Arsip Penulis: Arum Sekar Pertiwi

Berapa Biaya IUP UGM Kedokteran? Ini Rinciannya

Sebagai salah satu fakultas dengan peminat tertinggi di UGM, FKKMK menawarkan berbagai prodi menarik seperti IUP Kedokteran. Prodi ini memiliki keunggulan berupa pengalaman internasional yang tidak didapatkan mahasiswa kedokteran reguler. Selain perbedaan program, IUP UGM Kedokteran juga memiliki biaya yang tentunya berbeda dari kelas reguler.

Lantas, berapa biaya kuliah di IUP UGM Kedokteran? Intip ulasan lengkapnya, mulai dari biaya pendaftaran hingga UKT dan IPI, di bawah ini! 

Biaya Pendaftaran dan Kuliah IUP Kedokteran UGM

Ilustrasi biaya IUP UGM Kedokteran

Ilustrasi biaya IUP UGM Kedokteran. (Magnific)

Berbagai keunggulan dalam program IUP Kedokteran UGM membuat prodi ini memiliki biaya pendaftaran hingga kuliah yang lebih mahal daripada program reguler. Biaya seleksi Ujian Mandiri (UM) UGM sendiri berkisar antara Rp350.000,00–Rp550.000,00. Sementara itu, biaya pendaftaran IUP UGM Kedokteran per Januari 2026 adalah Rp2.250.000,00 untuk WNI dan USD $225 untuk WNA.

Setelah diterima, mahasiswa Kedokteran UGM harus membayar UKT tiap semester. Selain itu, mahasiswa jalur UM dan IUP juga harus membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI) di awal masa studi. Besaran UKT bagi mahasiswa IUP pun berbeda dari kelas reguler dengan perbandingan sebagai berikut.

Biaya SNBP & SNBT UM IUP
UKT Rp6.175.000,00 (UKT bersubsidi 75%) – Rp24.700.000,00 (UKT tanpa subsidi) Rp6.175.000,00 (UKT bersubsidi 75%) – Rp24.700.000,00 (UKT tanpa subsidi) Rp45.000.000,00 untuk WNI dan Rp65.000.000,00 untuk WNA
IPI – Rp30.000.000,00 Rp50.000.000,00

 Baca juga: Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Perbedaan Kedokteran Reguler dan IUP UGM

Secara keilmuan, dasar-dasar ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa kedokteran IUP sebenarnya sama dengan kelas reguler. Perbedaan antara kedua program ini terletak pada biaya dan international exposure.

Berdiri sejak tahun 2002, IUP UGM Kedokteran menggunakan sistem program based-learning yang dipadukan dengan pembelajaran berstandar internasional. Seluruh aktivitas akademik IUP Kedokteran seperti perkuliahan, tutorial, praktik lab, tugas, hingga ujian menggunakan bahasa Inggris, kecuali aktivitas yang berhubungan dengan pasien dan lapangan.

Selain perkuliahan berbahasa Inggris, mahasiswa IUP Kedokteran juga memiliki kewajiban untuk studi di kampus luar negeri selama 1 semester. Mahasiswa juga bisa mengikuti program summer dan winter course serta mendapatkan pembelajaran dengan jumlah visiting professor yang lebih banyak daripada kelas reguler. Keunggulan lain dari program ini adalah kesempatan untuk berjejaring dengan alumni IUP Kedokteran yang banyak tersebar di negara lain seperti negara-negara Eropa Timur dan Austria. 

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Seleksi IUP Kedokteran UGM

Berbeda dari seleksi Mandiri biasa yang hanya menggunakan tes berbasis komputer atau laporan akademik/non-akademik, seleksi IUP Kedokteran UGM memiliki lebih banyak komponen tes. Salah satu komponen tes yang dalam seleksi IUP adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dan Situational Judgement Test (SJT). Kedua tes tersebut dilakukan untuk menilai kesesuaian karakter peserta dan kemampuan pengambilan keputusan.

Seluruh tes IUP Kedokteran UGM menggunakan bahasa Inggris dengan rincian tes sebagai berikut.

