikan Dokter Gigi Unej? Kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, atau SEMMABA (Mandiri). Daya tampung untuk masing-masing jalur adalah 57 kursi untuk SNBP, 76 kursi untuk SNBT, dan 57 kursi untuk jalur Mandiri.

9. Universitas Trisakti

FKG Usakti menjadi yang terdepan jika dibandingkan kampus swasta lainnya, misalnya menjadi satu-satunya kampus swasta yang memiliki Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis. Kualitas pembelajaran prodi S1 Pendidikan Dokter Gigi Usakti juga sudah terjamin dengan akreditasi A. Jadi, tak heran jika kampus ini menempati posisi 9 se-Indonesia versi Scimago 2026.

Pembelajaran di prodi ini didukung dengan fasilitas lengkap, seperti Lab. BioCore, Lab. OpadCore, Lab. MiCore, hingga Lab. DMTCire. Selain itu, fakultas ini juga memiliki rumah sakit sendiri, yaitu RSGM FKG Usakti.

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

Tips Lolos Kedokteran Gigi

Tiap tahun, prodi kedokteran gigi di berbagai kampus negeri dan swasta selalu menjadi incaran banyak calon mahasiswa. Prodi kedokteran gigi di banyak kampus pun memiliki tingkat keketatan yang tinggi, terutama di PTN favorit. Di UGM, misalnya, S1 Kedokteran Gigi menjadi prodi terketat keempat dengan rasio keketatan sebesar 1:41 tahun 2026. Dengan demikian, kamu harus mempersiapkan diri dengan baik jika ingin lolos prodi ini.

Untuk memperbesar peluang lolos, kamu harus menargetkan nilai UTBK atau ujian mandiri yang tinggi. Selain itu, kamu juga harus menguasai ilmu-ilmu dasar terkait kedokteran gigi, seperti matematika dan biologi. Agar strategi persiapanmu lebih terarah, kamu juga bisa mengikuti bimbingan belajar seperti Indonesia College. Nantinya, tentor profesional akan memberikan bimbingan dan latihan soal sesuai jalur masuk yang akan kamu ikuti.

Nah, itu dia 9 prodi kedokteran terbaik di Indonesia versi Scimago 2026. Kira-kira, kamu tertarik masuk kampus yang mana?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

biaya kedokteran unsoed

Kuliah Kedokteran Unsoed, Berapa Biaya UKT dan IPI-nya?

Warga Purwokerto dan sekitarnya tentu sudah tidak asing dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kampus yang menjadi primadona warga Jateng ini menawarkan berbagai fakultas dan prodi unggulan, seperti Fakultas Kedokteran. Fakultas ini memiliki 2 prodi sarjana dengan peminat tinggi, yaitu Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi.

Dikutip dari laman DetikJateng, Kedokteran Gigi menjadi prodi dengan keketatan tertinggi di SNBP 2026. Tercatat tingkat keketatan prodi ini sebesar 2,93%. Sementara pada jalur SNBT, Unsoed mencatat tingkat keketatan Kedokteran Gigi sebesar 2,4% dan Pendidikan Dokter sebesar 3,4%, menjadikan kedua prodi ini sebagai prodi dengan persaingan tertinggi pada SNBT 2026.

Dengan tingkat persaingan yang tinggi, kamu pun harus mempersiapkan diri dengan baik jika ingin lolos Kedokteran Unsoed. Selain itu, kamu juga harus memahami seluk beluk Kedokteran Unsoed, termasuk biaya kuliahnya. Yuk, simak informasi seputar prodi, daya tampung, hingga biaya Kedokteran Unsoed di bawah ini!

2 Prodi Kedokteran Unsoed

Ilustrasi biaya kuliah Kedokteran Unsoed

Ilustrasi biaya kuliah Kedokteran Unsoed. (Foto: Magnific/xb100)

Sebagai fakultas terfavorit, Kedokteran Unsoed memang menawarkan pembelajaran yang berkualitas. SCImago Institutions Ranking bahkan menempatkan Kedokteran Unsoed pada peringkat ke-18 studi kedokteran terbaik di Indonesia tahun 2026. Kedua prodi di fakultas ini, Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi, pun sudah terakreditasi Unggul.

