Arsip Tag: ub

Ilustrasi fakultas kedokteran ub

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB, Ada Kelas IUP?

Fakultas Kedokteran menjadi fakultas terfavorit di Universitas Brawijaya (UB). Pada SNBP 2026, 2 prodi di fakultas ini menjadi primadona dan memiliki total pendaftar tertinggi, yaitu S1 Kedokteran dengan total pendaftar 1.405 orang dan S1 Farmasi dengan total pendaftar 1.181 orang. Selain itu, Kedokteran UB juga meraih peringkat ketujuh prodi kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR.

Tak hanya tinggi peminat, Fakultas Kedokteran UB juga menawarkan program IUP yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional seperti pertukaran pelajar hingga magang internasional. Melalui program tersebut, mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman di bidang kedokteran dengan perspektif lokal sekaligus internasional.

Lantas, apa saja prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB? Lalu, prodi apa saja yang tawarkan program IUP? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

4 Prodi Sarjana Fakultas Kedokteran UB: Reguler dan IUP

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB

Ilustrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UB. (Foto: Unsplash/Jeshoots.com)

Fakultas Kedokteran UB terdiri atas 3 departemen, yaitu Departemen Kedokteran, Departemen Farmasi, dan Departemen Kebidanan. Ketiga departemen tersebut menaungi program sarjana hingga doktoral. Adapun prodi sarjana yang ada di fakultas ini adalah sebagai berikut.

1. S1 Kedokteran (Kelas Reguler)

Sebagai prodi terfavorit di UB, Kedokteran UB menawarkan perkuliahan berkualitas yang telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes dan terakreditasi internasional oleh AUN-QA dan ASIIN. Pembelajaran diterapkan dengan sistem outcome-based education untuk menghasilkan lulusan yang siap menjadi penyedia layanan medis profesional, cendekiawan biomedis, social entrepreneur dan adaptive leader, hingga manajer emergensi.

Struktur kurikulum untuk prodi ini terdiri atas sub-tahap Ilmu Dasar Kedokteran (Basic Medical Sciences) selama 2 semester dan sub-tahap Kedokteran Klinik (Clinical Sciences) selama 5 semester.

Untuk berkuliah di prodi ini, mahasiswa perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dengan rincian berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 8,870 juta (Kel. III), Rp 19,160 juta (Kel. IV), Rp 20,305 juta (Kel. V), Rp 23,450 juta (Kel. VI), Rp 23,8 juta (Kel. VII), dan Rp 24 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 150 juta (Kel. IV), Rp 165 juta (Kel. V), Rp 175 juta (Kel. VI), Rp 200 juta (Kel. VII), dan Rp 225 juta (Kel. VIII)

2. S1 IUP Medicine

Secara umum, kurikulum IUP Medicine hampir sama dengan Kedokteran Reguler, tetapi bahasa pengantar yang digunakan dalam perkuliahan adalah bahasa Inggris. Struktur kurikulum untuk prodi ini meliputi Basic Medical Science dan General & Medical Humanity (tahun pertama); Life Structure, Life Protection & Public Health, dan Leadership & Entrepreneurship (tahun kedua); Life Control, Life Support, Life Maintenance & Life Care, dan Emergency (tahun ketiga); Global Mobility Experiences dan Biomedical & Collaborative Research (Final Assignment) (tahun keempat); serta Clerkship & Clinical Rotation (tahun kelima dan keenam).

Pembelajaran berstandar global akan didapatkan mahasiswa melalui perkuliahan dengan international guest lecture, Global Mobility Experiences, hingga program double/joint degree. Pengalaman internasional tersebut dilaksanakan bersama beberapa universitas mitra, mulai dari University of Manchester hingga Kyushu University.