Phase 1

  • Gadjah Mada Scholastic Test (GMST): Verbal, quantitative, reasoning
  • Academic English Proficiency Test (AcEPT): Listening, structure, reading

Phase 2 (hanya untuk peserta lolos phase 1)

  • MMPI
  • SJT
  • Interview

Banyaknya komponen tes dalam seleksi IUP ditujukan untuk memastikan kualitas mahasiswa dan kesesuaian dengan program. Jadi, jika kamu tertarik dengan program ini, kamu perlu belajar dengan giat, memahami tipe tes, serta memperkuat kesiapan mental. Agar persiapanmu lebih terarah, kamu juga bisa mengikuti bimbel kedokteran seperti Indonesia College.

Nah, itu dia penjelasan tentang rincian biaya IUP UGM Kedokteran. Semoga membantu, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Ilustrasi alat kedokteran nuklir

Apa Itu Kedokteran Nuklir? Ini Peran dan Jalur Kuliahnya

Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata “nuklir”? Mungkin sebagian besar akan berpikir tentang radiasi atau senjata nuklir yang berbahaya. Namun, ternyata nuklir punya banyak manfaat, lho! Salah satunya adalah dunia kedokteran yang memadukan teknologi nuklir. Bahkan, terdapat cabang ilmu khusus yang disebut kedokteran nuklir.

Kedokteran nuklir merujuk pada cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan bahan radioaktif dalam dosis kecil.  Radioaktif tersebut dapat digunakan untuk kepentingan riset, diagnosis, hingga pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker. Selain ilmu kedokteran, cabang ilmu ini juga memadukan ilmu fisika nuklir, kimia, matematika, hingga teknologi komputer.

Penasaran dengan cabang ilmu ini? Simak penjelasan tentang pengertian, peran, hingga jalur kuliah kedokteran nuklir yang dirangkum dari laman Oncopedia, IAEA, FK Unpad, FT UGM, Mandaya Hospital Group, dan KMK No. 008 Tahun 2009 berikut ini!

Pengertian dan Peran Kedokteran Nuklir

Ilustrasi praktik kedokteran nuklir

Foto: Ilustrasi praktik kedokteran nuklir. (Magnific)

Kedokteran nuklir merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka dari disintegrasi inti radionuklida buatan untuk mempelajari perubahan fisiologi dan biokimia pada tingkat sel dan molekul serta untuk diagnosis, terapi, dan penelitian. Praktik kedokteran ini menggunakan isotop radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien untuk memberikan gambaran tentang organ dan jaringan tubuh secara menyeluruh atau mengobati penyakit seperti kanker dan hipertiroid. 

Pengembangan tracer principle oleh George de Hevesy yang memungkinkan penggunaan pelacak radioaktif dalam studi in vivo di dunia medis tanpa memicu respons farmakologis dari tubuh menjadi cikal bakal cabang ilmu ini. Praktik kedokteran ini diawali dengan studi dan pengobatan kelenjar tiroid. Setelah itu, praktiknya semakin meluas seiring pengembangan berbagai alat dan teknik pencitraan seperti kamera gamma, rectilinear scanner, hingga PET/CT scan. 

Praktik medis ini melibatkan dokter spesialis kedokteran nuklir bersama radiografer/teknologis kedokteran nuklir, radiofarmasis, dan tenaga medis terkait dengan memanfaatkan PET scan maupun SPECT scan. Aplikasi kedokteran nuklir berperan dalam beberapa kondisi medis berikut.

  • Diagnosis penyakit jantung 
  • Diagnosis penyakit tiroid
  • Deteksi dan terapi kanker
  • Evaluasi fungsi ginjal
  • Pemeriksaan tulang

Baca juga: Punya 10.400+ Alumni, Yuk Kenalan dengan Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Jalur Kuliah 

Kamu bisa meraih gelar profesi dokter spesialis nuklir melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Sasaran program ini adalah dokter umum yang ingin mendalami keahlian medis spesifik. Artinya, kamu harus sudah menyelesaikan S1 Pendidikan Kedokteran dan memenuhi persyaratan lainnya jika ingin mengikuti PPDS Kedokteran Nuklir.