Berikut adalah profil 2 prodi Kedokteran Unsoed beserta daya tampungnya di masing-masing jalur masuk.

1. Pendidikan Dokter

Prodi Pendidikan Dokter atau Kedokteran Umum menawarkan pembelajaran berbasis Community Oriented Medical Education yang didukung dengan dosen profesional dan berpengalaman. Kurikulum di prodi ini didesain untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi profesional care provider, literal academics, serta community leader. Untuk mendukung pembelajaran tersebut, Unsoed memiliki fasilitas lengkap, termasuk laboratorium serta RS Margono sebagai rumah sakit pendidikan dan jejaring rumah sakit lainnya.

Calon mahasiswa bisa mendaftar prodi ini melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri (UTBK Gelombang I dan Non UTBK Gelombang I). Adapun daya tampung untuk masing-masing jalur pada penerimaan mahasiswa baru 2026 adalah sebagai berikut.

  • SNBP: 53 mahasiswa
  • SNBT: 70 mahasiswa
  • Mandiri: 52 mahasiswa

2. Kedokteran Gigi

S1 Kedokteran Gigi Unsoed menerapkan konsep Student Centered Learning yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga kegiatan non akademik yang dapat melatih soft skills mahasiswa. Pembelajaran di prodi ini juga ditunjang dengan fasilitas lengkap, termasuk Pusat Informasi ilmiah dan Laboratorium Kedokteran Gigi. Praktik Kedokteran Gigi Unsoed juga didukung dengan kehadiran RSGM Unsoed yang menjadi RSGM pertama di Jateng dan mendapat predikat paripurna dari SNARS.

Prodi ini bisa kamu pilih melalui 3 jalur, yaitu jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri (UTBK Gelombang I dan Non UTBK Gelombang I). Daya tampung untuk ketiga jalur tersebut adalah sebagai berikut.

  • SNBP: 21 mahasiswa
  • SNBT: 28 mahasiswa
  • Mandiri: 21 mahasiswa

Baca juga: 6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

Biaya Kuliah Kedokteran Unsoed

Jika kamu ingin mengikuti seleksi Mandiri Kedokteran Unsoed, kamu perlu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 350 ribu. Selain itu, kamu juga harus bersedia membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di awal studi. Adapun besaran biaya kuliah untuk masing-masing jalur di Kedokteran Unsoed adalah sebagai berikut.

Prodi

SNBP SNBT Mandiri
UKT UKT UKT IPI
S1 Pendidikan Dokter
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 7,1 juta
  • UKT 4: Rp 9,45 juta
  • UKT 5: Rp 15 juta
  • UKT 6: Rp 16,5 juta
  • UKT 7: Rp 17 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 7,1 juta
  • UKT 4: Rp 9,45 juta
  • UKT 5: Rp 15 juta
  • UKT 6: Rp 16,5 juta
  • UKT 7: Rp 17 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 7,1 juta
  • UKT 4: Rp 9,45 juta
  • UKT 5: Rp 15 juta
  • UKT 6: Rp 16,5 juta
  • UKT 7: Rp 17 juta
  • IPI 1: Rp 100 juta
  • IPI 2: Rp 200 juta
  • IPI 3: Rp 240 juta
  • IPI 4: 260 juta
S1 Kedokteran Gigi
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 10,1 juta
  • UKT 4: Rp 11,2 juta
  • UKT 5: Rp 12,5 juta
  • UKT 6: Rp 14,5 juta
  • UKT 7: Rp 15 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 10,1 juta
  • UKT 4: Rp 11,2 juta
  • UKT 5: Rp 12,5 juta
  • UKT 6: Rp 14,5 juta
  • UKT 7: Rp 15 juta
  • UKT 1: Rp 500 ribu
  • UKT 2: Rp 1 juta
  • UKT: 3: Rp 10,1 juta
  • UKT 4: Rp 11,2 juta
  • UKT 5: Rp 12,5 juta
  • UKT 6: Rp 14,5 juta
  • UKT 7: Rp 15 juta
  • IPI 1: Rp 100 juta
  • IPI 2: Rp 200 juta
  • IPI 3: Rp 225 juta
  • IPI 4: 260 juta