Adapun biaya kuliah IUP Medicine UB untuk WNI adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 45 juta
  • IPI: Rp 140,5 juta

Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

3. S1 Farmasi

Prodi lain di FK yang menjadi primadona adalah S1 Farmasi. Di prodi ini, mahasiswa akan mendapatkan outcome-based learning dengan kurikulum mencakup bahan kajian Ilmu Biomedis Dasar, Ilmu Farmasi, Ilmu Farmasi Sosial/Perilaku/Administrasi, dan Ilmu Klinis. Kualitas pembelajaran di prodi ini telah terjamin dengan akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Jika ingin berkuliah di prodi Farmasi, mahasiswa harus merogoh kocek dengan besaran berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 5,5 juta (Kel. III), Rp 7,5 juta (Kel. IV), Rp 8,5 juta (Kel. V), Rp 10 juta (Kel. VI), Rp 12,5 juta (Kel. VII), dan Rp 15 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 59,1 juta (Kel. IV), Rp 76,5 juta (Kel. V), Rp 89,6 juta (Kel. VI), Rp 100 juta (Kel. VII), dan Rp 110 juta (Kel. VIII)

4. S1 Kebidanan

Selain Kedokteran dan Farmasi, Fakultas Kedokteran UB juga memiliki prodi S1 Kebidanan. Prodi ini menawarkan pembelajaran outcome-based education dengan mata kuliah terkait anatomi dasar, ilmu dasar kebidanan, asuhan dan deteksi kehamilan, embriologi, hingga asuhan dan deteksi persalinan. Kualitas perkuliahan di prodi ini pun sudah terjamin melalui akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.

Adapun besaran biaya kuliah yang harus ditanggung mahasiswa S1 Kebidanan UB adalah sebagai berikut.

  • UKT: Rp 500 ribu (Kel. I), Rp 1 juta (Kel. II), Rp 4,665 juta (Kel. III), Rp 7,22 juta (Kel. IV), Rp 7.997.500 (Kel. V), Rp 8,775 juta (Kel. VI), Rp 10 juta (Kel. VII), dan Rp 12 juta (Kel. VIII)
  • IPI: Rp 35 juta (Kel. IV), Rp 37 juta (Kel. V), Rp 39 juta (Kel. VI), Rp 41 juta (Kel. VII), dan Rp 43 juta (Kel. VIII)

Baca juga: Mengenal Program IUP FK Unair, Bisa Double Degree?

Jalur Seleksi Kelas Reguler Fakultas Kedokteran UB

Kelas reguler di FK UB bisa kamu pilih melalui beberapa jalur seleksi berikut.

1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)

SNBP dilakukan dengan seleksi nilai akademik melalui portal pendaftaran SNPMB. Untuk jalur ini, daya tampung yang tersedia pada 2026 adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 64 kursi
  • S1 Farmasi: 36 kursi
  • S1 Kebidanan: 32 kursi

2. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)

Pendaftaran SNBT juga dilakukan melalui portal SNPMB, tetapi seleksi dilakukan dengan nilai UTBK. Daya tampung untuk jalur ini adalah sebagai berikut.

  • S1 Kedokteran: 96 kursi
  • S1 Farmasi: 54 kursi
  • S1 Kebidanan: 48 kursi

3. Seleksi Mandiri (SMUB)

Terdapat 3 macam jalur SMUB yang tersedia untuk Fakultas Kedokteran, yaitu SMUB Prestasi, Rapor, dan Nilai UTBK. Ketiga jalur ini mematok biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu. Daya tampung untuk jalur SMUB Fakultas Kedokteran tahun 2026 mencapai 50% dari total daya tampung prodi dengan rincian berikut.

  • S1 Kedokteran: 160  kursi
  • S1 Farmasi: 90 kursi
  • S1 Kebidanan: 80 kursi 

Baca juga: Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Jalur Seleksi IUP Fakultas Kedokteran UB 

Pada jalur seleksi ini, UB menawarkan 30 kursi untuk prodi IUP Medicine. Pendaftaran program ini mematok biaya sebesar Rp 2,5 juta dan dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Adapun tahapan seleksinya adalah sebagai berikut.

1. Seleksi Administrasi

Pada tahapan ini, pendaftar harus mengumpulkan beberapa dokumen, yaitu copy kartu identitas, CV, motivation letter, guarantee letter, commitment letter, sertifikat TOEFL/IELTS/TOEIC (opsional), dan recommendation letter (opsional).

2. English Proficiency Test

Program IUP UB tidak mewajibkan sertifikat bahasa Inggris dalam seleksi administrasi. Namun, pendaftar perlu mengikuti English Proficiency Test yang dilakukan secara online.