Saat ini, PPDS Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler hanya tersedia di Universitas Padjadjaran (Unpad). Untuk praktiknya, Unpad bekerja sama dengan RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menjadi pusat pendidikan dan pusat rujukan nasional layanan kedokteran nuklir. Setelah lulus, peserta program ini akan mendapat gelar Spesialis Kedokteran Nuklir (Sp.K.N.).

Namun, PPDS Kedokteran Nuklir bukan satu-satunya jalur pendidikan yang bisa kamu tempuh jika ingin berkarier di bidang ini. Cabang ilmu ini tidak hanya membutuhkan dokter spesialis nuklir, tetapi juga profesi lain seperti fisikawan medik. Oleh karena itu, kamu juga bisa mengambil prodi Teknik Nuklir jika ingin berkarier di bidang ini.

Selama menempuh studi di prodi Teknik Nuklir, kamu akan belajar berbagai teknik yang mendukung radiologi klinik, seperti radiodiagnostik hingga radioterapi menggunakan radiasi dan radioisotop.

Baca juga: Mengenal Teknologi Kedokteran ITS dan Bedanya dengan Teknik Biomedik

Daftar Kampus yang Buka Program Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teknik Nuklir

Kamu hanya bisa menempuh PPDS Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler di Unpad jika ingin menjadi dokter spesialis kedokteran nuklir. Adapun daftar universitas yang bisa kamu tuju jika ingin berkarier sebagai fisikawan medik dan karier lain terkait cabang ilmu ini adalah sebagai berikut.

  • Universitas Gadjah Mada – S1 Teknik Nuklir
  • Politeknik Teknologi Nuklir (Poltek Nuklir) Yogyakarta – D4 Teknokimia Nuklir
  • Institut Teknologi Bandung – Magister dan Doktor Ilmu dan Rekayasa Nuklir

Demikian penjelasan tentang kedokteran nuklir. Semoga menjawab, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Mengenal Teknologi Kedokteran ITS dan Bedanya dengan Teknik Biomedik

Peminat rumpun saintek tentunya tidak asing dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Namun, tahukah kamu bahwa ITS juga memiliki fakultas kedokteran? Fakultas ini tidak hanya menawarkan jurusan Kedokteran, tetapi juga jurusan unik bernama Teknologi Kedokteran.

Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) sendiri merupakan fakultas yang tergolong baru dan dilatarbelakangi oleh kurangnya tenaga kedokteran saat pandemi COVID-19. Teknologi Kedokteran menjadi jurusan pertamanya di tahun 2022, lalu disusul dengan peresmian prodi Kedokteran pada 2023. Kini, Teknologi Kedokteran ITS menjadi satu-satunya prodi Teknologi Kedokteran di Indonesia.

Prodi Teknologi Kedokteran sebenarnya berasal dari pengembangan prodi Teknik Biomedik. Lantas, apa perbedaan prodi ini dengan Teknik Biomedik? Lalu, apa saja materi yang dipelajari di prodi ini? Simak ulasan tentang prodi Teknologi Kedokteran ITS dan perbedaannya dengan Teknik Biomedik di bawah ini!

Profil Teknologi Kedokteran ITS dan Perbedaannya dengan Teknik Biomedik

Ilustrasi Teknologi Kedokteran

Sebelum munculnya prodi Teknologi Kedokteran, ITS telah memiliki prodi yang menggabungkan teknologi dan dunia medis, yaitu Teknik Biomedik. Prodi ini memiliki spesialisasi di bidang desain peralatan medis, pengolahan sinyal dan citra medis, rehabilitasi medis, teknik klinis, hingga teknologi untuk disabilitas. Namun pasca pandemi, ITS mengembangkan Teknologi Kedokteran yang kemudian menjadi bagian FKK.

Prodi ini merupakan prodi multidisiplin yang menggabungkan ilmu kedokteran, ilmu rekayasa, ilmu alam, dan ilmu desain. Perbedaan antara prodi ini dengan Teknik Biomedik terletak pada implementasi disiplin ilmunya. Teknik Biomedik berfokus pada pembuatan dan pengembangan aspek teknologi dan riset, sedangkan Teknologi Kedokteran berada pada ranah pengaplikasian teknologi yang dibuat.