Baca juga: 4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

Tips Lolos Seleksi Kedokteran Unsoed

Seleksi Mandiri di Kedokteran Unsoed tidak menggunakan ujian dari Unsoed sendiri, tetapi hanya menggunakan nilai UTBK dan/atau nilai akademik serta prestasi. Dengan demikian, kamu tidak perlu mempelajari materi tes selain tes UTBK jika ingin masuk Kedokteran Unsoed. Kamu hanya perlu fokus meraih nilai UTBK setinggi mungkin serta meraih nilai akademik atau prestasi sebaik mungkin.

Agar bisa meraih nilai UTBK terbaik dan menyusun strategi persiapan seleksi yang matang, kamu bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College. Melalui bimbel kedokteran, kamu akan mendapat bimbingan belajar dan latihan soal UTBK, terutama pada komponen tes terkait Fakultas Kedokteran. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi seputar pendaftaran seleksi Kedokteran Unsoed bersama tentor dan konsultan pendidikan terbaik.

Demikian informasi seputar prodi, daya tampung, dan biaya Kedokteran Unsoed. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

6 Prodi Kedokteran Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026

Di Indonesia, kedokteran menjadi prodi yang selalu tinggi peminat. Tidak hanya di kampus negeri, prodi kedokteran di kampus swasta pun juga menjadi incaran banyak calon mahasiswa. Kualitas prodi kedokteran di sejumlah kampus swasta memang tidak kalah dari kampus negeri. Bahkan, dari seluruh kampus PTN dan PTS di Indonesia, terdapat setidaknya 6 prodi kedokteran terbaik di Indonesia dari kampus swasta menurut SCImago Institutions Rankings 2026.

Dalam menilai prodi kedokteran di kampus Indonesia, SCImago menerapkan evaluasi berdasarkan dimensi riset (50%), inovasi (30%), dan dampak sosial (20%). Ketiga dimensi tersebut masih terbagi lagi menjadi 20 indikator, seperti output, own journals, innovative knowledge, SDG, dan sebagainya. Dengan demikian, perangkingan dari SCImago tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan bagi calon mahasiswa dalam memilih prodi kedokteran di kampus negeri maupun swasta.

Lantas, kampus swasta mana saja yang punya prodi kedokteran terbaik di Indonesia? Simak daftar 6 kampusnya di bawah ini!

6 Prodi Kedokteran Terbaik Versi SCImago Institutions Rankings Tahun 2026

FK UMY, salah satu kedokteran kampus swasta terbaik di Indonesia.

FK UMY, salah satu kedokteran kampus swasta terbaik di Indonesia. (Foto: laman Medicine UMY)

1. Universitas Pelita Harapan

PTS yang berlokasi di Tangerang ini menempati peringkat ketujuh prodi kedokteran terbaik di Indonesia, menjadikannya sebagai prodi kedokteran swasta terbaik di Indonesia. Selain ranking menurut SCImago, Kedokteran UPH juga menjadi prodi kedokteran swasta terbaik di Indonesia menurut Edurank tahun 2026. 

UPH bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit untuk praktik mahasiswanya, mulai dari Siloam Hospitals, Rumkital Marinir Cilandak, RSU Kota Tangerang Selatan. Terdapat pula kolaborasi riset dengan Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN). Selain itu, FK UPH juga memiliki Medical Student Summer Enrichment Program, yaitu program volunteer bagi mahasiswa selama 4–6 minggu di Indonesia atau luar negeri untuk mempertajam soft skills dan karakter mahasiswa.