3. Interview

Jika lolos tes bahasa Inggris, pendaftar harus mengikuti seleksi wawancara secara offline atau online.

Demikian penjelasan tentang 4 prodi sarjana di Fakultas Kedokteran UB beserta informasi jalur seleksinya. Semoga bermanfaat, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Mahasiswa Kedokteran

7 Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Kuliah di jurusan kedokteran menjadi impian banyak orang, terbukti dari banyaknya jumlah pendaftar kedokteran di berbagai kampus ternama di Indonesia. Untuk memilih kampus dan jurusan kedokteran terbaik, kamu bisa menilainya berdasarkan beberapa kriteria. Salah satunya adalah peringkat jurusan dari berbagai lembaga atau institusi, seperti peringkat QS WUR.

QS World University Ranking (QS WUR) dikeluarkan oleh Quacquarelli Symonds dengan pemeringkatan berdasarkan beberapa kategori, termasuk kategori kedokteran. Pemeringkatan tersebut dilakukan berdasarkan penilaian terhadap 5 indikator, yaitu employer reputation (ER), h-index citations, citations per paper, reputasi akademik, dan jaringan penelitian internasional. Dalam pemeringkatan jurusan kedokteran QS WUR 2026, terdapat total 850 universitas yang dinilai dengan peringkat pertama diraih oleh Harvard University.

Di tahun 2026, terdapat setidaknya 7 universitas di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan QS WUR kategori kedokteran. Yuk, simak daftar 7 jurusan kedokteran tersebut di bawah ini!

7 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia

Mahasiswa jurusan kedokteran

Berikut adalah 7 universitas dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR 2026.

  1. Universitas Indonesia

Tahun ini, Kedokteran UI menjadi prodi kedokteran terbaik di Indonesia versi QS WUR dan menempati peringkat 251-300 dunia. Peringkat tersebut diperoleh dengan nilai ER sebesar 66,5, h-index citations sebesar 52,5, citations per paper sebesar 63,6, reputasi akademik sebesar 62, serta jaringan penelitian internasional sebesar 56,3.

Selain peringkat QS WUR, Kedokteran UI juga meraih peringkat 6 ASEAN QS World Ranking dan peringkat 432 kedokteran terbaik versi EduRank World Ranking. Fakultas kedokteran tertua di Indonesia ini juga telah meraih akreditasi A dari BAN-PT. Di samping itu, Kedokteran UI juga menjadi prodi dengan pendaftar terbanyak kedua pada SNBP 2026, yaitu dengan jumlah pendaftar sebesar 1.943 orang.

Jika kamu tertarik dengan Kedokteran UI, kamu bisa mengikuti seleksi Kedokteran UI melalui 4 jalur, yaitu jalur SNBP, SNBT, Mandiri (SIMAK UI), dan Kelas Internasional (KKI).

2. Universitas Airlangga

Unair meraih peringkat 351-400 dunia, menjadikan Kedokteran Unair sebagai prodi kedokteran terbaik kedua di Indonesia. Pencapaian tersebut diraih melalui skor ER sebesar 66,5, h-index citations sebesar 45,8, citations per paper sebesar 51, reputasi akademik sebesar 61,8, dan jaringan penelitian internasional sebesar 50,5.

Fakultas Kedokteran Unair sendiri merupakan fakultas kedokteran tertua kedua di Indonesia dengan usia lebih dari 1 abad. Kualitas prodi ini pun telah terbukti dengan perolehan akreditasi dari LAM-PTKes dengan nilai A serta akreditasi ASIIN.

Tertarik untuk masuk Kedokteran Unair? Kamu bisa mendaftar prodi ini melalui beberapa jalur, yaitu SNBP, SNBT, Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan, serta Kelas Internasional.

3. Universitas Gadjah Mada

Di urutan ketiga, kedokteran UGM meraih peringkat 401-450. Kedokteran UGM berhasil memperoleh nilai ER sebesar 64, h-index citations sebesar 44, citations per paper sebesar 58,7, reputasi akademik sebesar 57,3, dan jaringan penelitian internasional sebesar 37,6.