Ilmu dasar yang dipelajari oleh kedua prodi ini di tahun pertama pun hampir mirip, misalnya kalkulus, kimia, fisika listrik dan magnet, hingga anatomi dan fisiologi. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, prodi Teknologi Kedokteran akan banyak melakukan praktik langsung bersama dokter, termasuk praktik mengoperasikan alat kesehatan secara langsung kepada pasien.

Prodi Teknologi Kedokteran menawarkan program unggulan berupa rotasi di rumah sakit selama 1 bulan dan workshop di luar negeri, misalnya di Belanda, Thailand, Australia, dan negara lainnya. Selain itu, prodi ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti lab. teknologi kesehatan, lab. patologi klinik, lab. ketrampilan klinik, dan lain-lain.

Baca juga: 7 Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Prospek Karier Teknologi Kedokteran

Lulusan prodi ini memiliki peluang kerja sebagai insinyur, peneliti, desainer, pengusaha, hingga konsultan di bidang teknologi kedokteran. Beberapa peluang kerja bagi lulusan prodi ini antara lain sebagai berikut.

  • Medical engineer
  • Medical technology designer
  • Medical technology consultant
  • Medical records specialist
  • Medical assistant
  • Rehabilitation technician
  • Quality control analyst
  • Peneliti

Baca juga: Daftar Jurusan di UIN Walisongo Semarang, Ada Apa Saja?

Jalur Masuk 

Jika kamu ingin masuk prodi ini, kamu bisa mengikuti seleksi melalui beberapa jalur berikut.

  • Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)
  • Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)
  • Selesi Mandiri ITS (SMITS) FLAT

SMITS FLAT merupakan jalur Mandiri dengan prestasi yang terdiri dari 2 macam jalur seleksi, yaitu Seleksi Mandiri Beasiswa dan Seleksi Mandiri Prestasi.

  • SMITS ACE

SMITS ACE adalah jalur Mandiri dengan tes yang terdiri dari 2 jalur seleksi, yaitu Seleksi Mandiri Kemitraan dan Seleksi Mandiri Umum.

Demikian penjelasan tentang prodi Teknologi Kedokteran ITS dan perbedaannya dengan Teknik Biomedik. Jika kamu tertarik masuk prodi ini, jangan lupa persiapkan diri dengan baik, misalnya dengan belajar di bimbel masuk kampus seperti Indonesia College.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Mahasiswa Kedokteran

7 Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Kuliah di jurusan kedokteran menjadi impian banyak orang, terbukti dari banyaknya jumlah pendaftar kedokteran di berbagai kampus ternama di Indonesia. Untuk memilih kampus dan jurusan kedokteran terbaik, kamu bisa menilainya berdasarkan beberapa kriteria. Salah satunya adalah peringkat jurusan dari berbagai lembaga atau institusi, seperti peringkat QS WUR.

QS World University Ranking (QS WUR) dikeluarkan oleh Quacquarelli Symonds dengan pemeringkatan berdasarkan beberapa kategori, termasuk kategori kedokteran. Pemeringkatan tersebut dilakukan berdasarkan penilaian terhadap 5 indikator, yaitu employer reputation (ER), h-index citations, citations per paper, reputasi akademik, dan jaringan penelitian internasional. Dalam pemeringkatan jurusan kedokteran QS WUR 2026, terdapat total 850 universitas yang dinilai dengan peringkat pertama diraih oleh Harvard University.

Di tahun 2026, terdapat setidaknya 7 universitas di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan QS WUR kategori kedokteran. Yuk, simak daftar 7 jurusan kedokteran tersebut di bawah ini!

7 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia

Mahasiswa jurusan kedokteran

Berikut adalah 7 universitas dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR 2026.

  1. Universitas Indonesia

Tahun ini, Kedokteran UI menjadi prodi kedokteran terbaik di Indonesia versi QS WUR dan menempati peringkat 251-300 dunia. Peringkat tersebut diperoleh dengan nilai ER sebesar 66,5, h-index citations sebesar 52,5, citations per paper sebesar 63,6, reputasi akademik sebesar 62, serta jaringan penelitian internasional sebesar 56,3.