2. Universitas Muhammadiyah Surakarta

FK UMS menempati posisi kedua dengan peringkat ke-21 se-Indonesia. Kualitas kurikulum di fakultas ini sudah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes dan akreditasi internasional dari IAAHEH. Pembelajaran di fakultas ini pun didukung dengan fasilitas lengkap, seperti laboratorium biomedik, laboratorium skill, dan lain-lain.

Untuk mendukung pembelajaran klinik, UMS bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, seperti RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo, RSUD Dr. Moewardi, RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dan lain-lain. Selain itu, UMS juga memiliki rumah sakit sendiri yang bernama RS UMS A.R. Fachrudin Surakarta.

3. Universitas Ahmad Dahlan

Prodi Kedokteran UAD berada di posisi ketiga dengan peringkat ke-28 secara nasional. Di prodi ini, mahasiswa akan belajar tentang ilmu kedokteran dasar, sistem digesti dan urinaria, imunitas dan neoplasma dasar, sistem pelayanan kesehatan, dan masih banyak lagi. Untuk mendukung pembelajaran, UAD juga telah bermitra dengan sejumlah rumah sakit, seperti RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS Bhayangkara DIY, RS PKU Muhammadiyah Delanggu, dan lain-lain. Selain itu, UAD juga memiliki rumah sakit sendiri, yaitu RS UAD.

Baca juga: 4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

4. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

FK UMY menempati peringkat ke-3 PTS kedokteran dan peringkat ke-31 studi kedokteran secara nasional. Pembelajaran di prodi Pendidikan Dokter menggunakan metode Problem-Based Learning dengan kriteria SPICES (student centred, problem based, integrated, community oriented, elective, dan systematic). Kualitas pembelajaran di prodi ini pun sudah terjamin dengan akreditas Unggul dari LAM-PTKes.

Pembelajaran FK UMY juga didukung dengan kemitraan di sejumlah rumah sakit, seperti RSUD Panembahan Senopati Bantul, RS PKU Muhammadiyah Gamping, Rumah Sakit Jogja, RSUD Kabupaten Temanggung, dan lain-lain.

5. Universitas Katolik Atma Jaya

Kedokteran Unika Atma Jaya meraih peringkat ke-5 kedokteran PTS dan peringkat ke-34 secara nasional. Kualitas pembelajaran di Kedokteran Unika Atma Jaya sudah terakreditasi A dan didukung dengan fasilitas lengkap, seperti laboratorium anatomi, museum anatomi, medical simulation center, dan lain-lain. Selain itu, Unika Atma Jaya juga memiliki rumah sakit pendidikan, yaitu RS Atma Jaya Jakarta.

6. Universitas Trisakti

Posisi ke-5 ditempati Kedokteran Universitas Trisakti dengan peringkat nasional 36. Kualitas pembelajaran di prodi ini sudah terjamin melalui akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Perkuliahan di prodi ini menggunakan metode outcome-based education, student-centered, integrasi keilmuan, dan evidence-based. Terdapat pula pelatihan intensif terkait keterampilan klinik dasar di Skills Lab.

Pendidikan utama untuk praktik kedokteran Universitas Trisakti dilakukan di RS Angkatan Laut Dr. Mintohardjo. Selain itu, kampus ini juga menjalin kemitraan dengan berbagai rumah sakit, seperti RSUD Budhi Asih, RSU Kardinah Tegal, RSUD Karawang, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Tips Lolos Prodi Kedokteran

Meski tingkat keketatan PTS tidak setinggi PTN favorit, calon mahasiswa tetap harus mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini dikarenakan peminat prodi kedokteran di sejumlah PTS cukup tinggi, bahkan mencapai ribuan pendaftar. Di PMB UMS 2026, misalnya, FK menjadi fakultas dengan jumlah pendaftar tertinggi, yaitu 1.882 pendaftar. Pendaftaran FK di sejumlah PTS juga menggunakan seleksi berbasis tes hingga nilai rapor.