Kualitas Kedokteran UGM pun telah dibuktikan dengan akreditasi Unggul oleh LAM-PTKes dan akreditasi dari ASIIN. Selain itu, Kedokteran UGM juga memiliki sumber daya yang kuat serta kerja sama dengan universitas ternama di Indonesia dan luar negeri. Kurikulum dan pengajar yang kompeten membuat angka keberhasilan mahasiswa  pada UKMPD nasional cukup tinggi dengan lebih dari 90% kelulusan.

Jika kamu tertarik masuk Kedokteran UGM, kamu bisa mengikuti 4 jalur seleksi, yaitu jalur SNBP, SNBT, Mandiri, dan International Undergraduate Program (IUP).

Baca juga: Daftar Jurusan di UIN Walisongo Semarang, Ada Apa Saja?

4. Universitas Padjadjaran

Di posisi keempat, Kedokteran UNPAD berhasil meraih peringkat 501-550 dunia. Berdasarkan penilaian QS WUR, UNPAD memperoleh nilai ER sebesar 55,3, h-index citations sebesar 46, citations per paper sebesar 61, reputasi akademik sebesar 51,3, dan jaringan penelitian internasional sebesar 37,2. Tak hanya meraih peringkat keempat, Kedokteran Unpad juga telah meraih akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.   

Untuk menjadi mahasiswa Kedokteran Unpad, kamu bisa memilih berbagai jalur seleksi, seperti SNBP, SNBT, Mandiri Prestasi Akademik, Seleksi Minat dan Bakat, IUP, hingga Seleksi Kemitraan Strategis.

5. Universitas Hasanuddin

Berdasarkan penilaian QS WUR, Unhas memperoleh nilai ER sebesar 51,9, h-index citations sebesar 36,8, citations per paper sebesar 53,7, reputasi akademik sebesar 53,7, dan jaringan penelitian internasional sebesar 33,6. Hasil tersebut membuat Unhas menduduki peringkat 601-650 dunia.

Bagi kamu yang tinggal di wilayah Indonesia timur, Kedokteran Unhas bisa menjadi salah satu pilihan studi yang pas. Jika tertarik dengan Kedokteran Unhas, kamu bisa mendaftar melalui jalur SNBP, SNBT, dan beberapa jalur Seleksi Mandiri, termasuk Kelas Internasional.

6. Universitas Diponegoro

PTN yang terletak di Semarang, Jawa Tengah ini berhasil meraih peringkat 701-850. Capaian tersebut diraih melalui nilai ER sebesar 54,5, h-index citations sebesar 30,9, citations per paper sebesar 42,6, reputasi akademik sebesar 48,7, serta jaringan penelitian internasional sebesar 28,1.

Tertarik masuk Kedokteran Undip? Kamu bisa mengikuti jalur seleksi SNBP, SNBT, Mandiri, atau Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB). Selain itu, kamu juga bisa mengikuti program IUP yang dibuka dalam beberapa gelombang.

7. Universitas Brawijaya

Sama seperti Undip, UB juga meraih peringkat 701-850. Peringkat tersebut diraih dengan nilai ER sebesar 55,8, h-index citations sebesar 34, citations per paper sebesar 45, reputasi akademik sebesar 47,6, dan jaringan penelitian internasional sebesar 21,7.

Prodi yang telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes ini bisa kamu daftar melalui beberapa jalur seleksi, seperti SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri UB (SMUB). Kamu juga bisa mendaftar program IUP yang biasanya dibuka dalam 2 intake.

Baca juga: Kuliah Kedokteran Bedah Berapa Tahun? Ini yang Perlu Diperhatikan

4 Tips Masuk Kedokteran 

Dari tahun ke tahun, jurusan kedokteran selalu menjadi salah satu jurusan dengan jumlah pendaftar terbanyak. Artinya, jurusan ini memiliki persaingan yang ketat. Jika kamu tertarik dengan jurusan ini, maka kamu harus belajar dan mempersiapkan diri dengan baik.

Bagi kamu yang ingin masuk jurusan kedokteran, kamu bisa mempersiapkan diri dengan beberapa langkah berikut.

  1. Riset Jurusan dan Universitas

Setiap universitas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, kamu perlu melakukan riset terhadap fasilitas, kurikulum, hingga pengajar di universitas tujuanmu, lalu menilai apakah hal-hal tersebut sesuai dengan minat dan kebutuhanmu. Kamu bisa melakukan riset tersebut melalui website universitas atau berkonsultasi dengan ahlinya, misalnya para pengajar di bimbel kedokteran.