Selain peringkat QS WUR, Kedokteran UI juga meraih peringkat 6 ASEAN QS World Ranking dan peringkat 432 kedokteran terbaik versi EduRank World Ranking. Fakultas kedokteran tertua di Indonesia ini juga telah meraih akreditasi A dari BAN-PT. Di samping itu, Kedokteran UI juga menjadi prodi dengan pendaftar terbanyak kedua pada SNBP 2026, yaitu dengan jumlah pendaftar sebesar 1.943 orang.

Jika kamu tertarik dengan Kedokteran UI, kamu bisa mengikuti seleksi Kedokteran UI melalui 4 jalur, yaitu jalur SNBP, SNBT, Mandiri (SIMAK UI), dan Kelas Internasional (KKI).

2. Universitas Airlangga

Unair meraih peringkat 351-400 dunia, menjadikan Kedokteran Unair sebagai prodi kedokteran terbaik kedua di Indonesia. Pencapaian tersebut diraih melalui skor ER sebesar 66,5, h-index citations sebesar 45,8, citations per paper sebesar 51, reputasi akademik sebesar 61,8, dan jaringan penelitian internasional sebesar 50,5.

Fakultas Kedokteran Unair sendiri merupakan fakultas kedokteran tertua kedua di Indonesia dengan usia lebih dari 1 abad. Kualitas prodi ini pun telah terbukti dengan perolehan akreditasi dari LAM-PTKes dengan nilai A serta akreditasi ASIIN.

Tertarik untuk masuk Kedokteran Unair? Kamu bisa mendaftar prodi ini melalui beberapa jalur, yaitu SNBP, SNBT, Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan, serta Kelas Internasional.

3. Universitas Gadjah Mada

Di urutan ketiga, kedokteran UGM meraih peringkat 401-450. Kedokteran UGM berhasil memperoleh nilai ER sebesar 64, h-index citations sebesar 44, citations per paper sebesar 58,7, reputasi akademik sebesar 57,3, dan jaringan penelitian internasional sebesar 37,6.

Kualitas Kedokteran UGM pun telah dibuktikan dengan akreditasi Unggul oleh LAM-PTKes dan akreditasi dari ASIIN. Selain itu, Kedokteran UGM juga memiliki sumber daya yang kuat serta kerja sama dengan universitas ternama di Indonesia dan luar negeri. Kurikulum dan pengajar yang kompeten membuat angka keberhasilan mahasiswa  pada UKMPD nasional cukup tinggi dengan lebih dari 90% kelulusan.

Jika kamu tertarik masuk Kedokteran UGM, kamu bisa mengikuti 4 jalur seleksi, yaitu jalur SNBP, SNBT, Mandiri, dan International Undergraduate Program (IUP).

Baca juga: Daftar Jurusan di UIN Walisongo Semarang, Ada Apa Saja?

4. Universitas Padjadjaran

Di posisi keempat, Kedokteran UNPAD berhasil meraih peringkat 501-550 dunia. Berdasarkan penilaian QS WUR, UNPAD memperoleh nilai ER sebesar 55,3, h-index citations sebesar 46, citations per paper sebesar 61, reputasi akademik sebesar 51,3, dan jaringan penelitian internasional sebesar 37,2. Tak hanya meraih peringkat keempat, Kedokteran Unpad juga telah meraih akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.   

Untuk menjadi mahasiswa Kedokteran Unpad, kamu bisa memilih berbagai jalur seleksi, seperti SNBP, SNBT, Mandiri Prestasi Akademik, Seleksi Minat dan Bakat, IUP, hingga Seleksi Kemitraan Strategis.

5. Universitas Hasanuddin

Berdasarkan penilaian QS WUR, Unhas memperoleh nilai ER sebesar 51,9, h-index citations sebesar 36,8, citations per paper sebesar 53,7, reputasi akademik sebesar 53,7, dan jaringan penelitian internasional sebesar 33,6. Hasil tersebut membuat Unhas menduduki peringkat 601-650 dunia.

Bagi kamu yang tinggal di wilayah Indonesia timur, Kedokteran Unhas bisa menjadi salah satu pilihan studi yang pas. Jika tertarik dengan Kedokteran Unhas, kamu bisa mendaftar melalui jalur SNBP, SNBT, dan beberapa jalur Seleksi Mandiri, termasuk Kelas Internasional.