Tingginya peminat dan adanya tes seleksi untuk prodi kedokteran di kampus swasta membuat kamu harus mempersiapkan diri dengan serius. Agar bisa lolos prodi kedokteran, kamu harus mempelajari jenis tes yang akan kamu ikuti dan memastikan kelengkapan berkas. Selain itu, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College agar persiapanmu lebih terarah.

Nah, itu dia 6 prodi kedokteran kampus swasta terbaik di Indonesia menurut SCImago tahun 2026. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi fakultas kedokteran ub

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

Fakultas Kedokteran menjadi fakultas terfavorit di Universitas Brawijaya (UB). Pada SNBP 2026, 2 prodi di fakultas ini menjadi primadona dan memiliki total pendaftar tertinggi, yaitu S1 Kedokteran dengan total pendaftar 1.405 orang dan S1 Farmasi dengan total pendaftar 1.181 orang. Selain itu, Kedokteran UB juga meraih peringkat ketujuh prodi kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR.

Tak hanya tinggi peminat, Fakultas Kedokteran UB juga menawarkan program IUP yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional seperti pertukaran pelajar hingga magang internasional. Melalui program tersebut, mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman di bidang kedokteran dengan perspektif lokal sekaligus internasional.

Lantas, apa saja prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB? Lalu, prodi apa saja yang tawarkan program IUP? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB: Reguler dan IUP

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB. (Foto: Unsplash/Jeshoots.com)

Fakultas Kedokteran UB terdiri atas 3 departemen, yaitu Departemen Kedokteran, Departemen Farmasi, dan Departemen Kebidanan. Ketiga departemen tersebut menaungi program sarjana hingga doktoral. Adapun prodi sarjana yang ada di fakultas ini adalah sebagai berikut.

1. S1 Kedokteran (Kelas Reguler)

Sebagai prodi terfavorit di UB, Kedokteran UB menawarkan perkuliahan berkualitas yang telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes dan terakreditasi internasional oleh AUN-QA dan ASIIN. Pembelajaran diterapkan dengan sistem outcome-based education untuk menghasilkan lulusan yang siap menjadi penyedia layanan medis profesional, cendekiawan biomedis, social entrepreneur dan adaptive leader, hingga manajer emergensi.

Struktur kurikulum untuk prodi ini terdiri atas sub-tahap Ilmu Dasar Kedokteran (Basic Medical Sciences) selama 2 semester dan sub-tahap Kedokteran Klinik (Clinical Sciences) selama 5 semester.

Untuk berkuliah di prodi ini, mahasiswa perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dengan rincian berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 8,870 juta (Kel. III), Rp 19,160 juta (Kel. IV), Rp 20,305 juta (Kel. V), Rp 23,450 juta (Kel. VI), Rp 23,8 juta (Kel. VII), dan Rp 24 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 150 juta (Kel. IV), Rp 165 juta (Kel. V), Rp 175 juta (Kel. VI), Rp 200 juta (Kel. VII), dan Rp 225 juta (Kel. VIII)

2. S1 IUP Medicine

Secara umum, kurikulum IUP Medicine hampir sama dengan Kedokteran Reguler, tetapi bahasa pengantar yang digunakan dalam perkuliahan adalah bahasa Inggris. Struktur kurikulum untuk prodi ini meliputi Basic Medical Science dan General & Medical Humanity (tahun pertama); Life Structure, Life Protection & Public Health, dan Leadership & Entrepreneurship (tahun kedua); Life Control, Life Support, Life Maintenance & Life Care, dan Emergency (tahun ketiga); Global Mobility Experiences dan Biomedical & Collaborative Research (Final Assignment) (tahun keempat); serta Clerkship & Clinical Rotation (tahun kelima dan keenam).

Pembelajaran berstandar global akan didapatkan mahasiswa melalui perkuliahan dengan international guest lecture, Global Mobility Experiences, hingga program double/joint degree. Pengalaman internasional tersebut dilaksanakan bersama beberapa universitas mitra, mulai dari University of Manchester hingga Kyushu University.