2. Perkuat Kemampuan Akademis 

Agar bisa lolos seleksi masuk kedokteran, kamu perlu belajar dengan giat. Beberapa mata pelajaran seperti matematika, biologi, kimia, dan fisika menjadi ilmu dasar di kedokteran, sehingga kamu perlu memperdalam pemahaman di mata pelajaran tersebut. 

Jika kamu kesulitan belajar sendiri, kamu juga bisa belajar dengan tentor di bimbel persiapan kuliah atau bimbel kedokteran. Selain bisa mendapat arahan sesuai kebutuhanmu, kamu juga bisa lebih termotivasi karena bertemu dengan sesama pejuang kedokteran.

3. Perdalam Kemampuan Bahasa Inggris

Beberapa universitas menawarkan program kelas internasional atau IUP. Jika kamu tertarik dengan program IUP Kedokteran, kamu perlu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik karena pembelajaran di jurusan ini sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, terdapat tes literasi bahasa Inggris dan wawancara dalam bahasa Inggris yang harus kamu hadapi dalam proses seleksi.

4. Kuatkan Tekad, Motivasi, dan Doa

Selain persiapan akademik, kamu juga perlu mempersiapkan mental dengan baik. Proses seleksi hingga masa studi di kedokteran membutuhkan fisik dan mental yang kuat. 

Persiapan mental bisa kamu lakukan dengan banyak cara, misalnya dengan mencari dukungan dari orang-orang terdekat. Kamu juga bisa memperbanyak doa untuk mendapatkan kekuatan dan ketenangan hati serta memperkuat rasa percaya diri.

Itu dia 7 jurusan kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR 2026. Kira-kira kamu tertarik mendaftar di universitas mana, nih?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

beasiswa ub

5 Beasiswa di Universitas Brawijaya yang Bisa Kamu Ikuti

Beasiswa UB – Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu PTN yang banyak peminatnya. Banyak calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di UB. UB juga menyediakan beragam beasiswa untuk mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu yang bersumber dari instansi pemerintah dan non-pemerintah. 

Beasiswa di UB ditawarkan oleh berbagai lembaga dengan keuntungan yang berbeda-beda. Kampus ini juga menyediakan beasiswa untuk berbagai jenjang. Kamu tertarik untuk mendapatkan beasiswa? Yuk, cek informasinya di bawah ini!

Beasiswa Unggulan

Program Beasiswa Unggulan merupakan beasiswa dalam negeri untuk mahasiswa S1, S2, dan S3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menawarkan Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi bagi masyarakat Indonesia. Beasiswa Unggulan termasuk beasiswa penuh yang menanggung sebagian besar keperluan studi.

Para peserta yang dapat mengikuti program ini adalah calon mahasiswa (mahasiswa baru) yang sudah mendapatkan surat keterangan lulus di perguruan tinggi atau mahasiswa yang baru melaksanakan perkuliahan di semester 1 dan belum mendapatkan KHS atau mahasiswa on-going yang sudah memulai perkuliahan maksimal semester 3 untuk semua jenjang.

Untuk melihat pengumuman yang berkaitan dengan pengajuan permohonan Beasiswa Unggulan lengkap dengan persyaratan dan panduannya, kamu bisa kunjungi laman https://buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/.

Beasiswa Tanoto

PROGRAM TELADAN (Transformasi Edukasi untuk melahirkan Pemimpin Masa Depan) adalah inisiatif dari Tanoto Foundation berupa beasiswa kuliah dan pelatihan kepemimpinan untuk mahasiswa S1 semester 1 yang berkuliah pada perguruan tinggi mitra Beasiswa Tanoto. Peserta yang dapat mengikuti program TELADAN adalah mahasiswa semester pertama dari perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation yang mempunyai skill, prestasi, serta potensi untuk menjadi pemimpin yang unggul, cakap, dan bertanggung jawab.