6. Universitas Diponegoro

PTN yang terletak di Semarang, Jawa Tengah ini berhasil meraih peringkat 701-850. Capaian tersebut diraih melalui nilai ER sebesar 54,5, h-index citations sebesar 30,9, citations per paper sebesar 42,6, reputasi akademik sebesar 48,7, serta jaringan penelitian internasional sebesar 28,1.

Tertarik masuk Kedokteran Undip? Kamu bisa mengikuti jalur seleksi SNBP, SNBT, Mandiri, atau Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB). Selain itu, kamu juga bisa mengikuti program IUP yang dibuka dalam beberapa gelombang.

7. Universitas Brawijaya

Sama seperti Undip, UB juga meraih peringkat 701-850. Peringkat tersebut diraih dengan nilai ER sebesar 55,8, h-index citations sebesar 34, citations per paper sebesar 45, reputasi akademik sebesar 47,6, dan jaringan penelitian internasional sebesar 21,7.

Prodi yang telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes ini bisa kamu daftar melalui beberapa jalur seleksi, seperti SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri UB (SMUB). Kamu juga bisa mendaftar program IUP yang biasanya dibuka dalam 2 intake.

Baca juga: Kuliah Kedokteran Bedah Berapa Tahun? Ini yang Perlu Diperhatikan

4 Tips Masuk Kedokteran 

Dari tahun ke tahun, jurusan kedokteran selalu menjadi salah satu jurusan dengan jumlah pendaftar terbanyak. Artinya, jurusan ini memiliki persaingan yang ketat. Jika kamu tertarik dengan jurusan ini, maka kamu harus belajar dan mempersiapkan diri dengan baik.

Bagi kamu yang ingin masuk jurusan kedokteran, kamu bisa mempersiapkan diri dengan beberapa langkah berikut.

  1. Riset Jurusan dan Universitas

Setiap universitas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, kamu perlu melakukan riset terhadap fasilitas, kurikulum, hingga pengajar di universitas tujuanmu, lalu menilai apakah hal-hal tersebut sesuai dengan minat dan kebutuhanmu. Kamu bisa melakukan riset tersebut melalui website universitas atau berkonsultasi dengan ahlinya, misalnya para pengajar di bimbel kedokteran.

2. Perkuat Kemampuan Akademis 

Agar bisa lolos seleksi masuk kedokteran, kamu perlu belajar dengan giat. Beberapa mata pelajaran seperti matematika, biologi, kimia, dan fisika menjadi ilmu dasar di kedokteran, sehingga kamu perlu memperdalam pemahaman di mata pelajaran tersebut. 

Jika kamu kesulitan belajar sendiri, kamu juga bisa belajar dengan tentor di bimbel persiapan kuliah atau bimbel kedokteran. Selain bisa mendapat arahan sesuai kebutuhanmu, kamu juga bisa lebih termotivasi karena bertemu dengan sesama pejuang kedokteran.

3. Perdalam Kemampuan Bahasa Inggris

Beberapa universitas menawarkan program kelas internasional atau IUP. Jika kamu tertarik dengan program IUP Kedokteran, kamu perlu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik karena pembelajaran di jurusan ini sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, terdapat tes literasi bahasa Inggris dan wawancara dalam bahasa Inggris yang harus kamu hadapi dalam proses seleksi.

4. Kuatkan Tekad, Motivasi, dan Doa

Selain persiapan akademik, kamu juga perlu mempersiapkan mental dengan baik. Proses seleksi hingga masa studi di kedokteran membutuhkan fisik dan mental yang kuat. 

Persiapan mental bisa kamu lakukan dengan banyak cara, misalnya dengan mencari dukungan dari orang-orang terdekat. Kamu juga bisa memperbanyak doa untuk mendapatkan kekuatan dan ketenangan hati serta memperkuat rasa percaya diri.

Itu dia 7 jurusan kedokteran terbaik di Indonesia menurut QS WUR 2026. Kira-kira kamu tertarik mendaftar di universitas mana, nih?

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus Kedokteran. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog bimbelkedokteran.id. Cek juga halaman kami lainnya di indonesiacollege.co.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.