Adapun biaya kuliah IUP Medicine UB untuk WNI adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 45 juta
  • IPI: Rp 140,5 juta

Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

3. S1 Farmasi

Prodi lain di FK yang menjadi primadona adalah S1 Farmasi. Di prodi ini, mahasiswa akan mendapatkan outcome-based learning dengan kurikulum mencakup bahan kajian Ilmu Biomedis Dasar, Ilmu Farmasi, Ilmu Farmasi Sosial/Perilaku/Administrasi, dan Ilmu Klinis. Kualitas pembelajaran di prodi ini telah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Jika ingin berkuliah di prodi Farmasi, mahasiswa harus merogoh kocek dengan besaran berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 5,5 juta (Kel. III), Rp 7,5 juta (Kel. IV), Rp 8,5 juta (Kel. V), Rp 10 juta (Kel. VI), Rp 12,5 juta (Kel. VII), dan Rp 15 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 59,1 juta (Kel. IV), Rp 76,5 juta (Kel. V), Rp 89,6 juta (Kel. VI), Rp 100 juta (Kel. VII), dan Rp 110 juta (Kel. VIII)

4. S1 Kebidanan

Selain Kedokteran dan Farmasi, Fakultas Kedokteran UB juga memiliki prodi S1 Kebidanan. Prodi ini menawarkan pembelajaran outcome-based education dengan mata kuliah terkait anatomi dasar, ilmu dasar kebidanan, asuhan dan deteksi kehamilan, embriologi, hingga asuhan dan deteksi persalinan. Kualitas perkuliahan di prodi ini pun sudah terjamin melalui akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Adapun besaran biaya kuliah yang harus ditanggung mahasiswa S1 Kebidanan UB adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 4,665 juta (Kel. III), Rp 7,22 juta (Kel. IV), Rp 7.997.500 (Kel. V), Rp 8,775 juta (Kel. VI), Rp 10 juta (Kel. VII), dan Rp 12 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 35 juta (Kel. IV), Rp 37 juta (Kel. V), Rp 39 juta (Kel. VI), Rp 41 juta (Kel. VII), dan Rp 43 juta (Kel. VIII)

Baca juga: Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Jalur Seleksi Kelas Reguler Fakultas Kedokteran UB

Kelas reguler di FK UB bisa kamu pilih melalui beberapa jalur seleksi berikut.

1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)

SNBP dilakukan dengan seleksi nilai akademik melalui portal pendaftaran SNPMB. Untuk jalur ini, daya tampung yang tersedia pada 2026 adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 64 kursi
  • S1 Farmasi: 36 kursi
  • S1 Kebidanan: 32 kursi

2. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)

Pendaftaran SNBT juga dilakukan melalui portal SNPMB, tetapi seleksi dilakukan dengan nilai UTBK. Daya tampung untuk jalur ini adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 96 kursi
  • S1 Farmasi: 54 kursi
  • S1 Kebidanan: 48 kursi

3. Seleksi Mandiri (SMUB)

Terdapat 3 macam jalur SMUB yang tersedia untuk Fakultas Kedokteran, yaitu SMUB Prestasi, Rapor, dan Nilai UTBK. Ketiga jalur ini mematok biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu. Daya tampung untuk jalur SMUB Fakultas Kedokteran tahun 2026 mencapai 50% dari total daya tampung prodi dengan rincian berikut.

  • S1 Kedokteran: 160  kursi
  • S1 Farmasi: 90 kursi
  • S1 Kebidanan: 80 kursi 

Baca juga: Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Jalur Seleksi IUP Fakultas Kedokteran UB 

Pada jalur seleksi ini, UB menawarkan 30 kursi untuk prodi IUP Medicine. Pendaftaran program ini mematok biaya sebesar Rp 2,5 juta dan dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Adapun tahapan seleksinya adalah sebagai berikut.

1. Seleksi Administrasi

Pada tahapan ini, pendaftar harus mengumpulkan beberapa dokumen, yaitu copy kartu identitas, CV, motivation letter, guarantee letter, commitment letter, sertifikat TOEFL/IELTS/TOEIC (opsional), dan recommendation letter (opsional).