Untuk melihat pengumuman yang berkaitan dengan pengajuan permohonan Beasiswa Tanoto lengkap dengan persyaratan dan panduannya, kamu bisa kunjungi laman https://tanotofoundation.org/id/

Baca juga Yuk, Ketahui 3 Jalur Seleksi Beasiswa di UAD

Beasiswa Djarum

Djarum Foundation turut berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Indonesia melalui program beasiswa prestasi (merit based scholarship) yang dikenal sebagai Djarum Beasiswa Plus bagi mahasiswa berprestasi tinggi di Indonesia. Selain mendapatkan dana beasiswa selama satu tahun, Beswan Djarum (penerima program Djarum Beasiswa Plus) juga mendapatkan berbagai macam pelatihan soft skills guna mempersiapkan mereka menjadi calon pemimpin masa depan bangsa. Pelatihan ini meliputi Nation Building, Character Building, Leadership Development, Competition Challenges, serta International Exposure.

Untuk melihat pengumuman yang berkaitan dengan pengajuan permohonan Beasiswa Djarum lengkap dengan persyaratan dan panduannya, kamu bisa kunjungi laman https://djarumbeasiswaplus.org/

Beasiswa PPA

Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) disediakan oleh pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristedikti). Beasiswa PPA diberikan dan ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menjalani kuliah diploma maupun sarjana di perguruan tinggi negeri dan swasta di tanah air. Beasiswa ini dimaksudkan bisa membantu biaya pendidikan mahasiswa demi kelancaran studi.

Penerima beasiswa PPA akan mendapatkan Rp400.000/bulan dan akan dibayarkan langsung untuk 1 semester (6 bulan) sebesar Rp.2.400.000 dan langsung diberikan kepada mahasiswa aktif berdasarkan periode tahun anggaran berjalan dan diberikan untuk pertama kalinya sekurang-kurangnya selama 6 bulan. Kuota beasiswa tidak sama tiap semester, tergantung pemberian dari Kemenristekdikti yang akan disampaikan melalui surat tertulis kepada perguruan tinggi penerima.

Tujuan Pemberian Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik):

  • Meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
  • Meningkatkan prestasi mahasiswa baik dalam akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler.
  • Menjamin Penyelesaian studi mahasiswa tepat waktu.

Beasiswa LPDP

Beasiswa Reguler LPDP ditujukan bagi setiap WNI yang telah lulus S1/D4 atau lulusan S2 dan ingin lanjut studi ke jenjang master maupun doktor. Beasiswa S2 LPDP reguler bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan studi S2 di dalam maupun luar negeri, begitu pun beasiswa S3 reguler LPDP.

Beasiswa LPDP adalah beasiswa penuh, sehingga semua kebutuhan studi, seperti biaya kuliah, biaya hidup, biaya keberangkatan dan kepulangan akan ditanggung oleh LPDP. Selain itu, biaya seperti tunjangan keluarga (khusus doktoral), tunjangan buku, tunjangan tesis/disertasi, seminar, publikasi jurnal, visa, hingga asuransi kesehatan juga akan disediakan. Ada pula fasilitas lain semisal biaya pendaftaran ke universitas, tunjangan kedatangan, hingga dana keadaan darurat.

Beasiswa LPDP sendiri termasuk salah satu beasiswa prestasi. Pelamar harus memiliki kemampuan akademik yang unggul serta mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat. Untuk universitasnya LPDP menetapkan Daftar Universitas Tujuan LPDP. Pelamar bisa memilih universitas yang diminati dari daftar yang telah ditetapkan tersebut.

Untuk melihat pengumuman yang berkaitan dengan pengajuan permohonan Beasiswa LPDP lengkap dengan persyaratan dan panduannya, kamu bisa kunjungi laman https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/in/home

Bagi kamu yang ingin melanjutkan studi di UB, perhatikan 5 Beasiswa di Universitas Brawijaya yang Bisa Kamu Ikuti di atas. Semoga kamu bisa mendapatkan salah satu beasiswa di atas. Semoga membantu!


Ikuti bimbingan intensif khusus Kedokteran dari Indonesia College. Kamu bisa memilih program bimbel Kedokteran Terpadu 1 tahun, UTBK Kedokteran, KKI UI Kedokteran, atau IUP Medicine UGM.

Cek informasi terbaru tentang perkuliahan Kedokteran di blog bimbelkedokteran.id. Kunjungi juga laman kami lainnya di indonesia-college.com dan indonesiacollege.co.id – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.