2. English Proficiency Test

Program IUP UB tidak mewajibkan sertifikat bahasa Inggris dalam seleksi administrasi. Namun, pendaftar perlu mengikuti English Proficiency Test yang dilakukan secara online.

3. Interview

Jika lolos tes bahasa Inggris, pendaftar harus mengikuti seleksi wawancara secara offline atau online.

Demikian penjelasan tentang 4 prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB beserta informasi jalur seleksinya. Semoga bermanfaat, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair

Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Kedokteran merupakan prodi yang paling diminati di Unair, baik di jalur SNBT maupun Mandiri. Sepak terjang prodi ini sendiri sudah dimulai sejak 1913, menjadikan FK Unair sebagai FK tertua kedua di Indonesia. Seabad kemudian, FK Unair terus melakukan inovasi, misalnya dengan membuka prodi IUP.

Kelas IUP FK Unair menawarkan pengalaman yang berbeda dari kelas reguler. Di program ini, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan dalam bahasa Inggris. Selain itu, mahasiswa IUP juga bisa mengikuti program international exposure dalam bentuk pertukaran mahasiswa hingga program double degree.

IUP FK Unair merupakan pilihan yang menarik bagi mahasiswa yang tertarik dengan dunia medis sekaligus ingin merasakan pengalaman kuliah di luar negeri. Kamu juga bisa memilih program single degree atau double degree, lho! Simak penjelasan tentang IUP FK Unair beserta penjelasan tentang program Double Degree berikut ini.

Profil IUP FK Unair: Single Degree & Double Degree

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair

Ilustrasi mahasiswa IUP FK Unair. (Foto: Magnific/prostooleh)

FK Unair merupakan sekolah kedokteran tertua kedua di Indonesia yang telah mencetak banyak talenta kedokteran unggul. Kualitas pembelajaran di fakultas ini telah terjamin dengan akreditasi nasional dari LAMPTKes serta akreditasi internasional dari AUN-QA dan ASIIN. FK Unair pun menyediakan pembelajaran berstandar internasional melalui program IUP.

Di FK Unair, mahasiswa IUP bisa memilih salah satu dari 2 jalur studi, yaitu jalur IUP Non Double Degree (single degree) atau IUP Double Degree. Perbedaan keduanya terletak pada skema pembelajaran dan gelar yang ditawarkan. Mahasiswa IUP Non Double Degree mendapatkan kesempatan student exchange dan elective programme di kampus atau institusi luar negeri, tetapi hanya akan mendapat 1 gelar dari Unair (S.Ked.). Sementara itu, mahasiswa IUP Double Degree akan mendapatkan 2 gelar, yaitu S.Ked. dari Unair dan Bachelor of Medical Science dari universitas mitra.

Adapun program international exposure yang bisa diikuti mahasiswa IUP FK Unair antara lain sebagai berikut.

1. Program Elektif (Elective Programme)

Program elektif atau blok elektif merupakan program yang memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan peminatan di bidang kedokteran maupun disiplin lain yang masih berhubungan dengan dunia medis. Mahasiswa nantinya akan mengikuti program elektif selama 4 minggu di institusi mitra.

Untuk mahasiswa IUP, program elektif bisa dilakukan di berbagai universitas atau institusi yang tersebar di negara Jepang, Inggris, Taiwan, Amerika Serikat, hingga India.

2. Student Exchange

Selain berkuliah di Unair, mahasiswa IUP FK berkesempatan mengikuti pertukaran mahasiswa di University of Adelaide, Erasmus University Medical Centre Rotterdam, Hiroshima University Hospital, dan masih banyak lagi. Terdapat hampir 20 universitas atau institusi di Australia, Belanda, Amerika Serikat, dan Jepang yang bisa menjadi pilihan studi mahasiswa.

3. Double Degree

Program Double Degree bisa diikuti oleh mahasiswa yang mengikuti seleksi jalur IUP Double Degree. Saat ini, Unair baru membuka program IUP Double Degree dengan University of Melbourne, Australia. Jadi, setelah lulus, kamu akan mendapatkan gelar sarjana dari Unair dan bachelor dari universitas mitra tersebut.

Baca juga: Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Biaya Kuliah IUP FK Unair  

Biaya pendaftaran untuk kelas IUP FK Unair single degree sama dengan IUP Double Degree, yaitu Rp1.250.000,00. Adapun besaran biaya UKT dan IPI bagi kedua program ini berdasarkan laman PPMB Unair adalah sebagai berikut.

No. Program UKT IPI Tuition Fee
1. IUP Medicine Rp 30 juta Rp 280 juta –
2. IUP Medicine Double Degree Rp 30 juta Rp 280 juta AUD 75.000/Rp 900 juta

Uang kuliah tunggal (UKT) perlu dibayarkan mahasiswa setiap semester, sedangkan Iuran Pembangunan Institusi (IPI) dibayar sekali di awal studi. Adapun tuition fee merupakan uang kuliah awal yang dibayarkan saat pendaftaran ulang.

Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Seleksi IUP FK Unair

Program IUP memiliki jalur seleksi tersendiri, berbeda dengan jalur mandiri kelas reguler. Komponen seleksi IUP single degree maupun double degree FK Unair sebenarnya sama, yaitu berupa letter of motivation, ujian TPA, dan wawancara. Namun, terdapat perbedaan syarat pendaftaran untuk kedua program ini, yaitu sebagai berikut.

1. IUP Kedokteran 

Syarat pendaftaran bagi WNI antara lain:

  • Lulusan SMA/sederajat 3 tahun terakhir
  • Ijazah atau Surat Keterangan Kelas XII
  • Usia maksimal 25 tahun (per 1 Juli)
  • Sertifikat Bahasa Inggris dengan skor TOEFL IBT minimal 60, TOEFL CBT minimal 173, TOEFL ITP minimal 500, IELTS minimal 5,5, atau Airlangga ELPT minimal 500
  • Memiliki kesehatan yang memadai
  • Motivation letter: alasan memilih prodi, kualitas yang bisa ditawarkan kandidat, dan alasan Unair menjadi pilihan terbaik bagi kandidat
  • Nilai rapor SMA/sederajat semester 1–5

2. IUP Kedokteran Double Degree

Pendaftar program Double Degree harus memenuhi persyaratan berikut.

  • WNI lulusan SMA/sederajat 3 tahun terakhir
  • Ijazah atau Surat Keterangan Kelas XII
  • Usia maksimal 25 tahun
  • Sertifikat Bahasa Inggris dengan skor TOEFL IBT minimal 79, TOEFL CBT minimal 213, TOEFL ITP minimal 550, IELTS minimal 6,5, atau Airlangga ELPT minimal 550
  • Motivation letter: alasan memilih prodi, kualitas yang bisa ditawarkan kandidat, dan alasan Unair menjadi pilihan terbaik bagi kandidat
  • Memiliki kesehatan yang memadai
  • Tidak buta warna total dan parsial
  • Surat pernyataan tentang komitmen untuk berpartisipasi dalam program double degree dan kemampuan untuk mencapai skor IELTS minimal 7 dengan band score minimal 6,5 sebelum keberangkatan untuk double degree

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Tips Lolos Seleksi IUP FK Unair

Selain tahapan seleksi yang berbeda dari program reguler, program IUP FK Unair juga memiliki persaingan yang ketat. Daya tampung untuk program single degree adalah 50 orang, sedangkan program double degree hanya menyediakan kuota 10 orang. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan diri sedini mungkin.

Agar bisa lolos IUP FK Unair, kamu harus mempelajari setiap komponen tes dengan baik, mulai dari TPA, wawancara, hingga cara menyusun motivation letter. Selain itu, kamu juga harus menguasai bahasa Inggris dengan baik. Agar persiapanmu lebih terarah dan matang, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College. 

Demikian penjelasan tentang IUP FK Unair beserta penjelasan biaya dan tahapan seleksinya. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.